NovelToon NovelToon
Suamiku Selingkuh

Suamiku Selingkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Atul Maronge

Renata seorang istria dan ibu rumah tangga, dia mengabdikan hari-harinya untuk sang suami tercintanya Raditya dan anak semata wayang mereka Rindiani.
Dulunya Renata merupakan seorang direktur diperusahaan yang saat ini dipegang oleh suaminya tapi karena dia sudah memiliki anak jadi memilih untuk menyerahkan jabatan ke Raditya suaminya dan akan mengurus anaknya saja dirumah.
Tapi sepertinya keputusan dia salah, karena sang suami ternyata berselingkuh dibelakangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atul Maronge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Kedatangan Adik Ipar Dan Ibu Mertua

"Renaaa..." Teriak seseorang dari ruang tamu siapa lagi kalau bukan ibu dari mas Raditya.

"Iya bu kenapa?" Jawabku yang masih berjalan turun ditangga.

"Kamu ini mertua datang gak di sambut atau apa...!"

"Biasanya juga gini kan bu? Kenapa sih bu marah-marah terus kayak gitu" Ucapku dengan santai.

"Hmm kamu ini..! Oh ya gimana Raditya udah bilang kan sama kamu maksud kedatangan kami kesini?" Tanyanya.

"Enggak bu, memangnya kenapa?"

"Halah kamu ini, iniloh Raditya dimintai uang buat bayar kuliahnya Rani malah katanya gaji dia bulan ini sudah dikasihkan semuanya sama kamu, malah kamu beli set berlian dari tabungannya. Mangkanya dia sekarang gak ada tabungan sama sekali..!!" Ucap ibu mertua dengan emosional.

"Lo asal ibu tahu ya, memang sewajarnya mas Raditya memberikan hadiah buat saya. Lagipula tabungannya masih banyak sekali, kemarin aja ada bermilyar direkeningnya" Ucapku dengan seringai tipis.

"Hah...! Yang benar kamu mbak??" kini Rani ikut berbicara.

"Benarlah Ran, ngapain aku bohong..! Kemarin saja aku diberikan blackcard sama mas Raditya disuruh buat belanja-belanja" Jawabku jujur karena ingin memanas-manasi mereka.

"Terus kenapa mas Raditya bilang uangnya di bawa mbak semua?"

"Tanyakan saja pada masmu itu Ran...!" Jawabku.

Bu bagaimana ini, masa iya mas Raditya membohongi ibu sih?"

"Sebentar ibu telepon dulu si Raditya" Jawabnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya.

"Gak diangkat sama Raditya...! Kemana ya? Udah gini aja Ren, cepatlah kasih uang buat kuliah adekmu"

"Gak bisa ma, mama minta saja sama mas Raditya soalnya blackcardnya udah Rena kembalikan" Jawabku.

"Duh kamu ini cuma uang lima juta aja ribet...!"

"Lima juta buat bayar apa sih?"

"Ya kuliah adekmu..!! Mau ada ujian praktek"

"Ujian praktek apa semahal itu Ran?" Kini aku menatap Rani yang terlihat gugup saat tatapan mataku mengintimidasinya.

"Eengg ya praktek mbak..! Sekarang itu semuanya serba mahal, beda biaya kuliah dulu sama sekarang. Udah mbak buruan ih kasih uangnya" Ucap Rani tak bisa memberikan jawaban yang valid.

"Iya ih kamu ini banyak nanya deh, mana Rahmi ini ada tamu nggak di buatin minuman" Gerutu ibu mertua.

"Rahmiiì....!!"

panggilnya dari ruang tamu.

Bi Rahmi dengan tergopoh-gopoh menghampiri kami bertiga, kayaknya beliau habis dari taman belakang jadi tidak tahu kalau ada tamu.

"Iya nyonya panggil saya?" Tanyanya.

"Kamu ini ada tamu gak di buatin apa-apa...!! Buatin saya jus jambu gulanya sedikit esnya banyakin...!" Ucap ibu mertua seperti dicafe saja.

