NovelToon NovelToon
Obsesi Raviel

Obsesi Raviel

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Pernikahan Kilat / Hamil di luar nikah / Mafia / Iblis
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: his wife jay

Sejak kelas satu SMA, Raviel Althaire hanya mengamati satu perempuan dari kejauhan. Tidak mendekat, tidak memiliki, hanya menyimpan rasa yang perlahan berubah menjadi obsesi.
Satu malam yang seharusnya dilupakan justru menghancurkan segalanya. Pagi datang bersama tangis dan kepergian tanpa penjelasan.
Saat identitas gadis itu terungkap, Raviel sadar satu hal—perempuan yang terluka adalah orang yang selama ini menguasai pikirannya.
Sejak saat itu, ia tidak lagi mengagumi.
Ia mengikat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon his wife jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mengingat masa lalu

...SELAMAT MEMBACA...

Victor, pria paruh baya itu berdiri di balkon mansion dengan secangkir kopi hangat di tangannya. Uap tipis mengepul pelan, bercampur dengan udara malam yang tenang. Dari lantai atas, lampu-lampu taman terlihat redup, memantulkan bayangan dedaunan yang bergerak tertiup angin.

Malam yang seharusnya damai.

“Celline?” gumamnya pelan.

Sejak sore, wanita itu tak terlihat. Entah pergi ke mana. Namun Victor tak terlalu memikirkannya. Ia sudah terlalu lelah untuk terus menanyakan keberadaan seseorang yang semakin hari terasa semakin jauh.

Cklek.

Victor menoleh ketika pintu kamar terbuka. Sosok yang menjulang tinggi, Raviel berdiri di ambang pintu, bahunya kaku, ekspresinya tertahan.

“Masuklah, Boy,” ucap Victor tenang. “Mama tirimu sedang tidak ada.”

Raviel melangkah masuk tanpa komentar. Ia duduk di kursi balkon berhadapan dengan ayahnya, punggungnya tegak, tangan bertumpu di lutut.

“Tumben sekali kamu ke sini,” kata Victor sambil duduk. “Mau menginap?”

“Tidak,” jawab Raviel singkat. “Ada yang perlu Viel bicarakan.”

Victor mengangkat alis. “Tentang apa?”

“Nara.”

Satu kata itu cukup membuat Victor terdiam sejenak. Ia menyandarkan punggungnya, lalu memberi isyarat agar Raviel melanjutkan.

Raviel menjelaskan semuanya. Tentang kehamilan Nara. Tentang kemarahan Bunda Amara. Tentang permintaan agar keluarga mereka datang esok hari.

Victor memijat pelipisnya perlahan.

“Sudah Daddy duga,” ucapnya akhirnya. “Kejadian ini memang tak bisa dihindari.”

Raviel menatap ayahnya tanpa berkedip.

“Sekarang tidak ada lagi alasan untuk menunda,” lanjut Victor tegas. “Kamu harus menikahinya.”

“Aku memang berniat begitu,” jawab Raviel tenang. “Dalam waktu dekat. Apakah Daddy… mau datang bersamaku ke rumah Nara besok?”

Victor menatap putranya lama, lalu tersenyum tipis.

“Kamu anak Daddy satu-satunya,” katanya. “Tentu saja Daddy akan menemanimu. Sampai kalian menikah, Daddy yang akan mengurus semuanya.”

Untuk pertama kalinya malam itu, wajah Raviel sedikit melunak.

Ia bangkit dan memeluk ayahnya singkat. “Terima kasih, Dad.”

“Apa pun untukmu,” balas Victor. “Kamu mau pulang ke mansionmu atau menginap di sini?”

“Aku tidak ingin satu atap dengan wanita itu,” jawab Raviel tanpa ragu.

Victor menghela napas panjang. Topik itu selalu berakhir sama.

“Apa kamu tidak bisa menerima Celline sebagai ibumu?” tanyanya pelan.

“Tidak,” jawab Raviel tegas. “Selamanya tidak.”

Victor terdiam. Ia tahu luka itu terlalu dalam untuk disangkal.

Dulu, ketika Raviel masih bayi—ketika istrinya yang pertama telah tiada—ia mempercayakan terlalu banyak pada wanita yang kini menjadi istrinya. Dan kesalahan itu meninggalkan bekas yang tak bisa dihapus begitu saja.

“Baiklah, Boy,” ucap Victor akhirnya. “Jika itu pendirianmu, Daddy menghormatinya.”

Ia menepuk pundak Raviel beberapa kali.

Raviel mengangguk. “Viel pamit.”

“Hati-hati.”

Victor berdiri di balkon sendirian lagi, kopi di tangannya sudah dingin.

★★★

Daddy Victor masih berdiri di pagar balkon lantai tiga mansionnya, baju tidurnya berkibar pelan tertiup angin malam, Tatapannya kosong, menembus gelap, seolah sedang mencari sesuatu yang tak pernah benar-benar pergi dari hidupnya.

