NovelToon NovelToon
Rival Tapi Nempel

Rival Tapi Nempel

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Basket / Persahabatan / Slice of Life / Keluarga / Teen School/College
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Kairylee

Rakha dan Keenan sudah bertahun-tahun saling benci. Satu keras kepala, satu lagi dingin dan gampang naik darah. Dua-duanya sama-sama ahli bikin masalah.

Sampai pelatih baru datang dan memaksa mereka jadi duo inti. Lebih parahnya lagi... ada aturan tambahan. Mereka harus selalu bersama, mulai dari latihan bareng, ngerjain tugas bareng, bahkan pulang pergi bareng. Pokoknya 24/7.

Awalnya terjadi keributan yang cukup besar. Tapi lama-lama, mereka mulai terbiasa. Bahkan tanpa sadar… mereka selalu menempel.

Dan masalahnya cuma satu, bagaimana kalau "benci" itu pelan-pelan berubah jadi sesuatu yang jauh lebih rumit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairylee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 — Munculnya Nayla?

Aula basket sore itu penuh dengan suara sepatu yang diseret, botol minuman yang diremas sampai bunyi krek, dan keluhan kecil dari anak-anak tim yang bahkan sudah terlihat capek sebelum latihan dimulai.

Rakha berdiri di depan dengan tangan terlipat, wajahnya datar tapi terkontrol, bukan marah.

Sementara itu Keenan duduk di atas meja lipat dengan gaya seenaknya, kaki menggantung, wajah santai seperti latihan ini cuma pengalihan pikiran setelah drama emosional kemarin.

"Kapten, hari ini latihannya berat nggak?" satu anak berani tanya.

Rakha menghela napas pelan. "Biasa aja."

Dan seluruh ruangan langsung hening seketika, karena semua orang tahu… 'biasa' versi Rakha itu beda definisi.

Mereka bahkan belum sempat mengatur napas ketika—

Klik.

Pintu aula terbuka pelan.

Langkah pelan masuk membawa sosok yang sama sekali tidak mereka perkirakan muncul di ruangan penuh keringat itu.

Seorang gadis.

Rambut dikuncir pendek, sneakers bersih, dan clipboard di tangan. Auranya sangat cerah—terlalu cerah untuk ruangan yang biasanya cuma diisi bau plester, bola, dan keluhan.

"Haloo semuanya!" sapanya dengan senyum selebar matahari.

Beberapa anak langsung duduk lebih tegak. Ada yang nendang-nendang temannya supaya terlihat lebih rapi. Bahkan Keenan—yang biasanya paling santai di planet ini, ikut berhenti menggoyang-goyangkan kakinya.

Tapi Rakha?

Rakha hanya mengangkat alisnya sedikit. Tidak lebih.

Gadis itu berdiri tegak di depan mereka, masih dengan senyuman lebarnya yang membuat siapapun terpanah.

"Perkenalkan, nama aku Nayla."

Ia sedikit menunduk sopan. "Coach Arwin menyerahkan setiap kegiatan padaku untuk sementara. Mulai hari ini, aku jadi manajer baru di tim basket kalian."

Belum sempat siapa pun merespons, Keenan turun dari meja lipat dengan secepat kilat—gerakan tercepatnya pada hari ini.

"Manajer baru? Seriusan? Hai, Naylaaaa." Suaranya mendadak naik dua oktaf, lembut dan sok ramah seperti tiba-tiba jadi aktor FTV.

Anak-anak tim refleks saling melirik satu sama lain.'Oh, mulai lagi nih bocah'

Nayla tersenyum ramah. "Kamu Keenan, kan? Aku udah dengar banyak."

Keenan tampak langsung bangga. "Tentang prestasi gue atau—"

"Kelakuan kamu."

Satu aula langsung dipenuhi suara khk—uhuk—ehem untuk menahan tawa. Rakha menunduk sedikit, berpura-pura mengecek sepatu, padahal sudut bibirnya jelas-jelas nyaris naik.

Keenan membeku sepersekian detik. "O-oh… hehe. Iya. Tapi nggak parah-parah banget kok, sumpah."

