NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia
Popularitas:66k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Mobil hitam yang dikendarai Mohan akhirnya berhenti tepat di depan rumah megah keluarga Anderson. Mohan turun lebih dulu, lalu berjalan ke pintu belakang dan membukanya. Sementara itu, Arabelle masih duduk diam di dalam mobil. Tatapannya menatap rumah besar di depannya. Bahkan, setelah beberapa menit berlalu, gadis itu masih terlihat bengong.

"Nona Ara?" Panggil Mohan.

Ara berkedip beberapa kali. "Hah?"

"Kita sudah sampai."

"Oh." Ara turun perlahan.

Lalu mendongak menatap bangunan besar yang menjulang di depannya.

Mulutnya sedikit terbuka. "Rumah ini seriusan buat ditinggali?"

Mohan tersenyum tipis. "Ya."

"Ini rumah atau pusat perbelanjaan?"

"Rumah."

Ara menggeleng pelan. Orang kaya memang suka berlebihan termasuk keluarganya. Sementara itu Mohan mulai menurunkan koper-koper milik Ara dari bagasi. Termasuk sepeda listrik kesayangannya.

Ara langsung menghampiri. "Hati-hati, Pak Mohan."

"Saya tahu."

"Kalau lecet saya sedih."

Mohan hanya bisa menggelengkan kepala.

Di rumah semegah ini, yang paling dikhawatirkan justru sepeda listrik.

Di dalam rumah. Elang berdiri di dekat jendela. Begitu melihat sosok yang turun dari mobil, matanya langsung menyipit.

Lalu membulat. "Astaga..."

"Kenapa?" tanya Theo.

"Dasar udik."

Theo bahkan tidak menoleh.

Fokusnya hanya pada ember air yang berada di atas pintu utama. Sedangkan, Alya berdiri di sampingnya sambil menggenggam kantong plastik berisi tepung. Jantung gadis itu berdegup kencang.

"Siap?" bisik Theo.

"Siap!"

"Kalau kena air, langsung lempar."

"Tenang ..."

Beberapa pelayan yang melihat ulah mereka hanya bisa menghela napas.

"Nona Alya..."

"Tuan Theo..."

"Jangan lakukan ini."

"Diam!" teriak keduanya, pelayan itu langsung terdiam.

Di luar rumah. Mohan menarik koper Ara menuju pintu utama. Anehnya, tidak satu pun pelayan keluar menyambut. Kening Mohan langsung berkerut. Biasanya rumah ini penuh pelayan, lalu ia menghela napas berpikir kalau ini pasti ulah tiga anak itu. Mereka pasti melarang semua pelayan menyambut ibu tiri mereka.

"Silakan masuk, Nona Ara."

Ara mengangguk. "Terima kasih, Pak Mohan sudah mengantar saya."

"Sama-sama." Mohan tersenyum lalu meraih gagang pintu besar.

Di dalam rumah, Theo langsung menelan ludah. Alya menggenggam erat kantong tepungnya. Elang ikut menahan napas. Entah kenapa jantung mereka bertiga berdebar-debar.

Pintu terbuka.

Namun, tepat saat itu tatapan Arabelle langsung tertuju ke atas. Sebuah ember besar, bertengger di atas kusen pintu setinggi lebih dari tiga meter.

Mata Ara membelalak. "Pak Mohan, awas!" Ara langsung menarik lengan Mohan. Tubuh Mohan terseret menjauh. Pada saat yang sama ember itu jatuh. Tetapi, sebelum mengenai siapa pun Ara menendangnya.

Ember itu langsung terbang ke dalam rumah. Theo yang masih berdiri tepat di bawahnya membelalak.

"Eh?!" Air satu ember penuh mengguyur tubuhnya dari kepala sampai kaki. Theo langsung membeku. Rambutnya menempel di wajah, seragamnya basah kuyup. Sepatunya bahkan mengeluarkan suara kecipak.

Semua orang membeku tetapi Alya sudah lebih dulu menjalankan rencananya.

"Lempar!" Plastik tepung melayang ke arah Ara. Namun, lagi-lagi refleks Ara bergerak lebih cepat. Ara menendang plastik itu di udara. Plastik tersebut langsung berbalik arah menuju Alya.