Pikirannya melayang—lagi—kepada sosok wanita yang telah lama menghilang dari sisinya.

Istrinya.

Entah sudah berapa tahun berlalu, namun keyakinan itu tak pernah pudar. Di sudut hatinya yang terdalam, Victor selalu merasa bahwa istrinya belum benar-benar mati. Seolah dunia hanya memisahkan mereka dengan kebohongan yang terlalu rapi.

Peristiwa itu terjadi bertahun-tahun lalu.

Tepatnya saat Raviel baru berusia tiga bulan. Usia di mana seorang bayi masih sepenuhnya bergantung pada dekapan ibunya, pada ASI yang menjadi sumber hidup pertamanya. Saat itu, Victor tengah berada di puncak kejayaan kariernya. Musuh bisnis datang silih berganti, dan ancaman bukan lagi sesuatu yang asing.

Istrinya bernama Elena Althaire.

Wanita lembut dengan sorot mata hangat, yang selalu menunggu Victor pulang meski larut, yang tak pernah lelah menggendong Raviel meski tubuhnya sendiri sering kelelahan. Elena bukan wanita lemah—ia hanya terlalu percaya bahwa dunia masih memiliki belas kasihan.

Pagi itu, Elena berniat menyusul Victor ke perusahaan. Bukan untuk urusan besar, hanya ingin menyerahkan dokumen penting yang tertinggal dan memastikan suaminya makan siang. Ia tak tahu bahwa di jalan yang dilaluinya, beberapa mobil hitam telah menunggu.

Elena dijegat.

Diculik secara brutal oleh musuh lama Victor—orang-orang yang ingin menghancurkannya bukan lewat bisnis, melainkan lewat hal yang paling ia cintai.

Victor baru mengetahui kejadian itu sore harinya. Dunia runtuh seketika. Ia mengerahkan seluruh anak buah, koneksi, bahkan kekuatan gelap yang selama ini ia hindari. Namun belum genap dua puluh empat jam, kabar itu datang.

Elena ditemukan.

Dalam keadaan tak bernafas.

Jenazahnya telah berada di dalam peti, kata mereka. Gedung tempat ia ditahan terbakar hebat, api melahap segalanya. Tubuh Elena disebut tak terselamatkan.

Victor ingat betul hari itu.

Ia berdiri kaku di depan peti mati berlapis kain putih. Saat peti dibuka, tubuh wanita di dalamnya memang sangat mirip Elena. Postur, rambut, bahkan cincin pernikahan di jarinya.

Namun wajah itu… memerah tak wajar. Kulitnya rusak oleh panas, membuat detail-detail kecil sulit dikenali. Semua orang berkata itu karena kebakaran.

Victor memaksa dirinya percaya.

Ia mengubur istrinya dengan tangannya sendiri, meski hatinya terus berteriak ada yang salah.

Sejak hari itu, Victor berubah.

Ia menjadi ayah tunggal bagi Raviel, namun luka kehilangannya tak pernah sembuh. Demi Raviel, ia harus bangkit. Demi anaknya, ia memutuskan mencari ibu susu pengganti.

Dan di situlah kesalahan terbesarnya dimulai.

Victor terlalu percaya pada Celline—wanita yang ia tugaskan untuk mengurus Raviel sepenuhnya. Ia percaya Celline akan mencari satu ibu susu yang tetap, sehat, dan aman.

Namun kenyataannya jauh dari itu.

Yang menyusui Raviel bukan satu orang.

Celline, demi kepentingannya sendiri, berganti-ganti wanita tanpa sepengetahuan Victor. Setiap hari, setiap minggu, ASI berbeda masuk ke tubuh kecil Raviel. Tak ada kecocokan. Tak ada pengawasan medis.

Tubuh Raviel bereaksi keras.

Alergi parah, demam berulang, tangisan tanpa henti di malam hari. Dokter tak menemukan penyebab pasti hingga akhirnya Victor menyadari ada yang tak beres. Saat kebenaran terungkap, semuanya sudah terlambat untuk menghapus dampaknya.

Sejak kecil, tubuh Raviel menjadi sensitif.

Dan Victor—lagi-lagi—menyalahkan dirinya sendiri.

Ia gagal melindungi istrinya. Ia gagal menjadi ayah yang sempurna. Dan sejak saat itu, satu keyakinan tumbuh semakin kuat dalam benaknya.

Elena masih hidup.

Tak mungkin dunia sekejam itu tanpa meninggalkan jejak. Tak mungkin Elena pergi begitu saja. Keyakinan itu ia simpan rapat-rapat, bahkan dari Raviel sendiri.

Angin malam kembali berhembus.

Victor menghela napas panjang, jemarinya mencengkeram pagar balkon lebih erat.

“Kalau kamu masih hidup…” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar, “…aku akan segera menemukanmu.”

Dan masa lalu—yang selama ini ia kubur—perlahan akan kembali menuntut jawaban.

1
Nurmalia Lia
ditunggu up ny Thor semangat 💪 suka dgn karya mu😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!