Transmigrasi Ke Tubuh Anak Selir

Transmigrasi Ke Tubuh Anak Selir

Bab.1

"Woi Denada, ayo kita ngopi bareng cuy, dah lama ga ngopi. sok sibuk bener dah lu den." oceh sahabat karib nya, alias besti seperjuangan nya bernama anti.

"Sorry cuy, gue memang sibuk. mikir skripsi yang tak kunjung usai, dan dosen nya yang tiap hari ngilang Mulu, kayak kabar doi, yang selalu ngilang, tanpa kepastian." ucap Denada dengan lebay nya.

Memang kedua kunyuk itu, kalau ketemu pasti ada aja ulah nya, apalagi Denada yang memang anak nya ga bisa diam sehari aja, udah kayak ulat nangka, yang suka uget uget di pohon. Oke lanjut...

"Hahah, kasihan banget sohib gue. dapat dosen gaib Mulu, liat ni, anak Sholeh. Dapat nya baik, dan dipermudah. Ga kayak situ, yang harus ngejar ngejar dosen nya hahaha." ejek anti kepada sohib setia nya.

"Kurang ajar si kunyuk, eh centong nasi, gausah senang dulu. mentang mentang udah di ACC. Liat aja nanti gue kalau dosen nya udah acc, joget pargoy di depan umum." celetuk nya dengan raut wajah yang penuh kekesalan.

"hahaha, gue tunggu neng, joget pargoy, sambil live yak. Udah ah, gue mau ke cafe dulu, mau ngasih makan Instagram, biar kayak orang orang." ucap nya sambil mengibaskan rambut badai cetar nya itu, dan berjalan berlenggak lenggok.

Denada yang mendengar celetukan sohib nya Udah ga perduli, dia melanjutkan perjalanan nya, menuju ke rumah. Dia merasa lelah, dan ingin segera rebahan di rumah

"Enakan tidur di rumah, bisa bobok cantik, dan ga panas panasan. Udah ah, princess pulang dulu, eh lupa gue ga pakek motor ya, kalau gitu gue pesan gojek aja ah, biar cepat cepat rebahan." gumam nya sambil mengotak Ngatik ponsel nya itu.

Setelah menunggu selama 20 menitan, barulah kang gojek nya datang, dengan membawa dua helm. Untung saja si mamang pengertian dan tau bahwa dia tak membawa helm. jadi tanpa berbasa-basi, lagi. Dia langsung menyuruh si mamang berangkat, agar cepat cepat kembali ke rumah.

kebetulan saat dijalan, hujan mengguyur kota Jakarta. Sehingga bajunya Denada basah kuyup, dan dia berusaha menutupi tas nya agar tak kebasahan. Sebab disana ada berkas berkas yang penting, sekaligus skripsi nya.

"Pak, kita berhenti aja dulu. Hujan nya deras banget." teriak nya dengan wajah penuh air hujan.

"Ga bisa neng, udah nanggung. Bapak ga mau kerja setengah setengah, ga baik neng. Pamali nanti nya.

"Yaelah pak, masih jaman percaya begituan. Udah jaman canggih loh ini, saya juga minta bapak berhenti, karena hujan nya makin deras. nanti bapak sakit lagi." teriak nya lagi, karena kalau suara nya pelan, maka si mamang nya ga kedengaran.

"Gpp neng, saya udah makan kok." ucap si bapak yang tak nyambung.

Denada hampir saja emosi jiwa dan raga, untung saja dia orangnya sabar dan tetap anggunly. Kalau ga, udah dia smackdown dari belakang tadi.

Eits, jangan salah, Denada gini gini pemegang sabuk hitam taekwondo. Banyak yang takut dengan gadis itu, karena kepribadiannya yang dingin, dan ceplas ceplos. yang tahan banting kan, cuman si anti. Si cerewet yang hampir sama dengan nya, gadis yang suka di luar nurul dan suka sekali dengan permen coklat.

Kalau Denada bilang si, gadis permen. Karena tiap hari si anti selalu bawa permen, katanya buat amunisi agar tak lemas. Aneh tapi nyata, itulah sohib nya. Oke lanjut...

