NovelToon NovelToon
Biarkan Aku Menyerah

Biarkan Aku Menyerah

Status: tamat
Genre:Poligami / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pasha Ayu

Dalam rumah tangga, CINTA saja tidak cukup, ... Masih diperlukan kesetiaan untuk membangun kokoh sebuah BIDUK.

Namun, tak dipungkiri TAKDIR ikut andil untuk segala alur yang tercipta di kehidupan FANA.

Seperti, Fasha misalnya; dia menjadi yang KEDUA tanpa adanya sebuah RENCANA. Dia menjadi yang KEDUA, walau suaminya amat sangat MENCINTAI dirinya. Dia menjadi yang KEDUA, meski statusnya ISTRI PERTAMA.

Satu tahun menikah, bukannya menimang bayi mungil hasil dari buah cinta. Fasha justru dihadapkan kepada pernikahan kedua suaminya.

Sebuah kondisi memaksa Samsul Bakhrie untuk menikah lagi. Azahra Khairunnisa adalah wanita titipan kakak Bakhrie yang telah wafat.

Tepatnya sebelum meninggal, almarhum Manaf memberikan wasiat agar Bakhrie menikahi kekasihnya yang telah hamil.

Wasiat terakhir almarhum Manaf, akhirnya disetujui oleh Bakhrie dan keluarganya tanpa melihat ada hati yang remuk menjadi ribuan keping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAYM LIMA

"Sayang!" Bachrie tertawa melihat istrinya kerepotan di dapur. Sebelumnya, selama satu tahun lamanya menikah, wanita itu tak pernah sekalipun masuk ke dalam dapur rumahnya.

"Hey, pagi..." Fasha menyengir, dia sudah berhasil membuatkan sarapan untuk Bachrie.

Sengaja Fasha bangun lebih awal hanya untuk menyiapkan ini. Yah, walau telat, Fasha juga mau mendapat predikat istri yang bisa menyenangkan perut suaminya.

"Kamu ngapain?" Bachrie mengelap keringat di dahi Fasha. Sepertinya, Fasha terlalu tidak terbiasa menggerakkan badan di area dapur.

"Bikin nasi goreng." Fasha menyodorkan satu piring yang lalu mendapat kecupan manis Bachrie di keningnya. "Maaf telurnya gosong."

Bachrie menepikan piring itu, lalu meraih jemari tangan mungil Fasha. "Kuku mu patah."

Mendadak, Fasha meredup senyum yang semula mengembang karena bangga telah menyuguhkan sepiring sarapan, dia lalu menatap kuku kuku patahnya.

"Nggak apa- apa, nanti Acha rapikan lagi Sekarang. Cobain, dulu deh, enak nggak?

Fasha meraih sendok, lekas ia menyuapi suaminya. Belum masuk ke tenggorokan, Bachrie segera meluahkan seluruh nasinya ke dalam mangkuk wastafel.

Bachrie meraih tisu lantas mengelap bibirnya sambil tertawa. "Kenapa?"

Fasha mencebik bibir, ia merasa, ia sudah memasaknya, sesuai dengan arahan cookvloger tapi lihat, Bachrie menertawainya.

"Nggak enak, ya?"

Bachrie terkikik. "Kamu pasti masih nggak bisa membedakan mana garam dan mana gula. Nasi gorengnya sangat manis, Sayang."

"Oya?" Sempat terpelongo, Fasha lantas tertawa sebentar. Segera, ia mencicipi teh yang juga dibuatnya untuk Bachrie, dia pikir dengan mengikuti resep influencer rasanya akan sempurna, ternyata, di detik berikutnya, Fasha melepehkan tehnya ke wastafel.

"Tehnya juga asin, Mas."Fasha tergelak manja seperti ingin menangis.

Ya Tuhan, kapan dia bisa menjadi istri idaman mertua? Pantas saja, jika Ummi Fatima sering menyindir, bahkan gula dan garam saja dia sama sekali tak paham.

Bachrie dibesarkan hingga menjadi lelaki yang mendekati angka sempurna untuk ukuran seorang pria. Tampan, mapan, shaleh, tapi lihat, istrinya tak bisa apa pun.

