NovelToon NovelToon
Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Music Scandal (Despina & Keyvandi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:10
Nilai: 5
Nama Author: Nevera

Keyvandi Orion Eduardo atau didunia entertainment lebih dikenal dengan nama Orion Key merupakan seorang musisi terkenal dengan berbagai macam prestasi yang ia miliki. Kehidupan yang jauh dari berbagai macam isu tidak mengenakkan serta keramahannya membuat lelaki berumur 25 tahun itu banyak disukai oleh berbagai kalangan.

Namun, bagaimana jika semua citra yang telah ia bangun itu mendadak sirna. Ketika ia tanpa sengaja bertemu dengan seorang gadis SMA yang bahkan belum berumur 18 tahun. Perlahan berbagai macam fitnah dan isu buruk tentangnya mulai tersebar. Sehingga membuat ia dicap sebagai musisi dengan scandal terburuk sepanjang masa.

Disisi lain, seorang gadis SMA dengan nama Despina Elara Faye yang juga merupakan adik tiri dari salah satu musisi yang iri akan karir Keyvandi terpaksa menuruti perintah kakaknya untuk mendekati Keyvandi dan menghancurkan karirnya perlahan. Jika tidak, maka siksaan akan terus ia dapatkan.

Lalu, bagaimana kisah selanjutnya? Baca yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nevera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Masuklah," Ujar Keyvandi pada Despina, lelaki itu membukakan pintu mobil untuk gadis yang sekarang berstatus menjadi kekasihnya itu.

Despina hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh Keyvandi, gadis itu memasuki mobil sport milik Keyvandi.

Saat itu, untung saja Keyvandi memarkirkan mobilnya diparkiran khusus petinggi yayasan sekolah, jika saja ia memarkirkan mobilnya diparkiran biasa mungkin akan banyak penggemarnya yang protes.

Setelah menutup pintu mobil bagian penumpang, Keyvandi sekarang berjalan memasuki mobilnya melalui pintu pengemudi. Setelahnya, lelaki itu juga menutup pintu mobilnya.

"Sudah siap?"

Despina menatap lelaki di sampingnya itu, ada rasa guguo di dalam hatinya, ia sekarang bersama salah satu musisi sekaligus selebritis populer yang sedang naik daun, tentu saja ia takut jika akan menjadi mangsa para penggemar fanatik lelaki itu.

"A-aku, le-lebih baik aku naik kendaraan umum saja kak."

Keyvandi mengerutkan keningnya, "Kenapa?"

Despina menghela napasnya pelan, ia berpikir apa lelaki di sampingnya ini tidak menyadari siapa dirinya, sampai-sampai hal seperti ini harus ditanyakan.

"Kau takut jika para penggemarku mengetahuimu sedang bersamaku?"

Tanpa sadar Despina menganggukkan kepalanya, tapi hal itu tidak membuat Keyvandi mengurungkan niatnya. Lelaki itu justru mendekat kearah Despina, saat wajah Keyvandi berada 5 centi di hadapannya, Despina reflek menutup matanya.

Klik

Keyvandi langsung menjauhkan kembali wajahnya, kemudian lelaki itu terkekeh dan mencubit pelan pipi kekasihnya itu. "Kau lucu sekali."

Pipi Despina memerah, ia merasa malu karena merasa kepedean, ia pikir Keyvandi akan menciumnya, ternyata lelaki itu hanya memasang seatbeltnya.

"A-aku, emb, jalankan saja mobilnya kak," Ucap gadis itu dnegan gugup.

Keyvandi bukannya menjalankan mobilnya, lelaki itu justru tertawa kencang. Hal itu membuat Despina memasang wajah semakin malu, namun karena gengsi, ia memilih untuk membuang pandangannya keluar jendela.

Keyvandi tertawa semakin kencang, kemudian lelaki itu menjalankan mobilnya keluar dari tempat parkir.

