NovelToon NovelToon
CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

CINTA KEDUA DI RUMAH MEWAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Fantasi Wanita
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cumi kecil

Di balik dinding rumah mewah yang megah dan sunyi, seorang pelayan perempuan menjalani hari-harinya dengan setia dan penuh kesederhanaan. Ia tak pernah menyangka, kehadirannya yang hangat justru menjadi pelipur lara bagi sang majikan. seorang pria mapan yang terjebak dalam kesepian pernikahan.

Sang majikan memiliki istri cantik dan sukses, seorang model terkenal yang lebih banyak menghabiskan waktu di luar negeri demi karier gemilangnya. Rumah megah itu pun berubah menjadi tempat yang dingin, tanpa cinta dan kehangatan.

Dari percakapan singkat hingga perhatian kecil yang tulus, benih-benih perasaan terlarang tumbuh tanpa disadari. Di antara kesepian, status, dan batasan moral, cinta kedua itu hadir menguji kesetiaan, nurani, dan pilihan hidup yang tak lagi sederhana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cumi kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 JANJI DI PAGI HARI.

 Cahaya pagi menyelinap lembut melalui celah tirai kamar Ammar. Sinar matahari jatuh tepat di wajahnya, membuat kelopak matanya bergerak perlahan sebelum akhirnya terbuka. Ammar menghela napas panjang, mencoba menyesuaikan diri dengan pagi yang jarang benar-benar ia nikmati.

Namun pagi ini terasa berbeda. Ada kehangatan yang menempel di dadanya, ammar menoleh pelan dan seketika matanya melembut.

‘’ Queen ‘’

Putri kecilnya sedang memeluk tubuhnya erat, kepalanya bersandar tepat di dada Ammar, lengan mungilnya melingkar seolah takut kehilangan. Rambut hitam halus queen sedikit berantakan, napasnya teratur, wajahnya tampak begitu damai.

Ammar terdiam. Sudah berapa lama ia tidak bangun bersama anaknya? Ammar mengangkat tangannya perlahan, mengusap wajah polos queen dengan ujung jari. Ia sangat hati-hati takut sentuhan itu membuat anaknya terbangun, wajahnya tampak begitu damai.

‘’ Maaf.. ‘’ Bisik Ammar pelan ‘’ Maafkan papah, nak. ‘’ Ammar menelan ludah, dadanya terasa sesak.

‘’ Papah jarang ada di rumah, papah juga jarang menemani kamu.. papah terlalu sibuk. Sampai-sampai lupa jika kamu membutuhkan papah ‘’

Queen bergerak pelan. Namun bukan karena terusik melaikan karena menahan senyum.

Perlahan satu matanya terbuka.. lalu yang lainnya.

‘’ Papah… ‘’ Suara kecil itu terdengar ceria ‘’ Queen tidak tidur sedari tadi ‘’

Ammar terkejut ‘’ Queen pura-pura tidur? ‘’

Queen mengangguk cepat, senyum lebar mengembang di pipi ‘’ Aku tidak tidur, queen cuman ingin dengar isi hati papah ‘’

Ammar terdiam sejenak, lalu tersenyum kecil. Senyuman yang jarang sekali keluar darinya ‘’ Kamu ini.. pintar sekali, ‘’ Ucap Ammar lembut

Queen mendongkak, menatap wajah ammar dengan mata berbinar. '' Apa papah sedang sedih? ''

Ammar mengusap rambut queen dengan lembut '' Sedikit ''

Queen berfikir sejenak, lalu berkata dengan nada serius khas anak-anak  '' kalo papah sedih berarti papah sedang kangen ''

Ammar tersenyum '' Iya, papah kangen ''

" Kangen mama?” tanya Queen lagi.

Ammar tak langsung menjawab. Ia hanya memeluk Queen lebih erat. “Papah kangen rumah,” jawabnya akhirnya.

Queen diam sejenak, lalu tersenyum nakal. “Kalau papah merasa bersalah,” katanya sambil menaikkan alis kecilnya, meniru gaya orang dewasa, “apa papah mau temani Queen jalan-jalan ke playground hari ini?”

Ammar tertawa kecil. “Kamu ngajak papah jalan-jalan?”

Queen mengangguk semangat. “Iya! Queen mau main perosotan. Sama ayunan. Sama papah.”

Ammar menatap wajah kecil itu lama. Inilah yang selama ini ia abaikan. Waktu. Ia menghela napas, lalu tersenyum penuh tekad. “Baik. Papah janji.”

“Bener?” Queen memekik kecil.

“Bener,” jawab Ammar sambil mengangguk. “Hari ini papah libur setengah hari. Papah temani Queen.”

Queen langsung memeluk leher Ammar. “Yeay! Papah terbaik!” Seru queen

Kalimat sederhana itu membuat mata Ammar menghangat. “Terima kasih sudah nunggu papah,” ucap Ammar pelan.

“Queen selalu nunggu,” jawab anak itu ringan, seolah menunggu adalah hal yang paling mudah di dunia.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

DI MEJA MAKAN.

Pagi itu, rumah terasa berbeda. Lebih hidup.

Di ruang makan, Sari dan para pelayan lain telah selesai menata sarapan. Meja panjang itu dipenuhi aroma hangat roti panggang, telur, sup ringan, dan susu hangat untuk Queen.

Sari berdiri di sisi meja, kedua tangannya terlipat di depan tubuh. Seperti biasa, ia menundukkan kepala, berusaha terlihat sekecil mungkin. Namun telinganya menangkap suara langkah dari atas. Langkah yang lebih ringan.

