NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Mantan

Terjebak Cinta Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Wardani

Setelah tiga tahun berpisah, Rocky kembali menggemparkan hati Ariana dengan membawa calon tunangannya.
Siapa sangka CEO tempat Ariana bekerja adalah sang mantan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Wardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Dengan Rizal

*****

Sore itu, kebetulan Rizal juga sedang berada di kantor pusat untuk menemui Rocky. Namun saat di periksa di ruangan nya, Rocky malah tidak ada di ruangan nya. Bahkan sekretaris nya sendiri pun tidk tahu dimana Rocky berada.

Rizal kemudian kembali turun dengan lift menuju lantai bawah. Dan dia mempercepat langkah nya saat melihat Jhoni melintas dari hadapan nya.

" Jhoni... Jhoni..." Panggil Rizal hampir menjerit.

Jhoni berhenti ketika nama nya di panggil, lalu berbalik. Dia pun berjalan ke belakang setelah tahu Rizal yang memanggil nya.

" Bapak manggil saya?" Tanya Jhoni dengan hormat.

" Iya. Saya lagi cari Rocky. Dimana anak itu? Tadi saya sudah ke ruangan nya, tapi dia tidak ada. Sekretaris nya bilang, Rocky juga tidak berada di cabang sekarang. Apa kamu tahu dimana Rocky?"

" Tahu, pak."

" Dimana dia?"

" Di room yang akan di pakai untuk acara perayaan hari jadi perusahaan pak."

" Ada urusan apa dia disana? Apa dia bantuin orang kerja?" Rizal heran ketika tahu Rocky berada di sana.

Karena selama ini, Rocky tidak mau tahu dengan kegiatan yang seperti itu. Apa lagi tidak ada kaitan nya dengan bisnis. Makanya itu Rizal heran ketika Jhoni mengatakan kalau Rocky sedang berada di room untuk acara.

" Bos Rocky sedang menemani pacar nya bekerja, Pak. Kebetulan pacar Bos Rocky, baru saja sampai." Jawab Jhoni sesuai dengan apa yang dia lihat tadi.

" Pacar? Ada pacar nya Rocky disana?"

" Ada pak. Nona Ariana."

" Memang nya pacar Rocky kerja apa di sana? Bukan nya dia bekerja di bagian iklan? Kenapa mengurus acara segala. Ayo kita kesana. Saya mau lihat sedang apa Rocky di sana? Bisa sajakan itu alasan dia untuk menghindar dari pekerjaan nya."

Rizal berjalan lebih dulu di depan Jhoni. Lalu ketika akan mendekati pintu masuk utama, Jhoni berjalan lebih cepat dan membuka kan pintu untuk Rizal.

Rizal pun masuk dan mulai mengedarkan pandangan nya ke seluruh sudut ruangan itu. Tapi dia tidak menemukan Rocky disana.

" Dimana Rocky? Kamu bilang dia disini? Tidak ada Rocky di sini." Tanya Rizal yang memandangi satu persatu wajah orang - orang yang ada di dalam ruangan itu.

" Tapi tapi Bos Rocky benar sedang disini, Pak. Mungkin sudah pulang." Jawab Jhoni dengan takut.

" Kamu ini bagaimana sih? Kenapa memberikan saya informasi yang belum jelas." Ucap Rizal kesal.

" Lalu, mana yang kamu bilang kalau pacar nya Rocky ada di sini?" Tanya Rizal lagi.

" Sebentar, pak." Jawab Jhoni yang memindai wajah Ariana disana.

" Tidak ada kan? Kamu ini ya, Jhoni."

" Tapi saya nggak mungkin salah lihat, pak. Bahkan tadi bos Rocky juga memegang tangan nona Ariana."

" Lalu sekarang Ariana nya mana? Atau jangan - jangan kamu sudah lupa wajah nya."

Jhoni dengan sangat teliti mencari wajah Ariana yang tadi di goda Rocky di depan mata nya. Namun memang tak ada sosok Ariana di antara orang - orang yang berada di sana.

" Apa itu orang nya? " Tunjuk Rizal pada perempuan yang sedang menata bunga dinding.

