Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.7
Keesokan harinya....
"Nona kecil, ayo bangun. Jangan sampai telat nona, karena hari ini, kaisar mengizinkan mu, untuk sarapan bersama." ucap bibi Anti yang berusaha membangunkan nona kecil nya itu, yang masih bergulung di bawah selimut tebal.
Pagi pagi sekali, Kasim song mengatakan kepada pelayan setia rose, untuk nya hadir di acara sarapan bersama dengan anggota keluarga. Tentu saja bibi Anti langsung mengangguk dan hanya bisa tersenyum canggung. Dia juga bersiap siap terlebih dahulu, sebelum membangun kan nona kecil nya itu.
Rose yang matanya terasa berat, langsung merasa lemah dan sedikit tak sanggup untuk membuka mata kecil nya itu.
"Hoam, bibi aku, masih mengantuk sekali. Jadi aku tak akan datang ke sana."
"Nona kecil, kau tak boleh menolak perintah sang kaisar. Kasim song sendiri yang datang untuk mengundang semua orang di istana ini, dan beberapa selir lainnya, juga ikut merayakan pesta kedewasaan pangeran pertama." ucap bibi anti dengan nada penuh pengertian.
Rose yang mendengar nya, lansung merasa begitu malas, dan dengan terpaksa, dia bangkit dan langsung berjalan menuju ke kamar mandi. untung saja bibi anti, sudah menyediakan air hangat, beserta wangi wangian untuk nya berendam di bathtub.
"hmm, baiklah bibi, aku mau mandi dulu." ucap nya dengan nada lemah.
"Nona, biar bibi bantu ya." tanya bibi anti dengan nada penuh kelembutan, dan tersenyum hangat.
"Gausah bibi, aku bisa sendiri. terima kasih sudah menyediakan air hangat nya. Oh ya, tolong berikan gaun yang sederhana saja ya bibi, aku tak ingin memakai yang terlalu mencolok."ucap rose yang selalu mengatakan dia tak ingin terlihat mencolok lagi.
"Tapi nona, biasanya anda akan berpenampilan sebaik mungkin, di hadapan sang kaisar." tanya bibi Anti yang merasa bingung.
"Tidak lagi bibi, aku akan menjadi diriku sendiri. Dan tak akan lagi menjadi rose yang dulu." ucap nya dengan penuh tekad yang kuat.
Bibi Anti yang mendengar nya, langsung mengangguk patuh, dan menyiapkan satu gaun sederhana, dan masih terlihat elegan, bila di pakai oleh nona kecil nya itu.
Setelah selesai mandi, rose langsung duduk di cermin hias nya, dan rambut nya di kepang indah oleh bibi Anti. Penampilan nya pagi ini, sangat manis sekali. Bahkan sesekali dia berceloteh memuji bibi anti, yang begitu lihai dalam mengurus nya.
"Wow, aku menjadi sangat cantik, berkat tangan bibi Anti." ucap nya dengan mulut yang manis itu.
"Blush.... wajah bibi anti langsung memerah, dan langsung tersenyum malu. Nona kecil nya sangat suka sekali memuji nya, akhir akhir ini.
"Nona kecil, terlalu berlebihan, ini hanya riasan kecil, dan aslinya nona kecil sangat cantik."
"Wow, kalau itu jangan diragukan lagi bibi, aku memang sangat cantik dan manis." kekeh nya dengan tawa yang menggemaskan. Kedua nya sangat akrab, seperti seorang ibu dan anak yang sedang menceritakan hal hal yang random.
Setelah selesai, rose berjalan dengan tatapan datar, dan langkah nya terasa begitu elegan. walaupun usai nya masih muda, tapi jiwa nya sudah tua, dan tau tata Krama, beserta table manner yang sudah dia pelajari selama menjadi seorang Denada.
Seluruh anggota keluarga kerajaan, ternyata sudah ada di tempat, dan hanya tinggal dia sendiri yang datang terlalu terlambat, sehingga mendapatkan tatapan sinis dari beberapa orang disana, termasuk ibu kandung nya sendiri.