Saat mulai keluar halaman sekolah Abdi Bangsa, Keyvandi terkejut karena banyak sekali penggemarnya yang membawa postenya di luar pagar sekolah, hal itu juga tentu membuat Despina panik.

"Kak, bagaimana ini?" Tanyanya, gadis itu tidak ingin baru pertama menjadi pacar Keyvandi tapi sudah harus mendapatkan banyak hinaan ataupun cacian dari penggemar lelaki itu karena dianggap tidak pantas.

"Tenanglah, aku akan menemui mereka sebentar, kau tunggu saja di mobil dan kunci pintunya. Mobil ini jika dilihat dari luar orang tidak akan bisa melihat siapa yang berada di dalam, jadi cukup duduk saja di sini."

"Tap---"

Belum sempat Despina menyelesaikan ucapannya, Keyvandi sudah lebih dulu keluar mobil, Despina hanya bisa pasrah dan mengunci pintu mobil milik Keyvandi itu.

"Sepertinya hidupku semakin tidak bisa tenang, masalahku di rumah dengan bajingan Leo lalu Reza, dan sekarang, Orion Key. Menyebalkan, ya Tuhan, aku ingin hidup dengan baik," Gumam Despina sambil memandang keluar di mana sekarang Keyvandi dikerumuni oleh para penggemarnya.

"Lelaki itu memang sangat populer, bisa-bisa aku menjadi mangsa pada penggemar fanatiknya itu jika mereka mengetahui jika aku sekarang menjadi kekasih idola mereka."

Beberapa saat kemudian, Keyvandi kembali masuk ke dalam mobilnya. Lelaki itu bernapas lega akhirnya para penggemarnya itu memberikan jalan untuknya pergi dari sana. Menjadi seorang musisi sekaligus selebritis yang sedang naik daun memang bukan hal yang mudah, tapi ia berusaha menjalani apa yang ia capai dengan sepenuh hati. Lagipula, pekerjaan seperti ini memang hal yang paling menyenangkan, jika saudara kembarnya Keyvando lebih suka hal yang berbau bisnis, maka Keyvandi lebih suka hal yang berbau seni, dan itu adalah impiannya.

"Akhirnya." Lega Keyvandi.

"Apa menjadi selebritis sepertimu melelahkan?" Tanya Despina pada lelaki di sampingnya itu.

Keyvandi menoleh kearah gadis SMA yang sekarang menjadi kekasihnya itu. Keyvandi Tersenyum, perlahan lelaki itu sambil menjalankan mobil sport miliknya. "Sedikit, tapi aku menyukainya."

Nahkan, sudah dikatakan, jika Keyvandi akan menjawab jika ia menyukainya.

Despina tidak habis pikir dengan lelaki itu, jika saja itu dia, mungkin ia sudah sangat frustasi dengan banyaknya penggemar, harus melakukan ini itu, membangun citra baik di depan publik, dan yang paling parah sangat susah mempunya privacy. Tapi Despina tidak pernah menyadari jika ia sebentar lagi akan merasakan apa yang Keyvandi rasakan.

"Sepertinya aku tidak yakin menjadi kekasihmu kak."

"Kenapa?" Keyvandi melirik kearah Despina, namun kemudian lelaki itu kembali fokus dengan kemudinya.

"Karena kita sangat jauh, bagaikan langit dan bumi, kak Vandi terlaku sempurna, aku hanyalah gadis SMA biasa yang bahkan kakak sendiri belum mengenalku dengan baik. Aku tidak ingin kakak salah memilih pasangan, kakak pantas mendapatkan yang lebih baik dariku,. . . bahkan aku sudah kehilangan harta berharga yang aku punya," Lanjut Despina dalam hati. Ia merasa menjadi perempuan paling munafik di dunia ini, ia bahkan tidak ingin membuat Keyvandi kecewa jika tau hal yang terjadi padanya.

Keyvandi menghentikan mobilnya di pinggir jalanan sepi, lelaki itu menatap mata gadis yang baru beberapa jam tadi menjadi kekasihnya itu. Bahkan Keyvandi menggenggam kedua tangan Despina.