" Apa itu yang lagi nyusun meja? Apa itu? Itu atau itu? Yang mana, Jhoni?" Rizal menunjuk satu - satu perempuan yang sedang bekerja disana.

Jhoni terdiam. Tak tahu lagi harus menjawab apa. Dia juga tidak mengira kalau Ariana sudah meninggalkan gedung.

" Nama nya Ariana kan? Saya tidak salah kan?"

" Nona Ariana, pak. Namanya Ariana. Saya ingat nama itu. Orang yang selalu memarahi saya setiap kali mengikuti bos Rocky." Jawab Jhoni dengan pasti.

" Ariana... Ariana... mana orang nya Jhon? Atau mungkin dia sudah pulang?"

" Ariana..." Jerit Lily dari atas kursi saat memperhatikan pekerja memasang lampu.

Ariana yang duduk di belakang meja sambil memainkan ponsel nya, langsung bangkit dan berbalik ketika Lily menjerit memanggil namanya. Dengan senyuman yang manis, dia berjalan mendekati Lily.

" Apa itu orang nya, Jhoni?" Tanya Rizal yang ikut tersenyum saat melihat ukiran senyum Ariana yang menawan.

" Iya, pak. Tidak salah lagi. Itu dia, nona Ariana." Jawab Jhoni mamandang Rizal.

" Cantik. Rocky memang tidak pernah salah pilih." Ucap Rizal.

" Tapi saya lihat orang nya kasar, pak. Tadi saja saya lihat, dia malah mukul bos Rocky waktu bos Rocky mau pegang tangan nya." Sahut Jhoni sambil nyengir

" Kamu kurang ilmu kalau bagian itu, Jhoni. Rocky itu orang nya pemaksaan, yah... Mungkin Ariana nya tidak suka di paksa." Bela Rizal.

Rizal memperhatikan Ariana dengan senyuman nya. Wajah Ariana yang begitu manis mampu membuat suasana di ruangan ini menjadi sejuk tanpa AC.

" Yakin seperti ini?" Tanya Lily saat mencocok kan lighting sama yang di ponsel nya.

" Yakin, Ly. Sama kan? Nanti kita bisa lihat hasilnya kalau sudah di pasang semua. Lampu utama belum di pasang kan, Mas?" Jawab Ariana.

" Belum, Mbak." Sahut petugas lighting.

" Di pasang sekarang ya, Mas. Soal nya besok sudah pasang kain dinding." Pinta Ariana.

Dari kejauhan Rocky yang sedang berjalan menuju ruangan itu, melihat papa nya dan Jhoni berdiri di sana.

Segera dia mempercepat langkah nya mendekati sang papa.

" Papa... Kenapa ada di sini? Kata nya ada yang mau di bicarakan dengan ku. Kita ke ruangan aku saja." Tanya Rocky.

" Papa masih ada urusan di sini. Kamu ke ruangan duluan saja, papa masih mau di sini." Jawab Rizal yang sempat menoleh ke arah Rocky sesaat.

" Lagian ini juga belum pada beres. Besok saja, kalau papa mau lihat hasil nya."

"  Papa kemari itu, mau lihat calon menantu papa."

" Calon menantu? Memang Nelly disini, pa?" Tanya Rocky, dia memandangi sekitar mencari keberadaan Nelly.

" Memang Nelly calon menantu papa?" Jawab Rizal cuek.

" Jadi siapa?" Tanya Rocky heran.

" Lihat saja, papa mau ketemu calon menantu papa."

Rizal melangkah masuk. Perlahan dia mengarahkan langkah nya ke arah Ariana bekerja sekarang.

" Siapa, Jhon?" Tanya Rocky heran.

" Lihat sendiri saja, Bos." Jawab Jhoni dengan cuek nya.

Rizal sudah semakin dekat dengan Ariana. Menyadari papa nya akan menemui Ariana, Rocky memasang mata elang nya yang membulat sempurna pada Jhoni.

" Kamu nggak bisa jaga rahasia ya, Jhon? Aduh... Ariana bisa marah besar nih. Jhoni... Jhoni..." Rocky mengusap wajah nya kasar saking frustasi nya.