Bachrie masih tertawa. Dia tak pernah mempermasalahkan kekurangan Fasha jujur saja, dia amat sangat menerima wanita yang sudah dia cintai belasan tahun lamanya.

Sejak pertemuan pertama mereka, tepatnya di pengajian Akbar milik Kakek Fasha. Bachrie dibuat terpana oleh kecantikan wanita ini, sehingga dengan demikian kukuhnya, Bachrie mengutarakan minatnya untuk meminang satu- satunya Nona muda milik King Miller.

Delapan tahun menjalani ta'aruf, ditambah satu tahun membina rumah tangga, cinta Bachrie masih sama tulusnya. Bahkan, kian hari, kasih sayang Bachrie kian membesar.

Namun, bukan berarti Fasha harus melupakan Azahra yang juga layak untuk dia tanggung jawabi. Bachrie tahu, Fasha mencoba memasak demi merebut seluruh kendali atas dirinya di rumah ini.

Tak sedikit pun terlihat jika Fasha ingin membaginya dengan Azahra yang padahal wanita itu juga sudah menjadi istri sahnya.

"Kamu harus menerima Azahra karena kalian saling melengkapi, Sayang."

Redup sudah senyum Fasha. Agaknya, Bachrie paham betul, alasan apa yang membuat dirinya mau repot- repot memasak.

Bachrie merangkum pipi Fasha, menatap wanita itu dalam- dalam. "Kamu berbeda dengan Zahra. Dia memiliki hal yang tidak ada padamu. Dan kamu memiliki hal yang tidak ada padanya. Jadi jangan jadi orang lain hanya untuk egois mu, sungguh, aku menerima apa pun yang ada padamu."

Fasha semakin insecure.

"Percayalah, sebisa mungkin aku akan adil. Kamu tetap yang utama untuk ku. Azahra hanya amanah, Azalea hanya titipan, dan kamu satu satunya yang aku cintai melebihi besarnya apa pun yang ada di dunia ini."

Mendadak, Fasha mengusap jejak hujan yang basah di pipi. "Aku hanya takut kehilangan kamu, Mas," lirihnya.

Bachrie peluk istrinya dengan lembut, dia tidak berpaling. "Hilangkan ketakutan itu. Insya Allah hatimu akan lebih tenang dan menerima Azahra juga Azalea di hidup mu."

Fasha mengangguk. "Maaf, kalau sampai sekarang ini, Acha belum bisa menerima poligami yang kamu lakukan."

Bachrie mengusap kepala. "Aku tetap mencintaimu, percayalah. Sekarang ganti baju, sebelum ke bandara, kita perlu ke RS untuk pamit dengan Ummi dan Abah."

"Iya." Fasha membasuh air mata di pipinya, lalu ngeluyur masuk ke dalam kamar. Yah, Bachrie benar, sejatinya Fasha yang masih terlalu egois ingin menguasai suaminya.

Sampai melupakan, bahwa Bachrie sudah memiliki dua orang istri dan satu bayi mungil yang juga perlu ditanggung jawabi. Sudahlah, Fasha harus terima nasib bahwasanya dunia ini diciptakan tidak hanya untuk nona muda sepertinya, begitu pun dengan Bachrie.

...][∆°°°°^°°∆°°^°°°°∆][...

Seperti rencana, Fasha pulang ke Indonesia seorang diri. Tak hanya ibunya yang melongo, bahkan ayahnya pun celingukan mencari sosok Bachrie di belakang tubuh mungilnya.

"Bachrie tidak ikut, Cha?"

Fasha lagi-lagi harus berkilah. "Banyak kerjaan, Pa. Kan kontrak kerjanya baru dimulai, makanya nggak boleh ada cuti."

Aisha adalah ibu Fasha, wanita itu tak pedulikan apa pun, dia sudah cukup lega setelah melihat putrinya kembali dengan selamat.

Baru tiga bulan di Dubai, tapi selama tiga bulan terakhir, Aisha sering bermimpi hal yang tidak baik. Itulah yang kemudian membuat Aisha terus menyuruh Fasha mudik.

Sebelumnya, tiada angin tiada hujan, Bachrie meminta izin tinggal di Dubai. Padahal, di Indonesia pun masih banyak pekerjaan yang bisa ditekuni oleh Bachrie.

