"Saat KKN di desa terpencil, Puri Retno Mutia dan Rendra Adi Wardana diserang kesurupan misterius. Puri merasakan sakit keguguran dan dendam seorang gadis bernama Srikanti yang dulu jatuh cinta dan hamil oleh Abi Manyu, tapi difitnah dan ditinggalkan hingga meninggal. Sementara Rendra merasakan rasa bersalah yang tak terjangkau dari masa lalu. Ternyata, mereka adalah reinkarnasi Srikanti dan Abi Manyu. Akankah sumpah dendam Srikanti terwujud di zaman sekarang? Atau bisakah mereka putus rantai tragedi yang terulang?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketika Ketakutan Merasuki Alam Bawah Sadar
Di tengah malam yang sunyi, mimpi menjadi medan perang. Mampukah warga Sidomukti melawan teror yang merasuki alam bawah sadar mereka?"
Malam-malam di Sidomukti tidak lagi memberikan ketenangan. Alih-alih istirahat, tidur menjadi siksaan bagi sebagian warga desa. Mimpi buruk datang menghantui, membawa bayangan ketakutan dan ancaman yang meresap ke dalam alam bawah sadar mereka.
Salah satunya adalah Sukma, gadis remaja yang ceria dan penuh semangat. Dulu, ia selalu bermimpi tentang masa depan yang cerah, tentang cita-cita yang ingin ia raih, dan tentang cinta yang ingin ia temukan. Namun, sejak kembalinya sekte sesat, mimpinya berubah menjadi mimpi buruk yang mengerikan.
Dalam mimpinya, Sukma melihat dirinya berlari di tengah hutan yang gelap dan lebat. Pohon-pohon di sekelilingnya tampak aneh dan menakutkan, dengan ranting-ranting yang menjulur seperti tangan-tangan yang ingin mencengkeramnya. Udara terasa dingin dan lembap, dipenuhi dengan bau busuk yang menyesakkan.
Sukma mendengar suara bisikan yang memanggil namanya. Suara itu terdengar lirih dan jauh, tetapi semakin lama semakin mendekat. Ia tidak tahu siapa yang memanggilnya, tetapi ia merasa bahwa suara itu berasal dari sesuatu yang jahat.
Ia terus berlari, mencoba untuk menjauhi suara itu, tetapi semakin ia berlari, semakin dekat suara itu. Ia merasa seperti sedang dikejar oleh sesuatu yang tidak terlihat.
Tiba-tiba, ia terjatuh ke dalam lubang yang dalam dan gelap. Ia berteriak sekuat tenaga, tetapi tidak ada yang mendengar teriakannya. Ia merasa seperti sedang terperangkap di dalam neraka.
Di dalam lubang itu, ia melihat sosok-sosok berjubah hitam yang berdiri mengelilinginya. Sosok-sosok itu mengenakan topeng yang menutupi wajah mereka. Ia tidak tahu siapa mereka, tetapi ia merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang jahat.
Sosok-sosok itu mulai menyanyikan sebuah lagu dengan nada yang aneh dan menyeramkan. Lagu itu membuat Sukma merasa mual dan pusing. Ia ingin menutup telinganya, tetapi ia tidak bisa bergerak.
Salah seorang dari sosok-sosok itu mendekat ke arahnya dan mengulurkan tangannya. Di tangannya, ia melihat sebuah pisau yang tajam dan berkilauan. Sosok itu mengangkat pisau itu tinggi-tinggi, siap untuk menusuknya.
Sukma berteriak sekuat tenaga, lalu terbangun dengan keringat dingin dan jantung berdebar
"...berdebar kencang. Ia terduduk di tempat tidurnya, terengah-engah seperti habis berlari maraton. Kamarnya gelap dan sunyi, tetapi ia merasa seperti sosok-sosok berjubah hitam itu masih berada di dekatnya, mengawasinya dari kegelapan.
Sukma tidak bisa tidur lagi. Ia terus memikirkan mimpi buruknya, mencoba untuk mencari tahu apa artinya. Ia merasa takut dan cemas, takut jika mimpi itu adalah pertanda buruk yang akan menimpa dirinya dan desanya.
Ia memutuskan untuk menceritakan mimpinya kepada ibunya. Ibunya mendengarkan ceritanya dengan seksama, lalu memeluknya dengan erat.
"Itu hanya mimpi, Nak," kata ibunya dengan suara lembut. "Jangan terlalu dipikirkan."
"Tapi, Bu," jawab Sukma dengan nada cemas. "Mimpi itu terasa sangat nyata. Aku takut jika itu akan benar-benar terjadi."
"Ibu tahu kamu takut," kata ibunya. "Tapi kamu tidak boleh menyerah pada ketakutan itu. Kamu harus kuat dan berani. Kita semua harus kuat dan berani untuk menghadapi ancaman sekte sesat itu."
Ibunya kemudian menceritakan tentang kisah-kisah kepahlawanan para leluhur mereka, tentang bagaimana mereka berhasil mengalahkan kekuatan jahat dan melindungi desa dari kehancuran. Ia juga memberikan Sukma sebuah jimat yang terbuat dari kayu Jimat itu diyakini memiliki kekuatan untuk melindungi dirinya dari energi negatif dan mendatangkan keberuntungan.
"Jimat ini akan melindungi kamu dari kejahatan," kata ibunya. "Tapi ingat, kekuatan sejati ada di dalam diri kamu. Kamu harus percaya pada diri sendiri dan pada kekuatan cinta dan kebaikan."
Sukma memeluk jimat itu erat-erat. Ia merasa sedikit lebih tenang dan percaya diri. Ia tahu bahwa ia tidak sendirian. Ia memiliki ibunya, keluarganya, teman-temannya, dan seluruh warga desa yang siap untuk bersatu dan melawan sekte sesat itu.
Namun, di dalam hatinya, ia masih merasa takut dan cemas. Ia tahu bahwa mimpi buruk itu adalah pertanda bahwa ancaman sekte sesat itu semakin nyata dan semakin dekat. Ia juga tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk menghentikan sekte itu sebelum mereka menghancurkan seluruh desa. Akankah Sukma dan warga Sidomukti mampu melawan ketakutan mereka dan bersatu untuk mengalahkan kekuatan jahat yang mengintai di dalam mimpi dan di dunia nyata?
Sementara itu, di sudut desa yang lain, mimpi buruk serupa menghantui Pak Kades yang baru, menambah beban tanggung jawabnya dan menguji keberaniannya dalam memimpin desa yang sedang dilanda ketakutan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*