NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Pengakuan yang Mengubah Segalanya

Rudi duduk gemetar di kursi besi ruang interogasi. Wajahnya pucat, sementara keringat dingin terus mengalir di pelipisnya.

Di hadapannya, Adrian duduk dengan tatapan setajam pisau.

Tidak ada emosi.

Tidak ada belas kasihan.

Hanya ada kemarahan yang selama bertahun-tahun terpendam.

"Aku akan bicara..." suara Rudi bergetar.

Adrian tidak mengatakan apa pun.

Ia hanya menunggu.

Rudi menelan ludah sebelum akhirnya berkata, "Kecelakaan tujuh tahun lalu bukan kecelakaan biasa, Tuan."

Rahang Adrian mengeras.

"Aku sudah tahu itu."

Rudi menundukkan kepala.

"Mobil Tuan memang sudah disabotase."

Ruangan langsung sunyi.

Dimas yang berdiri di belakang Adrian mengepalkan tangannya.

"Siapa yang melakukannya?" tanya Adrian dingin.

"Aku..."

Rudi mulai menangis.

"Aku yang mengganti komponen rem mobil Tuan."

Brak!

Adrian berdiri hingga kursinya bergeser ke belakang.

Tatapannya berubah mengerikan.

"Kau?"

Rudi mengangguk sambil terisak.

"Aku dibayar."

"Dibayar oleh siapa?"

Pria tua itu langsung terdiam.

Tubuhnya gemetar lebih hebat.

"Jawab!" bentak Adrian.

"Aku tidak pernah bertemu orangnya secara langsung."

"Jangan bohong."

"Aku tidak bohong, Tuan!"

Rudi menangis ketakutan.

"Semua perintah diberikan lewat perantara."

Adrian kembali duduk.

Tatapannya tidak pernah lepas dari wajah Rudi.

"Siapa perantaranya?"

Rudi menarik napas panjang.

"Lukas Surya."

Deg.

Dimas langsung membelalak.

Nama itu kembali muncul.

Nama yang selama beberapa minggu terakhir mereka cari.

"Kau yakin?" tanya Adrian.

Rudi mengangguk cepat.

"Dia yang menghubungiku pertama kali."

"Berapa uang yang kau terima?"

"Lima ratus juta."

Tatapan Adrian semakin dingin.

Lima ratus juta rupiah.

Harga yang dibayar seseorang untuk menghancurkan hidupnya.

"Apa tujuan mereka?"

Rudi menutup matanya.

"Mereka ingin Tuan Adrian menghilang dari Amarta Grup."

Suasana ruangan semakin mencekam.

Selama bertahun-tahun Adrian mengira kecelakaan itu hanyalah musibah.

Ternyata semua telah direncanakan.

Dan yang lebih mengejutkan, semua berhubungan dengan orang-orang yang kini kembali muncul.

"Lalu Surya Pranoto?" tanya Adrian.

Rudi terlihat ragu.

Namun akhirnya ia mengangguk.

"Dia terlibat."

Dimas langsung mencatat semuanya.

Adrian mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

"Katakan semuanya."

Rudi mengangguk cepat.

"Saat itu kondisi perusahaan keluarga Amarta sedang tidak stabil. Mereka ingin mengambil alih sebagian besar saham."

"Tapi gagal."

"Iya."

"Lalu mereka mencoba membunuhku."

Rudi menunduk.

"Aku menyesal, Tuan."

"Penyesalanmu tidak mengubah apa pun."

Air mata terus mengalir dari mata pria tua itu.

"Aku tahu."

Adrian menatapnya tanpa belas kasihan.

"Tapi masih ada yang belum kau katakan."

Tubuh Rudi langsung menegang.

"Apa maksud Tuan?"

"Orang yang mengancam keluargaku sekarang."

Ruangan kembali sunyi.

"Kau mengenalnya."

Rudi menutup mata.

Beberapa detik berlalu.

Kemudian ia membuka mulut perlahan.

"Orang itu..."

Jantung Adrian berdetak lebih cepat.

"Siapa?"

Rudi tampak ketakutan.

Sangat ketakutan.

"Dia tidak akan membiarkanku hidup jika aku bicara."

"Aku akan melindungimu."

Rudi menggeleng keras.

"Tidak ada yang bisa melindungi saya dari dia."

Tatapan Adrian semakin tajam.

"Namanya."

Pria tua itu gemetar.

Bibirnya bergerak perlahan.

"Namanya adalah..."

Tiba-tiba tubuh Rudi menegang.

Matanya membelalak.

Darah tipis mengalir dari sudut bibirnya.

"Apa yang terjadi?" seru Dimas.

Rudi memegang lehernya.

Napasnya tersengal.

Kemudian tubuhnya jatuh dari kursi.

Bruk!

"Rudi!" bentak Adrian.

Dimas langsung berlari menghampiri.

"Dokter! Panggil dokter sekarang!"

Suasana mendadak kacau.

Beberapa petugas keamanan masuk ke ruangan.

Namun semuanya terlambat.

Rudi terbaring di lantai dengan tubuh tak bergerak.

Dokter yang datang beberapa menit kemudian langsung memeriksanya.

Wajahnya berubah serius.

"Bagaimana?" tanya Adrian.

Dokter menggeleng pelan.

"Dia sudah meninggal."

Ruangan mendadak sunyi.

Dimas mengepalkan tangan.

"Sial!"

Tatapan Adrian berubah sangat dingin.

Rudi baru saja akan menyebut nama dalang sebenarnya.

Namun seseorang membungkamnya lebih dulu.

Berarti musuh mereka memang nyata.

Dan musuh itu sedang selangkah lebih maju.

Adrian menatap tubuh Rudi yang terbujur kaku.

Rahangnya mengeras.

"Dimas."

"Ya, Tuan."

"Cari tahu penyebab kematiannya."

"Baik."

"Aku ingin hasilnya malam ini."

"Siap."

Adrian berjalan menuju jendela ruang interogasi.

Tatapannya mengarah ke kegelapan malam.

Kini semuanya semakin jelas.

Kecelakaan tujuh tahun lalu.

Ancaman terhadap Naya.

Pengawasan terhadap keluarganya.

Semua terhubung.

Dan seseorang sedang memainkan permainan besar dari balik bayang-bayang.

Namun satu hal yang tidak diketahui orang itu adalah...

Adrian Amarta tidak akan berhenti sampai menemukan kebenaran.

Apa pun harganya.

Siapa pun lawannya.

Karena kali ini yang dipertaruhkan bukan hanya dirinya.

Melainkan keluarganya.

Dan bagi Adrian, tidak ada yang lebih berharga daripada itu.

Bersambung ke Bab 36...

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!