Lu Mingyu adalah seorang gadis muda yang bergabung di kelompok dunia bawah, tugasnya sebagai mata mata di kelompoknya, Mingyu sudah terbiasa mendapat luka tembak ataupun benda tajam di tubuhnya, bagi Mingyu itu adalah simbol dari sosoknya yang pemberani dan tidak takut pada apapun, selain itu Mingyu juga memiliki sifat yang babar dan juga suka ceplas ceplos saat berbicara, menurut Mingyu yang paling menakutkan bukanlah musuh yang ingin membunuhnya, melainkan jika tidak punya uang, karna Mingyu gadis yang sangat matrealistis.
Dan suatu hari Mingyu tidak pernah terpikirkan kalau dirinya akan masuk ke jebakan lawan, mobil Mingyu berhasil di sabotase, yang menyebabkan remnya blong dan menabrak pembatas jalan hingga meledak, dan api besar itu melalalap habis tubuh Mingyu yang terkunci di dalam mobil.
Dan saat membuka matanya Mingyu berfikir kalau dia sudah berpindah ke alam baka, karna melihat bangunan sekelilingnya di penuhi dengan warna kuning keemasan, di tambah saat dia melihat tam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Esok hari nya Qin Yu benar benar menepati perkataannya, dia membawa Lu Lu ikut dirinya ke istana, setelah kemarin Pangeran Duan memberinya izin.
Dan saat ini di teras halaman, Bibi Qin sedang memberi nasehat pada Lu Lu.
''Lu Lu ingat, di sana kamu harus hati hati, kamu tidak boleh dekat dekat denhan Permaisuri atupun para selir'' pesan Bibi Qin sembari menggenggam tangan Lu Lu dengan khawatir.
Lu Lu menganggukkan kepalanya. ''Iy Bu, Lu Lu akan ingat nasehat Ibu''
''Ya sudah Bu, kalau begitu Qin Yu sama Lu Lu berangkat dulu'' pamit Qin Yu.
Bibi Qin menganggukkan kepalanya, lalu dengan berat hati melepaskan genggaman tangannya dari Lu Lu.
''Kalian berdua hati hati, Qin Yu ingat jaga adikmu''
Qin Yu menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
''Ayo Lu Lu''
Bibi Qin melambaikan tangannya dengan perasaan berat, pasalnya Bibi Qin tahu seperti keadaan di istana Pangeran Duan, karna dulu anak sahabat Bibi Qin pernah ada yang menjadi selir, namun karna gadis itu di kenal sangat cantik di bandingkan dengan istri Pangeran yang lain, membuat gadis itu sering di tindas oleh Permaisuri dan para selir bahkan pelayan pelayan mereka, hingga membuat gadis itu bunuh diri.
Dengan kecantikan yang di miliki oleh Lu Lu, tentu saja Bibi Qin sangat khawatir, walaupun Lu Lu bukan istri Pangeran Duan, pasti para istri Pangeran Duan akan merasa tidak tenang.
Di perjalanan menuju istana, Qin Yu tersenyum memperhatikan Lu Lu yang berjalan sembari memakan tanghulu, yang beberapa saat lalu dia beli dari penjual yang mereka lewati.
''Kakak'' panggil Lu Lu.
''Hem'' sahut Qin Yu.
''Kenapa Ibu selalu berpesan agar aku tidak dekat dekat dengan para istri Pangeran?'' tanya Lu Lu.
''Mungkin Ibu takut kalau kedatanganmu di istana membuat mereka tidak suka karna merasa tersaingi'' jawab Qin Yu.
Lu Lu seketika menghentikan langkahnya begitu juga dengan Qin Yu.
''Kenapa mereka merasa tersaingi?'' tanya Lu Lu dengan penasaran.
Qin Yu tersenyum lalu menoel hidung mancung Lu Lu
''Tentu, karna kamu sangat cantik'' ucapnya.
''Hah, memangnya istri istri Pangeran jelek?''
Sontak Qin Yu langsung menutup mulut Lu Lu dengan panik, lalu menyentil dahi Lu Lu dengan gemas.
Tuk
''Hati hati kalau membicarakan keluarga kerajaan'' bisik Qin Yu.
Lu Lu seketika mengatupkan bibirnya, dan melihat ke sekelilingnya lalu dia bernafas lega, karna orang orang yang sedang berlalu lalang di sekitarnya sepertinya tidak ada yang memperdulikannya.
''He he, maaf'' ucap Lu Lu dengan tertawa kecil.
Qin Yu hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengajak Lu Lu untuk kembali melanjutkan perjalanannya menuju istana.
Saat sudah memasuki kawasan istana Pangeran Duan, Lu Lu menghentikan langkahnya saat mendengar suara seperti sedang latihan beladiri.
''Lu Lu ada apa?'' tanya Qin Yu yang ikut menghentikan langkahnya.
''Kak, itu tempat apa?'' tanya Lu Lu menunjuk ke arah gerbang besar yang sedikit terbuka.
''Itu tempat latihan para anggota militer di bawah pimpinan Pangeran Duan'' jawab Qin Yu menjelaskan.
