NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 06

Kapal Atlas berhasil mendarat dengan selamat. Meskipun sedikit terjadi benturan dengan atmosfer, tapi itu bukan masalah serius.

SHING. Pintu kapal terbuka.

"Uwaah, benar-benar berbeda rasanya dari Union. Udara disini sangat segar."

Rudy berdiri di depan pintu kapal sambil memejamkan mata dan merasakan udara di bumi untuk pertama kalinya.

Tiba-tiba, WOSSH. Angin malam menerjang nya. Dan bulu kuduk nya berdiri. Brr.

"Huuh, ini sih bukan segar lagi."

Ia merasakan dinginnya malam di kawasan gunung.

"Huh, sepertinya tempat ini sangat dingin." katanya sambil melihat jam tangan.

"Pantas saja dingin, suhunya 12°C. Aku bisa mati kedinginan kalau hanya memakai pakaian ini."

SHING, Ia pun masuk kedalam kapal.

"Orion, siapkan mantel untukku, sepertinya udara di luar sangat dingin, aku membutuhkannya besok. Sekarang aku ingin istirahat dulu."

[Confirm]

"Oh ya, Orion, satu lagi. Jangan menggunakan mode pengawasan darurat militer, kalau ada orang atau hewan yang mendekat, biarkan saja. Cukup beri tahu aku, dan jangan ijinkan siapapun untuk masuk kedalam kapal tanpa persetujuanku."

[Confirm]

"Oke, waktunya istirahat. Disini sudah malam hari, lebih realistis dari pada di Union yang di atur sistem"

....

Istana Kekaisaran Andorra.

Lilin yang ada di dalam kamar Rachel masih belum padam. Mona yang kebetulan lewat melihat kamar Rachel masih terang. Ia pun masuk kedalam untuk memeriksanya.

"Yang Mulia, ini sudah larut malam. Sebaiknya Anda segera istirahat."

Tapi, tidak ada respon sama sekali.

"Yang Mulia.?"

Mona melihat pintu balkon terbuka lebar, padahal cuaca sedang dingin. Ia pun menutup pintunya. Lalu, ia memeriksa setiap ruangan didalam sana.

"Yang Mulia.? Yang Mulia.? Apa Anda di dalam disini.?"

Wajahnya mulai panik, ia kehilangan orang paling penting di Kekaisaran.

"Yang Mulia." teriaknya dengan kencang, tapi tidak ada respon sama sekali.

Ia memeriksa setiap sudut ruangan itu, tapi ia tidak menemukan Rachel disana. Ia berlari kesana kemari, memeriksa setiap lemari atau sudut tempat tersembunyi, tapi Rachel tidak ada.

"Pengawal, Pengawal." Teriaknya.

Prajurit keamanan pun langsung masuk kedalam kamar.

"Ada apa Mona.?"

"Hiks, Yang Mulia Ratu menghilang."

"Apa.?"

Ratusan Prajurit pun dikerahkan keseluruh wilayah istana. Setiap pintu masuk di jaga ketat, bahkan para prajurit di kerahkan ke seluruh kota.

....

Pagi hari pun tiba.

Rudy, sudah siap beraktifitas di Bumi untuk pertama kalinya. Ia keluar kapal mengenakan mantel tebal, dan tidak lupa sebuah Earphones di tempelkan di telinga kanannya.

"Hmm, cuaca pagi hari yang indah. Huh, inikah Bumi, tempat tinggal manusia yang sebenarnya."

Ia pun turun dari kapal dan menginjak tanah Bumi untuk pertama kalinya.

"Tanah disini tidak jauh berbeda dengan Union. Tapi aslinya sedikit kasar dan bentuknya tidak beraturan."

Ia pun memegang tanah, lalu menggenggam nya dan merasakannya.

"Ini tanah yang asli, belum tersentuh oleh orang Union yang sudah di oleh."

"Huh, hawanya juga lebih natural. Rasanya sangat berbeda dengan Union. Aku harus beradaptasi lebih lama disini sebelum pergi ke pemukiman warga desa."

Rudy pun berjalan mengelilingi kapal, melihat pemandangan dari atas bukit. Ia melihat hutan lebat, puncak gunung berwarna putih, dan sebuah kota Kekaisaran Andorra.

"Hm, pemandangan kota yang indah. Aku ingin segera kesana." katanya dengan tersenyum.

Lalu.

[Terdeteksi seseorang mendekati kapal, jarak sekitar 2 Km dari arah barat daya, Jumlah satu orang, jenis kelamin perempuan]

"Secepat inikah seseorang menemukan Atlas?. Apa aku salah mendarat.? jangan-jangan di sekitar sini ada pemukiman atau ladang penduduk.?"

Rudy pun melihat kearah barat daya, dan menunggu orang itu datang.

"Hm, perasaan tidak ada jalan menuju kesini. Apa yang salah.?"