*

*

*

" Ariana." Panggil Rizal.

Ariana menoleh dengan heran, sebab dia tidak mengenali pria yang ada di hadapan nya.

" Bapak manggil saya?" Tanya Ariana dengan ramah.

" Kamu Ariana kan?" Tanya Rizal lagi.

" Iya, pak. Saya Ariana. Bapak...?" Jawab Ariana yang berakhir dengan pertanyaan.

" Saya Rizal. Bisa bicara sebentar?" Ajak Rizal dengan tetap bersikap wibawa di depan Ariana.

Ariana belum menjawab. Dia menatap Lily yang juga berada di dekat nya.

" Ya sudah. Aku tinggal dulu. Aku cek perlengkapan yang lain dulu. Mari, pak." Ucap Lily pergi.

Rizal hanya tersenyum menanggapi ucapan Lily yang memberi mereka ruang untuk bicara.

" Maaf, pak. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Ariana dengan sopan.

" Kamu sebagai apa ya disini?" Rizal bertanya balik.

" Saya dari iklan, pak. Yang mengurus Event Organizer buat acara perayaan HUT perusahaan lusa."

" Oh... berarti kamu dari Mahendra Group, ya?"

" Saya karyawan nya, juga teman saya yang tadi, pak. Kami yang bertanggung jawab, sampai acara nya selesai. Kalau saya boleh tahu, bapak ini siapa ya?"

Rizal semakin tersenyum lebar. Sudah bicara panjang lebar, Ariana baru menanyakan siapa diri nya sekarang.

Ariana memang perempuan yang ramah dan sopan. Dan Rizal sangat menyukai karakter yang di miliki Ariana.

" Apa yang mereka bicarakan?" Gumam Rocky dengan raut panik.

" Mungkin sedang menanyakan soal mahar." Jawab Jhoni santai.

" Gila, kamu." Racau Rocky dengan cepat.

Sebelum menjawab pertanyaan Ariana, terlebih dahulu Rizal tersenyum.

" Saya Rizal, papa nya Rocky." Ucap Rizal mengulurkan tangan nya.

Ariana kaget, tak menyangka akan bertemu dengan papa nya Rocky di saat seperti ini. Lama dia memandang wajah Rizal dan ukuran tangan Rizal.

Sampai dia merasa yakin, dan menerima uluran tangan Rizal dengan tidak enak hati.

" Saya Ariana, pak. Maaf, pak. Kalau tadi ucapan saya ada yang tidak sopan." Balas Ariana dengan gugup.

Rocky yang melihat Papa nya berjabatan tangan dengan Ariana semakin panik dan terus bergoyang seperti cacing kepanasan.

" Senang bisa berkenalan dengan kamu, Ariana. Selama ini saya hanya mendengar nama kamu saja dari Rocky. Ternyata asli nya lebih cantik." Ucap Rizal.

" Bapak bisa saja. Saya tidak seperti yang bapak pikirkan."

" Apa semua ini sudah selesai? Atau masih ada yang kurang?"

" Ini masih belum rampung, pak. Masih banyak yang belum selesai. Dinding saja, masih belum di lapisi kain." Tunjuk Ariana pada dinding yang masih polos.

Mata nya tak sengaja menangkap Rocky yang sedang berada di ambang pintu masuk dengan Jhoni.

" Tuh kan, Jhon. Kalau begini cerita nya, gara - gara papa, bisa nggak ketemu lagi nih." Gerutu Rocky.

" Rocky bilang kamu ahli dalam mengatur acara untuk perusahaan. Juga prestasi kamu dalam periklanan. Sehingga perusahaan selalu mendapatkan tender iklan besar berkat kamu." Puji Rizal.

" Terima kasih pak atas pujian nya. Saya rasa pak Rocky terlalu berkata berlebihan." Balas Ariana.

" Memang seperti itu Ariana."

" Memang Rocky cerita apa saja tentang saya, Pak?" Tanya Ariana penasaran.

" Rocky cerita semua nya..." Jawab Rizal menggantung ucapan nya.

" Pa... papa di tunggu Jhoni tuh. Barusan Mama telpon, mama bilang papa di suruh pulang sekarang. Ya, pa." Rocky menghampiri Ariana dan Rizal dengan nafas ngos-ngosan.