Namun, karena Fasha juga ikut- ikutan pamit untuk diizinkan tinggal di Dubai. Maka mereka pun terpaksa mengizinkannya pindah.

"Oya, Mimi masak loh."

Fasha tertawa karena ayahnya lekas berdecak. Yah, Mimi Aisha jauh sekali untuk dijuluki sebagai istri yang pandai memasak, tapi Fasha lihat, selama ini Papa King selalu memuji masakan Mimi Aisha-nya.

Fasha memeluk lengan King layaknya putri yang manja. "Papa menerima Mimi yang tidak bisa masak enak kan?" bisiknya.

"Of course." Fasha tersenyum, dan mungkin cinta Bachrie pun sebesar cinta Papa King kepada Mimi Aisha.

"Panggil Fadil." King meminta satu pelayan untuk memanggil nama seseorang yang agak asing di telinga Fasha.

"Siapa Fadil?"

"Gantinya Gantara." King duduk di sofa, meraih Fasha agar duduk di sisinya yang merindu.

Fasha baru tahu kalau, tugas anak sopir di masa kecilnya sudah digantikan. "Bang Tara ke mana memangnya?"

"Sudah lama tidak bekerja di sini. Dari kamu menikah, Gantara pamit bikin usaha sendiri."

"Oh." Fasha tak pernah lagi mendengar kabar Gantara semenjak menikah. Dia sempat kira jika Gantara masih bekerja di rumah ini.

1
Retno aja
bener nabeel jangan sama ayana
Eli Elieboy Eboy
𝑘𝑤 𝑚𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑖𝑡𝑢 𝑟𝑎𝑠𝑎 𝑘𝑒𝑏𝑜𝑠𝑎𝑛𝑎𝑛 𝑚𝑢 𝑦𝑔 𝑘𝑤 𝑢𝑐𝑎𝑝 𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑘𝑒 𝑎𝑐ℎ𝑎.... 🤣🤣🤣
Eli Elieboy Eboy
𝑚𝑎𝑚𝑝𝑜𝑠 𝑘𝑤 𝑏𝑎𝑐ℎ𝑟𝑖𝑒
Sari Nilam
Bahrie...ampun deh gamon ...
fasha udah bahagia ngapain masih ngarepin sesuatu yang sudah kamu buang dan abaikan. Gimana rasaya...nano nanokan
Mama lilik Lilik
ceritanya bagus banget suka, terimakasih KK author semoga sukses selalu buat karya yg menarik lagi, terimakasih banyak🙏
Sari Nilam
bachrie laki2 gak punya urat malu sama dengan umminya yang angkuh.
acha sudahlah untuk apa masih peduli sana manfan syami dan mertua jahat
Sari Nilam
mantap cha...hiduplah bahagia dengan anakmu yang sempat diragukan oleh suami bodohmu itu. Biarkan bachrie menyesal seumur hidupnya
Sari Nilam
good acha...laki2 bachrie gak punya pendirian dan bodoh gampang disetir
Ari Peny
aq baca ulang kangen bang tara 🤣🤣🤣
🍃EllyA🍃
ijin mampir thor .trimksh
Rahmawati Rahmawati
aku baru mampir kesini ..di awal aja udah bikin esmosi nich ,🤭
Saya Sayekti
maaaff...,aku g sanggup bc ceritanya
Ardiansyah Gg
tidak akan... setidaknya kejadian ini sudah menunjukkan sisi lain dari kekurangan mu Bachri
Ardiansyah Gg
tambah dengki ya liat Fasha di sayang keluarga nya 😏
Ardiansyah Gg
sakit kan melihat anakmu terluka.. sama bu.. Ayah King lebih sakit melihat anaknya yg kalian siksa psikis nya
Ardiansyah Gg
ucapan mu tak sesuai dengan perilaku mu
Ardiansyah Gg
beruntung nya Fasha punya ayah seperti ayah King Miller
Deswita
🙏
Anonymous
Gus Bachri apa lupa bahwa Gus pernah meragukan anak yang ada dalam kandungan Fasha
Anonymous
Gus Bachri😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!