''Bolehkah aku lihat?'' tanya Lu Lu.
Qin Yu tersenyum. '' Nanti saja, kebetulan nanti malam waktunya keluarga kerajaan adu kekuatan'' tukasnya.
Lu Lu mengerutkan keningnya. ''Maksudnya?''
''Nanti kamu akan mengerti''
''Ayo masuk, Pangeran pasti sudah menunggu Kakak'' ajak Qin Yu.
''Hem, iya''
Saat Qin Yu membawa Lu Lu masuk ke dalam istana Pangeran Duan, seketika menjadi pusat perhatian para pelayan yang sedang berlalu lalang.
''Hei, siapa wanita yang di bawa Pengawal Qin?'' tanya pelayan si A.
''Aku tidak tahu'' sahut si B.
Seperti pesan Ibu tirinya, Lu Lu bersikap acuh saat mendengar bisikan para pelayan yang dia lewatinya.
Qin Yu membawa Lu Lu ke ruang belajar Pangeran Duan, tapi Qin Yu tidak membawa Lu Lu masuk ke dalam, melainkan meminta Lu Lu untuk menunggunya di taman yang terletak di depan ruang belajar Pangeran, karna Pangeran Duan tidak pernah memberi izin pada siapapun untuk masuk ke ruang belajarnya selain dirinya dan tangan kanan Pangeran Duan, dan juga selir ke dua yang kini di kurung di istana dingin.
''Lu Lu, kamu tunggu Kakak di sana, ingat jangan kemana mana'' pinta Qin Yu.
''Baik Kak'' sahut Lu Lu.
Qin Yu tersenyum setelah melihat Lu Lu pergi ke taman, Qin Yu langsung mengetuk ruang belajar Pangeran Duan.
Tok
Tok
Tok
''Masuk!!''
Mendengar jawaban Pangeran Duan, Qin Yu langsung membuka pintu ruang belajar Pangeran Duan, lalu dia masuk untuk memberi salam pada Tuannya.
''Salam Pangeran Duan'' ucap Qin Yu dengan sopan.
Pangeran Dua yang sedang membaca buku mendongakkan kepalanya sekilas, lalu kembali fokus pada buku yang di bacanya.
''Bukannya kamu akan membawa adikmu ke sini?, kenapa sekarang kamu datang sendiri?'' tanya Pangeran Duan tanpa menoleh pada Qin Yu.
''Itu Pangeran, saya menyuruh adik saya untuk menunggu di taman depan'' jawab Qin Yu sedikit gugup.
Pengeran Duan yang mendengarnya langsung mendongak menatap pengawal kepercayaannya, lalu meletakkan buku yang di bacanya.
''Apa kamu tidak mau adikmu memberi salam hormat padaku?'' sarkas Pangeran Duan.
Qin Yu semakin gugup, lalu dia buru buru berpamitan untuk memanggil adiknya.
Tak berselang lama Qin Yu kembali lagi bersama Lu Lu yang berjalan di belakang Qin Yu.
'' Lu Lu, cepat beri salam pada Pangeran'' perintah Qin Yu.
Lu Lu langsung maju ke depan dan membungkukkan badannya. '' Salam hormat untuk Pangeran Duan, semoga sehat selalu'' ucap Qin Yu dalam sekali tarikan nafas.
''Hem, berdirilah'' perintah Pangeran Duan datar, namun saat Lu Lu menegakkan badannya, Pangeran Duan seketika di buat terkesima saat melihat kecantikan yang di miliki oleh adik pengawalnya.
"Gadis ini cantik sekali, bahkan dia masih kalah cantik darinya" batin Pangeran Duan. Namun sedetik kemudian Pangeran Duan langsung merubah expresinya, dia tidak ingin Qin Yu memergoki dirinya yang sempat terkesima oleh adiknya.
''Siapa nama kamu?'' tanya Pangeran Duan sembari menutupi wajahnya dengan buku yang di bacanya.
''Qin Lu Lu'' jawab Lu Lu.
Pangeran Duan hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
''Qin Yu bilang kamu ingin melihat istana, jadi aku izinkan kamu untuk berkeliling di istanaku sepuasmu'' tukas Pangeran Duan.
Senyum Lu Lu seketika merekah.
"Yes,, dengan begini aku bisa lebih mudah mencari informasi tentang Gu Nian" batin Lu Lu.
''Pangeran terimakasih'' ucap Lu Lu dengan tulus.
''Hem sama sama, tapi kamu harus ingat, jangan pernah masuk ke istana dingin yang berada di belakang istana ini, kalau kamu sampai melanggarnya aku akan memotong kedua kakimu'' tegas Pangeran Duan.
''Baik Pangeran, kalau begitu saya pergi dulu'' pamit Lu Lu dan segera meninggalkan ruang belajar Pangeran Duan dengan berlari kecil, yang membuat Pangeran Duan tersenyum simpul.
"Menggemaskan sekali dia"
Untuk para readers sebelumnya author mohon maaf, mungkin untuk beberapa hari ini author heauts sebentar.
mohonmaaf lahir bathin
mkin seru