seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadiah dari sistem
Di rumah kecil yang terlihat sederhana,suara hewan di tengah malam itu membuat wanita yang sedang tertidur membuka matanya,dia duduk dan menatap ruangan yang dia tempati dengan wajah terkejut.
" bukankah ini rumah nenek ku,kenapa aku bisa ada disini ? ya ampun aku melupakan sesuatu,sistem apa misi ku sudah selesai ? " tanya wanita yang ternyata adalah Selena Wijaya.
dia duduk tegak dan menunggu jawaban sistem nya dengan perasaan deg-degan.
( selamat anda telah menyelesaikan misi 3 kehidupan,,sesuai kesepakatan nona akan mendapatkan hadiah dari sistem )
( selamat anda mendapatkan uang 200 triliun,dan 2 karna hitam tanpa batas. )
( selamat anda mendapatkan 4 pengawal yang tangguh tidak terkalahkan )
( selamat anda mendapatkan ruang penyimpanan ajaib. )
( selamat anda mendapatkan rumah mewah yang ada di pusat kota )
( selamat anda mendapatkan pil kecantikan dan obat-obatan ajaib. )
mendengar hadiah yang dia terima Selena menahan nafas,matanya terbelalak saat melihat kartu hitam dan sertifikat rumah yang ada di atas meja.
" ya ampun,,apa aku sedang bermimpi " gumam nya,Selena mengambil sertifikat rumah nya dengan tangan bergetar,saat menyentuh sertifikat itu dia menangis terisak.
" hikkkssssssssss,, ternyata ini bukan mimpi,,aku benar-benar sudah punya rumah dan juga uang yang banyak,,sistem terimakasih karna kamu telah membantu kehidupan ku " Isak Selena sambil memeluk sertifikat rumahnya dengan erat.
( sama-sama nona,,itu semua adalah hadiah karna nona telah bekerja bersama sistem,,dan untuk obat-obatan ajaib dan uang 200 triliun anda disimpan di dalam ruang penyimpanan,, jika anda membutuhkan nya anda bisa mengambil nya kapan saja )
selena mengangguk,dia menghapus air matanya dan menyimpan sertifikat rumahnya didalam ruang penyimpanan nya,setelah itu dia menatap ruang tamu rumah neneknya.
" sistem brapa hari aku menghilang dari dunia ku ? " tanya Selena dengan penasaran.
( nona menghilang 2 Minggu lamanya,dan karna tugas sistem sudah selesai,saat nya sistem mencari tuan baru,,semoga nona mendapatkan kebahagiaan )
mendengar itu Selena sontak berdiri,dia terkejut karna sistem nya akan meninggalkan nya.
" sistem apa maksud mu ? apa kamu akan meninggalkan ku ? " tanyanya dengan suara bergetar.
( benar nona,,karna tugas sistem hanya membantu pemilik sistem mendapatkan hadiah dan menyelesaikan misi setelah semuanya selesai,,sistem akan menghilang,,,hitung mundur kepergian sistem di mulai...10..9..8...7...6...5...4...3..2.. )
Selena menggeleng,dia menangis karna sistem nya akan meninggalkan nya,hingga tiba-tiba.
dingggg
sistem benar-benar pergi meninggalkan nya,Selena terjatuh di lantai,dia benar-benar kehilangan sistem nya,setelah lelah menangisi kepergian sistem,dia terdiam dan berdiri dengan tangan mengepal.
" aku tidak boleh egois,,aku harus membalas dendam pada Liam dan juga Laura,,mereka telah mempermainkan ku dan juga menghina ku di depan banyak orang ! " kecam Selena.
dia akhirnya memutuskan untuk tidur,karna besok pagi dia akan pergi ke pusat kota melihat rumah barunya.
*************
sedangkan di tempat lain,dia sebuah villa yang lumayan besar,disana ke empat pemuda tampan itu sedang berbincang-bincang,mereka terlihat begitu serius saat melihat pemuda yang bernama Liam.
" ada apa dengan mu Liam,kenapa beberapa hari ini kamu terlihat lesu ? apa kamu merindukan Selena wanita kampungan itu ? " tanya fajar sahabat Liam.
Liam mendongak,dia menggertakkan giginya karna merasa kesal dengan ucapan teman nya.