Sari refleks mengangkat pandangan ke arah tangga.

Matanya membelalak sedikit.

Tuan Ammar turun dari tangga menggendong Queen dengan satu tangan.

Queen bersandar di bahu ayahnya, tangannya melingkar di leher Ammar, wajahnya penuh senyum.

Ammar sendiri tampak berbeda. Wajahnya lebih santai. Bahunya tak setegang biasanya.

Pemandangan itu… tidak biasa. Sari tak sadar bibirnya melengkung membentuk senyum kecil.

Hangat.

“Selamat pagi, Tuan,” ucap para pelayan serempak.

“Pagi,” jawab Ammar singkat, namun nadanya tidak sedingin biasanya.

Ammar duduk di kursi utama, meletakkan Queen di kursinya sendiri. Namun Queen menggeleng.

“Queen mau duduk dekat papah,” pintanya.

Ammar mengangguk. “Baik.” Ia menarik kursi Queen lebih dekat ke sisinya.

Sari menunduk kembali, namun hatinya terasa lebih ringan dari biasanya.

“Papah,” Queen bersuara sambil memegang sendoknya. “Nanti kita ke playground, kan?”

Ammar tersenyum. “Iya. Setelah papah ke kantor sebentar.”

Queen mengerutkan hidung. “Sebentar itu berapa lama?”

Ammar tertawa kecil. “Tidak lama. Papah janji.”

Queen mengangguk puas. “Kalau papah bohong, Queen ngambek.”

Ammar terkekeh. “Papah tidak mau itu.”

Percakapan itu membuat suasana meja makan terasa hangat. Para pelayan saling bertukar pandang mereka jarang melihat Ammar seperti ini.

Sari mencuri pandang sekali lagi. Hatinya berdesir aneh.

Bukan karena kekaguman but because she saw something human. Seorang ayah. Bukan majikan dingin yang ia kenal selama ini.

Ammar tanpa sengaja melirik ke arah Sari. Tatapan mereka bertemu sesaat.

Sari langsung menunduk, jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Ammar menghela napas pelan. Ia teringat kejadian malam-malam sebelumnya. Rasa bersalah kembali muncul namun pagi ini, ia memilih untuk tidak membiarkannya menguasai dirinya.

Setidaknya hari ini… ia ingin melakukan satu hal yang benar. “Queen,” ucap Ammar sambil mengusap kepala anaknya, “nanti kalau ke playground, kamu harus dengerin Kak Sari juga, ya.”

Queen menoleh ke arah Sari, tersenyum lebar. “Iya! Kak Sari ikut juga?”

Ammar terdiam sejenak. Lalu mengangguk. “Kalau Kak Sari mau.”

Sari terkejut kecil. “S-saya ikut kalau diperintah, Tuan,” jawabnya sopan.

Queen tertawa kecil. “Berarti ikut!”

Ammar tersenyum tipis.

Pagi itu, tanpa disadari siapa pun, sesuatu mulai berubah. Bukan cinta. Bukan konflik.

Melainkan sebuah awal kecil tentang tanggung jawab, kehadiran, dan janji seorang ayah kepada anaknya.

Dan di rumah megah itu, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pagi terasa… seperti rumah.

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
nah gitu dong Ammar..tegas jadi laki
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
ollyooliver🍌🥒🍆
ibunya adalah pelaku utama dan benalu sesungguhnya, tapi putrinya juga malah ngedukung😌
ollyooliver🍌🥒🍆
ammar bahkan lebih kaya secara ekonomi dlm karirnya😏
ollyooliver🍌🥒🍆
sebentar lagi hujan nih🙂
Felycia R. Fernandez
Ternyata tak direstui orang tua...
pantesan ...
Felycia R. Fernandez
Biarkan aja Mar...
type istri mu adalah yang bener2 wanita berkeluarga.bukan wanita hanya mementingkan karier.aku juga kerja,tapi begitu pulang anak terutama ku peluk,ku suapkan makan,ku Nina bobokan ketika tidur, walaupun umur nya sudah 4 tahun,cowok lagi.tapi karena aku ingin berdekatan dengan anak,ingin mempererat jalinan bathin kami berdua.
Felycia R. Fernandez
jangan hanya ngomong aja
Felycia R. Fernandez
selalu gtu,ntar ketemu Sabrina beda lagi.ngadon lagi.gak mikirin gimana nasib Sari yang udah ditidurin
Reni Anjarwani
terlalu bodoh ammarrt
Felycia R. Fernandez
Makanya jadi laki laki itu yang tegas,bukan hanya nafsu doank.di ajak hiha hiho langsung melempem.gak ingat apa yang udah terjadi ma Sari.bukannya cepat2 dinikahi.
ollyooliver🍌🥒🍆
gak usah peduliin, nanti ammar malah kesenangan..merasa direbutkan dua wanita😒
Felycia R. Fernandez: setuju
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
ibu SETAN!
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
kamu kenap gak tegas sebagai kepala keluarga Ammar,masa istri durhaka begitu masih dipelihara..
Nurminah
wanita tidak tahu diri plus tidak bersyukur
Felycia R. Fernandez
ya sakit donk... karena Ammar juga sudah memperkosa mu
Apriana Suci
bagus ammer kamu harus tegas💪💪
Felycia R. Fernandez
firasat seorang ibu gak akan pernah salah 🥺
Felycia R. Fernandez
Harus...Ammar harus bisa bertanggung jawab...
ceraikan Sabrina,nikahi Sari...
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
kasihan Sari🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!