"Baik nyonya, non Rani mau minum apa?" Kini bi Rahmi menatap ke arah Rani yang sedang melihat ponselnya.

"Aku mau jus strawberry aja lah" Ucapnya.

"Maaf non buah strawberrynya lagi habis"

"Terus adanya apa?!"

"Udahlah bi buatin aja yang ada, jangan diladenin minta aneh-aneh mulu..! Dikiranya Cafe apa" Aku kini ikutan mengomel.

"Baik nyonya, permisi" Ucapnya dan meninggalkan kami bertiga.

"Bu ini mas Raditya udah bisa dihubungi" Ucap Rani dengan menunjukkan ponselnya kalau mas Raditya sedang online.

"Yaudah buruan telepon..!"

Tuuttttt tutttttt dideringan ketiga baru diangkat panggilan adiknya sama suamiku itu. Rani sengaja meloudspeaker agar kami semua mendengarkan suara mas Raditya.

[hallo mas Raditya, ini gimana sih kata mbak Renata uangnya ada sama kamu?]

[iya Ran, minta aja sama mbakmu..! Tabungan mas udah dikuras sama dia] jawab mas Raditya, aku seketika ingat apa dia tahu kalau saldo berpuluh milyar miliknya ku ambil?

[bohong kamu mas..! Kata mbak Renata saja saldo mu bermilyar] Ucap Rani.

[emang kamu percaya uang mas segitu? Udahlah minta sama Renata, gitu aja ribet. Kamu jadi dibeliin mobil nggak sih!! Giliran disuruh minta uangnya ke Renata saja ribet] Ucap mas Raditya.

Apa mobil? Jadi mas Raditya akan membelikan adeknya ini sebuah mobil?

Oh no ini tidak bisa dibiarkan..!!

Raditya mematikan panggilan secara sepihak mungkin dia sedang sibuk dikantor, entah sibuk bekerja atau berpacaran.

"Tuh kan kamu dengar sendiri sama Raditya disuruh minta ke kamu" Ucap ibu mertua.

"Kamu mau dibelikan mobil sama mas Raditya?" Tanyaku tanpa menjawab omongan ibu.

"Iya mbak, kenapa? Toh dia kakak kandungku emang salah?" Tanyanya dengan nyolot.

"Enggak sih, mbak kan cuma nanya Ran..! Tuh minum dulu biar gak emosi aja dari tadi" Ucapku dan berlalu meninggalkan mereka diruang tamu.

Pusing sekali mendengar ocehan mereka, mau tidak mau aku mengambil uang cash yang ada dikamar agar mereka berdua segera pergi dari rumahku.

Bukan bermaksud mengusir hanya saja jika bersama mereka bawaannya berantem terus kan bisa menambah kerutan diwajah.

"Bu mbak Renata kemana sih?" Tanya Rani.

"Mungkin ambil uang, oh ya kamu gak bohongin ibu kan kalau uang untuk praktek segitu?"

"Enggak lah ngapain aku bohong sama ibu, dosa tau" Jawab Rani.

Tak berapa lama Renata sudah ada di ruang tamu, dia sudah membawa amplop berisi uang tunai lima juta rupiah sesuai dengan permintaan adik dan mertua nya itu.

"Ini uang yang kamu mau" Ucapku dengan menyodorkan amplop itu ke aràh Rani.

"Makasih mbak, dari tadi kek. Kan gak perlu kita adu otot kalau uangnya ready" Jawabnya dengan tak tahu malu.

"Buat ibu gak ada Rena?" kini ibu mertuaku malah ngelunjak.

"Astagafirrullah bu..ini itu udah banyak loh, aku sebulan sama mas Raditya dikasih delapan juta..! Ini lebih dari setengahnya aku kasih sama kalian masih kurang? Bukannya ibu juga dijatah mas Raditya perbulan tiga juta?" Ucapku dengan memicingkan mata kearah mereka berdua.

"Ya siapa tahu kamu mau nambahin..!" Jawabnya.

"Kalau mau itu bawa pulang, kalau nggak sini kembalikan sama Renata" Ucapku.

