NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Memori di Balik Zirah

Gema tawa Ling’er yang melengking seolah-olah mengiris dinding-dinding Istana Bulan Berdarah, namun bagi Xiao Yuan, suara itu hanyalah kebisingan latar belakang yang kalah telah oleh detak jantungnya sendiri yang berdegup kencang karena rasa tidak percaya. Di hadapannya, Jenderal Naga Hitam berdiri dengan postur yang sempurna, zirah hitamnya memantulkan cahaya merah darah yang menyeramkan. Wajah itu... meskipun jauh lebih muda dan penuh dengan energi vitalitas, itu adalah wajah yang sama dengan pria tua yang selama satu tahun ini menyuapinya bubur herbal dan menenangkannya dari mimpi buruk.

"Kakek... Gu?" bisik Xiao Yuan lagi, suaranya bergetar antara amarah dan kesedihan yang mendalam.

Jenderal itu, yang kini dikenal sebagai Jenderal Naga Hitam, tidak menunjukkan sedikit pun belas kasihan. Matanya yang gelap memancarkan aura dingin yang asing. "Nama itu adalah kelemahan yang aku gunakan untuk mengawasimu, Xiao Yuan. Selama setahun aku berpura-pura menjadi petani lemah hanya untuk memastikan bahwa sumsum naga di tubuhmu tidak meledak sebelum waktunya. Aku bukan walimu. Aku adalah sipir penjaramu."

Ling’er melayang di atas singgasananya, jari-jarinya yang panjang memainkan helai rambut ungu gelapnya. "Bukankah ini ironis, Yuan? Pria yang kau anggap sebagai pengganti ayahmu ternyata adalah orang yang paling menginginkan kematianmu agar ia bisa mengambil kembali martabatnya sebagai jenderal perang di Alam Atas."

"Diam kau, wanita ular!" raung Xiao Yuan. Ia mengangkat Glaive Naga Kiamatnya, namun berat senjata itu terasa ribuan kali lebih berat dari biasanya. Bagaimana ia bisa menebas orang yang telah melindunginya dari kejaran pasukan langit selama berbulan-bulan?

"Kenapa, Yuan? Apakah kau ragu?" Jenderal Naga Hitam melesat maju. Kecepatannya bukan lagi seperti manusia bumi; ia adalah bayangan hitam yang membelah ruang.

KLANG!

Bilah pedang raksasa sang Jenderal menghantam Glaive Xiao Yuan dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan gunung. Xiao Yuan terdorong mundur, tumitnya mengukir parit panjang di lantai marmer hitam istana.

"Lawan aku dengan sungguh-sungguh, atau kau akan mati sebagai pecundang yang penuh perasaan!" teriak sang Jenderal. Ia melepaskan rentetan serangan yang presisi dan mematikan. Setiap tebasannya mengarah ke titik-titik vital Xiao Yuan.

Di sisi lain aula, Yun’er tidak tinggal diam. Ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Melalui ikatan jiwanya dengan Xiao Yuan, ia bisa merasakan bahwa meskipun sang Jenderal berbicara dengan sangat kejam, ada frekuensi energi yang bergetar tidak selaras di dalam dadanya.

"Yuan! Jangan dengarkan kata-katanya! Lihat ke belakang singgasana!" teriak Yun’er sambil melepaskan badai salju es untuk menahan aura ungu Ling’er yang mencoba mengintervensi.

Xiao Yuan melirik sekilas ke arah yang ditunjuk Yun’er. Di sana, di balik singgasana tulang, sebuah jantung organik yang terbungkus dalam kristal ungu berdenyut dengan lemah. Setiap denyutan jantung itu mengeluarkan benang-benang energi yang terhubung ke punggung sang Jenderal.

"Itu... jantung aslinya?" Xiao Yuan bergumam.

"Benar!" Ling’er tertawa, menyadari rahasianya mulai terendus. "Aku mencabut jantung kemanusiaannya dan menggantinya dengan Inti Iblis Bulan. Pria yang kau lawan sekarang hanyalah mesin perang yang digerakkan oleh kebencian, sementara sisa-sisa kasih sayangnya sebagai 'Kakek Gu' terkunci di dalam kristal itu. Jika kau ingin dia berhenti, kau harus menghancurkan jantung itu... yang artinya, kau membunuhnya dengan tanganmu sendiri!"

Dilema itu menghantam Xiao Yuan lebih keras daripada pukulan fisik mana pun. Jika ia membiarkan sang Jenderal terus menyerang, ia dan Yun’er akan mati. Jika ia menghancurkan jantung itu, ia akan membunuh orang yang telah menjadi jangkar hidupnya selama setahun terakhir.

"Yuan, perhatikan serangannya!" Baraka berteriak dari pilar energi, suaranya sangat lemah namun penuh tekad. "Dia sengaja membukakan celah di sisi kirinya! Dia mencoba memberitahumu sesuatu melalui gerakannya!"

Xiao Yuan kembali fokus. Benar saja. Meskipun Jenderal Naga Hitam menyerang dengan ganas, ada pola yang berulang. Setiap kali ia akan menebas, ia sedikit memiringkan bahunya, sebuah gerakan yang dulu sering ia lakukan saat mengajarkan Xiao Yuan cara membelah kayu di desa.

Dia masih ada di sana... Kakek Gu masih berjuang di dalam zirah itu! batin Xiao Yuan.

