NovelToon NovelToon
Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Hidup Santai Di Bukit Kultivasi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MishiSukki

Musim semi tiba, tapi Xiao An hanya mengeluh. Di dunia kultivator perkasa, ia malah dapat "Sistem" penipu yang memberinya perkamen dan pensil arang—bukan ramuan OP! "Sistem scam!" gerutunya. Ia tak tahu, "sampah" ini akan mengubah takdir keluarga Lin yang bobrok dan kekaisaran di ambang kehancuran. Dia cuma ingin sarapan enak, tapi alam semesta punya rencana yang jauh lebih "artistik" dan... menguntungkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MishiSukki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Tawaran dari Pengajar Kekaisaran

Mendengar kebisingan yang memekakkan telinga dari luar, suara makian dan tawa yang anehnya familiar, Lin Cheng yang tadinya sedang membantu Xiao An membersihkan sisa makanan, segera mendatangi sumber keributan. Matanya langsung membelalak kaget.

Di sana, di antara reruntuhan kuil yang damai, ia mendapati kakeknya, yang biasanya kalem dan bijaksana, kini bertengkar sengit dengan seorang pemuda berbusana mewah, sambil mengacungkan sapu seperti pedang.

Dan yang lebih mengejutkan, kakeknya melontarkan sumpah serapah yang bahkan belum pernah Lin Cheng dengar seumur hidupnya, sementara pemuda di hadapannya tertawa geli seolah sedang menyaksikan pertunjukan komedi.

"Kakek?! Apa yang terjadi?!" seru Lin Cheng, buru-buru mendekat, bingung harus berbuat apa melihat drama aneh yang sedang dimainkan di hadapannya.

Mata Pengajar Kekaisaran Zhang Yi yang biasanya dingin kini menyipit tajam, mengamati Lin Cheng yang mendekat. Kipas di tangannya berhenti bergerak sejenak. Sebagai kecerdasan alami dan kepintaran maksimal di Kekaisaran, yang berbagai macam permasalahannya diselesaikan dengan efektif dan efisien olehnya, Zhang Yi tidak akan terburu-buru.

Ia adalah rujukan utama kekaisaran dalam strategi sipil, militer, dan perang, dan kini ia berada di sini untuk menginvestigasi asal-usul lukisan yang nyaris membunuh kaisar. Dia tahu dia harus berperan dengan tepat.

Alih-alih melanjutkan pertengkaran yang tidak penting dengan Kakek Zhou, Zhang Yi menatap Lin Cheng. Senyum tipis, nyaris tak terlihat, melintas di balik kipasnya. Sebuah ide telah terlintas di benaknya, sebuah cara untuk mendapatkan informasi tanpa harus menggunakan kekerasan.

"Oh?" suara Zhang Yi mengalun lembut, memotong omelan Kakek Zhou. Ia tidak mengindahkan makian sang kakek, seolah kata-kata itu hanya angin lalu. Pandangannya terpaku pada Lin Cheng, menilai pemuda itu dari ujung kepala hingga kaki.

"Siapa ini? Seorang pemuda yang berani mencampuri urusan orang tua?"

Lin Cheng, yang masih bingung dengan situasi ini, segera memperkenalkan diri.

"Saya Lin Cheng, dan ini kakek saya," katanya sambil menunjuk ke arah Kakek Zhou yang masih cemberut.

"Kami adalah penjaga Kuil Mukui ini."

Ia kemudian berbalik, menatap tajam pada Pengajar Kekaisaran.

"Lalu, boleh saya tahu, siapa Anda dan mengapa Anda... mengganggu kakek saya?"

Namun, sebelum Pengajar Kekaisaran sempat menjawab, Kakek Zhou mendengus keras.

"Jangan banyak tanya, Nak!" potongnya sinis.

"Dia itu hanyalah makelar sayur di Ibu Kota!" Kakek Zhou mendengus lagi, seolah mengatakan bahwa profesi itu sangat rendah.

Pengajar Kekaisaran mengabaikan Kakek Zhou begitu saja, seolah makiannya tak lebih dari dengungan lalat. Seluruh perhatiannya kini terfokus pada Lin Cheng. Dia tersenyum tipis, sebuah senyum yang tampak ramah namun menyimpan banyak rahasia.

"Ah, pemuda ini," katanya, suaranya halus seperti sutra.

"Aku baru saja mendapatkan hadiah lukisan yang sangat bagus dari kenalanku, Hakim Prefektur Selatan."

Zhang Yi membiarkan kalimat itu menggantung di udara, sebuah pancingan yang cerdik. Ia menunggu reaksi Lin Cheng, untuk melihat apakah pemuda itu akan terpancing dan mengungkapkan lebih banyak informasi tentang "lukisan jelek" yang kini menjadi kunci investigasinya.

Lin Cheng mengernyitkan dahi.

"Maksud Anda lukisan sketsa kultivator pedang itu?" tanyanya lugu, sama sekali tidak menyadari dampak lukisan tersebut.

