Su Qingran mengkhianati suami lumpuhnya saat hari bencana dan berakhir tragis setelah dikhianati selingkuhan dan keluarga sepupunya.
Terlahir kembali dengan sistem dewa “Panduan Menjadi Istri Yang Baik,” ia memilih setia, mempersiapkan diri menghadapi kiamat, dan memperkuat perlindungan. Kini, saat para pengkhianat memohon perlindungan, ia menentukan nasib mereka.
[ Ding, memasak tiga hidangan sehat untuk suami. Mendapatkan hadiah: 10 jin daging ayam, 10 jin sayur sawi, dan 1 karung beras dan 3 poin ]
"Semua yang aku lakukan untuk suamiku ternyata mendapatkan hadiah besar!?"
[ Harap ingat hanya misi sistem dan apa yang pasangan anda konsumsi dari anda saja yang akan memberikan hadiah pengembalian ]
∆ 9 April 2026 ∆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Su
Di dalam mobil, suasana dipenuhi suara napas berat. Pendingin udara terus berhembus dingin, namun tidak ada satupun dari mereka yang benar-benar bisa tenang. Tubuh mereka lelah, pakaian basah oleh keringat, dan suara gonggongan anjing tadi masih terngiang jelas di kepala.
Jiang Shengyan dan Su Qingran terlihat lebih baik karena sebelumnya rajin berolahraga, sementara ketiga perempuan dia belakang terlihat akan mati.
Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara. Hanya suara mesin BMW yang melaju membelah jalanan kota yang setengah tenggelam.
Su Qingran duduk di kursi penumpang depan sambil menopang dagunya dengan satu tangan. Tatapannya menatap jalanan di depan, acuh tak acuh terlihat dingin. Namun akhirnya dia membuka suara pelan.
"Kalian bertiga, siapa namanya?" Nada suaranya datar, seolah hanya bertanya asal.
Wanita berambut pendek yang tadi cukup cerewet langsung menjawab cepat.
"Aku Weyi."
Wanita di sampingnya yang mengenakan pakaian sedikit berantakan namun masih terlihat sopan ikut membuka mulut pelan.
"Sheng Qinglan."
Wanita terakhir yang sedari tadi paling tenang menunduk sedikit sebelum berkata, "Wu Wendy."
Su Qingran melirik melalui kaca spion tengah. Tatapannya berhenti sebentar pada Sheng Qinglan. "Sheng?"
Sheng Qinglan mengangguk pelan.
Su Qingran pun akhirnya berkata singkat, "Su Qingran." Lalu dia menunjuk Jiang Shengyan yang sedang menyetir.
"Itu Jiang Shengyan."
Begitu mendengar nama keluarga Jiang, mata Sheng Qinglan sedikit melebar. Ketegangan di wajahnya perlahan mereda.
"Kalian berasal dari keluarga Jiang di Ibukota?"
Jiang Shengyan mengangguk samar tanpa mengalihkan pandangan dari jalan.
Sheng Qinglan tampak menghela napas lega tanpa sadar. "Keluarga Sheng dan Jiang punya hubungan cukup baik..."
Weyi dan Wu Wendy langsung menoleh padanya.
Sheng Qinglan menjelaskan pelan, "Kakek Jiang dan kakekku dulu sama-sama di militer. Awalnya mereka hanya rekan kerja, tapi setelah pensiun hubungan kedua keluarga semakin dekat."
"Kakek Jiang mengalami cedera saat bertugas lalu keluar dari militer dan mulai membangun bisnis. Kebetulan kakekku juga begitu. Mereka sama-sama berhasil, jadi hubungan kedua keluarga terus terjalin sampai sekarang."
Su Qingran mendengarnya tanpa banyak reaksi.
Tatapannya kemudian beralih pada Wu Wendy.
Marga Wu di Ibukota...
Bahkan tanpa perlu dipikir lama, dia tahu keluarga Wu termasuk salah satu keluarga besar yang cukup terpandang. Di kehidupan sebelumnya, keluarga Wu menjadi salah satu pilar pendiri Shelter pertama di Negara ini.
Mobil kembali sunyi beberapa saat.
Namun tiba-tiba, Wu Wendy seperti teringat sesuatu. Tatapannya perlahan berubah aneh saat melihat Su Qingran dari belakang.
"Su... Qingran?"
"Hm?"
Wu Wendy ragu beberapa detik sebelum akhirnya bertanya pelan.
"Apakah... kamu orang yang meninggalkan makanan di depan rumahku waktu lalu?"
Su Qingran sedikit mengangkat alis.
Belum sempat dia menjawab, Sheng Qinglan dan Weyi tiba-tiba ikut membelalakkan mata.
"Tunggu... Kami juga pernah menerima bantuan makanan. Dari seseorang bermarga Su"
Mereka bertiga saling menatap.
Sheng Qinglan berkata cepat, "Orangnya memakai jaket dan topi, wajahnya tidak terlihat jelas. Tapi di surat yang ditinggalkan tertulis Su."
Wu Wendy ikut mengangguk.
"Aku juga menerima surat dengan marga Su"
Seketika suasana dalam mobil menjadi hening. Jiang Shengyan mengangkat alisnya sedikit tidak mengangkat, kapan istrinya melakukan itu. Bukankah mereka selalu bersama?
