NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal baru dilombok

Esok harinya, fajar baru menyingsing. Langit sudah bersiap dengan pakaian koko dan sarungnya, wudhu telah ia tunaikan. Di kamar, Senja Ardhani pun demikian, mukenah putih sudah melekat di tubuhnya, wajahnya berseri meski masih menyimpan luka. 

Keduanya menuruni tangga menuju masjid. Di depan, Muhammad Fatih Danardi, adik iparnya, sudah menunggu dengan penuh semangat. Langit menggandeng tangan Fatih, sementara si kembar, Ahmad Zaki dan Aisyah Zakia, berjalan di belakang bersama kakaknya. 

Tak jauh di belakang, dr. Siti Aminah, Sp.A—Umi Siti—berjalan anggun ditemani Bi Sumi, pembantu setia keluarga. Langkah mereka pelan, namun penuh keteguhan hati. 

Masjid pesantren Mambaul Ulum pagi itu dipenuhi santri. Suasana hening, hanya suara adzan Subuh yang bergema, menggetarkan hati setiap yang hadir. Mereka pun shalat berjamaah, Langit berdiri di saf depan bersama para ustadz, sementara Senja dan Umi di saf perempuan. 

Usai shalat, Ustadz Hasan berdiri di depan jamaah. Suaranya tenang, penuh wibawa. “Santri-santri sekalian, keluarga besar pesantren… mari kita teruskan amanah Abah Kyai Danardi. Pesantren ini adalah rumah kita, tempat kita belajar, berjuang, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan goyah oleh fitnah, jangan runtuh oleh ujian. Kita harus tetap teguh.” 

Semua jamaah menunduk, hati mereka tersentuh. Tausyiah itu menjadi penguat, menegaskan bahwa kini Ustadz Hasan adalah pimpinan baru pesantren, sementara Fatih dipersiapkan sebagai penerus di masa depan. 

Langit menatap Senja dari kejauhan, melihat istrinya menunduk khusyuk. Dalam hati ia berbisik, Abah, amanahmu akan kami jaga. Pesantren ini tetap berdiri. 

Siang itu, suasana ndalem pesantren terasa sedikit lega setelah rangkaian tahlilan. Langit dan Senja Ardhani bersiap untuk berpamitan. Keluarga Langit dari Jakarta mengajak mereka berdua untuk berlibur sejenak ke Lombok, sebagai bentuk penyegaran setelah masa duka yang panjang. 

Sebenarnya, Langit sempat mengajak Umi Siti Aminah dan adik-adik Senja—Muhammad Fatih Danardi, serta si kembar Ahmad Zaki dan Aisyah Zakia—untuk ikut serta. Namun Umi menolak dengan lembut. “Nak, Umi harus mempersiapkan acara empat puluh hari Abah. Itu amanah yang tidak bisa ditunda.” 

Fatih pun menunduk, menambahkan alasan. “Aku juga tidak bisa ikut, Mas. Sekolah sedang sibuk, banyak tugas. Begitu juga Zaki dan Zakia.” 

Langit mengangguk, memahami. Ia menoleh pada Senja, yang masih ragu. Namun akhirnya Senja meminta izin. “Umi… Senja akan ikut Mas Langit. Hanya satu minggu saja. Senja ingin memenuhi permintaan keluarga Mas.” 

Umi tersenyum tipis, meski matanya masih menyimpan duka. “Pergilah, Nak. Kadang kita perlu menghirup udara baru. Tapi ingat, jangan lupakan doa untuk Abah.” 

Dengan izin itu, Langit dan Senja pun berpamitan. Mobil keluarga Langit sudah menunggu di halaman pesantren. Senja menyalami Umi dan adik-adiknya dengan takzim, lalu masuk ke mobil bersama suaminya. 

Perjalanan menuju Lombok menjadi awal baru bagi mereka. Setelah sekian lama diliputi duka dan fitnah, kini ada kesempatan untuk menghirup udara segar, menata hati, dan menguatkan kembali cinta yang sempat terguncang. 

Setibanya di Lombok, Langit Sterling dan Senja Ardhani langsung menuju hotel mewah milik keluarga Surya Agung. Bangunan megah itu berdiri anggun di tepi pantai, dengan suara ombak yang menjadi latar alami. 

Di lobi hotel, Papa Alistair Surya Agung dan Mami Hj. Retno Sekar Ayu sudah menunggu. Papa Alistair menyambut dengan senyum hangat, menepuk bahu Langit, lalu menatap Senja dengan penuh keakraban. “Selamat datang, Nak. Anggaplah ini rumahmu sendiri.” 

Mami Retno meraih tangan Senja, menggenggamnya erat. “Senja, kami senang sekali kamu datang. Kamu bagian dari keluarga besar ini, jangan pernah merasa asing.” Senja menunduk penuh takzim, matanya berkaca-kaca menerima sambutan yang begitu tulus. 

Tak lama, kakak-kakak Langit pun ikut menyambut. William (Liam) bersama istrinya Victoria (Vicky), serta Elizabeth (Zizi) bersama suaminya Adrian (Ian), semua menyapa Senja dengan ramah. Senyum mereka hangat, sapaan mereka penuh penerimaan. 

“Senja, jangan sungkan. Kita semua di sini keluarga,” ucap Zizi sambil merangkul lembut bahu Senja. Vicky menambahkan dengan senyum manis, “Kamu cantik sekali dengan senyum itu. Semoga di sini kamu bisa merasa tenang.” 