Lalu tiba-tiba, dari balik semak-semak hutan lebat, keluar seorang perempuan dan melihat Kapal Atlas dengan sangat terkejut.

"Apa itu.? Apa bintang bentuknya seperti ini.?" kata Rachel dengan tercengang.

Ia melihat sebuah benda aneh yang sangat besar didepannya. Bahkan ia sampai menelan ludah dan tidak bisa berkedip sama sekali.

Lalu dari kejauhan, ia melihat Rudy yang sedang berdiri di bawah kapal. Rachel pun melihatnya dengan seksama.

"Sial, apa aku ketahuan.?" sahutnya panik.

Rudy pun melambaikan tangan padanya.

"Siapa dia.? sepertinya dia bukan Prajurit Kekaisaran." kata Rachel dalam hati.

Rudy dan Rachel pun berjalan mendekat. Lalu, wajah mereka pun terlihat cukup jelas. Itu adalah pertemuan pertama kalinya bagi mereka berdua.

Dan pertemuan manusia pertama bagi Rudy yang tinggal di Bumi.

"Berhenti disana." kata Rachel.

"Hm.?" Rudy pun langsung berhenti. Dan Rachel melihatnya dengan waspada.

"Pakaian yang aneh, alas kaki terlalu besar, sarung tangannya terlalu tipis, dan apa itu yang menempel di telinganya." kata Rachel dalam hati.

Tanpa Rachel sadari, ia sedang memeriksa seluruh tubuh Rudy dengan sangat dekat, bahkan ia melihat benda Earphones yang bisa mengeluarkan cahaya berwarna-warni.

Wajahnya terlalu dekat dengan wajah Rudy, tapi Rachel sangat penasaran dengan benda yang bisa mengeluarkan cahaya.

"Apa yang kau lihat.? Kau terlalu dekat." kata Rudy sambil mendorong tubuh Rachel.

Dengan spontan, Rachel langsung menapis tangan Rudy.

"Kurang ajar, beraninya kau memegangku." sahut Rachel.

"Ha? kau bisa bahasa ku ya.? ternyata bahasa ini di pakai dari jaman dulu. Hm, aku paham."

"Apa maksudmu.?" sahut Rachel, tapi matanya masih tertuju pada Earphones milik Rudy.

"Tidak perlu dipikirkan, dan kenapa juga kau melihatku seperti itu, kau sendiri yang mendekat, tentu aku tidak nyaman." kata Rudy.

"Hm." sahut Rachel yang langsung memejamkan mata dan menyilangkan kedua tangannya.

"Hm.? apa maksudnya.?" sahut Rudy bingung.

"Siapa kau,? perkenalkan dirimu. Aku akan mempertimbangkan permohonan maafmu." kata Rachel.

"Ha.? Siapa yang minta maaf.?"

"Aku tidak akan mengatakan nya lagi. Aku beri kau kesempatan sekali lagi." kata Rachel dengan sombong sambil memejamkan mata.

"Apa maksud mu.? aku tidak mengerti."

Rachel pun membuka matanya, raut wajahnya berubah lebih serius. Ia menatap Rudy seakan-akan memberikan ancaman.

"Orion, apa sikap semua orang di jaman sekarang seperti ini.?"

[Mendeteksi perlakukan sikap. Sepertinya tidak semua orang bersikap dingin dan angkuh seperti itu. Kebanyakan era saat ini tidak jauh dari sikap manusia pada umumnya. Tapi ekosistem sosial berbeda jauh dengan jaman modern, karena era ini masih memiliki budak, bawahan, pelayan, rakyat biasa yang memandang status sosial. Dari sikap perempuan ini, sepertinya dia punya status tinggi, mungkin seorang bangsawan]

"Ho begitu."

"Kurang ajar, aku sudah memberikan kesempatan padamu, tapi kau masih bersikap seperti ini di depanku.? apa kau tau, siapa aku sebenarnya.?"

"Seorang bangsawan.?"

Raut wajah Rachel langsung berubah lagi, kali ini dia mulai marah, tapi tidak berbicara.

"Ah, bukan bangsawan ya.? Ehm, kalau melihat wajahmu yang cantik, sepertinya kau seorang selir bangsawan, tau mungkin seseorang yang tersesat di hutan."

"DIAAAM" teriak Rachel marah.

Rudy pun hanya melihatnya dengan terkejut.

"Ehm, maaf, aku tidak tau siapa kau sebenarnya, lebih baik kau sendiri yang memperkenalkan diri. Dari pada aku hanya menebak."

"Beraninya kau masih berbicara padaku. Ucapanmu itu sudah melanggar norma sosial, kau tidak pantas hidup di dunia ini, hukuman untukmu adalah kematian bersama dengan keluarga mu." kata Rachel.

"Ha.?" sahut Rudy kebingungan.

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!