NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 5 ] » Ritual Kebangkitan Roh (Spirit Awakening)

Pagi itu, Desa Holy Spirit tampak lebih hidup dari biasanya. Suasana kegembiraan yang bercampur dengan ketegangan menyelimuti udara. Hari ini adalah hari yang paling dinanti oleh setiap anak berusia enam tahun di benua Douluo hari di mana takdir mereka ditentukan melalui Ritual Kebangkitan Roh.

Di balai desa yang sederhana, sekelompok anak telah berkumpul, termasuk Tang San yang berdiri dengan tenang dan Tang Siyun yang, seperti biasa, tampak setengah mengantuk sambil bersandar di pilar kayu. Tak lama kemudian, seorang pria muda dengan pakaian megah berwarna putih dan jubah panjang berjalan masuk dengan langkah gagah. Di dadanya tersemat lencana perak yang menunjukkan statusnya sebagai anggota Spirit Hall.

"Namaku Su Yun Tao," ujar pria itu dengan nada formal namun tegas. "Aku adalah Spirit Grandmaster tingkat dua puluh enam. Aku akan menjadi pemandu kalian dalam upacara kebangkitan ini. Ingatlah, apa pun hasilnya, itulah takdir yang diberikan surga kepada kalian."

Ritual dimulai satu per satu. Su Yun Tao mengeluarkan enam batu hitam berbentuk bulat dan menyusunnya menjadi formasi lingkaran di lantai. Ia kemudian merasuki tubuhnya dengan roh serigala miliknya, membuat tubuhnya membesar dan bulu-bulu abu-abu tumbuh di lengannya, pemandangan yang membuat sebagian besar anak-anak ketakutan.

Tiba giliran Tang San. Saat ia berdiri di tengah lingkaran batu, cahaya keemasan yang hangat mulai menyelimutinya. Dari telapak tangan kanannya, helai-helai rumput biru yang rapuh tumbuh perlahan.

"Blue Silver Grass?" Su Yun Tao mendesah kecewa. "Ini adalah Trash Spirit. Hampir mustahil bagi pemilik roh ini untuk memiliki kekuatan roh yang cukup untuk berkultivasi."

Namun, Siyun yang mengawasi dari sudut ruangan melihat sesuatu yang berbeda. Ia memperhatikan tangan kiri Tang San yang disembunyikan di balik punggung, di mana sebuah palu hitam kecil yang memancarkan aura berat dan mendominasi sempat muncul sekilas sebelum ditarik kembali. Clear Sky Hammer, batin Siyun sambil tersenyum tipis. Adikku benar-benar monster yang beruntung.

Kejutan sesungguhnya terjadi saat Tang San meletakkan tangannya di atas bola kristal penguji kekuatan roh. Bola itu tiba-tiba bersinar begitu terang hingga memenuhi seluruh ruangan.

"Innate Full Spirit Power! Level sepuluh!" seru Su Yun Tao dengan suara gemetar. "Sayang sekali... benar-benar sayang sekali rohnya hanyalah rumput liar. Jika itu adalah senjata atau binatang buas, kau akan menjadi jenius yang mengguncang benua."

"Selanjutnya, Tang Siyun," panggil Su Yun Tao, masih mencoba menenangkan diri dari keterkejutannya atas kekuatan roh Tang San.

Siyun berjalan maju dengan langkah santai, menguap sedikit sebelum berdiri di tengah lingkaran batu. Ia merasakan energi hangat mulai merambat masuk ke dalam pori-pori kulitnya, memicu sesuatu yang selama ini telah berdetak di dalam jiwanya.

Berbeda dengan anak-anak lain yang memancarkan cahaya biru atau kuning, cahaya yang menyelimuti Siyun berwarna perak metalik yang dingin. Di telapak tangan kanannya, sebuah benda mulai terbentuk. Bukan pedang, bukan palu, dan bukan pula binatang buas.