" Mama telpon kamu?" Tanya Rizal curiga.

" Iya, pa. Papa di suruh pulang sekarang." Jawab Rocky berbohong.

" Kamu, atau mama yang mau papa pulang?"

" Mama, pa. Ya mama lah. Mama bilang dia mau di temani belanja sama papa. Jadi papa harus pulang sekarang.m." Rocky mengerling kan sebelah mata nya pada Rizal.

" Oke. Baiklah, Ariana. Saya sudah di tunggu Mama nya Rocky di rumah. Sampai bertemu lain waktu lagi." Ucap Rizal tersenyum.

" Iya, pak. Sampai bertemu lagi." Jawab Ariana menunduk sekali.

" Kamu juga harus segera pulang jika urusan mu di kantor sudah selesai." Sindir Rizal tersenyum pada Rocky.

" Sebentar lagi aku juga pulang. " Balas Rocky.

Rizal pun pergi dan meninggalkan mereka. Merasa Rizal sudah jauh, Ariana pun langsung berbalik dan meninggalkan Rocky.

" Ari, Ari. Aku bisa jelaskan, Ari. " Rocky mencekal tangan Ariana.

" Jelaskan apa? Hari ini papa kamu? Besok siapa lagi? Mau kamu itu apa sih?"

" Aku juga nggak tahu bagaimana papa bisa kenal sama kamu. "

Ariana kembali melangkah melanjutkan pekerjaan nya dan meninggalkan Rocky yang terus mengikuti Ariana di belakang.

" Kamu mau bilang kalau papa kamu cuma nebak aja, terus kebetulan benar, gitu? Lelucon macam apa ini?" Tuduh Ariana.

" Sumpah, Ariana. Bukan aku yang membawa papa ke sini. Dia datang sendiri dengan assisten nya. "Elak Rocky.

" Papa kamu saja tadi bilang, kalau selama ini kamu sudah cerita banyak soal aku sama papa kamu. Masih mau ngelak kamu?"

" Aku cerita soal kamu sama papa? Kapan? Aku bahkan nggak pernah cerita apa - apa soal kamu."

Lily yang melihat Ariana bicara pada Rocky melihat nya dengan heran. Karena memang selama ini, Ariana sangat menjaga jarak dengan lawan jenis nya.

" Cukup. Lebih baik kamu pulang sekarang. Mama kamu juga lagi nunggu kamu di rumah kan?" Pinta Ariana.

" Ariana..."

" Pulang... aku mau kerja."

" Oke. Aku pulang. Tapi tolong percaya sama aku. Bukan aku yang membawa papa ke sini. Please..."

Setelah mengatakan itu, Rocky berbalik arah dan akan memulai langkah nya menjauh dari Ariana.

Namun saat Ariana juga hendak berbalik, sebuah troli yang membawa barang bergerak ke arah Ariana tanpa Ariana melihat nya. Begitu juga yang mendorong troli itu. Dia tidak bisa melihat orang yang ada di hadapan nya karena tinggi nya barang yang dia bawa.

" Ariana... awas..." Jerit Marvin.

Dengan cepat Marvin menarik tangan Ariana menghindari troli itu. Ariana terhuyung ke pelukan Marvin di depan mata Rocky. Jelas Rocky bisa melihat ketika Marvin memeluk tubuh wanita yang dia cintai itu.

" Kamu ngga papa?" Tanya Marvin memastikan Ariana tidak terluka.

" Saya nggak papa, Pak." Jawab Ariana mencoba melepaskan pelukan Marvin.

" Oh, maaf maaf." Marvin melepaskan pelukan nya dengan gugup.

" Tapi kamu yakin nggak papa kan, Ari?" Tanya Marvin memaju mundurkan tubuh Ariana.

" Saya nggak papa, pak. Nggak ada luka juga kan?"

Rocky tak sanggup melihat Marvin bersikap baik pada Ariana. Dia pun memilih pergi meninggalkan mereka dengan perasaan yang kacau.

Sebenarnya Ariana juga merasa tidak enak hati ketika Rocky pergi tanpa pamit.