"Yun'er, bantu aku! Aku akan menahan Jenderal, kau gunakan esensimu untuk membekukan aliran energi dari kristal itu tanpa menghancurkan jantungnya!" perintah Xiao Yuan.

"Aku mengerti!" Yun’er melesat, tubuhnya berubah menjadi bayangan phoenix biru yang indah.

Ling’er yang melihat itu langsung mengamuk. "Berani kau menyentuh koleksiku?! Rasakan kemurkaan Bulan Berdarah!" Ia melepaskan gelombang api ungu raksasa ke arah Yun’er.

Xiao Yuan tidak tinggal diam. Ia menghentakkan kakinya ke lantai, memicu teknik Langkah Bayangan Naga: Fase Langit. Ia muncul di depan Ling’er, Glaive-nya membara dengan api naga dan es phoenix.

"Lawanmu adalah aku, Ling'er!" Xiao Yuan menebaskan senjatanya, menciptakan dinding energi yang menahan api ungu tersebut.

Pertempuran pecah di tiga titik. Xiao Yuan menahan amukan Ling’er, Jenderal Naga Hitam mencoba menghalangi Yun’er dengan sisa-sisa kesadarannya yang terkoyak, dan Yun’er berusaha menjangkau kristal jantung tersebut.

"Yuan... bunuh... aku..." sebuah suara parau keluar dari balik helm hitam sang Jenderal. Matanya sejenak berubah menjadi cokelat tua, mata penuh kasih milik Kakek Gu. "Jangan biarkan... dia menggunakanku... untuk menyakitimu..."

"Tidak, Kek! Aku tidak akan membiarkanmu mati seperti ini!" Xiao Yuan menggeram. Ia melepaskan Sembilan Transformasi Naga Suci: Transformasi Ketujuh, membagi tubuhnya menjadi bayangan yang mengunci pergerakan sang Jenderal tanpa melukainya.

Yun’er akhirnya sampai di depan kristal jantung. Ia bisa merasakan denyut kehidupan yang sangat tipis di sana. Dengan hati-hati, ia meletakkan tangannya di permukaan kristal yang dingin. "Esensi Phoenix Es: Segel Keheningan Abadi!"

Hawa dingin yang sangat murni mulai merayap di benang-benang energi ungu, membekukannya satu per satu. Hubungan antara energi iblis Ling’er dan tubuh sang Jenderal mulai terputus.

"TIDAAKKK!" Ling’er menjerit marah. "Jika aku tidak bisa memilikinya sebagai budak, maka tidak ada yang boleh memilikinya!"

Ling’er meledakkan energi di singgasananya, mencoba menghancurkan kristal jantung itu secara paksa dari jarak jauh.

Xiao Yuan melihat bahaya tersebut. Tanpa memikirkan keselamatannya sendiri, ia membuang Glaive-nya dan melompat memeluk kristal tersebut, menggunakan punggungnya yang bersisik naga untuk menahan ledakan energi Ling’er.

BOOOMMMM!

Ledakan itu meruntuhkan atap Istana Bulan Berdarah. Debu dan puing-puing bertebaran di mana-mana. Xiao Yuan tergeletak di atas lantai yang hancur, punggungnya bersimbah darah emas, namun tangannya masih mendekap erat kristal jantung yang kini telah beku namun utuh.

Jenderal Naga Hitam jatuh berlutut. Zirah hitamnya mulai retak dan menghilang, mengembalikan sosok pria tua yang ringkih. Kakek Gu terengah-engah, kesadarannya perlahan kembali sepenuhnya.

"Yuan... kau... bocah bodoh..." Kakek Gu menangis, air matanya jatuh ke atas zirah Xiao Yuan yang hancur.

Xiao Yuan tersenyum lemah, darah mengalir dari sudut bibirnya. "Aku bilang... aku akan melindungimu, Kek..."

Namun, kemenangan kecil itu harus dibayar mahal. Ling’er berdiri di tengah reruntuhan, wajahnya tidak lagi menunjukkan amarah, melainkan kegilaan yang sangat tenang. Di tangannya, ia memegang sebuah jantung lain jantung miliknya sendiri yang telah berubah menjadi batu hitam pekat.

"Kalian pikir kalian menang?" Ling’er tertawa kecil. "Kalian baru saja memicu tahap terakhir dari ritualku. Darah Naga Suci yang tumpah dari punggungmu, Yuan... itulah bahan terakhir yang aku butuhkan untuk memanggil Sang Penelan Langit."

Tanah di bawah istana mulai berguncang dengan intensitas yang sepuluh kali lebih kuat dari sebelumnya. Sebuah retakan raksasa terbuka di tengah aula, memancarkan aura kegelapan yang begitu kuno hingga membuat jiwa setiap orang di sana gemetar ketakutan.

Dari dalam retakan itu, sebuah tangan raksasa yang tertutup bulu kasar dan kuku tajam mulai merayap naik. Bukan dewa, bukan naga, melainkan entitas dari dimensi yang sudah dihapus oleh pencipta dunia. Di saat yang sama, Kakek Gu tiba-tiba berdiri dan membisikkan sesuatu ke telinga Xiao Yuan: "Yuan, satu-satunya cara menghentikan benda itu adalah dengan menggunakan 'Kunci Hitam' yang ada di dalam tubuhku. Aku akan mengembalikannya padamu, tapi harganya adalah jiwaku akan menghilang selamanya."

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!