Sarah, seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang kini masih menduduki bangku kelas 12 SMK harus rela menerima tawaran untuk mengandung benih dari seorang CEO yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak.
Awalnya Sarah menolak namun waktu semakin berjalan sang ayah ahrus segera di Opresi dan ia membutuhkan biaya yang cukup besar.
....
Penasaran kan? Ayo ikuti terus kisah dari setiap bab novel "Rahim Bayaran"
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 34
"Sayang,makan lah dengan pelan."Ucap aksa yang melihat Liza makan dengan begitu lahap.
"Ah iya mas."Ucap Liza kepada Aksa yang menegurnya.
"Mengapa dia makan begitu lahap,apa dia tidak memikirkan kehamilan nya? Mengapa dia terlihat baik-baik saja makan pedas begitu banyak?"Batin Aksa.
"Mas, mengapa kau menatap ku seperti itu?Apa kau tidak mau makan?"Tanya Liza lagi.
"Tidak sayang,aku hanya bingung melihat dirimu makan pedas, apa kandungan mu akan baik-baik saja?"Ucap Aksa khawatir.
"Aku tidak apa-apa mas,dan menurut ku ini juga rumah terlalu pedas, mungkin juga ini bawaan bayi."Ucap Liza dengan pintar nya.
"Ouh, begitu, tapi kau juga harus membatasi makanan yang membuat bahaya kandungan mu."Ucap Aksa menasehati Liza.
"Iya mas aku mengerti."Jawab Liza Santai dan kembali menikmati hot pot nya.
Mereka pun kembali melanjutkan makan malam itu.
Satu jam pun berlalu, setelah selesai makan Aksa dan Liza pun keluar dari restoran tersebut untuk segera pulang ke mansion karena ini sudah lumayan larut malam.
Tidak butuh waktu lama mereka pun akhirnya tiba di mansion.
Aksa menggandeng tangan Liza untuk masuk ke dalam Mansion.
"Sayang,apa kau senang hari ini?"Tanya Aksa kepada Liza.
"Tentu saja mas."Jawab Liza.
"Dari mana saja kalian?"Tanya mama Dita yang melihat Aksa dan Liza ingin melewati ruang tengah mansion.
"Mama, mengapa mama belum tidur?"Tanya Liza pura-pura peduli.
"Kenapa? Apa ini masalah untuk mu?"Tanya mama Dita dengan tatapan tajam.
"Ma, mengapa mama seperti itu? Liza peduli dengan kesehatan mama,dan mama dari mana?"Tanya Aksa melihat mama Dita yabg seperti nya belum berganti pakaian.
"Dari Fila Sarah."Jawab mama Dita.
"Bagaimana kabar nya ma? Apa Sarah baik-baik saja?"Tanya Liza lagi.
"Ya dia baik-baik saja, tapi aku terlalu khawatir dengan nya sehingga aku membawa nya ke sini untuk tingal di sini."Ucap mama Dita dengan santainya.
Sementara itu Sarah yabg mendengar sedikit ada keributan pun keluar dari kamar nya dan mengamati dari tangga lantai atas.
"Apa? Mama membawa Sarah tingal di sini?"Ucap Aksa kaget.
"Iya kenapa?Di sana tidak ada yang menjaga dan merawat nya, aku takut akan kandungan nya kenapa-kenapa."Jawab mama Dita.
"Ma, seharusnya mama meminta persetujuan ku dulu, mengapa mama harus langsung membawa nya ke sini, bukan kah mama tau di sana ada bi asih yang merawat nya?"Ucap Aksa terlihat marah dan tidak setuju jika Sarah tingal di sana.
"Aksa, kau benar-benar keterlaluan ya, sejak kapan kau menjadi seperti ini kepada Sarah?Dia itu sedang mengandung anak mu,usia kandungan nya juga sudah cukup besar,dia sendiri di sana tanpa suami apa kau begitu tega?"Marah mama Dita yang berdiri dari duduknya menatap Aksa.
"Tapi mama kan tau sekarang Liza juga sedang mengandung anak ku,dia bisa-bisa tidak mood akan kehadiran Sarah di sini."Ucap Aksa dengan wajah merah menahan marah.
"Apa? Maksud mu Sarah akan membawa pengaruh buruk kepada wanita ini?"Ucap mama Dita tak habis fikir dengan ucapan Aksa barusan.
"Iya ma,mas Aksa benar."Jawab Liza pura-pura sedih.
"Aksa, sudah mama tidak ingin bertengkar dengan mu lagi, setuju atau tidak Sarah akan tingal di sini."Ucap mama Dita capek dengan kelakuan Aksa.
"Ma, sebaiknya Sarah kita lepas kan saja,biar kan dia dan anak itu pergi, sekarang Liza sudah hamil aku rasa kita tidak perlu lagi menahan Sarah."Ucap Aksa memelan kan suaranya.
Deg .... Jantung Sarah seakan berhenti berdetak me dengan ucapan Aksa barusan,biar pun kecil pendengaran nya masih normal dan dia mendengar semuanya itu.
"Iya ma, sekarang aku sudah hamil aku rasa kita tidak membutuhkan Sarah lagi."Jawab Liza.
Plak ... pak ... Dua tamparan keras dari mama Dita berhasil mendarat di pipi Aksa dan Liza.
"Ah."Ucap Liza kesakitan memegang pipi nya yang memanas akibat tamparan dari mama Dita.
"Ma!"Ucap Aksa juga memegang pipi nya yang sakit.
"Kau benar-benar laki-laki yang tidak berperikemanusiaan Aksa, mama mendidik mu dari kecil agar bertanggung jawab,dan sekarang dengan enteng nya kau mau membuang Sarah dari dalam keluarga ini sebelum dia melahirkan! Apa yang sebenarnya kau pikir kan, mengapa kau menjadi laki-laki jahat seperti ini, Aksa ingat almarhum papa mu adalah laki-laki baik yang sangat bertanggung jawab Lalu mengapa kau sedikit pun tak menghargai nya!"Bentak mama Dita dengan nada bicara yang gemetar.
Bersambung ....