NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6

...6: SEMANGAT KENZIE...

...****************...

Kekuatan sejati tidak pernah diukur dari siapa yang lebih dulu mencapai peringkat tertinggi. Alih-alih ingin cepat mendapatkan hasil instan, namun ia terbentuk dari tumpukan latihan ekstrem dan dedikasi tanpa batas untuk memeluk rasa sakit itu sendiri. Disiplin serta motivasi yang dirawat setiap hari adalah bahan bakar utama agar potensi batin mampu meledak hingga ke titik maksimal.

Seorang calon petarung hebat harus rela mengorbankan kenyamanan raganya, mengunci stabilitas mentalnya rapat-rapat, serta mengendalikan pikiran agar tidak hancur saat dihantam badai kejenuhan dan rasa bosan yang mencekam.

Arvendel tentu telah memperhitungkan semua variabel psikologis tersebut. Ia bukan sekadar guru yang tahu cara menyiksa fisik. Jika suatu saat nanti mental Kenzie mulai goyah akibat kejenuhan di atas gunung, Arvendel sudah menyiapkan rencana untuk mengajaknya turun, berjalan-jalan di kedalaman hutan dikaki gunung demi meredam rasa jenuh dan bosan bagaimana hal tersebut akan bekerja menurunkan stress pada otak.

Sesuatu yang layak dipertahankan dan diubah harus memiliki nilai yang pantas untuk diperjuangkan, selagi hal itu mengandung dasar-dasar moral kehidupan. Manusia wajar merasa jenuh. Namun, ketika seseorang memiliki tujuan hidup yang mutlak dan sakral, rasa bosan itu akan luluh lantak dengan sendirinya.

...----------------...

Pada latihan pertama ini, Kenzie ditantang untuk bertahan hingga tengah hari. Ia dipaksa berpacu dengan waktu di bawah sengatan terik matahari yang mulai menusuk pori-pori kulitnya.

"Apakah... hanya seperti ini saja latihanku?" gumam Kenzie di sela napasnya yang mulai memburu. "Kalau menu latihannya hanya berlari seperti ini setiap hari... butuh berapa abad lagi sampai aku bisa menjadi orang kuat?" ujarnya sembari terus mendaki jalur gunung.

Perkataan Kenzie jelas terlalu jemawa. Status pangerannya membuat ia menganggap enteng rintangan alam, padahal ia bahkan belum separuh jalan menerjang medan yang sesungguhnya. Meskipun ambisinya untuk menagih utang nyawa pada Valdrik begitu membara, Kenzie tetap harus merangkak melewati fase latihan secara bertahap mulai dari tingkat terbawah.

Setelah berlari cukup jauh meninggalkan kliring, Kenzie akhirnya menginjakkan kaki di batas hutan lebat. Di tempat inilah jalur gunung yang semula ramah mendadak berubah menjadi neraka hijau.

Akar-akar raksasa dari pohon purba merambat liar ke segala arah, menjalar padat hingga menutup permukaan tanah dan mengunci jalur pendakian. Ini adalah rintangan pertama yang sesungguhnya.

"Oh? Ini baru menarik!" seulas senyuman menantang terukir di wajah Kenzie. Rasa percaya dirinya kembali membubung tinggi melihat hambatan di depannya. "Baiklah, mari kita lihat seberapa tangguh akar-akar ini menghalangi langkahku! Diriku yang tampan ini tidak akan cukup jika harus berlari saja tanpa adanya bumbu tantangan!." ujar kenzie begitu narsis meremehkan segala hal.

Setelah itu Kenzie mempercepat ritme larinya, melompat tangkas melewati satu demi satu akar besar. Satu... dua... tiga...

Gubrak!.... Tepat pada lompatan keempat, kaki Kenzie tersangkut ujung akar yang mencuat tersembunyi di balik lumut. Tubuhnya meluncur bebas, menghantam tanah berbatu dengan keras sebelum akhirnya terguling beberapa meter. Area itu terlampau padat oleh sulur kayu raksasa. Ekspektasi tinggi Kenzie yang meremehkan medan membuatnya kehilangan fokus instingnya.

"Akh!... Sial! Benar-benar sial!" desis Kenzie sembari memegangi lututnya yang memar. Rasa perih seketika menjalar, menghancurkan kesombongan kecilnya.

Kenzie bangkit berdiri, menepuk debu di pakaiannya dengan raut wajah yang kini jauh lebih serius. Ia baru saja termakan oleh kesombongannya sendiri akibat menganggap remeh menu latihan dari Arvendel. "Aku tidak akan main-main lagi. Fokus, Kenzie. Fokus..."

...----------------...

Sementara itu, di teras gubuk yang sejuk... Arvendel sedang duduk santai di kursi malas sembari menikmati camilan dan meneguk minuman arak legendaris miliknya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum kepuasan yang luar biasa licik saat menyaksikan tubuh Kenzie bertubrukan dengan tanah melalui layar proyeksi sihir yang melayang di depannya.