"Hah?!" Kaget Alya dan plastik itu pecah tepat di wajah Alya. Tepung putih langsung meledak ke mana-mana.

Rambut Alya putih, wajah Alya putih baju Alya putih. Bahkan, bulu matanya ikut putih. Semua pelayan menutup mulut.

"Aaah!" Theo berteriak sekeras mungkin bersama dengan Alya ikut berteriak. Suara mereka menggema ke seluruh rumah. Theo karena basah kuyup. Alya karena berubah menjadi manusia tepung. Sementara Elang, masih berdiri diam. Tatapannya tidak lepas dari Arabelle.

Wanita itu, wanita yang pernah membuat Theo kehilangan uang kas geng motornya. Wanita yang pernah ia lihat melawan preman. Dan wanita yang kini berdiri di depan rumah mereka, sebagai ibu tiri mereka.

Sementara, Ara sendiri masih memandangi tiga orang di hadapannya. Yang satu basah seperti habis tercebur kolam. Yang satu putih seperti hantu tepung. Dan yang satu lagi hanya berdiri mematung, Ara berkedip pelan.

Lalu menunjuk Theo. "Kamu..." Kemudian menunjuk Alya. "Kamu juga..." Dan lalu menoleh pada Elang. "Dan kamu juga?!"

Beberapa detik hening. Sampai akhirnya Ara menghela napas panjang.

"Oh ... biang masalah!" Ara memijat pelipisnya. "Jadi ini tiga anak yang katanya sudah dewasa?"

Lalu Ara menatap Mohan. "Pak Mohan."

"Iya?"

"Boleh aku kembali ke warung saja?"

Mohan langsung menutup mata dan menggelengkan kepalanya pelan.

1
seribu nama
Ayolah biar Tahu Rena si pacar Alya itu dapat pelajaran dari mamah Ara dan si Alya ga deket lagi sama si Reno😠
Retno Palupi
oh Kenzo yg punya arena balap?
Ariany Sudjana
semoga Theo lekas mendapatkan penanganan yang terbaik, dan pasti Arabelle yang akan mengurusnya
Jaya Fandi
menegangkan,,mksh ka,,banyak " up nya,, semangat 💪🏽💪🏽
Jaya Fandi
terserah otornya lah yg menang siapa,,misal nnti theo kalah psti ada hikmahnya,,💪💪
T&K
Heeeeey Reno! kamu kira akan lolos dr Kenzo? tunggulah penyelidikannya
Lisa Halik
semoga saja nathan tidak akan menyalahkan arabelle.....lepas ini kamu sadarlah theo
Les Tary
jgn sampai nanti nathan menyalahkan ara
Ita rahmawati
bengek sih kamu elang malah mikir nti setelah sadar Theo bakal diamuk emak tiri 🤦🤣🤣🤣
yumna
reno licik ara pasti dapet bukti bwat jeblosin reno k pnjraa....bukti d lintasin cctv.....abis lah kau reno...dan kau theo d amuk m ara
Aditya hp/ bunda Lia: puas juga ntar sama si Alya dia nanti jadi tau kalo si Reno emang berengsek
total 2 replies
Fia Ayu
🤣🤔🤣🤣
Fia Ayu
Awalnya aku ragu mau baca nie novel, kaga taunya asik banget
Dr bab pertama ngakak mulu bacanya 🤣🤣🤣
seribu nama
Kalau Thei tahu pacarnya Alya itu Reno musuhnya gimana ya pasti marah banget. Plis Theo hati" jangan sampai dengan kamu celaka rahasia ibu tirimu terbongkar
Ariany Sudjana
Theo kecelakaan, Arabelle yang akan turun tangan untuk merawatnya
Ita rahmawati
tuh kan Theo kuwalat udh ngelawan SM ibu tiri sih 😂😂
Ariany Sudjana
wah kakaknya Arabelle jadi pengelola lintasan balap 😄
Ita rahmawati
owalah Kenzo toh
Ita rahmawati
ikut sedih ih aku 😔
Les Tary
harus dikasih pelajaran itu si reno dari segalanya kelakuan buruk
Angga Gati
semoga theo bisa mengatasi jebakan yg dbuat reno & menangin pertandingan lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!