" aku merindukan nya ? bagaimana mungkin,,aku hanya merasa kesal karna beberapa hari ini Laura tidak mengangkat telepon ku " jawab nya dengan sinis.
putra dan Kenzo hanya terdiam mendengar ucapan Liam,mereka sebenarnya tidak terlalu suka dengan Laura,karna menurut mereka laura sangat sombong dan egois.
" hmm..Laura ya,, seperti nya dia memang lagi ada masalah dengan keluarga nya,,karna dari yang aku dengar perusahaan ayahnya bermasalah,,tapi aku tidak tau pasti kejelasan nya " ucap fajar,ya dia mendengar cerita itu dari teman Laura yaitu enjel.
" apa ? perusahaan ayah Laura bermasalah? kenapa dia tidak memberitahu ku,jika saja dia meminta bantuan dari perusahaan ayahku .pasti aku akan meminta ayahku membantu perusahaan ayahnya " Liam terkejut karna ternyata kekasih nya itu sedang ada masalah.
" mungkin dia malu kali,,lagian si Laura kan gengsian" sinis Kenzo,yang membuat fajar dan Liam menatap nya dengan tajam.
sedangkan putra hanya terdiam,dia memikirkan seseorang yang sudah lama tidak terlihat,bahkan orang itu juga tidak masuk kampus.
" sebenarnya dimana Selena,aku sudah mencari keberadaan nya di rumah nenek nya,tapi rumah itu malah seperti rumah kosong,,apa sesuatu terjadi padanya,,tidak..jika itu benar pasti aku sudah mendapatkan kabarnya" batin putra yang termenung sejak tadi.
Liam yang menyadari putra sejak tadi termenung,menepuk pundak nya yang membuat putra tersentak dan menatap nya.
" ada apa ? apa yang sedang kamu fikirkan ? " tanya Liam dengan serius.
fajar melirik putra dengan sinis,dia menghembuskan asap rokok nya dan menatap kearah langit-langit ruangan.
" palingan dia lagi memikirkan cewek kampungan itu,entah apa istimewa si Selena Wijaya,aku sampai heran waktu putra membela nya di acara ulang tahun Laura,,dia bahkan memeluk Selena saat bajunya basah " sindir fajar,dia masih ingat jelas putra rela melompat kedalam kolam renang demi menyelamatkan Selena,yang di dorong oleh Liam sahabat nya.
brakkkkkkkkkkkkkkkk
putra karna merasa marah mendengar ucapan fajar memukul meja,dia menatap fajar yang terkejut dengan tatapan tajam.
" kamu benar-benar keterlaluan,sejak kapan Selena mengusik kehidupan mu,kenapa kamu sebenci itu padanya ? bahkan kamu sudah sering kali menghina nya,aku tidak habis fikir sebenarnya apa kesalahan nya,,sudahlah aku malas berbicara dengan kalian,,aku ingin pulang" bentak putra,dan dia langsung pergi dari sana, meninggalkan villa milik Liam yang ada di pusat kota.
mereka yang di tinggalkan saling memandang dengan wajah terdiam, sedangkan fajar dia mengelus dadanya karna terkejut akibat putra memukul meja.
" kenapa dia begitu membela si Selena,apa jangan-jangan dia menyukai nya? dari yang aku lihat bahkan bekal Selena juga dia memakan nya " ucap fajar dengan raut wajah kesal.
Liam terdiam,dia mengingat saat dia menghina Selena di malam itu,dan setelah malam itu besok nya Selena malah tidak masuk kampus,dia bahkan libur selama 2 Minggu.
" sudahlah untuk apa aku memikirkan wanita itu,dia memang pantas di perlakukan seperti itu,, aku malah merasa tenang saat dia tidak menggangu ku seperti dulu " batin Liam dengan anggukan kecil.
Kenzo yang sejak tadi terdiam geleng-geleng kepala melihat Liam dan fajar yang merasa tidak bersalah.
" apa kalian lupa waktu itu,putra sudah mengatakan jika dia menganggap Selena seperti adik kandung nya sendiri,, fajar kamu memang sudah keterlaluan,,aku harap kalian secepatnya sadar sebelum kalian berdua menyesal " ucap Kenzo,dan dia langsung masuk kedalam kamar Liam,dia malas berbicara dengan kedua orang itu.
fajar dan Liam yang di tinggalkan mengangkat bahunya dengan acuh.
" aku tidak akan pernah menyesal,,dan aku memang tidak menyukai Selena " gumam fajar,yang masih dia dengar oleh Liam,dia juga mengangguk setuju dengan ucapan teman nya.