"Dengarkan aku, aku tidak pernah memandang siapa dirimu dan apapun itu, aku merasa kau berbeda, aku merasa jika aku harus melindungimu, entahlah, mungkin itu hal mistahil jika dipikirkan karena kita bahkan baru bertemu, tapi tiba-tiba saja aku sudah memintamu menjadi kekasihku, tapi percayalah, aku benar-benar tulus. Jadi, jangan pernah mengatakan hal itu lagi, aku tidak ingin mendengarnya."

Despina menatap Keyvandi, tidak, lebih tepatnya sekarang Despina menatap tangan Keyvandi yang menggenggam tangannya.

Tess

Setetes airmata gadis itu menetes begitu saja tanpa aba-aba, ia mungkin merasa tidak pantas menjadi kekasih Keyvandi, tapi mendengar ucapan lelaki itu yang meyakinkannya membuat ia ingin bersifat egois, jika diizinkan apa boleh ia egois, ia hanya ingin bahagia, dan setelah ia pikir-pikir, mungkin dengan cara ini ia akan bahagia, semoga.

"Jangan menangis, aku benar-benar mencintaimu, meski kau berpikir itu mustahil, sayang."

Deg

Jantung Despina berdetak kencang, panggilan dari Keyvandi itu membuat jantungnya tidak bisa mengontrol, bahkan darahnya berdesir.

"Aku ingin egois Tuhan, biatmrkan sekali ini saja," Batin Despina.

Keyvandi langsung memeluk gadis yang masih mengenakan seragam SMA itu, Keyvandi mengelus pelan punggung Despina dan menenangkan gadis itu.

"Sekarang kita lanjutkan perjalanan kita ya?" Tanya Keyvandi setelah dirasa Despina sudah tenang.

Despina menganggukkan kepalanya saja, "Terimakasih kak Vandi."

Lelaki itu hanya tersenyum dan menjalankan lagi mobil sport miliknya itu.

"Sayang, dimana aku harus mengantarkanmu? Kau bisa menunjukkan rumahmu?"

Despina teringat sesuatu, gadis itu sangat takut untuk pulang sebenarnya, tapi bagaimana lagi, ia harus tetap kembali ke rumah itu, jika tidak pasti Leo kakak tirinya itu akan membuat fitnah tentangnya, dan nanti Ayahnya akan menghukum dirinya.

"Emb kak, sepertinya aku harus membeli sesuatu di supermarket, kakak cukup menurunkanmu saja di depan supermarket, tidak perlu mengantarkanku ke rumah, lagipula rumahku hanya tinggal masuk kedalam komplek perumahan di sebelah supermarket itu."

Keyvandi mengerutkan keningnya heran, "Aku akan menunggumu, aku tidak ingin kekasihku ini kelelahan berjalan, lagipula aku ini adalah lelaki yang bertanggungjawab, jadi tidak akan membiarkanmu seorang diri, biar aku temani."

Dengan cepat Despina menggelengkan kepalanya, ia tidak ingin jika sampai Keyvandi mengetahui dimana rumahnya, ia juga tidak ingin jika harus mendatangkan masalah baru, jika sampai kakak tirinya itu tau ia bersama seorang lelaki selain Reza pasti akan banyak hal yang terjadi padanya. Ia juga tidak ingin jika sampai Keyvandi ikut merasakan dampak dari masalah yangada di hidupnya, ia ingin lelaki itu baik-baik saja. Maka dari itu, ia harus mencari alasan yang kuat dan Keyvandi dapat menerima alasan itu.

