NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Harimau Ganas

Bertemu Harimau Ganas

Tiga bulan sudah Weng Yu menjadi Ze Kai. Dan sudah mulai terbiasa dengan dunia barunya. Mencari kayu bakar, menebang hutan bambu, mencari tanaman obat-obatan dan menangkap ikan di danau. Bahkan ia beberapa kali bertemu hewan buas dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan diri.

Tubuh yang dulu tidak terbiasa dengan pekerjaan kasar kini mulai di resapi Wen Yu sebagai Ze Kai. Nama Ze Kai pun mulai menjadi bagian dari dirinya yang telah terbiasa di panggil demikian.

"Kai, makan lah dulu."

"Baik Kek."

Ze Kai makan dengan lahap. Ikan hasil tangkapannya dimasak dengan bumbu yang enak oleh sang Kakek.

"Ajari aku memasak Kek, biar aku bisa pandai masak makanan enak seperti Kakek."

"Hehehe, Kakek yakin kau akan pandai memasak seperti Kakek. Semua masakan akan terasa enak dan nyaman bila bertemu bumbu yang cocok. Kakek akan mengajarimu cara membuat bumbu nanti. Tapi sekarang, makan lah yang banyak. Biar tubuh mu kuat."

"Baik Kek, aku tak akan menyiakan ikan seenak ini."

"Hahaha... ya, makan lah yang banyak."

Sang Kakek menepati janjinya. Ze Kai perlahan di ajari cara membuat racikan bumbu. Dan dalam beberapa hari saja, Ze Kai sudah mengusai keahlian sang Kakek.

Dengan racikan bumbu ini, seharusnya aku bisa berdagang dan mencari keuntungan untuk memperbaiki kehidupan kami. Sebaiknya aku mulai dari ikan bakar saja.

Ze Kai pergi ke danau untuk memancing ikan. Ia berencana akan menjual ikan bakar hasil pancingannya dengan bumbu racikan rahasia sang Kakek. Berdasarkan pengetahuan pada kehidupan ketika menjadi Wen Yu, ia yakin ikan bakarnya pasti di sukai banyak orang.

Sayangnya harapan Ze Kai tidak sepenuhnya terkabul. Ikan pancingannya hanya dapat beberapa saja. Namun Ze Kai tidak menyerah dan tetap berusaha menjual ikannya.

Aroma khas ikan bakar yang bertabur bumbu mengundang indra penciuman orang-orang sekitar. Tak butuh waktu lama, seseorang datang membeli. Melihat reaksi orang tersebut yang terlihat begitu menikmati, orang-orang lain datang mendekat dan ikut membeli. Dan akhirnya, 8 ekor ikan bakar Ze Kai habis terjual. Bahkan ada yang memesan untuk keesokan harinya.

Ze Kai tersenyum senang memandangi kepingan uang logam di tangannya. Ia pun menuju kedai kain dan membeli sebuah selimut meski tidak terlalu tebal karena uangnya hanya sanggup membeli yang tipis.

Setidaknya, Kakek tidak terlalu kedinginan di malam hari.

Begitu lah, batin Ze Kai berkata. Ia merasa kasihan pada Kakeknya yang tidur tanpa beralaskan apa-apa. Kehidupan mereka yang sangat-sangat miskin membuat jiwa Ze Kai meronta untuk berbuat sesuatu yang menghasilkan untuk mengubah hidup mereka.

-

-

-

ZRAASHH

Malam itu hujan turun membasahi alam di Desa Batu Angin. Ze Kai berlari menerobos hutan bambu dan hujan sambil memeluk selimut dalam dekapannya. Cahaya obor di kejauhan membuat Ze Kai tersenyum. Itu pertanda rumah tempat tinggalnya tidak berada jauh lagi.

Namun langkah besar Ze Kai berhenti mendadak ketika bayangan besar menjulang di atasnya. Seekor harimau raksasa dengan bulu berwarna belang hitam keperakan menghadangnya, matanya menyala seperti bara api dalam kegelapan hutan. Tubuh binatang itu jauh lebih besar dari harimau biasa. Dadanya lebar seperti perisai, cakarnya sebesar tapak tangan manusia dewasa, dan suara menggeletarnya yang keluar dari tenggorokannya membuat tanah sedikit bergetar.

Tidak mungkin... ukuran ini bukan harimau biasa yang beberapa kali aku temui sebelumnya!

Sementara secara refleks, ia menarik sabuk pinggangnya dan mengeluarkan belati lipat yang selalu ia bawa. Belati yang konon ada di sampingnya ketika sang Kakek menemukannya dalam sebuah keranjang yang mengapung di atas air. Benda itu terasa semakin kecil dan tidak berdaya di hadapan makhluk raksasa di depannya.