"Noted," jawab Nayla sambil menuliskan sesuatu di clipboardnya dengan sangat serius, yang entah kenapa makin membuat Keenan panik.

Lalu pandangannya beralih ke Rakha.

"Dan kamu… Kapten Rakha, ya?"

Nada suaranya berubah otomatis—jadi lebih tenang, lebih sopan, sedikit hati-hati. Seperti seseorang yang sudah diberi tahu, 'hati-hati, kaptennya killer.'

Rakha mengangguk singkat. "Iya. Selamat datang di tim."

Tidak ada senyum.

Tidak ada basa-basi.

Tapi dari samping, Keenan bisa melihat sesuatu yang nyaris tidak terlihat—kuping Rakha memerah. Tipis. Halus. Efek samping dari namanya dipanggil terlalu lembut oleh orang baru.

Keenan menahan senyumnya, sementara Nayla kembali mencatat.

"Kaptennya serius banget… noted," gumamnya pelan sambil mengangguk-angguk kecil.

Tim langsung riuh sendiri.

Rakha mendengus pelan, entah karena komentar itu… atau karena fakta memalukan bahwa semua orang jelas-jelas melihat kupingnya berubah warna.

Keenan, tentu saja, tidak menyia-nyiakan kesempatan.

Ia menyikut bahu Rakha pelan. "Bro, sumpah… lu bikin manajer baru takut."

Rakha tidak melirik. "Nggak penting."

"Penting lah," balas Keenan cepat. "Kalo dia takut, nanti daftar kejelekan gue jadi nambah."

Rakha hampir tersenyum, tapi langsung menahan wajah datarnya.

Belum sempat mereka lanjut berdebat, Nayla menepuk tangan keras-keras, suara yang cukup membuat satu aula kembali hidup.

"Baik! Hari ini aku cuma mau lihat kalian latihan," katanya ceria namun tegas. "Sekalian cek kondisi tim dan catat kebutuhan alat. Aku di sini buat bantu kalian, jadi kalau ada yang perlu, bilang ya."

Keenan langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi. "Aku butuh—"

Seluruh tim menjawab dengan kompak, tanpa menunggu. "Bukan kamu.”

Keenan terpaku. "Kalian menyakitiku. Sumpah."

"Makanya jangan sering bikin masalah," seloroh salah satu anggota tim.

Keenan menghela napas panjang, dramatis, seolah hidupnya paling berat di dunia.

Latihan pun dimulai.

Dan berbeda dari biasanya, hari ini ada satu sosok yang memperhatikan dari pinggir lapangan. Nayla, berdiri dengan clipboard di tangannya, matanya penuh analisis seolah sedang menilai pertandingan profesional.

Sesekali ia mencatat.

Sesekali ia memiringkan kepala, bingung.

Sesekali ia menyipit, seakan baru menyadari betapa kacau koordinasi tim ini sebenarnya.

Keenan sampai berbisik ke Rakha saat ia lewat di dekatnya, "Gue ngerasa kita lagi diaudit, Rakh."

Rakha mendorong pundaknya ringan tanpa menoleh. "Makanya main yang bener."

Dari pinggir lapangan, Nayla memandang mereka dengan senyum kecil—senyum orang yang merasa baru menemukan dinamika aneh tapi menarik di antara dua pemainnya.

Rakha kembali fokus. Drill passing dimulai ketat seperti biasanya.

"Tempo! Jangan asal lempar!"

Keenan memutar bola di tangannya sambil mengangkat alis. "Lu bisa nggak sih ngomong manis dikit?"

Rakha menatap datar. "Bisa. Tapi bukan ke lu."

Seluruh tim bersuara pelan, "Wuuuuu…."

Nayla menahan tawa, mencatat sambil memiringkan kepala. "Kapten sangat tegas sedangkan Keenan terlalu banyak berkomentar."

Latihan berlanjut ke kombinasi cepat.

Rakha melakukan no-look pass, presisi.

Keenan menangkapnya tanpa melihat, refleks cepat yang bahkan dia sendiri tidak mau akui bagusnya.

Nayla tersenyum kecil melihatnya.

Catatannya berubah pelan. "Mereka sangat cocok… kalau berhenti saling debat."