"Emb kak, tidak perlu, kakak pulang saja, jangan menungguku, nanti aku akan menelpon sepupuku untuk menjemput, lagipula kak Vandi pasti sangat lelah, bukankah kakak juga akan banyak hal yang di kerjakan nanti, dan jika sampai ada penggemar kakak yang tau jika kakak mengantarkan seorang gadis, bukankah itu akan sangat fatal, juga akan berbahaya untukku, aku bisa menjadi korban keganasan penggemar kakak, lebih baik kakak pulang saja, aku bisa mengatasinya sendiri, ayahku juga galak, ia pasti akan marah jika tau aku pulang bersama seorang lelaki," Jelas Despina dengan nada dibuat semeyakinkan mungkin, bahkan gadis itu memasang puppy eyesnya agar Keyvandi luluh.

Keyvandi hanya menghela napasnya pelan, mau tidak mau lelaki itu akhirnya mengiyakan permintaan gadis itu, benar juga apa yang dikatakan oleh Despina, jika sampai ada penggemarnya yang melihat, keselamatan Despina bisa terancam, dan itu akan berbahaya. Meskipun sebenarnya Keyvandi tidak tega membiarkan kekasihnya itu seorang diri. Setelah sampai di depan supermarket yang dimaksud, Despina langsung turun dari mobil sport milik Keyvandi, untung saja saat itu supermarket sedang dalam keadaan sepi, jika saja ramai, tetap akan berbahaya, karena penggemar Keyvandi juga pasti hapal dengan mobil yang digunakan oleh idolanya itu.

Keyvandi hanya bisa melihat Despina dari dalam mobil miliknya, setelah memastikan Despina aman dan masuk ke dalam supermarket, Keyvandi akhirnya menjalankan mobilnya.

Tiba-tiba saja dering ponsel Keyvandi berbunyi, lelaki itu memasang earphone miliknya di telinga kemudian menekan tombol hijau.

"Halo Bang."

Ternyata yang menelepon lelaki itu adalah Keyvando Abang sekaligus kembarannya.

"Bisa ke kantor sebentar?" Tanya orang di seberang sana.

"Iya bisa, kebetulan Vandi lagi nggak terlalu sibuk."

"Oke, cepat ya, Abang tunggu."

Tut

Panggilan itu terputus begitu saja, Keyvandi hanya bisa menghela napasnya pelan. Memang benar ya, abangnya itu kebiasaan, dasar muka datar.

Tanpa menunggu, Keyvandi langsung menjalankan mobilnya ke perusahaan abangnya itu. Lebih tepatnya perusahaannya keluarganya dan abangnya itu menjadi CEO di sana.

30 menit kemudian Keyvandi telah sampai di perusahaan yang dibangun oleh keluarga dari ayahnya itu. Keyvandi turun dari mobilnya, lelaki itu menyerahkan kunci mobil miliknya kepada security yang ada di sana agar diparkirkan. Tidak lupa lelaki itu mengucapkan terimakasih.

Keyvandi memasuki perusahaan itu masih dengan kacamata hitam dan juga masker yang ia kenakan, tidak lupa topi dengan warna senada. Para pekerja terutama kaum hawa melihat kearahnya dengan perasaan kagum, meski Keyvandi menggunakab masker, topi dan kacamata hitam, namun semua orang juga tau jika sosok dibaliknya sangat tampan, dan mereka hapal siapa orang dibalik itu, karena keyvanidncukuo sering keluar masuk perusahaan itu.

Ceklek

Keyvandi membuka pintu ruangan CEO, lelaki itu melihat Keyvando yang sedang berbicara dnegan beberapa orang lelaki dan juga wanita.

"Permisi."

Keyvandi melihat sang adik, ia kemudian menyuruh Keyvandi untuk duduk di sampingnya. Keyvandi menurut saja, meskipun sebenarnya ia lumayan bingung.

"Tuan Holten dan Nyonya Holten, perkenalkan ini adik saya, Keyvandi Orion Eduardo atau mungkin kalian mengenalnya dengan nama Orion Key."

Orang yang dipanggil Tuan dan Nyonya Holten itu saking menatap satu sama lain, mereka terlihat speechless dengan apa yang Keyvando katakan.