" Mas, lihat - lihat dong kalau kerja. Kalau teman saya tadi kenapa - kenapa, bagaimana?" Omel Marvin pada petugas itu.

" Maaf maaf, pak. Saya tidak lihat."

" Sudah, pak. Nggak papa kok." Sahut Ariana.

" Kerja yang bagus. Sekali lagi kamu buat salah, saya pecat kamu." Ancam Marvin.

" Iya, pak. Saya minta maaf. Maaf, mbak. Saya tidak lihat tadi. Maaf."

" Iya, pak. Lain kali hati - hati ya. Sudah sana, lanjut lagi, pak."

Petugas itu pun pergi karena tidak mau kena marah lagi oleh Marvin.

" Kenapa harus di marahi sih, pak? Namanya juga nggak sengaja kan? Kasihan."

" Kamu kasihan sama dia? Kalau tadi kamu kenapa - kenapa, bagaimana? Siapa yang mau tanggung jawab?" Ucap Marvin pada Ariana, menumpahkan semua rasa kesal nya.

" Ya tinggal di bawa berobat kan, pak. Gitu aja kok repot."

" Ya saya yang khawatir sama kamu. Lain kali, kamu juga harus hati - hati. Perhatikan sekitar kamu kalau mau kerja. Sudah, lanjut kerja lagi. Sudah mau sore." Cerocos Marvin panjang lebar sebelum dia meninggalkan Ariana yang masih bingung dengan sikap bos nya itu.

" Kenapa sih si bos. Salah minum obat kayak nya." Gumam Ariana heran.

" Itu namanya care, bukan salah minum obat." Sahut Lily tiba - tiba sudah muncul.

" Ini, lagi.."

" Aku dengar waktu dia bilang, ya saya yang khawatir sama kamu." Ucap Lily mengulang ucapan Marvin pada Ariana tadi.

" Terus apa hubungan nya sama care?" Tanya Ariana terkekeh.

" Dia care sama kamu, karena dia suka sama kamu, Ari. Benar kan feeling aku selama ini, kalau si bos itu suka sama kamu." Jawab Lily dengan yakin.

" Aku nya yang nggak suka, Lily. Ah.. udah ih..."

" Kalau kamu nggak suka sama si bos, terus suka nya sama siapa dong? Sama pak Rocky?" Tanya Lily menggoda Ariana.

Mendengar Lily menyebut nama Rocky, Ariana langsung melotot pada Lily.

" Kok malah jadi lari ke Pak Rocky?"

" Aku lihat kali, Ri. Tadi kamu ngobrol sama dia. Lama lagi, ngobrolin apa sia? Kepo dong..." Lily memainkan mata nya pada Ariana, berharap Ariana berkata jujur pada nya.

" Ngobrolin buat acara ini nanti. Apa lagi? Kebanyakan kepo kamu."

1
azzura faradiva
di FN judulnya sejuta cinta dari sang mantan karya Fitri Wardani sampai part 89
Fitri Wardani: author yang sama kak Zura.
Salam kenal dari Fitri Wardani 😍
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak aku mampir. kalo berkenan boleh mampir keceritaku juga yang judulnya "Istri pengganti " mari saling suport🤗 makasih👋
azzura faradiva
kok ceritanya mirip di FN sebelah yaaa🤔nantinya si Rocky ini tergoda sama tubuhnya si Neli dan mereka akhirnya HS
Fitri Wardani: kalai Rafa mirip.
silahkan lihat nama penulis nya mbak 🤭🤭
total 1 replies
azzura faradiva
parah....,walau dipaksa dan terpaksa tetap aja itu sangat menjijikkan,masa seorang pria tenaganya kalah sama perempuan gatel🥶🤮
Ara putri
Hay kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Fitri Wardani: siap kakak ku.
saling support pastinya.
total 1 replies
kalea rizuky
laki g tegas keluar dr pekerjaan aja lah dripada ketemu. mantan goblok
kalea rizuky
trs arina pergi knp ini bapak nya Rocky kayak dukung lo apa emak nya Rocky yg buat ariana pergi
kalea rizuky
masih menyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!