Tapi begitu Keenan sadar Nayla memperhatikan, ia langsung berubah mode. Ia mulai juggling bola, putar bola satu tangan, trik random yang entah dari mana munculnya.

Rakha memutar mata. "Seriusan, Keen?"

Keenan tersenyum sok cool. "Ini seni, Kapten."

"Ini latihan!" Rakha memotong cepat, dingin.

Keenan mengangguk pura-pura paham… lalu menambahkan pelan, tepat cukup keras untuk hanya didengar Rakha.

"Mungkin perhatian yang gue cari… bukan dari lu."

Rakha memutar bola matanya malas, masih dengan wajah datarnya. 'Alay banget' pikirnya.

Dari samping, Nayla berkedip pelan. Ia mencoret sesuatu, lalu menulis. "Ada tensi. Tapi bukan tensi negatif… lucunya."

Rakha tetap menjaga ritme, dan Keenan meski masih sempat pamer tetap mengikuti arahan tanpa benar-benar membantah.

Seluruh anggota tim mulai terlihat sekarat.

Dan Nayla… terus mencatat seakan dia sedang memetakan dua orbit yang saling tarik-menarik tanpa aturan gravitasi yang jelas.

Setelah Rakha menyelesaikan latihannya dengan Keenan, ia meniup peluit dan menatap semua orang.

"Break."

Begitu kata itu keluar, satu tim langsung ambruk bersamaan, seperti baru menerima pengampunan setelah bertahun-tahun tersiksa.

Anak-anak duduk di lantai, minum sambil ngos-ngosan. Ada yang rebahan, ada yang menatap langit-langit aula seolah hidupnya lewat di depan mata.

Nayla berjalan mendekat, memeriksa satu per satu. Ia menanyakan kondisi, mencatat hal kecil, bahkan membetulkan perban seorang pemain dengan cekatan.

Setelah memastikan semuanya baik-baik saja, ia berdiri di depan tim lagi.

"Latihan tadi keren," katanya dengan senyum ringan. "Masih amburadul, tapi kerennya kerasa."

Tim tertawa lemah, setengah hidup.

Kemudian tatapan Nayla beralih ke Rakha.

"Kak, jadwal latihan besok boleh jelasin? Aku mau mulai cocokin sama catatanku."

Rakha mengangguk singkat. "Iya. Habis ini aku jelasin."

Keenan langsung melangkah cepat dan menyelip di antara mereka.

"Kalau mau, aku juga bisa jelasin. Mau versi detail, atau versi fun, atau—"

Nayla menaikkan tangan kecil untuk menghentikannya, sambil memberikan senyum paling sabar sedunia.

"Kamu jelasin bagian yang kamu ingat aja, Keenan."

Keenan menatap lantai.

"…sakit… tapi valid…"

Rakha akhirnya tersenyum sedikit. Sangat sedikit. Nyaris tidak terlihat oleh siapapun.

Nayla melihat interaksi itu, lalu menghela napas pelan sambil tersenyum kecil.

Rakha dan Keenan. Dua kutub yang tampaknya diciptakan hanya untuk saling bantah, saling senggol, saling panas… tapi ritme mereka selalu nyambung, entah bagaimana.

Satu serius sampai bikin orang keringat dingin.

Satu chaos yang hidup tanpa rem.

Hasilnya tarik-tolak yang sangat aneh tapi bikin ruangan jadi lebih hidup. Ada catatan-catatan Nayla yang membuat latihan lebih terarah tanpa mereka sadari.

Dan di pojok aula, Pelatih Arwin yang diam-diam mengawasi lewat jendela kaca hanya mengangguk kecil. Ia tidak salah pilih.

Tentu saja mereka memang akan semakin ribut nantinya, tapi kalau dua kepala keras ini bisa benar-benar seirama…

Tim ini akan jauh lebih gila daripada yang ia bayangkan.

1
Panda
jejak yaa kak

kayanya bakal keren, aku tunggu sampai chapter 20 baru kebut baca 🤭
Kairylee: okee kak, selamat menunggu... semoga memuaskan, soalnya baru nyelam juga disini/Smile//Smile/
total 1 replies
Anna
ih lucu/Chuckle/
r
😚🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!