NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:82.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Logika Berbicara

“Apa? Kamu hamil? Alhamdulillah.”

Weni langsung memeluk anak sulungnya ini. Sekian lama menantikan memiliki seorang cucu, akhirnya terkabul juga.

Kegembiraan juga dirasakan oleh Viona. Gadis itu ikut memeluk sang kakak yang akan memberinya keponakan.

Hanya Alvin yang masih bergeming di tempatnya. Pria itu cukup terkejut dengan kabar yang diberikan istrinya. Otaknya langsung berputar, mengingat waktu terakhir dirinya berhubungan dengan Anyelir.

Hari ini, tepat seminggu yang lalu dirinya berbagi peluh dengan sang istri. Jika hitungan proses kehamilan, proses zigot berkembang menjadi embrio memang memakan waktu tiga sampai tujuh hari setelah berhubungan badan.

Tapi biasanya hasilnya pun belum bisa terlihat saat melakukan tes kehamilan menggunakan test pack.

“Alvin … kamu ngga senang mau punya anak?” tegur Weni membuyarkan lamunan Alvin.

“Aku akan mendaftarkanmu ke dokter kandungan,” jawab Alvin cepat. Namun ekspresi wajahnya sama sekali tidak menunjukkan kebahagiaan. “Maaf … aku harus kembali ke mini market.”

Tanpa menunggu jawaban yang lain, Alvin segera meninggalkan rumah. Dia perlu menenangkan diri atas kabar kehamilan Anyelir. Entah mengapa, dia merasakan ada yang salah.

“Ada apa dengan Alvin?” tanya Weni bingung.

“Ini semua gara-gara Sisil,” ujar Anyelir sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi makan.

“Sisil anaknya Dion?”

“Iya, Ma. Dia tinggal di sini lumayan lama, ada kali sebulan. Alasannya mau penelitian di AlMart. Eh ngga tahunya dia malah godain Mas Alvin.”

Wajah Anyelir dibuat sesedih mungkin. Ekspresinya sudah seperti istri yang dikhianati oleh suaminya.

“Keterlaluan! Dasar perempuan gatal. Apa perlu Mama semprot si Sisil?” tanya Weni dengan suara berapi-api. Matanya membulat dan dadanya naik turun dengan cepat.

“Tenang dulu, Ma. Soal Sisil, biar aku yang urus. Anak bau kencur kaya dia, cukup aku yang hadapi. Kak Anye punya nomor Sisil kan? Aku minta.”

Anyelir mengambil ponselnya, lalu mengirimkan nomor Sisil pada adiknya. Dalam hatinya tersenyum puas. Posisinya saat ini cukup kuat untuk mempertahankan pernikahannya.

Selain kabar kehamilannya, ada ibu dan adiknya yang akan menjadi garda terdepan untuk mengusir Sisil dari hidup Alvin.

Rasa percaya diri Anyelir bukan tanpa alasan. Selama ini Alvin selalu menuruti perkataan mamanya. Pasti untuk kali ini pun, dia tidak akan menolak.

Setelah mendapat nomor kontak Sisil, tanpa berlama-lama, Viona langsung menghubungi gadis itu. dia berjalan sedikit menjauh dari ruang makan. Agar lebih lebih leluasan memaki Sisil nantinya.

“Halo,” terdengar suara Sisil dari seberang.

“Sisil?”

“Iya. Siapa nih?”

“Aku Viona.”

“Fiona siapa? Fiona istrinya Shrek?” tanya Sisil asal dan sukses membuat Viona dongkol setengah hidup.

“Aku adiknya Kak Anye.”

“Ooh … ada apa?”

“Heh! Kamu tuh jadi perempuan jangan kegatelan ya. Memangnya kamu ngga laku sampai harus menggoda kakak iparku? Apa ngga ada laki-laki yang mau sama kamu sampai kamu ngebet pengen rebut laki orang?” sembur Viona.

“Udah ngomongnya?”

“Aku peringatin sama kamu, ngga usah sok jadi pelakor atau ak—“

Belum sampai Viona menyelesaikan ucapannya, panggilan diputus sepihak oleh Sisil. Tentu saja ini membuat Viona bertambah kesal. Dia kembali menghubungi Sisil. Dan untuk kedua kalinya Sisil menjawab panggilan tersebut.

“Halo … beraninya kamu meng—“

“Kalau kamu nelepon cuma buat ngomong ngga jelas kaya gini, mending ngga usah. Kamu itu ngga tahu kejadian yang sebenarnya. Apa kamu pikir Kakak kamu itu suci? Dia itu maling teriak maling. Nuduh orang selingkuh, padahal dia sendiri yang selingkuh. Kalau kamu ngga percaya, datangin ke kantornya sendiri! Bye!”

Kembali Sisil mengakhiri panggilan secara sepihak. Gadis itu mencoba menghubungi lagi Sisil, namun panggilan suaranya tidak terhubung.

Perkataan Sisil yang terakhir membuat Viona terpaku di tempatnya. Dia menolehkan kepalanya pada sang kakak yang sedang berbicara dengan mamanya.

Kak Anye selingkuh? Benarkah?

“Vio … ayo makan. Kamu ngapain bengong di situ?” tegur Weni membangunkan gadis itu dari lamunannya. Perlahan kakinya melangkah mendekati meja makan.

“Kamu udah telepon Sisil?” tanya Anyelir.

“Udah.”

“Terus?”

“Belum selesai aku ngomong, udah diputus duluan. Pas aku hubungi lagi, ngga bisa. Kayanya nomorku diblokir sama dia.”

“Orang punya dosa emang begitu. Sudah … nanti biar Mama yang telepon Kirana. Perempuan itu ngga bisa mendidik anaknya dengan benar. Lebih baik kamu makan dulu.”

Sambil menikmati makanannya, sesekali Viona melihat pada Anyelir. Pikirannya masih tertuju pada ucapan Sisil tadi.

***

Mengetahui anaknya hamil, Weni memutuskan tinggal di kediaman Alvin. Wanita itu ingin memastikan anaknya mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Ketika Alvin kembali dari mini market, pria itu terkejut melihat mama mertuanya masih berada di rumah. Hanya Viona saja yang tidak kelihatan batang hidungnya. Karena memang gadis itu sudah pulang sejak tadi.

“Kenapa kamu baru pulang? kamu tahu ini jam berapa?” semprot Weni ketika Alvin baru saja memasuki rumah.

“Apa Anye ngga bilang kalau selalu pulang jam segini?” jawab Alvin santai.

“Tapi istrimu sedang hamil! Harusnya kamu lebih perhatian padanya!”

Malas menanggapi ucapan mertuanya, Alvin memilih beranjak meninggalkan wanita itu.

“Alvin!!” teriak Weni kencang. Tapi tetap tak menghentikan langkah Alvin. “Apa kamu bersikap seperti ini karena Sisil? Perempuan murahan itu yang sudah membuatmu begini kan?”

Kali ini perkataan Weni sukses membuat Alvin menghentikan langkahnya. Pria itu langsung berbalik, menatap ibu mertuanya dengan tatapan tajam.

“Jaga ucapan Ibu. Sisil itu perempuan baik-baik. Dia tidak pernah merusak rumah tangga siapa pun! Sebelum Ibu menuding anak orang, sebaiknya Ibu koreksi anak Ibu sendiri. Apa selama ini dia sudah menjadi istri yang baik untukku!”

Setelah mengatakan itu, Alvin segera masuk ke kamar yang dulu ditempati Sisil, kemudian menutup pintunya dengan kencang.

Jantung Weni sampai dibuat berdetak kencang mendengar suara keras pintu yang tertutup. Dia masih belum percaya Alvin berani melawannya.

“Ibu, ada apa?” tanya Anyelir yang keluar dari kamarnya ketika mendengar suara pintu terbanting.

“Suamimu! Dia berani melawan Ibu,” berang Weni.

“Biar aku yang bicara dengannya.”

Anyelir buru-buru menuju kamar yang ditempati Alvin. Wanita itu sampai harus mengetuk beberapa kali karena Alvin menguncinya dari dalam.

“Mas … ada apa denganmu? Kenapa kamu bersikap kurang ajar pada Ibu?” berang Anyelir begitu pintu terbuka.

“Lalu sikapmu yang seperti ini dan yang sudah-sudah, apa tidak termasuk sikap kurang ajar pada suamimu? Aku sudah muak denganmu!”

“Mas! Kenapa Mas berubah seperti ini? Pasti karena Sisil. Iya kan?” cecar Anyelir.

“Berhenti menyalahkan orang lain! Kamu tahu siapa yang sudah membuatku berubah. Hanya satu orang dan itu kamu!!” jari Alvin menunjuk tepat di depan wajah Anyelir.

“Ada apa denganmu, Mas? Aku tahu kalau lebih sering mementingkan pekerjaan. Tapi aku sudah berjanji akan berubah. Mas lihat sendiri, sekarang aku pulang lebih cepat.

Semua kulakukan demi rumah tangga kita. Bahkan sekarang aku sudah hamil. Bukankah ini yang Mas harapkan sejak dulu?”

Anyelir sengaja mengusap perutnya. Matanya nampak berkaca-kaca, untuk lebih mendramatisir keadaan.

Alvin justru berdecih melihat tingkah sang istri. Pria itu sekarang sudah berada di titik nadir. Memutuskan menyerah dengan pernikahannya yang telah kehilangan esensinya sejak lama.

“Bilang pada Mamamu untuk menjaga ucapannya. Sekali lagi aku mendengar dia menjelekkan Sisil, aku akan cabut semua fasilitas yang selama ini dia nikmati. Termasuk mobil yang digunakan adikmu, aku bisa ambil kapan pun juga.”

Raut wajah Anyelir nampak terkejut. Seketika wanita itu menjadi panik. Jika Alvin mencabut semuanya, lalu di mana orang tuanya akan tinggal?

Rumah yang selama ini ditempati oleh keluarganya sudah digadaikan ke bank dan ditebus oleh Alvin.

Bahkan untuk kebutuhan sehari-hari, Alvin juga yang memenuhinya. Uang bulanan yang diberikan Alvin cukup besar. Jumlahnya empat kali dari pensiun ayahnya. Biaya kuliah Viona dan uang saku adiknya, selama ini Alvin yang memenuhi.

“Dan kita akan tidur terpisah. Jangan pernah masuk ke kamar ini, tanpa seijinku!”

“Tapi Mas ….”

“Satu lagi … kita berhubungan badan, terakhir satu minggu yang lalu. Bagaimana bisa hasil tes pack bisa keluar secepat ini? Bukankah biasanya baru bisa terlihat setelah terlambat datang bulan?

Apa memang sekarang siklusmu datang bulan? Kamu juga baru konsultasi ke dokter kandungan, bahkan aku belum diperiksa. Bagaimana bisa benihku cepat tumbuh di rahimmu?”

Cecaran pertanyaan Alvin sontak membungkam mulut Anyelir. Wajahnya seketika memucat. Jari jemarinya saling meremat satu sama lain.

BRAK!!

Anyelir tersentak ketika pintu di depannya tertutup dengan kencang. Seketika tubuhnya langsung lemas. Otot-otot kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi. Wanita itu jatuh terduduk di lantai.

“Anye!!” teriak Weni.

***

Maaf ya, Nye ... Alvin bukan suami bodoh😏

1
Lila
kena batunya si sandi n anye...
sp nih saksinya Alvin?
Nna Nna 💖
boro2 mau nabung bab, org udh penasaran bgt, ditunggu2 malah update_annya 😁.
mksh teh icha yg udh buat novel yg bagus
Ria alia
Greget banget mak pengen rasa’y cepet liat kehancuran c anye n sandi entah itu perceraian apalg smpe mrk kehilangan kerjaan beuh mantep 🤭
choowie
apa s mahdi
choowie
hahahha.....itulah balasan perbuatan dzolim kalian
Humaira
lama2 jadi kere sandi dan anye, di peras terus 😜😜🤭
choowie
duuh
Hary Nengsih
greget sapa y yg dateng
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ga nabung mak. palingan rada telat klo lg ada urusan😌😌
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
jelas dong Bun....udah greget sekali dan makin penasaran 🤭
Sintia Jbr
jangan jangan simahdi suruhanya akang Alvin tuh 🤣🤣🤣🤣🤣 pintar kali dia meras sih Anye samasi sandong tuh rasain tuuuuhhh..
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
wah jangan jangan Mahdi orang suruhan Alvin neee kek nya 🤔..... Mahdi kerja sama dgn Alvin.....tinggal nunggu waktu dikit lagi untuk tes DNA....mungkin Alvin penasaran dgn anak yang di kandung Anye....kalo itu anaknya pasti Alvin gk bakal lari dr tanggung jawab...pasti Alvin akan ngasih biaya...tp ceree tetep jln....maaf² Kate yee kalo harus berbagi istri sama suami orang.....gk ada sejarahnya Alvin di injak² harga dirinya ...kek gk laku aja /Smug/...neng Sisil lg nunggu dudamu Vin /Determined/
LANY SUSANA: seperti nya ya Mahdi org yg fi suruh alvin🤣🤣
mampus km. Anye dan sandi hutang pinjol 🤣🤣
total 1 replies
Eka Burjo
siapakah saksinya?
mungkinkah Mahdi penjaga vila
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
nah kan....kalian gk bisa hidup tenang.... Anye dan sandi lg nikmatin hasil dr perbuatan nya...hukuman yang masih mukadimah ....belum puncaknya .....tunggu aja bentar lagi kalian akan merasakannya.....kalian sii berenang renang ke hulu....berakit ketepian.... bersenang senang dahulu....menderita kemudian 🤭🤭
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
owalah kirain Mahdi kerja sama dgn Sandi ternyata gk ya .....malah dia juga kena di peras ....pasangan selingkihh jadi pasangan sapi perihh....perih harus ngeluarin duit untuk titip pesan agar vidionya gk di sebar luasin😏....mirirs sekali hidup kalian niii/Proud/
Dwi Agustina
Makin penasaran😃👍💪💪
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ketahuan 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
noh dengerin 🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pembohong 😏
Erchapram
Jangankan nabung, Othor telat up aja rasanya pingin tak cari rumahnya. 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!