NovelToon NovelToon
Pernikahan Panas Sang Aktor

Pernikahan Panas Sang Aktor

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pernikahan Kilat / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:890
Nilai: 5
Nama Author: MissKay

Brian Aditama tidak pernah percaya pada komitmen, apalagi pernikahan. Baginya, janji suci di depan penghulu hanyalah omong kosong yang membuang waktu. Sebagai aktor papan atas sekaligus pewaris kedua Imperium Aditama Group, dunia ada di bawah genggamannya sampai sebuah serangan jantung merenggut nyawa kakaknya secara mendadak.

Kini, Brian terjebak dalam wasiat yang gila. Ia dipaksa menikahi Arumi Safa, janda kakaknya sendiri. Wanita itu adalah satu-satunya orang yang tidak pernah gemetar melihat tatapan tajam Brian, dan kenyataan bahwa yang ia benci adalah kutukan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissKay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di Meja Makan

Perjalanan panjang melintasi samudera itu terasa seperti mimpi buruk yang tak berujung. Dari dinginnya salju New York, Dona akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta yang lembap dan gerah. Setelah melewati pemeriksaan bandara yang mendebarkan, ia langsung menuju hotel bintang lima di pusat kota tempat persembunyian yang sudah disiapkan dengan rapi.

​Di lobi hotel yang mewah, Dona meraba ponsel cadangannya. Benda itu bergetar. 'Halo, Tiwi? Kamu di mana?' tanya Dona, suaranya sedikit parau karena kelelahan.

​'Aku di kamar 107, lantai 14. Langsung masuk saja, Don,' jawab Tiwi di seberang telepon.

​Dona segera melangkah menuju lift. Jantungnya berdegup kencang saat angka digital di atas pintu lift bergerak naik hingga berhenti di lantai 14. Saat pintu terbuka, ia melihat Tiwi sudah berdiri menantinya di depan kamar dengan senyum lebar.

​"Oh, sayangku! Bagaimana perjalananmu?" seru Tiwi sambil berhamburan memeluk Dona erat.

​"Aku baik-baik saja, Wi. Ayo, kita masuk dulu," balas Dona, merasa sedikit lega karena akhirnya menemukan wajah yang ia kenal.

​Setelah mandi dan menyegarkan diri, Dona duduk di tepi tempat tidur sambil menikmati makanan yang dipesan Tiwi. Rasa lapar dan lelahnya perlahan luruh, digantikan oleh rasa penasaran yang membuncah.

​"Don," Tiwi memulai percakapan sambil memperhatikannya, "beberapa waktu lalu aku melihat Frans bersama Kak Brian. Sepertinya kakak sepupumu sedang sibuk mengurus agensi barunya di Jakarta."

​Dona menghentikan makannya, matanya membulat. "Benarkah?"

​"Iya, serius. Kudengar bakal banyak aktor, artis, sampai model papan atas yang bergabung di sana. Tapi..." Tiwi menggantung kalimatnya, membuat Dona semakin tegang. "Wajah Frans kelihatan lesu sekali. Entahlah, apa dia cuma kelelahan karena kerjaan, atau mungkin... dia sedang memikirkan mu?" gurau Tiwi sambil menyenggol bahu sahabatnya.

​Dona tertegun sejenak, menatap sisa makanannya dengan pandangan kosong. "Aku harap begitu, Wi," bisiknya lirih. "Aku harap alasan dia lesu adalah karena dia merasakannya juga rasa rindu yang sama denganku."

Setelah cukup beristirahat, Dona memutuskan untuk keluar. Ia butuh kafein dan udara segar. Di sebuah gerai Starbucks yang sibuk, ia duduk sambil menyesap kopinya, matanya bergerak waspada memantau sekitar. Tiba-tiba, gerakannya terhenti. Dari balik kacamata hitamnya, ia melihat sosok wanita cantik yang sangat ia kenal berjalan anggun menuju area toilet. Tak jauh di belakangnya, dua pria berbadan tegap dengan setelan gelap menjaga dengan sigap.

"Kak ​Arumi," gumamnya.

​Dona segera menyelesaikan pembayarannya. Ia menarik maskernya lebih tinggi, lalu berjalan tenang namun pasti melewati kedua bodyguard itu, menyelinap masuk ke dalam toilet wanita sebelum mereka sempat menaruh curiga.

​Di dalam, Dona melihat Arumi masuk ke salah satu bilik. Ia menunggu dengan jantung berdebar. Lima menit terasa seperti satu jam, hingga akhirnya pintu bilik terbuka. Arumi melangkah ke wastafel, menatap pantulan dirinya di cermin sambil membenarkan riasannya. Saat itulah, Dona bergerak cepat. Ia membekap mulut Arumi dari belakang sebelum wanita itu sempat menjerit.

​"Sstt... ini aku, Kak. Dona," bisik Dona cepat tepat di telinga Arumi.