Senja merasa hatinya hangat. Setelah sekian lama diliputi duka dan rasa bersalah, kini ia merasakan penerimaan yang begitu indah dari keluarga besar suaminya. Malam itu, hotel keluarga Surya Agung bukan sekadar tempat singgah, melainkan rumah yang penuh cinta dan kehangatan. 

Langit menatap istrinya, melihat senyum tipis yang akhirnya muncul di wajah Senja. Dalam hati ia berbisik, Inilah awal baru kita, Senja. Bersama keluarga, kita akan bangkit. 

Hari-hari di Lombok terasa berbeda. Udara pantai yang hangat, suara ombak yang berkejaran, dan senyum keluarga besar Surya Agung membuat suasana lebih hidup. 

William (Liam), kakak tertua Langit, tetap menunjukkan sifat dinginnya. Ia hanya sesekali bicara, seperlunya saja, mirip kulkas yang tak pernah berubah suhu. Berbeda sekali dengan kakak perempuan mereka, Elizabeth (Zizi), yang hobi bicara dan selalu punya komentar untuk setiap hal. 

Senja pun tidak dibiarkan menempel terus pada Langit. Kakak iparnya dan istri-istri mereka dengan ramah mengajak Senja berjalan-jalan. Mereka pergi ke pantai, menikmati pasir putih, berbelanja oleh-oleh khas Lombok, dan tentu saja berfoto selfie bersama. Senja mulai tertawa lagi, senyum yang lama hilang kini kembali menghiasi wajahnya. 

Sementara itu, Langit dan para kakak iparnya berjalan di belakang, seperti bodyguard yang selalu mengawasi. Tatapan mereka waspada, memastikan Senja aman dan nyaman. 

Di tepi pantai, Senja berdiri menatap laut biru, kerudung nya tertiup angin. Ia merasa bebas, seakan semua beban yang menjeratnya perlahan terlepas. Kehangatan keluarga besar Langit membuatnya yakin bahwa ia tidak sendirian. 

Langit menatap istrinya dari kejauhan, tersenyum tipis. Biarlah Senja tertawa lagi. Biarlah ia merasakan kebahagiaan yang pantas ia dapatkan. 

Malam itu, setelah anak-anak kecil terlelap, keluarga besar Surya Agung berkumpul di tepi pantai hotel. Angin laut berhembus lembut, membawa aroma asin yang berpadu dengan wangi daging kambing guling yang sedang dipanggang. 

William (Liam) duduk dengan gitarnya. Meski dikenal dingin dan jarang bicara, malam itu ia menunjukkan sisi lain dirinya. Jemarinya memetik senar dengan lembut, suaranya mengalun merdu, mirip penyanyi jebolan Indonesian Idol. Lagu yang ia nyanyikan ditujukan khusus untuk istrinya, Victoria (Vicky). Semua yang hadir terhipnotis oleh suara Liam, sementara Vicky menatap suaminya penuh cinta, matanya berbinar, seakan dunia hanya milik mereka berdua. 

Di sisi lain, Elizabeth (Zizi) bersama Mami Retno sibuk mengoleskan bumbu pada daging kambing guling, dibantu para pelayan hotel. Tawa kecil mereka sesekali terdengar, membuat suasana semakin hangat. 

Sementara itu, Papa Alistair Surya Agung berdiri di tepi pantai, menatap ombak yang bergulung. Wajahnya tenang, namun matanya menyimpan kenangan. Angin malam membawa pikirannya kembali ke masa remaja, saat ia bersahabat dengan KH. Raden Mas Danardi Kusumo. 

“Danardi…” bisiknya lirih. “Sahabatku, kini kau telah pergi untuk selamanya. Tapi pesantrenmu, keluargamu, akan tetap kami jaga.” 

Langit yang duduk tak jauh dari sana menatap ayahnya, seakan memahami isi hatinya. Malam itu bukan sekadar kebersamaan keluarga, melainkan juga malam penuh kenangan, cinta, dan doa untuk sahabat yang telah tiada. 

Malam semakin larut. Setelah seluruh keluarga kembali ke kamar masing-masing, suasana hotel menjadi hening, hanya suara ombak dari kejauhan yang terdengar. 

Di balkon kamar, Senja Ardhani berdiri menatap laut lepas. Angin malam menerpa wajahnya, membawa aroma asin yang menenangkan. Matanya kosong, seakan mencari jawaban di antara gelombang yang tak pernah berhenti. 

Tiba-tiba, dari belakang, Langit Sterling datang dan memeluk istrinya dengan hangat. “Dicariin, ternyata di sini…” bisiknya lembut di telinga Senja. 

Senja tersenyum tipis, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Rambut panjangnya terurai, menerpa wajah Langit. Dengan penuh kasih, Langit membelai rambut itu, jemarinya bergerak pelan seakan ingin menenangkan hati istrinya. 

Keduanya terdiam, menatap laut yang bergelombang. Tak ada kata-kata, hanya getaran dada mereka yang saling berpadu. Malam itu, balkon hotel menjadi saksi cinta yang kembali menemukan jalannya, cinta yang lahir dari luka, namun tumbuh semakin kuat. 

1
Miramira Kalapung
Alurnya cerita nya sangat bagus
yuningsih titin: makasih kak semoga suka
total 1 replies
Siti Amyati
akhirnya lanjut kak
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!