# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liu Shen
Bab 34 Liu Shen
Xiao Chen hanya beristirahat sejenak untuk merelakan semua tubuh yang masih tegang setelah sekiranya sudah merasa lebih baik, Xiao Chen tanpa berlama-lama langsung pergi untuk menemui ruangan perpustakaan.
Di perpustakaan terdapat berbagai macam jurus-jurus yang mungkin kamu sukai dengan lusinan jurus yang bertebaran di perpustakaan, kamu akan mendapatkan teknik yang menurut kamu lebih pantas dan lebih efisien.
Saat ini, Xiao Chen sungguh sangat tidak sabar untuk mendekati ke area perpustakaan selama dalam perjalanan banyak para murid dari laki-laki dan perempuan saling menatap kepergian Xiao Chen.
Banyaknya para murid yang melirik ke arah Xiao Chen dengan sangat cemburu khususnya di kalangan laki-laki bagaimana mungkin guru yang sudah di bangga-banggakan sebagai kembang Sekte, sekarang memiliki murid pribadi bernama Xiao Chen.
Murid laki-laki, kebanyakan ada yang iri karena ingin menjadi murid pribadi dari guru tercantik yaitu Su Xing.
Saat ini Xiao Chen setelah sudah tiba di hadapan pintu perpustakaan yang begitu megah langsung membuka pintu tersebut. Begitu pintu dibuka yang tadinya suara sangat berisik setelah memasuki ruangan perpustakaan tiba-tiba sunyi.
Pantas juga karena di dalam perpustakaan tidak ada orang yang membuat kegaduhan bahkan ada suara sedikit berisik akan dikeluarkan oleh petugas perpustakaan.
Di sini kamu ketika sudah di dalam perpustakaan tidak boleh membuat bising dan kamu harus tenang membaca dan mempelajari berbagai jurus yang sudah dipersediakan oleh pihak Sekte Tanah Hitam.
Xiao Chen langsung belok ke kiri dan mencari tempat yang sedikit teduh dan sepi lalu, mengambil secara acak buku yang akan dipelajari tersebut.
Xiao Chen mengambil di sudut rak dan ada buku berwarna kuning sedikit usang. Setelah ngambil buku tersebut dia membaca buku itu dengan judul. Teknik Kesempurnaan Tubuh Kingkong, karena ingin mengetahui bagaimana jurus ini digunakan, Xiao Chen mencari tempat yang sepi selalu duduk dan membuka buku tersebut sambil menggaruk hidungnya.
Teknik Kesempurnaan Tubuh Kingkong, jurus ini berpusat dengan kekuatan tubuh fisik dan tulang-tulang.
Untuk tahapan jurus ini, sama persis ada beberapa lapisan yang pertama lapisan manusia dan terakhir lapisan Dewa.
Karena ini adalah teknik yang bagus untuk ketahanan tubuh maka Xiao Chen sepatutnya mempelajari jurus tersebut sehingga tidak terlalu boros menggunakan jimat penyembuh.
“Jurus yang berguna bagiku, mungkin aku akan perlahan-lahan mempelajari jurus ini dan mengurai berbagai kesalahan dalam jurus ini.” Xiao Chen langsung membaca dari barisan pertama sampai terakhir sehingga Dia mencatat berbagai kesalahan-kesalahan setelah menambahkan beberapa kekurangan akhirnya Xiao Chen menulis rangkuman jurus penguatan tubuh kingkong.
Dalam menulis rangkuman tersebut, membutuhkan kurang lebih satu batang dupa. Tanpa disadari, tiba-tiba ada sosok anggun yang sangat cantik yang duduk secara tiba-tiba berjauhan tapi kontras penglihatannya begitu jelas.
Walaupun banyak murid yang sedang membaca di perpustakaan tersebut khususnya para laki-laki melirik ke arah wanita yang cantik itu, di posisi Xiao Chen dia masih termenung di dalam dunia sendiri dia tidak menyadari bahwa ada wanita cantik yang sedang duduk di perpustakaan tersebut.
Jika Xiao Chen melihatnya juga tidak peduli dan tidak perlu diambil pusing.
Karena ada suara berisik yang terlalu jelas walaupun samar-samar didengar telinga Xiao Chen, akhirnya dia karena ingin tahu langsung melirik ke arah orang tersebut.
Xiao Chen hanya tahu bahwa para murid yang sedang membicarakan satu sama lain adalah sedang berdiskusi ada wanita anggun dan cantik sedang duduk di perpustakaan.
Otomatis, Xiao Chen melihat wanita itu.