Empat pasang mata langsung tertuju pada Su Qingran. Sementara Su Qingran sendiri tampak sama sekali tidak gugup. Ekspresinya tetap datar dan seolah acuh.
Matanya melirik mereka, "Hanya merasa kasihan." Jawabannya terdengar begitu asal dan acuh tak acuh.
Mereka semua terdiam. Namun tidak tersinggung dengan sikap acuhnya. Mereka bertiga cukup sadar, di luar sana ada begitu banyak orang kelaparan. Begitu banyak orang memohon bantuan. Namun Su Qingran tidak membantu semua orang. Dia hanya membantu mereka. Kalau hanya sekadar kasihan... Kenapa memilih membantu mereka?
Tidak ada yang mengerti alasannya. Namun satu hal yang mereka sadari dengan jelas, mereka benar-benar berutang nyawa pada wanita ini. Jika tidak ada makanan, mereka harus menjual diri mereka, atau mati kelaparan.
Weyi menunduk pelan sambil menggenggam erat tas di pangkuannya. "Terima kasih..." Suaranya sangat kecil. Dulu dia paling depan ingin menjual dirinya asalkan bisa bertahan hidup, setelah perut kenyang pikiran nya menjadi jernih dan dia menyesali sikap bodohnya.
Sheng Qinglan juga menatap Su Qingran cukup lama sebelum berkata pelan, "Keluarga Sheng akan mengingat bantuan ini."
Wu Wendy tidak banyak bicara, namun tatapannya pada Su Qingran jelas berubah. Awalnya dia mengira wanita ini hanya dingin dan sulit didekati.
Namun sekarang dia merasa... Orang di depannya mungkin memang terlihat acuh dan seolah tidak peduli pada siapapun. Tapi justru orang seperti itulah yang diam-diam paling banyak membantu tanpa mengatakan apa-apa, di bandingkan dengan orang bermuka dua yang sering ia temui.
Sementara itu, di apartemen lantai bawah.
Fei Chengyu, Su Miyu dan kedua orang tuanya terengah-engah duduk di dalam-- lantai bawah. Keringat mengucur deras dan mereka terlihat akan pingsan kapan saja.
"Ini benar-benar mengerikan... Mengerikan" Su Wina meracau dengan ketakutan.
Kembali ke beberapa saat lalu, saat pagi tiba dan air telah surut, dengan tekad yang tersisa mereka-- Fei Chengyu, Su Miyu dan orang tuanya akan pergi ke rumah Su Qingran. Meskipun beberapa hari lalu mereka telah melihat tanggapan kasar dari Su Qingran, namun makanan di rumah Su Qingran pasti masih banyak dan mereka benar-benar ingin menumpang.
Kendaraan sudah rusak karena air, dan beberapa yang masih terlihat bagus pun mesinnya tidak menyala lagi. Jadi terpaksa mereka berjalan kaki.
Di jalan, mereka melihat orang-orang berkerumun ingin membobol sebuah minimarket. Dan karena terlalu lapar mereka ikut bergabung, siapa sangka dengan perjuangan keras pintu minimarket terbuka namun dua ekor makhluk seukuran anjing menerjang dan membunuh mereka satu persatu.
Mereka berada di barisan belakang dan sempat lari dengan cepat hingga akhirnya selamat. Namun pengalaman itu menjadi pukulan mental untuk mereka.
"Huhuhu... Dunia sudah tidak baik-baik saja, huhuhu..."
Su Yanto menatap istrinya dengan marah. "Menangis, menangis! Untuk apa menangis?! Jangan terus menangis, siapa tahu tangisan mu mendatangkan monster menyeramkan itu!"
Mendengar bentakan suaminya, Su Wina tidak terima dan balik marah. "Kau pikir ini mudah!? Itu monster, kau saja sampai lari begitu cepat, seperti orang kesurupan, huh!"
Su Yanto menatap istrinya dengan kesal.
Fei Chengyu tetap diam, dia tidak menggubris mereka berdua dan bersikap seolah tidak peduli. Dia menatap bangunan sekeliling, lalu berdiri dan berjalan tanpa kata.
"Chengyu, tunggu aku!" Su Miyu berjalan cepat mengikuti Fei Chengyu, melihat keduanya pergi Su Wina dan Su Yanto berhenti bertengkar, mendengus dan berlari mengejar.
Fei Chengyu tidak peduli, sekarang dia sangat berharap pada Su Qingran. Entah bagaimana dia bisa tidak ada saat kejadian di hotel itu, namun Su Qingran pastilah hidup dengan baik. Bagaimanapun caranya dia harus bisa tinggal dengan Su Qingran, tidak peduli dengan Su Miyu dan orang tuanya yang begitu menyebalkan.
Dia berharap suaminya yang lumpuh itu sudah mati, ataupun jika tidak dia bisa menghasut nya untuk membuang nya. Dia kan begitu dekat dengan Su Qingran.
***
Jangan tabung Bab ya...
Like dan komentar yang banyak!
semangat terus buat alur ceritanya~~~/Determined//Determined//Determined/
semangat terus ya/Applaud//Applaud//Applaud/
semangat terus/Smirk//Smirk//Smirk//Rose//Rose//Rose/
semangat terus yaa🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️
semangat.... moga makin seru bab selanjutnya 😘😘😘