"Gak gak uang udah dikasih kok mau diambil lagi" Jawab Rani.

"Ayo kita makan siang bersama dulu, ibu lapar ini" Ajaknya dengan senyuman termanisnya, biasa kalau udah dapat yang dia mau selalu seperti itu.

Apalagi habis makan kalau ada lauk sisa selalu dibawa pulang semuanya, dikiranya aku gak makan lagi apa? Astagfirullah punya mertua gini amat..!

"Aku panggil Rindiani dulu dikamar" Ucapku.

"Dia emang udah bangun dari tidurnya?" Tanya Rani.

"Iya aku bangunin kan waktunya makan siang Ran, kasihan nanti perutnya lapar" Jawabku.

Memang sudah biasa aku membangunkan Rindiani saat jam makan siang, dia pun tak keberatan aku bangunkan kalau lagi tidur bahkan Rindiani sendiri yang meminta.

"Sayang bangun yuk, makan siang dulu" Ucapku dengan membisikkan pelan ditelinga putriku.

"Enngghh jam berapa ini ma?" Tanyanya dengan mengucek mata.

"Jam setengah satu sayang, habis makan siang kita sholat dhohur berjamaah ya. Di bawah ada nenek sama tante Rani nungguin kakak" Ucapku.

"Iya ma, ayok turun tapi kakak mau pipis sama cuci muka sebentar" Ucapnya.

"Iya sayang mama tunggu dimeja makan ya, jangan lama-lama" Ucapku.

Aku merasa didikanku selama ini ke Rindiani sangat berguna sekali diusianya yang sebulan lagi lima tahun dka sudah bisa mandiri.

Aku sangat bersyukur memilikinya, Rindiani bukan termasuk anak manja yang apa-apa harus disiapkan.

Tak berapa lama putri kecilku sudah duduk dimeja makan.

"Ayok kita makan dulu" Ucapku.

Dengan cekatan ibu mertua mengambil nasi hingga piringnya penuh dan lauk-lauknya di taruh diatasnya seperti orang kelaparan sekali kalau tiap makan di sini, terkadang aku sampai heran bukankah uang yang dikasih mas Raditya cukup untuk sekedar membeli lauk? Tapi lihatlah kelakuan mereka kalau makan dirumah ini, seperti tidak pernah makan enak saja...! Padahal menu siang ini hanyalah sayur asam, ayam goreng, sambal terasi, dan udang goreng tepung kesukaan Rindiani.

Bapak mertua bekerja disebuah instansi di kecamatan, gajinya juga lumayan karena sudah masuk sebagai PNS sedangkan kakak sulung mas Raditya bekerja disebuah perusahaan batu bara tapi sayangnya sampai saat ini dia belum juga menikah, entah alasannya kenapa.

Bahkan jarang sekali pulang kerumah mertua, hanya uangnya saja yang pulang.

Pernah aku mendengar cerita dari mas Raditya, kalau dulu mas Roni itu membawa seorang wanita untuk dikenalkan ke ibu tapi responnya diluar nalar, bagaimana mungkin ibu membahas kekayaan calon besannya? Jelas saja wanita itu mundur dan risih. Tapi lebih tepatnya ibu mertua tak merestui karena wanita tadi tulang punggung keluarga karena ayahnya sudah meninggal sewaktu dia SMA dan dia punya satu orang adik lelaki yang masih sekolah dasar.

Jelas saja ibu mertua takut kalau mas Roni membiayai keluarga istrinya jatah untuk dia berkurang banyak...! Astaga benar-benar ibu mertuaku ini memanfaatkan anaknya sebagai sumber penghasil uang selain bapak.

Pernah dulu sewaktu aku baru menikah dengan mas Raditya, beliau meminta mobil kepadaku yang baru tidak mau second.

Karena dulu aku masih baru menjadi keluarganya aku turutin saja aku belikan h**da jazz tapi aku membelinya second karena saran dari mas Raditya.

"Udahlah sayang belikan yang second aja, ibu kalau diturutin akan meminta yang lebih loh" Ucap mas Raditya.