Di saat perjalanan yang semakin deras nya, tiba tiba si mamang gojek kehilangan keseimbangan nya, dan tiba tiba dia kehilangan kendali, dan menabrak sebuah pohon di pinggir jalan, yang kebetulan sekali, pohon itu cukup besar, dan membuat Denada yang berada di belakang nya terpental ke tengah.

"Brugh......argh....jerit Denada yang kesakitan, dan terpental dari jarak si mamang.

Denada yang berusaha untuk bangkit, tak tau bahwa sebuah mobil melaju kencang ke arah nya dengan klakson yang menyala.

Tanpa ada yang tau, bahwa mobil truk sampah alias mobil truk yang mengangkut sampah lewat di tengah, sehingga membuat beberapa pengendara berteriak histeris.

"Tin....tin.... Brughk.....

Denada terlindas mobil truk dan tubuhnya hancur lebur. mamang gojek nya sampai terpaku, dan tertegun saat melihat penumpang nya, meninggal dunia di tempat.

polisi langsung mengevakuasi TKP korban, dan menghubungi keluarga korban.

Anti yang mendengar tentang sohib nya, langsung berlari menuju ke rumah sakit, dan menangis tersedu seduh di kamar Mayat.

Ya setelah itu, jenazah Denada di bawak ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut.

Anti begitu terpukul, saat sohib nya meninggal dunia, dan merasa begitu bersalah karena tak memaksa Denada untuk ikut bersama nya tadi. Kalau tidak, kejadian nya tak akan seperti ini.

"Denada..... hiks.....kenapa Lo ninggalin gue kunyuk, Lo belom joget pargoy sambil live. Gue ga terima....hiks.....Dena." ucap nya dengan penuh air mata kesedihan.

Denada sahabat karib nya, telah tiada dan saat ini tinggal kenangan kenangan terindah saja. Setiap orang pasti akan merasakan kehilangan dari orang orang terdekat nya.

Hari itu, adalah hari duka bagi anti, karena melihat sahabat karib nya telah tiada dengan tubuh yang hampir sebagian hancur terlindas mobil truk.

...***....

"Engh .......

"Lady rose, akhirnya anda sadar." pekik pelayan setia nya yang begitu senang, sekaligus merasa kasihan melihat lady rose yang dikucilkan di istana ini.

"A_Ir.....gumam nya sambil berusaha bangkit dari tempat tidur.

"jangan bergerak dulu lady, saya akan memanggil tabib Surya kesini." ucap anti dengan nada tergesa gesa.

Anti merupakan pelayan setia nya rose di istana ini. walaupun sifat rose terkenal buruk,dan suka membuat ulah, tapi anti tetap setia kepada nya. Karena menurut pandangan anti, rose ini hanya memerlukan kasih sayang yang baik, oleh sang kaisar dan juga selir marry orang tua kandung rose.

 "Tabib, kenapa tabib. Dan kenapa ini rasanya aneh sekali. aku ini, lagi dimana sih?" gumam nya dengan tatapan berkaca-kaca memandang keseluruhan tempat, yang begitu asing sekaligus aneh baginya.

 Rose merupakan anak dari seorang selir yang dijuluki sebagai selir gila, oleh para kaum bangsawan. bagaimana tidak, sifat nya marry yang begitu terobsesi oleh sang kaisar istana, dan mencoba dan berusaha menyingkirkan sang permaisuri dari kerajaan, secara terang terangan.

Selir marry juga memiliki ambisi yang kuat, untuk naik ke tahta kerajaan. demi hidup lebih baik, apapun akan dia lakukan untuk menjadi pendamping nomor satu di negeri ini.

Marry juga sering melampiaskan amarahnya kepada rose, dan berharap kaisar akan simpati kepada kedua nya, tapi lagi lagi, marry harus menelan kekecewaan yang pahit, dan bahkan kaisar tak begitu peduli kepada nya dan juga putri nya itu.

Marry juga dijuluki sebagai selir agung, karena pernah menjadi penyelamat bagi sang kaisar saat itu. Jadinya gelar seorang agung, masih tertera di istana, dan di nama nya itu.

Terpopuler

Comments

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Maaf kk nama org ditulis dgn huruf besar huruf awalnya.

2025-08-19

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Td diajak berteduh ndak mau.

2025-08-19

1

Ita Xiaomi

Ita Xiaomi

Kasihan Denada😢.

2025-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!