Sebuah Jam Saku (Pocket Watch) perak yang elegan muncul, lengkap dengan rantai halus yang menjuntai. Permukaan jam itu dihiasi dengan ukiran kuno yang rumit, dan jarum jamnya tampak bergerak dengan suara tik-tok yang sangat ritmis, seolah-olah berdenyut mengikuti detak jantung Siyun.

Su Yun Tao mendekat, mengamati benda itu dengan kening berkerut. Ia menyentuh permukaan jam tersebut, tidak merasakan aura serangan atau pertahanan sama sekali.

"Sebuah jam?" Su Yun Tao menggelengkan kepalanya, kali ini dengan nada kasihan. "Ini dikategorikan sebagai Tool Spirit tipe instrumen. Tapi berbeda dengan instrumen musik yang bisa memberikan buff, jam ini tampaknya hanya... sebuah alat penunjuk waktu biasa."

"Apakah ini bisa digunakan untuk bertarung?" tanya salah satu anak dari barisan belakang, yang kemudian disambut tawa oleh anak-anak lainnya.

"Bertarung?" Su Yun Tao tersenyum pahit. "Kecuali kau ingin memberi tahu musuhmu jam berapa mereka akan mati, roh ini tidak berguna dalam pertempuran. Ini adalah Trash Spirit (Roh Sampah) dalam arti yang sebenarnya. Kau mungkin bisa menjadi pembuat jam yang hebat di kota, Nak, tapi jangan bermimpi menjadi Spirit Master."

Siyun tidak merasa terhina. Sebaliknya, ia merasa puas. Menjadi pemilik "Roh Sampah" sangat cocok dengan rencananya untuk menjadi seorang pemalas eksentrik yang tidak menarik perhatian. Namun, ia tahu kebenarannya. Saat ia menggenggam jam itu, sebuah informasi mengalir ke otaknya, kemampuan yang berkaitan dengan pengaturan waktu, memori, dan ruang terbatas.

"Letakkan tanganmu di sini," perintah Su Yun Tao sambil menyodorkan bola kristal penguji.

Siyun meletakkan tangannya. Seketika, bola kristal itu meledak dengan cahaya perak yang sama kuatnya dengan milik Tang San tadi. Cahayanya stabil, tenang, namun sangat mendalam.

"Satu lagi... Innate Full Spirit Power?!" Su Yun Tao hampir terjatuh. "Dua anak dengan level sepuluh di satu desa terpencil, dan keduanya memiliki roh sampah? Apakah surga sedang mempermainkan aku hari ini?"

Siyun menarik tangannya kembali dan jam saku itu menghilang ke dalam tubuhnya. Ia berjalan kembali ke arah Tang San yang menatapnya dengan pandangan penuh dukungan dan rasa ingin tahu.

"Ge, jangan dengarkan mereka," bisik Tang San sungguh-sungguh. "Tidak ada roh yang benar-benar tidak berguna, hanya Spirit Master yang tidak berguna."

Siyun menepuk bahu adiknya. "Aku tahu, San kecil. Aku justru senang. Sekarang tidak akan ada orang yang memaksaku untuk berlatih keras setiap hari. Aku bisa tidur siang dengan tenang sementara kau menjadi pahlawan dunia."

Namun, di dalam kepalanya, Siyun sedang merencanakan sesuatu yang berbeda. Pengetahuannya sebagai pengembang game mulai bekerja. Ia melihat dunianya sekarang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan sebuah sistem yang bisa ia manipulasi. Jam saku itu bukan sekadar penunjuk waktu; itu adalah kunci untuk mengatur kecepatan dunia di sekitarnya.

Saat mereka berjalan pulang menuju rumah mereka yang sederhana untuk melapor kepada Tang Hao, Siyun memutar jarum jam imajiner di pikirannya. Ia merasakan waktu di sekitarnya sedikit melambat selama sepersekian detik sebuah kemampuan pasif yang ia temukan secara tidak sengaja.

Trash Spirit, ya? Siyun tersenyum dalam hati. Biarkan dunia berpikir begitu. Karena ketika detik itu berhenti, akulah satu-satunya yang masih bergerak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!