"Ckck, dasar anak pemalas, dia hanya bisa mempermalukan aku saja." gumam selir Merry dengan nada sinis nya. Tapi rose yang mendengar nya langsung menatap nya dengan tatapan datar dan tersenyum sinis ke arah ibu nya sendiri.
"Salam hormat, yang mulia ratu elli, beserta pangeran pertama alderick, dan putri Felicia. Salam hormat kepada para selir istana." ucap nya dengan menundukkan kepalanya dengan begitu elegan.
Mereka semua tertegun mendengarnya, biasanya anak selir Merry tak pernah mau mengucapkan kata hormat kepadanya, tapi kini, dia mengucapkan hormat dengan begitu elegan. Termasuk sang ratu elli, yang langsung menatap nya dengan penuh makna
"Yang mulia kaisar tinus memasuki area jamuan istana!" teriak penjaga gerbang yang mengatakan bahwa sang kaisar sudah tiba dan berjalan dengan begitu berwibawa.
Rose yang melihat langsung ayah nya, langsung tersenyum smirk.
Mereka semua berdiri, dan menunduk hormat saat kedatangan sang kaisar tinus yang duduk di paling ujung dan di sebelah nya ada Kasim song yang begitu setia, berdiri di sebelah nya.
Putri Felicia yang menatap ke arah lady rose langsung merasa tak suka. Apalagi hari ini, dia melihat gadis itu begitu tenang, dan tak seheboh biasanya.
Para anak kaisar ini sedang libur semester, mereka belajar di sebuah akademi, yang bernama ARCANIA akademi. termasuk lady rose yang juga ikut belajar di sebuah akademi ARCANIA.
Kalau di jaman ini, para siswa nya belajar tentang ilmu sihir, dan beberapa pelajaran etika kebangsawanan. Tentu saja rose yang dulu begitu buruk, dan termasuk siswa yang bodoh. itulah sebabnya, selir Merry begitu murka melihat putri nya, yang tak bisa berguna. beda dengan putri Felica, dan pangeran pertama alderick, yang begitu pintar, dan berprestasi, dalam mempelajari ilmu ilmu tentang beberapa hal di akademi ARCANIA.
"Duduklah!" ucap suara tegas sang kaisar tinus kepada para anggota keluarga nya itu.
"Salam hormat suamiku, aku akan menyediakan teh hijau untuk mu." ucap permaisuri Elli dengan sengaja mempertegas kedudukan nya disini sebagai sang permaisuri yang di sayang oleh sang kaisar. Hal itu membuat selir Merry merasa tak suka,dan mengepalkan tangan nya dengan wajah yang Sinis.
Rose yang melihat reaksi ibunya, hanya terkekeh kecil, dan merasa sangat geli. "hahaha, dia cemburu ya. Dan merasa tersaingi dengan permaisuri Elli. Menarik, dan aku semakin penasaran dengan drama di keluarga istana ini." gumam nya dengan tatapan paling bersemangat.
"Bagiamana keadaan mu, lady rose?" tanya kasir Tinus secara tiba tiba.
Rose yang sedang minum, langsung merasa tersedak, dan tak menyangka, si tua bangka itu bertanya tentang kondisi nya.
rose yang tak ingin dicap buruk, langsung tersenyum tipis, dan menundukkan kepalanya dengan elegan. "Saya baik baik saja yang mulia kaisar. Maafkan hamba yang tak sopan tadi. terima kasih sudah bertanya tentang kondisi hamba." ucap nya dengan nada lembut, seolah dia adalah putri yang begitu baik. padahal itu hanya sandiwara nya, untuk melihat wajah putri Felica, kepanasan. Dan menatap nya dengan sinis.
"Hmm, baguslah. Jangan diulangi lagi, dan duduk lah." ucap kaisar tinus dengan tatapan tenang nya.
"Sial, dia mencuri perhatian ayahanda! Ini ga bisa dibiarkan." gumam putri Felicia yang langsung tersenyum getir.
Ratu elli yang melihat sikap putri nya itu, langsung menghela nafas berat nya. Dia tau, pasti putri nya terluka saat melihat anak selir itu, di perhatikan oleh sang kaisar. padahal sang kaisar hanya bertanya saja, dan sudah dianggap saingan oleh putri Felica.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh