NovelToon NovelToon
MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

MAHAR LIMA MILIAR DARI SUAMI PENGANGGURAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Cinta setelah menikah / Romansa pedesaan / Konglomerat berpura-pura miskin / CEO / Nikahmuda
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Selina Saraswati, dokter muda baru lulus, tiba-tiba dijodohkan dengan Raden Adipati Wijaya — pria tampan yang terkenal sebagai pengangguran abadi dan kerap ditolak banyak perempuan.

Semua orang bertanya-tanya mengapa Selina harus dijodohkan dengannya. Namun kejutan terbesar terjadi saat akad: Raden Adipati menyerahkan mahar lima miliar rupiah.

Dari mana pria pengangguran itu mendapatkan uang sebanyak itu?
Siapa sebenarnya Raden Adipati Wijaya — lelaki misterius yang tampak biasa, tapi menyimpan rahasia besar di balik senyum santainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mahar lima miliar

Sesampainya di depan rumah, Selina turun dari motor tua Adipati dengan hati-hati.

“Terima kasih sudah ngantar aku pulang, Mas.”

Adipati tersenyum tipis. “Aku pulang dulu, ya. Sampai ketemu besok… calon istriku.”

Selina hanya mengangguk canggung. Motor Adipati melaju menjauh, meninggalkan suara knalpot tua yang memantul di sepanjang jalan.

Begitu ia menoleh, halaman rumahnya sudah ramai. Beberapa warga memasang tenda, sebagian lagi menyiapkan masakan untuk hajatan. Aroma bumbu tumisan memenuhi udara.

Selina menarik napas panjang dan melangkah masuk ke kamarnya.

Ia menjatuhkan diri di kasur. “Besok… aku akan menikah. Aku harus menerima Adipati sebagai suamiku.”

Lelah dan sedih, ia akhirnya tertidur tanpa sempat mandi.

Pagi hari

Ketukan keras membangunkannya.

Tok! Tok! Tok!

Selina terlonjak. “Astaga! Aku ketiduran dari kemarin!”

Ia buru-buru membuka pintu kamar. Sri langsung masuk dengan ekspresi tidak percaya.

“Kamu baru bangun? Dari semalam Ibu ketuk-ketuk pintu nggak kamu buka. Kamu nggak mandi dari kemarin?!”

Selina mengusap wajah. “Kecapekan, Bu… jadi bablas tidur.”

Sri menghela napas panjang. “Sudahlah. Ini, make up pengantin sudah datang. Mereka nunggu di luar.”

“Silakan masuk, Mbak. Aku mandi dulu ya.” Selina mempersilakan para MUA dan asistennya masuk ke kamar.

Beberapa menit kemudian

Setelah mandi kilat, Selina duduk di depan cermin besar. Para perias mulai bekerja: foundation, eyeshadow, bulu mata, hairdo—semuanya cepat dan rapi.

Salah satu MUA tersenyum sambil merapikan veil.

“Cantik banget, Mbak Selina… suami Mbak pasti bangga. Meski ya… calon suaminya itu si Adi pengangguran, hehe—”

“Mbak!” Selina memandang tajam. “Jangan bicara begitu. Jodoh nggak ada yang tahu.”

Asisten MUA ikut menimpali, “Iya tapi—”

“Dan satu lagi,” Selina memotong dengan nada dingin.

“Kalian semua aku bayar untuk merias, bukan untuk ngomongin calon suamiku di belakangku.”

Keduanya langsung ciut.

“Ma-maaf, Mbak Selina…”

“Sudah. Lanjut rias. Jangan gosip lagi.”

“M-baik, Mbak…”

Suasana hening. Hanya suara kuas makeup dan hairpin yang terdengar.

Beberapa jam kemudian, kebaya pengantin berwarna soft champagne dikenakan. Selina berdiri dan menatap cermin.

Ia tampak seperti pengantin modern yang anggun—mata teduh, rambut disanggul cantik, dan cahaya lembut menghiasi wajahnya.

