NovelToon NovelToon
TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

TERLEMPAR KE ZAMAN DAHULU DAN MENIKAHI DUA GADIS MISKIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Era Kolonial
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: pecinta timur10

Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 badai datang, rencana esok pagi

Dengan cepat keduanya melihat kebelakang.

" ahh umi sejak kapan umi ada di sini " lestari dengan cekatan membantu ibunya yang sudah tua untuk datang dan berkumpul .

" ya baru saja, umi kira kalian jatuh terpeleset ke kali kecil di sana, ternyata ada di luar .." kata sang ibu dengan nafas lega .

" ahh umi , berkata begitu ,nanti kalau beneran kami terpeleset bagaimana dengan umi ..?"

" umhh sedih, .. "

Yasir tidak tahu harus berkata apa , ia berdiri dan menatap kegelapan di timur.

" umi biasanya kalau setelah musim panen padi ,apa yang biasa umi lakukan..?" Tanya Yasir dengan mata masih menatap ke arah timur, ia merasakan insting yang berbahaya ,hatinya tidak tenang saat menatap ke arah timur.

Ia memperkirakan bahwa malam akan datang hujan lebat yang sangat mengancam dengan disertai angin yang sangat kencang, lalu ia meraba kondisi tanah di sekitarnya.

" basah. ..." gumamnya dalam hati. dan kemudian melihat ke arah gubuknya yang sangat rapuh , bila terkena angin sedikit saja akan langsung terbang cepat.

" umi apakah ada tali ...?"

" tali bambu ada nak .."

" baik itu bisa digunakan... Yasir berjalan menuju gubuk dan mulai mengerjakan yang membuat ketiga wanita penasaran.

" mas ini sudah malam , sebaiknya kita semua beristirahat.. " Halimah yang memiliki tubuh kurus namun dua dadanya yang cukup besar berkata dengan bingung.

" tunggu dulu, aku hanya mau memperkuat rumah ini " Yasir mengikat tiang gubuk dengan erat dan menyambungkannya ke arah pohon yang cukup kuat di dekatnya.

Juga ia langsung memasang atap yang sebelumnya ia sudah persiapkan , awalnya ia berencana untuk memperbaikinya besok siang , tapi melihat cuaca mendung dan udara panas membuat ia khawatir dan segera bergegas memperbaiki atap rumah.

Pekerjaan malam itu membutuhkan waktu yang lumayan lama , dan keringat dingin membasahi wajah serta pakaian sederhananya.

Kedua wanita muda membantu dengan mengangkat atap daun aren yang sudah jadi ,lalu memberikannya kepada pemuda yang ada di atas atap gubuk ..

Tap ..

Tap ..

Krakk ..

" sudah selesai... akhirnya kita akan aman melewati malam ini " katanya dengan nafas tertahan. Matanya tampak membara saat melihat secara samar gundukan putih halus di balik kain gadis muda yang ada di dekatnya.

" jangan berfikir macam macam dahulu, aku harus tenang. " gumamnya menggelengkan kepala, menghilangkan pikiran kotor yang ada dalam dirinya .

" mas ada apa ... kenapa diam " Lestari merasa ada yang aneh dengan pemuda yang ada di sampingnya dan bertanya pelan.

" tidak apa apa, sekarang kita segera masuk.. " ucapnya pelan.

Segera semua orang langsung masuk dan menutup pintu bambu yang tampak terlihat banyak lubang kecil di sekelilingnya.

Yasir kemudian menyalakan kembali api di tungku pembakaran , setelah itu suasana menjadi terang dan terlihat wajah polos kedua wanita muda yang terlihat masih penasaran.

" hah kenapa melihatku.. ?".

" mas sungguh lucu , ... sebenarnya apa yang terjadi kenapa secara tiba tiba mas memperbaiki rumah dan mengikatnya dengan pohon besar itu " Halimah yang tidak bisa diam bertanya penasaran.

Dan kedua wanita yang ada di dalamnya juga menunggu jawaban dari pemuda yang ada di depan mereka.

" badai akan datang, hujan lebat dan angin kencang mungkin akan tiba tengah malam nanti , aku sengaja memperbaiki semua ini karena hal itu " ujar Yasir berkata pelan ....

" hujan , tapi kenapa masih ada bulan ..?"

" ini hanya perkiraan saja ,dan semoga saja tidak terjadi apapun... "

Baru saja pemuda itu mengatakan kalimat tersebut, tiba tiba dari luar suara gemuruh petir terdengar membahana ,membuat kedua gadis muda refleks langsung memeluk badan Yasir .