Itu ucapannya waktu itu, dan terbukti sekali mertua sering meminta barang-barang kepadaku. Tapi dia selalu berpesan agar tidak cerita ke mas Raditya, meskipun dilarang aku selalu cerita karena bagaimanapun dia suamiku.

"Renaa..! Ini lauknya sisa banyak ibu bawa pulang ya, buat lauk bapak kamu nanti" Ucapan ibu mertua membuyarkan lamunanku siang ini.

"Ah iya bu, bawa saja smuanya. Nasinya sekalian?"

"Kalau boleh sih nggak apa, dari pada ibu nanti masak nasi juga dirumah" Jawabnya, oh sungguh tak ada etika padahal niatku hanya berbasa-basi.

"Hmm bawa aja bu, aku nanti malam akan makan diluar saja" Ucapku.

"Kamu itu jangan boros-boros, makan dirumah saja..! Makan selalu ke restoran pemborosan sekali, jangan sampai gaji Raditya habis karena kamu boros...!" Ucapnya.

"Duh ibu tenang aja aku nggak menghabiskan gaji mas Raditya, lagipula sudah kewajibannya kan memberikan aku uang?" Jawabku.

"Ma Rindiani udah selesai makan ayok sholat dulu" Ucapan Rindiani membuatku mengelus dada karena mulai terpancing emosi.

"Ayok sayang, ibu mau sekalian sholat disini?" Tawarku.

"Nanti saja ibu masih mau makan jeruk. Kamu sholat duluan aja, Rani sekalian sholat bareng mbakmu...!" Ucapnya dan menoleh kearah Rani.

Rani berdiri dan mengikuti kami ke mushola yang berada diruang tengah. Setelah menjalankan kewajiban ku sebagai umat muslim hatiku merasa tenang dan adem setelah tadi adu mulut dengan mereka.

♡♡♡♡♡♡♡♡

Jangan lupa komen ya,, yang bacanya dari daerah mana aja siapa tahu kita sekampung hehehee...Terimakasih

1
Lee Mba Young
karma raditya otewe, semoga resto bankrut Dan ratih selingkuh.
Lee Mba Young
resto ne gk laku biar tau rasa tu laki tukang selengki
Ma Em
Wah Ratih bakal recokin lagi hubungan Renata dgn David karena Ratih sdh menyukai David , bakal ada persaingan lagi nih antara Renata dgn Ratih .
Lee Mba Young
masih enak saja hidup radtya blm dpt karma ya..
Ma Em
Renata hrs cepat cari gantinya Raditya dong jgn lama lama nanti dikira si Ratih msh mengharapkan Raditya lagi , semoga Renata dapat penggantinya Raditya lelaki yg lbh baik yg mapan juga ganteng .
Ma Em
Ratih ketakutan Raditya direbut orang soalnya Ratih juga dapat Raditya hasil merebut dari Renata jadi sekarang Ratih sdh ketakutan saja .
Ma Em
Raditya setelah berpisah baru perhatian sama anak .
Atul Maronge: baru dia menyesal setelah terlambat
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Raditya blm mnerima karma. masih enak hidup nya. tukang selingkuh korupsi.
Suhadi
langsung talak 3 ya thor..?
Atul Maronge: biar gak bisa rujuk lagi,
total 1 replies
Ma Em
Semoga Renata segera dapat pengganti Raditya .
Atul Maronge: orang baik pasti dapat yang baik juga
total 1 replies
Ma Em
Dasar ibunya Raditya tdk tau malu masa minta uang sama mantan menantu dan tdk dikasih malah ngomel2 , semoga Renata semakin sukses dgn perusahaan yg Renata pimpin dan Raditya dgn Ratih tdk akan bisa dapat kerjaan lagi dan untuk buka restoran nya gagal biarkan Raditya dan Ratih merasakan pahitnya hdp jadi orang susah .
Lee Mbaa Young
Sombong banget mau bikin usaha baru, modal juga pas pas an. jual perhiasan gk Ada semilyar masih kurang banyak buat nutup utang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!