Xiao Chen setuju bahwa wanita itu adalah wanita yang sangat cantik dan memiliki Aura peri yang berdebu, bahkan sepertinya wanita itu selalu menyendiri sehingga tidak ada orang yang berani mendekati secara sengaja, kebanyakan murid yang sedang di perpustakaan saling curi pandang.
“Hmmm Wanita,” guman Xiao Chen dia hanya tersenyum mengejek. Xiao Chen percaya bahwa jika dirinya mendekati ke arah wanita tersebut maka ada banyak masalah yang akan berdatangan ke arah dirinya.
‘Tenang, Xiao Chen kamu harus tetap pada pendirian tidak boleh terguncang oleh wanita cantik kamu harus memprioritaskan latihan tersebut jika kamu sudah kuat mungkin saja banyak wanita yang akan mendekati,” guman Xiao Chen mendukung kepada dirinya di dalam hatinya.
Setelah itu, dia mencoba menenangkan hatinya dan mulai berfokus membaca teknik Penguatan Tubuh Kingkong.
Akhirnya Xiao Chen mengabaikan wanita itu yang sedang membaca berbagai jurus latihan di perpustakaan. Sampai pada suatu saat akhirnya kebisingan itu terdengar oleh wanita itu sendiri.
Wanita tersebut mengerutkan keningnya ke arah para lelaki yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan malu-malu baginya dia sudah terbiasa akan tetapi dia melirik ke sebuah kiri ada satu pemuda yang masih tenang tanpa melihat ke arah dirinya dan tidak terpengaruh oleh sekitarnya sehingga langsung tertarik.
“Siapa pemuda itu?” kata Wanita tersebut kemudian mencoba mengingat tapi tidak pernah menemukan Pemuda Xiao Chen yang sekarang ditemui di perpustakaan.
Wanita itu adalah Liu Shen salah satu kecantikan tingkat atas di Sekte Tanah Hitam.
Liu Shen tidak dipungkiri bahwa dengan kecantikan tersebut banyak pengagum rahasia yang terus mencuri pandang ke arah dirinya.
Namun baru pertama kali ada satu pemuda yang cukup tampan tapi tidak tergerak oleh penampilannya sehingga mengurutkan keningnya.
Liu Shen menatap ke arah Xiao Chen cukup lama sehingga beberapa murid langsung marah.
“Lihat, lihat! Liu Shen sedang menatap ke arah pemuda itu!"
“Sial! Aku tahu pemuda itu siapa!"
“Ahh ngomong-ngomong pemuda itu siapa? Aku juga baru pertama melihatnya?”
Mereka semuanya ingin tahu sehingga satu murid yang sedang di dalam perpustakaan langsung memberitahukan bahwa Pemuda tersebut bernama Xiao Chen, dia adalah murid pribadi dari guru Su Xing.
Begitu para teman-teman yang mendengarkan penjelasan dari murid tersebut langsung mengutuk diam-diam ke arah Xiao Chen.
“Bajingan kamu Xiao Chen bagaimana kamu menggunakan sihir hah! Kenapa wanita yang kita disanjung tiba-tiba langsung terpana dengan bentuk tubuh Xiao Chen!” Satu murid berkata dengan serius kesal.
“Aku juga tidak tahu, kenapa wanita cantik suka dengan Xiao Chen, apa yang terjadi sebenarnya?” Murid satunya juga mengutuk diam-diam kepada Xiao Chen.
Tiba-tiba satu murid lagi, berteriak. “Lihat! Lihat Peri kita mendekati Xiao Chen, sial! Peri ku akan ternodai!”
Di samping Xiao Chen sungguh sangat tertekan dia ingin menangis tapi tidak ada air mata, bagaimana mungkin walaupun dirinya tidak ingin mencari masalah tiba-tiba masalah yang akan mendekat, karena masalah yang di timbulkan di hasilkan dari Liu Shen, Xiao Chen langsung bangun dan mencari tempat yang lain.
Liu Shen yang berniat untuk menyapa Pemuda tersebut tiba-tiba langsung kaku tubuhnya karena melihat Xiao Chen menghindarinya.
‘Bagus sangat bagus, kamu berani menghindari ku, Humpp! Berapa lama kamu akan seperti itu huh!’ Liu Shen sungguh sangat kesal langsung berpura-pura maju ke depan untuk mencari buku lagi, sehingga para murid yang sedang melihatnya akhirnya tersenyum lega.
”Ahhh kita salah paham, aku kira peri Liu Shen akan mendekati Xiao Chen ternyata dia mengambil buku heheh!”
semangat terus thorrrr💪💪💪💪
semangat terus thorrrr💪💪💪💪💪
semangat terus thorrrrr💪💪💪💪