" mas tadi itu apa !"

" tenang, itu petir dan kemungkinan besar akan ada hujan deras ...umi sekarang sudah malam bisa segera tidur di kamar " kata Yasir pelan, ia merasa kasihan dengan wanita paruh baya yang tampak sudah mengantuk itu.

" iya nak , umi mengerti, tapi di mana kalian tidur ... ?"

" aku bisa tidur di mana saja umi , tenang saja " Yasir kemudian mengambil kain yang cukup tebal lalu memberikannya kepada wanita paruh baya itu " ini sebagai penutup tubuh , malam nanti dingin " ucapnya tersenyum.

" terimakasih nak ..!"

" santai saja umi .. " Yasir tersenyum lalu duduk kembali dengan dua kain yang sama , " ini kalian berdua pakai , malam nanti dingin... "

" bagaimana denganmu mas ?" Halimah yang sudah merasakan kehangatan seorang yang mencintainya bertanya khawatir.

" aku bisa hangat apabila kalian berdua dekat denganku " Yasir menarik tangan keduanya bersamaan lalu mendekatkan keduanya kepada dirinya.

" nah ini hangat ... !" Katanya tertawa.

" mas aku belum mengantuk , cerita apa yang harus kita bicarakan malam ini mas ..?"

" ya , apakah mas punya cerita... ?"

" sudah.. mana ada aku punya cerita , sangat sulit , lagipula apa yang harus aku ceritakan " Yasir menolak untuk bercerita, karena ia sudah tahu bahwa bila ia bercerita, maka kemungkinan dua gadis muda itu akan langsung tertidur pulas , ia tidak ingin hal itu terjadi dan akhirnya teringat dengan rencana besok yang sangat padat .

" aku tidak punya cerita , tapi rencana besok kemungkinan akan sangat lama , kita tidak jadi ke pasar besok, karena aku baru ingat bahwa besok adalah hari libur pasar , jadi pagi besok, kita bertiga akan datang ke sungai kecil di dekat sawah sana " kata Yasir membeberkan rencana untuk besok.

" umhh pagi ke sungai... apakah kita akan cari ikan ?"

" benar sekali , kebetulan angin kencang,hujan deras , pasti banyak ikan yang terdampar , juga kita bisa mengambil durian jatuh di ladang pak Wahyu " kata Yasir tersenyum lebar.

" itu bagus, sebelum ada mas Yasir datang , kami juga biasanya bangun subuh, mencari durian jatuh , lalu kami menjualnya ke tengkulak, tapi harganya murah sekali , satu buah satu sen " ucapnya dengan wajah polos yang tertekan.

" memang murah , sialan itu tengkulaknya, mungkin aku harus beri pelajaran pada mereka.." kata Yasir geram .

" apakah mas akan jadi guru ?"

" tidak, itu beda lagi maksudnya... , ohh iya aku juga ingat, kalau ada karung, bawa saja , sekalian mencari keong sawah yang bergelimangan " ujar Yasir menatap ke arah api di dalam yang sudah mulai padam .

" ada ,tapi hanya kecil, buat lima kiloan "

" tapi buat apa mas , keong sawah itu ?"

" aku akan memasak dan menjualnya di desa , lumayan untuk menambah kebutuhan hidup..." kata Yasir bersandar di tiang bambu .

" apakah ada yang membelinya ?" Halimah merasa ragu dengan ide baru yang dikatakan oleh pemuda di sampingnya.

" kalau begitu bagaimana kita berdua taruhan ...!"

" ohh apa taruhannya mas "

" tidak jadi .. , pasti laku dan kalian berdua tidak akan pernah puas saat makan keong sawah yang sudah di masak itu " kata Yasir tersenyum canggung.

" umhh ... !"

Yasir melihat kedua gadis muda sudah perlahan tertidur, dan bersandar di masing masing bahunya, melihat hal itu, ia hanya bisa tersenyum pasrah, lalu kedua tangannya perlahan masuk ke dalam kain dua gadis muda yang sudah tertidur itu .

" umhhg... mas ... geli.. " suara pelan ..terdengar..beberapa kali .. dan malam itu malam penuh kehangatan di mana ,hujan deras dan angin kencang sedang terjadi .

Tanpa sadar kedua gadis muda mulai memeluk erat badan pemuda yang sama sama sudah tertidur itu .

" umhhb.. mas .. jangan lepas... ahh...,!"

1
Syahrian
Lanjut👍
Syahrian
💪🙏
Syahrian
🙏
Syahrian
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!