Tanpa berlama-lama, harimau itu melompat dengan kecepatan yang tidak masuk akal untuk tubuhnya yang besar. Ze Kai mengandalkan refleks tajam dari latihan taekwondo selama bertahun-tahun ketika ia menjadi Wen Yu, ditambah pengalaman hidup beberapa bulan yang ia lalui di dunia ini. Dengan lincah ia melompat ke samping, menggeser berat badan dengan lancar, dan menghindari cakar yang hampir menyambar dadanya.

Ketika mendarat, Ze Kai tidak berhenti sejenak. Ia melangkah maju dengan cepat, memutar tubuhnya sambil mengayunkan kaki kanannya dengan tendangan putar yang tepat sasaran ke sisi tubuh harimau.

"Crack!"

Suara keras terdengar ketika tumitnya mengenai tulang rusuk binatang itu, namun harimau hanya mengerang sebentar sebelum dengan cepat berbalik arah dan menggigit ke arahnya.

Ze Kai mundur dengan gesit, menggunakan akar pohon besar yang berada di celah-celah bambu sebagai sandaran. Saat napasnya mulai terengah-engah, ia merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya. Sejenis panas yang mengalir dari dalam tubuh, menyebar ke ujung jari tangannya yang memegang belati. Tanpa ia sadari, permukaan besi belati itu mulai memancarkan cahaya keperakan tipis yang samar.

Baru saat itu Ze Kai menyadari bahwa bulu harimau itu mulai mengeluarkan uap panas yang menyengat. Tanah di sekitar kakinya mulai mengering dan sedikit menguning karena suhu yang tinggi. Ia harus bertindak cepat sebelum makhluk itu benar-benar melepaskan kekuatan yang ada di dalam dirinya.

Dengan hati yang tenang meskipun tubuhnya sudah mulai berkeringat, Ze Kai mengatur napasnya. Ia mengingat teknik pertempuran yang pernah ia kembangkan sendiri. Kombinasi gerakan taekwondo yang keras dan presisi yang ia pelajari dari pengalaman hidupnya. Ia mengayunkan belati yang kini tampak lebih bersinar itu dengan cepat, membuat beberapa goresan kecil pada kaki harimau yang sedang mencoba mendekat lagi.

Setiap goresan belati yang menyentuh kulit binatang itu menghasilkan percikan api kecil, membuat harimau itu sedikit terpana dan melambat gerakannya. Saat ada kesempatan kecil, Ze Kai melompat ke atas pohon yang lebih tinggi, lalu meluncur ke depan dengan tubuh membungkuk rendah. Ia menusukkan belatinya tepat pada titik lemah di bawah leher harimau, tempat di mana kulitnya lebih tipis dan tidak terlindungi oleh bulu tebal.

Harimau itu menjerit kesakitan dengan suara yang menggema di seluruh hutan, tubuhnya bergoyang-goyang sambil mencoba menggoyangkan Ze Kai. Tanpa ragu, Ze Kai memutar belatinya dengan cepat sebelum menariknya keluar dan melompat menjauh sejauh mungkin.

Binatang raksasa itu berdiri dengan goyah, lalu perlahan-lahan tubuhnya mulai mendingin dan cahaya di matanya memudar. Setelah beberapa saat, ia jatuh ke tanah dengan suara gemuruh, dan dari tubuhnya keluar secercah energi keemasan yang melayang ke udara sebelum perlahan-lahan meresap ke dalam tubuh Ze Kai.

Ze Kai merasa seperti terkena kejutan listrik yang hangat kemudian panas menyebar ke seluruh tubuhnya, membuat semua ototnya terasa lebih kuat dan pikirannya menjadi lebih jernih. Ia melihat belatinya yang kini kembali ke warna semula, lalu melihat tangan kirinya yang tengah bersinar dengan pola seperti bintang yang samar sebelum menghilang begitu saja.

"Apa yang terjadi padaku?" bisiknya dengan bingung, menyentuh bagian tangan yang baru saja bersinar. Ia tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, tapi satu hal yang ia tahu, tubuhnya merasa berbeda dari biasanya, dan kekuatan yang baru saja ia rasakan bukan hanya dari latihan taekwondo yang ia miliki.

Tanpa banyak berpikir lagi, Ze Kai segera melanjutkan perjalanannya. Tempat tinggalnya tidak lagi jauh, dan jika makhluk seperti itu sudah muncul di jalan ini, maka ia tahu bahwa tempat tinggalnya bersama sang Kakek sudah tidak aman lagi.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
Sangat Licin
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!