"Tentu saja Hakim membelinya dariku dengan harga kedermawannya!"

Wajah Lin Cheng berseri-seri saat ia mulai memuji Shentu.

"Hakim Shentu itu memang pemimpin yang sangat baik hati, Pengajar Kekaisaran! Beliau sangat dermawan, tidak seperti penjaga galeri yang menolak lukisan saya karena katanya jelek. Beliau sungguh pahlawan bagi kami rakyat biasa di Prefektur Selatan ini, sangat bijaksana dan memahami seni!"

Mendengar pujian yang berlebihan dan sama sekali tidak tepat sasaran itu, Pengajar Kekaisaran sedikit berkedut lagi. Sulit menahan ekspresi jengkelnya. Kedutannya semakin parah. "Dermawan"? Hanya satu perak? Demi dewa, jika kedermawanan itu bisa meruntuhkan istana, biarkan saja aku jadi orang paling tidak dermawan di seluruh kekaisaran ini!

Pengajar Kekaisaran Zhang Yi, dengan luwesnya memainkan kipasnya, mengabaikan pujian Lin Cheng yang sebenarnya justru menyudutkan. Ia tersenyum menawan pada Lin Cheng, mengubah taktiknya dari konfrontasi menjadi bujukan.

"Adik kecilku," katanya dengan suara lembut dan ramah,

"Dari mana kamu mendapatkan lukisan itu? Kakak yang baik ini adalah penggemar seni sejati. Sejujurnya, aku ketagihan dengan sketsa itu, dan sangat berharap untuk bisa mengoleksi beberapa seni berikutnya darimu."

Zhang Yi memancarkan aura seorang kolektor seni yang antusias, mencoba memancing Lin Cheng agar mengungkapkan lebih banyak rahasia tentang kemampuan uniknya.

Lin Cheng tidak segera menjawab. Alih-alih, ia mendongak menatap kakeknya, mencari isyarat atau persetujuan. Kakek Zhou, yang tadinya masih marah, kini tidak dapat menyembunyikan sedikit kekhawatiran di matanya yang keriput. Ia tahu ada sesuatu yang tidak beres dengan "penggemar seni sejati" di hadapan mereka ini.

Pengajar Kekaisaran semakin mencurigai reaksi Lin Cheng dan kekhawatiran Kakek Zhou. Senyum di bibirnya sedikit menipis, namun nadanya tetap ramah.

"Apakah ada masalah, adik kecil?" tanyanya lembut, suaranya sedikit mendesak.

"Aku hanya ingin mengagumi karyanya lebih dekat. Dapatkah aku bertemu dengan pelukisnya?" Tatapannya lurus ke arah Lin Cheng, sebuah pertanyaan yang sarat makna.

Kakek Zhou menghela napas dalam, seluruh amarahnya seolah lenyap digantikan oleh kekhawatiran yang mendalam. Sikapnya berubah total; ia kini memandang Pengajar Kekaisaran dengan tatapan tajam dan serius, tidak ada lagi jejak ejekan atau kemarahan.

"Tidak seperti itu yang kamu bayangkan," ujar Kakek Zhou, suaranya kini tenang namun penuh peringatan.

"Ini terkait dengan hal-hal yang sedikit tidak baik untuk dibicarakan di depan umum." Matanya melirik Lin Cheng dan sekeliling mereka, mengisyaratkan bahwa topik ini terlalu sensitif untuk dibicarakan begitu saja.

Kakek Zhou berpikir dalam, mengkaji dengan saksama implikasi mengungkap keberadaan Xiao An kepada publik. Dengan kemampuannya, ia tahu bahwa menyembunyikan kekuatan seperti itu selamanya adalah hal yang mustahil di masa depan. Namun, ia juga tahu risikonya.

Kakek Zhou akhirnya mengangkat kepala, menatap Pengajar Kekaisaran dengan tatapan penuh tekad.

"Ada satu syarat," katanya tegas, suaranya kembali mengeras namun kali ini tanpa amarah, hanya sebuah permintaan serius.

"Dan aku... aku masih percaya pada integritasmu dan integritas Kaisar."

"Bersumpahlah," lanjutnya, menunjuk Zhang Yi dengan sapunya,

"Untuk tidak membiarkan berita ini keluar. Bahwa keberadaan anak itu, dan rahasia di balik lukisan itu, tetap menjadi rahasia di antara kita. Bisakah kau bersumpah atas nama kehormatan kekaisaran?"

Pengajar Kekaisaran Zhang Yi mengangguk pelan, sebuah isyarat persetujuan yang tegas. Gerakan kecil itu sudah cukup membuat Kakek Zhou sedikit lega, ketegangan di wajah tuanya berkurang. Namun, meski secercah harapan muncul, bayangan masa lalu dan reputasi keluarga Zhang masih membayangi.

Ia hanya bisa berharap, dan dalam hati menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, jika janji atas nama kehormatan itu ternyata semu belaka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!