Sri masuk dan terharu. “Ya Allah, cantik banget anak Ibu…”

Selina tersenyum kecil. “Ibu jangan nangis. Nanti aku ikutan.”

Sri memeluknya sebentar. “Ayo, Nak. Sudah waktunya. Penghulunya sudah datang. Adipati juga sudah siap.”

Selina menghela napas pelan.

Sri menggandeng tangan Selina keluar kamar. Gaun kebaya putih itu berkilau lembut di bawah cahaya pagi.

Mereka menuruni tangga, lalu melangkah keluar menuju halaman rumah yang sudah penuh tamu. Tenda besar berdiri, kamera berfokus pada mereka, dan alunan gamelan mengisi udara.

Selina menarik napas panjang. “Hari ini… aku benar-benar menikah.”

Di depan, Adipati sudah duduk rapi mengenakan beskap senada dengan kebayanya. Ia menunduk hormat pada para tamu, tapi begitu melihat Selina mendekat, mata lelaki itu tak berpaling sedikit pun.

“Cantik banget… MasyaAllah,” bisiknya dalam hati, hampir terdengar tapi masih ditahan.

Bejo menepuk bahu Adipati. “Adipati, kamu siap, Nak?”

Adipati menegakkan tubuh. “Siap, Pak.”

Selina duduk di sisi Adipati, namun pikirannya kabur. Matanya melirik meja hantaran—perhiasan berlian, seperangkat alat salat, dan satu map tebal berisi uang tunai. Semua pasti dari Bapak… mana mungkin Adipati punya uang sebanyak itu, pikirnya sinis.

Penghulu membuka acara dengan suara lantang.

Bejo lalu menjabat tangan Adipati kuat-kuat. “Bismillahirrahmanirrahim… saya nikahkan dan kawinkan engkau, Raden Adipati Wijaya bin Raden Surya Wijaya, dengan putri kandung saya, Selina Putri Saraswati binti Bejo Hardianto… dengan maskawin seperangkat alat salat, satu set berlian, dan uang lima miliar rupiah, dibayar tunai.”

Seluruh tamu serentak terkejut.

“Lima miliar?” bisik-bisik bermunculan.

Selina membeku. Lima… miliar? Itu dari mana?!

Adipati menatap Bejo mantap. “Saya terima nikah dan kawinnya Selina Putri Saraswati binti Bejo Hardianto… dengan maskawin tersebut, tunai.”

“Sah?” tanya penghulu.

“SAH!” jawab para saksi dan warga dengan lantang.

Sri menutup mulut, terharu. Bejo mengangguk berkali-kali. Adipati menoleh pada Selina yang masih melongo.

“Sel, jangan bengong. Cium tangan suamimu,” ujar Bejo pelan namun tegas.

Tangan Selina sedikit gemetar saat menyentuh tangan Adipati menciumnya. Lelaki itu memasangkan cincin kawin mereka bertukar cincin lalu, Adipati menunduk dan mengecup lembut keningnya. Jantung Selina hampir melompat keluar.

“Alhamdulillah,” ucap penghulu, tersenyum. “Pernikahan kalian resmi. Silakan tanda tangan dokumen.”

Bejo menarik napas lega. “Selamat, Nak. Bapak bahagia banget hari ini.”

Sri mengusap mata yang mulai berkaca-kaca. “Ibu juga bahagia. Semoga rumah tangga kalian sakinah, ya.”

Selina masih belum sanggup berkata apa pun. Ia hanya menatap Adipati pelan, satu hal terlintas di benaknya:

Siapa sebenarnya lelaki yang baru saja resmi jadi suamiku ini?

1
Ayu
lanjut kak
Ayu
seru
wagiyah baru
ditunggu kelanjutannya kak
wagiyah baru
seru
Scarlett Rose
lanjut kak🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut heeh
Anonymous
lanjut thor🤭
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
wagiyah baru
lanjut kak
wagiyah baru
lanjut
Scarlett Rose
seru
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut
Scarlett Rose
lanjut kak
Anonymous
lanjut thor
Ayu
lanjut kak
Ayu
lanjut kqk
Bambang
lanjt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!