​Mata Arumi membelalak. Ia segera mengenali suara itu dan melepaskan tangan Dona dengan napas terengah. "Astaga, Dona! Kamu kabur?!" bisiknya tak percaya, suaranya bergetar antara kaget dan cemas.

​Dona hanya menaikkan alisnya dengan senyum tipis yang nakal.

​"Aku merindukan kalian," ucap Dona mencoba beralasan.

​Arumi mendengus pelan, menatap tajam sepupu suaminya itu. "Bilang saja kamu ingin bertemu Frans," potong Arumi telak.

​"Ya... itu benar," aku Dona jujur.

​Tok! Tok! Tok!

​Suara gedoran pintu toilet mengejutkan mereka berdua. "Nyonya Muda? Kenapa lama sekali? Nyonya Arumi?" Suara berat salah satu bodyguard terdengar mendesak dari luar.

​"Ah, sebentar lagi!" teriak Arumi untuk mengusir kecurigaan mereka.

​"Baik, Nyonya," sahut suara di luar sana.

​Dona mencengkeram lengan Arumi, matanya memelas. "Aku minta nomor Frans, Kak. Please..."

​Arumi mendesah menyerah. Ia merogoh tasnya, mengeluarkan ponsel, dan dengan cepat memberikan nomor baru Frans kepada Dona. "Aku tidak bisa lama-lama, pengawal itu akan curiga. Datanglah ke mansion. Brian pasti akan membantumu," bisik Arumi cepat. Ia memeluk Dona erat, mengecup kedua pipinya dengan sayang sebagai tanda dukungan. "Hati-hati, Dona."

​Tanpa membuang waktu, Arumi merapikan pakaiannya dan melangkah keluar, kembali menjadi Nyonya Muda yang anggun di depan para pengawalnya, meninggalkan Dona yang kini memegang kunci menuju tujuannya, Frans.

Sepanjang jalan ke parkiran, Arumi tak hentinya berdoa agar Dona tidak ada masalah.

​"Nyonya Muda, Tuan Muda ingin makan siang dengan Anda. Beliau sudah menunggu di restoran," lapor Seto, kepala pengawal, dengan nada formal yang kaku.

​"Baiklah, kita langsung ke sana," sahut Arumi. Ia berusaha mengatur napas, namun rona gugup di wajahnya tidak bisa sepenuhnya disembunyikan setelah pertemuannya dengan Dona.

​Setibanya di sebuah restoran eksklusif di pusat Jakarta, Arumi melangkah menuju meja di sudut ruangan. Brian sudah menunggu di sana. Begitu melihat istrinya datang, Brian berdiri dan menyambutnya dengan kecupan lembut di bibir, sebuah gestur posesif namun penuh kasih.

​"Maaf, membuatmu menunggu lama," ucap Arumi sambil duduk di hadapan suaminya.

​"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai," balas Brian tenang. Ia kemudian berdiri sejenak. "Aku ke toilet sebentar. Frans akan menemanimu di sini."

​"Oke, pergilah," jawab Arumi dengan senyum yang dipaksakan.

​Setelah Brian menjauh, suasana di meja itu berubah drastis. Frans, yang sejak tadi terpaku pada berkas di tangannya, melirik Arumi dengan tatapan menyelidik. "Ada apa, Nyonya? Anda tampak tidak tenang."

​Arumi menoleh sekilas ke belakang, memastikan Seto dan bodyguard lainnya berada dalam jarak aman, lalu ia memajukan tubuhnya.

​"Aku bertemu Dona di Starjucks, Hotel Hipton," bisik Arumi sangat pelan, nyaris tak terdengar. "Anak nakal itu kabur lagi. Aku sudah memberikan nomor ponselmu padanya."

​Frans tertegun. Gerakan tangannya yang hendak membalik halaman berkas terhenti di udara. Matanya membelalak kecil, mencoba mencerna informasi yang mengusik ketenangannya itu. Dona ada di Jakarta. Dekat dengannya.

​"Temui lah dia jika dia menghubungimu. Jangan sampai kau menyesal," tambah Arumi lagi. Ia segera berdehem dan memperbaiki posisi duduknya saat melihat sosok Brian berjalan kembali ke arah mereka.

​"Ah, Sayang! Aku tiba-tiba ingin pesan tiramisu sebagai pencuci mulut," ucap Arumi cepat, mengalihkan pembicaraan dengan nada manja yang sempurna untuk menutupi rahasia besar yang baru saja ia berikan pada Frans.

​Frans kembali menunduk pada berkasnya, namun fokusnya sudah hancur total. Jantungnya berdegup kencang, dan bayangan pernikahan dengan Lena seketika terasa seperti lelucon yang buruk.

1
Miss Kay
Hi, reader ku tercinta. Terima kasih sudah mengikuti, membaca, dan menyukai cerita ini. Dukung terus cerita ini ya, agar aku semangat update. Berikan like, masukkan ke perpustakaan kalian, dan jangan lupa vote nya. 🤭🙏😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!