"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.
Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Nabila yang sedang berjalan menuju kantin karena ia merasa bosen kalau tidak membeli sesuatu dahulu sebelum masuk ke ruangan suaminya tapi ia juga harus hati-hati takut ada yang melihatnya saat ia masuk ke ruangan Dosen Alka yang saat ini juga menjawab sebagi wakil Dekan.
"Nabila," panggil Sisil yang kebetulan hari ini ia ada urusan, mereka sama-sama dalam proses tahap magang hanya saja Sisil keterima di kantor cabang bukan kantor besar seperti Nabila yang tentunya anak magang saja di perhatikan dan dapat gaji.
"lo di sini Juga Nab?" tanya Sisil sambil menatap sahabatnya dengan tatapan heran.
"Iya nih gue ada urusan Pak Farel." sahut Nabila bohong.
"Hah! Pak Farel, bukannya beliau hari ini lagi pergi Umrah?" ujar Sisil memberi tahu.
"Iya ta? Ya gue nggak tahu." alibi Nabila.
"Iya beliau pergi Umrah. Ya udah yuk, kita Heng out saja kebetulan Nanda juga mau otw keluar, mumpung masih pagi ke mall saja," ajak Sisil.
Nabila terdiam, masih ingat waktu Alka marah saat ia pulang malam kemaren dan ke dua ia ke sini kan juga karena menemaninya kalau tiba-tiba pergi yang ada pulangnya Nabila tidak punya kaki karena Alka mau mematahkan kakinya kalau tidak nurut atau pergi tanpa seijinnya lagi.
Nabila bergidik ngeri.
"Nab, kok malah bengong sih, gimana bisa nggak?" ujar Sisil menepuk lengan Nabila yang malah melamun.
"Kayaknya gue nggak bisa Sil, karena gue masih ada kerjaan lain kali saja ya," terang Nabila.
"Ah lo nggak asyik sekarang, susah banget di ajak keluar padahal masih jomblo apa lagi kalau sudah nikah nantinya."
Nabila hanya tersenyum getir menatap Sisil yang sedang mengomel ia tidak tahu saja kalau dirinya memang sudah menikah dan suaminya adalah dosennya sendiri yang killer yang dulu sering melempar spidol saat Nabila ketiduran padahal hanya sekali.
Nabila, Sisil berpisah dan tak lama kemudian Alka keluar dari ruang berjalan dengan seorang perempuan yang dosen muda yang bernama Bu Mita tampak mereka sambil mengobrol tampak dari raut Bu Mita sangat menikmati dan merasa senang.
Nabila yang melihat itu langsung menatap sinis ke arah suaminya yang sengaja membuatnya cemburu.
Nabila melengus tidak perduli sedang Alka tersenyum dalam hatinya karena yakin istrinya cemburu.
tiba-tiba ada suara yang menyapa Nabila yang sangat di kenali oleh Alka karena suara itu baru saja ia dengar.
"loh Dek Nabila ada di sini, bukannya lagi magang?" sapa Fathan dengan suara khasnya berwibawa tapi terdengar romantis.
Deg!.
Alka menghentikan langkahnya."Kenapa harus bertemu dia sih, kenapa juga saya lupa kalau dia dosen di sini dan kapan pun bisa bertemu dengan Nabila." Alka menyesal mengajak istrinya ke kampus tahu gitu ia kurung tadi di rumahnya.
"I-ya Kak, ada perlunya ke sini, Kakak tidak ngajar?" jawab Nabila, ia melirik ke arah suaminya sekilas.
"Memang enak, rasain!" batin Nabila ia pura-pura tidak melihat suaminya sama seperti tadi Alka memperlakukan dirinya.
"Kamu mau ke kantin, ayo bareng Kakak temani kebetulan habis ini tidak ada kelas." tawar Fathan.
Deg!.
Alka makin di buat sensi dan ia tidak bisa diam tapi saat langkahnya hendak berbalik Bu Mita dan juga dosen lain memanggilnya.
"Pak Alka Rektor sudah menunggu sekarang," ucap salah salah dosen yang juga ikut jejeran pengurus kampus.
"Oh iya," sahut Alka. Yang akhirnya tak bisa berkutik dan terpaksa meninggal istrinya bersama pria lain padahal ia mengajak Nabila ke sini karena takut keluar dengan pria lain ini malah ia sendiri yang mengantarnya.
@Magal: cepat balik ke kantor sekarang juga Lucas ada di luar.
Nabila melihat chat yang masuk dan yakin itu dari suaminya yang lagi kebakaran jenggot.
"Ayo," ajak Fathan lagi karena Nabila masih diam.
"Ma-af Kak, Aku harus kembali ke kantor sekarang, maaf ya kak." ucap Nabila langsung pamit pergi meninggalkan Fathan.
Nabila yakin sekali suaminya akan bertanya pada Lucas jam beberapa detik dirinya keluar dari waktu yang ia kirim pesan.
Walau sudah meminta istrinya kembali ke kantornya Alka tetap saja gelisah dan memikirkan istrinya.
Tapi ia tetap profesional kalau sudah menyangkut soal pekerjaan.
Sedang Nabila kini sudah berada ada dalam mobil Lucas asisten suaminya.
"Huf! dasar cowok nyebelin ngapain bawa aku kalau hanya untuk pindah-pindah." sungut Nabila kesal karena Alka semaunya sendiri.
Sampai di kantor yang jaraknya hannya sepuluh menit kalau jalan kaki tiba-tiba hujan turun tepat di depan kantor.
Nabila bingung yang mau turun kalau di terobos ia bisa basah kuyub tapi masak ia diam diri di dalam mobil.
"Non ada payung, bentar saya ambilin," ucap Lucas.
Nabila mengangguk.
"Astaga itu kan payung Pak Alka, kenapa bisa di pakek sama cewek itu!" pekik salah satu karyawan.
"Tidak bisa di biarkan Bu Shinta harus tahu soal ini."