Awalnya, Arvendel sempat dongkol saat mendengar gumaman Kenzie yang meremehkan latihannya melalui layar magis. Namun, melihat si murid langsung kualat dalam hitungan detik, rasa kesal Arvendel menguap, digantikan oleh tontonan komedi pagi yang sangat menghibur batinnya.

Kembali ke lereng gunung, Kenzie mulai mengerahkan seluruh kemampuannya. Ia berlari zigzag, melompat, dan menunduk di antara jalinan akar yang kian merambat padat hingga menguras habis staminanya.

"Apakah akar-akar sialan ini tidak ada habisnya?! Mereka seperti sengaja tumbuh di mana-mana sepanjang jalur ini! Ini bisa membuat orang menjadi cukup gila!" seru Kenzie frustrasi, namun kakinya menolak untuk berhenti. Jiwanya tetap membara.

Setelah bertarung melawan hambatan hutan selama hampir dua jam penuh, Kenzie akhirnya melihat seberkas cahaya terang di ujung vegetasi. Begitu berhasil meloloskan diri dari rambatan akar raksasa, semangatnya kembali membubung tinggi. Ia memacu langkahnya menembus batas hutan, melesat naik dengan kecepatan penuh menuju dataran yang lebih tinggi cukup terbuka.

Di teras gubuk, Arvendel yang masih mengawasi lewat layar sihir kembali menyeringai lebar. Ia telah memperhitungkan panggung latihan ini dengan sangat presisi untuk membentuk anatomi tubuh Kenzie. Setelah fase hutan akar selesai, tantangan berikutnya sudah menanti di depan mata dengan tingkat kesulitan yang berkali-kali lipat. Pada awalnya arvendel telah melihat semua area yang akan dijadikan tempat latihan untuk kenzie tidak heran jika ia tersenyum licik pada muridnya.

Sementara itu Kenzie, yang sama sekali tidak tahu dirinya sedang diawasi, merasa sangat bangga karena berhasil menyelesaikan rintangan pertama latihannya.

"Kali ini aku akan mendaki sampai ke puncak tertinggi! Sesi pertama ini pasti akan kuselesaikan dengan sempurna," ucap Kenzie dengan raut wajah bahagia, terselip keinginan khas remaja untuk diakui. "Aku yakin sekali Master Arvendel tidak akan menyangka bahwa aku bisa melewati latihan ini dengan sangat mudah. Pujilah aku nanti, Master, jika aku berhasil kembali dari latihan payahmu ini dengan cepat!" gumamnya polos dengan wajah tanpa dosa.

Di teras gubuk, Arvendel yang sedang meneguk minumannya sontak tersedak hebat. Uhuk! Uhuk!..

Ia terbatuk-batuk sembari mengusap dadanya, matanya menatap tajam ke arah layar sihir yang melihat kelakuan kenzie yang begitu menyebalkan. Bocah tengil ini... benar-benar tahu cara membuatku naik pitam. Mari kita lihat bagaimana wajah polosmu itu bertahan saat menghadapi labirin batu di depan, batin Arvendel jengkel.

"Di depan sana jalannya mulai terlihat lapang... Apakah rintangannya hanya berupa hutan lebat di bawah tadi?" ujar Kenzie, sempat memalingkan wajahnya ke belakang dengan perasaan lega.

Namun, begitu ia membalikkan tubuhnya kembali ke arah jalur pendakian, langkah Kenzie mendadak terkunci. Matanya membelalak sempurna, dan senyum bahagianya langsung lenyap seketika.

"Ini... apa-apaan?!" pekik Kenzie dengan wajah syok. "Sialan, Dasar master, ternyata ia telah memperhatikan hal ini sejak awal!."

Di hadapannya kini tidak ada lagi tanah lapang atau rerumputan hijau. Jalur pendakian itu telah bermutasi menjadi labirin vertikal yang dipenuhi oleh ribuan bebatuan hitam raksasa, yang ukurannya setara dengan bangunan rumah warga!

Karena daratan ini didominasi oleh batuan purba yang padat, hampir tidak ada pepohonan atau akar yang bisa tumbuh di sana. Namun, sebagai gantinya, Kenzie tidak lagi dituntut untuk sekadar berlari, yang dimana ia harus memanjat, melompati celah jurang di antara batu, dan merangkak di atas permukaan cadas yang tajam.

"Padahal aku baru saja bernapas lega karena lolos dari hutan akar... Kenapa sekarang aku harus menemui batu besar seperti ini, dan lagi sangat curam?!" Kenzie meratapi nasibnya, menatap puncak gunung yang kini terasa begitu jauh dan terisolasi di atas sana.

Kenzie mengepalkan tinjunya, menatap barisan batu raksasa itu dengan sisa-sisa tekad yang ia miliki. "Ah, sudahlah! Mengeluh pun tidak akan membuat tempat ini rata. Aku harus menaklukkan rintangan ini dan mencapai puncak!"

Kenzie mengambil napas dalam-dalam, lalu melompat ke atas permukaan batu pertama. "Mari kita mulai! Aku akan melompati kalian semua satu per satu!"

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!