"Wow, halo Tuan muda Eduardo yang kedua, perkenalkan saya Kris Helton dan ini istri saya Yesika Helton, senang melihat anda," Ujar Kris Helton dengan mengulurkan tangannya kearah Keyvandi, Keyvandi membuka masker, kacamata, dan juga topinya, lelaki itu langsung tersenyum dan membalas uluran tangan Tuan Kris Helton kemudian beralih membalas jabatan ymtangan dari Nyonya Yesika Helton.

"Ah ya, senang juga berkenalan dengan Tuan dan Nyonya Helton."

"Ternyata kalian benar-benar sangat mirip."

"Benar Tuan, kami kembar, dan masih ada satu lagi kembaran kami."

Tuan dan nyonya Helton lagi-lagi merasa sangat speechless dengan kebenaran yang diucapkan oleh Keyvando.

"Triplets, wow, sangan mengesankan."

"Lalu di mana kembaran kalian yang satunya lagi?"

Keyvandi dan keyvando saking tatap satu sama lain, lalu Keyvando menganggukkan kepalanya. "Kembaran kami bernama keyvara, adik kembar paling bungsu, dan satu-satunya anak perempuan di keluarga kami, dia sedang sibuk di rumah."

Keyvandi maupun Keyvando merasa jika obrolan tentang masalah pribadi ini cukup. Akhirnya Keyvandi kembali membuka suara.

"Ah ya, mari langsung saja kita bahas mengenai kerjasama yang akan kita lakukan Tuan dan Nyonya Helton. Saya dengar anda berdua ini adalah pemilik perusahaan agensi yang banyak menerbitkan bintang kenamaan dunia, apa yang membuat anda sampai akhirnya ingin mengajak perusahaan kami ini untuk bekerja sama?" Tanya Keyvandi to the point.

"Anda sangat to the point ya Tuan Muda Eduardo, baiklah, saya dan istri saya ingin menawarkan kontrak kerjasama antara Eduardo Company dan juga Helton Corp untuk bergabung dalam acara besar yang akan di m adakan bersama para musisi dunia, karena yang saya tau Eduardo Company adalah perusahaan yang sangat besar saya ingin agar Eduardo Company menyuntikkan dana dalam acara itu, hal ini pasti akan sangat menguntungkan."

Keyvandi tampak berpikir, lelaki itu harus mempertimbangkan semuanya dengan matang.

"Dan juga, karena Orion Key seperti yang kita ketahui ia adalah musisi yang banyak di gandrungi saat ini, dan entah mengapa jika saya merasa ini adalah sebuah keberuntungan, saya dapat bertemu secara langsung dengannya, maka dari itu, saya ingin Orion Key menjadi salah satu bintang yang mengisi acara ini."

Keyvandi menatap Keyvando begitupun sebaliknya, kedua anak kembar itu tampak saling berunding namun melalui mata mereka.

"Baiklah Tuan dan Nyonya Helton, kami akan menyetujui kerjasama ini, lagipula hal ini juga adalah hal bagus yang di lakukan, nama perusahaan akan naik dengan konser dan untuk Orion Key, adikku biar yang memutuskannya.

"Akus setuju, dimana acara ini nanti aja. Di gelar? Dan berapa bulan persiapannya?"

Tuan dan Nyonya Helton tersenyum mendengarnya, mereka tidak menyangka jika kedua putra keturunan keluarga Eduardo itu akan menyetujuinya.

"2 bulan lagi, di Bali."

Kemudian Keyvandi dan keyvando juga sepasang suami istri Helton itu kembali membicarakan kontrak dan juga konsep acaranya, acara ini adalah acara besar, butuh banyak hal yang keluarkan, dan Keyvandi harus siap dengan semuanya. Termasuk tentang sebuah hal besar yang mungkin saja terjadi.

"Deal." Keyvandi, Keyvando maupun sepasang suami istri Helton itu menyepakati perjanjian itu, tunggu saja, 2 bulan lagi, pasti menjadi hal yang luar biasa.

Ting

0823xxxx

Mundur atau hancur

.

.

.

TBC

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!