NovelToon NovelToon
Why Did I Fall In Love With You

Why Did I Fall In Love With You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:107
Nilai: 5
Nama Author: The Black

Kang Youngha seorang yang dulunya Direktur Muda Perusahaan Kang. Dia menikah dengan Jang Dohee, sosok perempuan yang dicintainya sedari dulu. Tiba-tiba, Kang Youngha melepaskan diri dari jabatan Direktur Muda. Dia mulai mengenal dunia militer dan masuk melalui Wajib Militer, di dunia militer nya Kang Youngha disegani banyak orang. Kali ini, dia benar-benar satu tim dengan teman-teman masa kecilnya yang sudah dianggap saudara. Di pertengahan tahun, dia mulai seperti hidup sendiri. Jang Dohee yang sudah tidak diajak berbicara semenjak Ayah Youngha sendiri berbuat hal yang tidak baik kepada keluarganya, Jang Dohee yang merasa kesal dan harus meluruskan ini selama pernikahannya yang sudah hampir menyentuh 5 tahun itu. Meski begitu, Dohee masih memperhatikan Youngha diam-diam dan mulai mengumpulkan semua aset untuk masa tuanya bersama suaminya. Di sisi lain, pria yang bernama Yoon Hain adalah teman masa kecil Kang Youngha. Mereka sudah seperti saudara kandung dan menyimpan banyak rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon The Black, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 : Youngha and Dohee

Youngha pada saat itu menyuruh seluruh anggotanya untuk mencari tahu kenapa ada yang tega memberi obat pada saat itu, dua kapten Sion dan Hain menyelidiki kepala divisi sebelah karena kemarin berinteraksi dengan Youngha. Raon dan satu Letnan dari divisi lain, Park Jungjin sempat menggeledah semua kantor atas perizinan Laksamana Shin di markas itu dengan alasan keamanan, Youngha yang sedang duduk di kursi milik Raon itu dia menghubungi telfon video ke Dohee.

“Halo sayang” sapa Youngha sambil melambaikan tangannya,

“Hai sayang” balas Dohee juga melambaikan tangan,

“Sedang apa?” tanya Youngha,

“Makan buah, aku habis menelfon Bibi Hwang. Putri Bibi Hwang terkena campak, jadi izin beberapa Minggu ini tidak bisa kerumah” jawab Dohee memberitahukan Youngha,

“Bagus, yasudah besok pulang dari kantor kita jenguk ya” ujar Youngha,

“Iya sayang, kamu lag—” jawab Dohee terputus, dia langsung menatap ke arah monitor bel pintu rumah,

“Sayang siapa itu?” tanya Youngha,

“Sayang, kamu jangan bersuara dulu ya... Aku kasih lihat siapa yang kesini, oke?” tanya Dohee mengecilkan suaranya,

Youngha mengacungkan jempolnya untuk menjawab Dohee, dia beranjak dari sofa dan tidak bersuara. Dohee siap membawa pisau dapur lalu tidak menjawab suara itu, dia mengarahkan kameranya ke Youngha. Lalu Dohee mengisyaratkan kalau ambil foto orang ini buat bukti, Youngha langsung menjepret layarnya. Orang itu semakin brutal jika tidak di jawab, dia menggedor gerbang Dohee memaksa. Dohee langsung mengunci pintu utama, pintu belakang dan mengunci semua jendela. Tirai nya dia tutup, ada tetangganya yang keluar suaranya seorang Ibu-ibu yang berumur sekitar Ibu Youngha.

Dohee membuka tirai jendela utama yang langsung melihat ke arah jalan, Youngha langsung memanggil Raon untuk kembali ke divisinya. Tak lama orang itu pergi dengan meminta maaf ke ibu tadi,

“Sayang, di depan rumah bukannya rumah Raon kan? Sepertinya itu Ibu Raon” ujar Dohee tiba-tiba bersuara,

“Bagaimana dengan Ibu Raon? Kamu dimana?” tanya Youngha khawatir,

“Sayang, aku pinjam tongkatmu ya” jawab Dohee, dia memberanikan diri untuk keluar rumah.

“Sayang!”, “Nyonya Kang jangan!” seru Youngha dan Raon bersamaan, kemudian mereka langsung bergegas ke mobil dan perjalanan menuju rumah saat itu juga.

Dohee menghubungi polisi, tapi polisi itu tidak menerima laporan dan mengarahkan ke Polisi Militer karena kompleks yang dia huni sudah termasuk tanggung jawab pangkalan. Saat Dohee mendengarkan suara Jungha yang ternyata berpatroli di daerah sana, dia langsung menghubungi Jungha dan meminta bantuan. Dohee membuka gerbang lalu menendang laki-laki tak di kenal itu dari belakang, dengan tanggap dia langsung mengangkat tongkat dan langsung memukul teknik Wushu yang dia ikuti. Laki-laki itu kesakitan, dia mendorong Dohee tapi Ibu Raon dengan sigap langsung menangkap Dohee. Dia melempar tongkat ke arah kakinya, laki-laki itu jatuh tersandung tongkat. Tapi tak menyerah dia langsung berdiri dengan kaki agak pincang, Dohee langsung mengeluarkan pisau dapur kecil yang tajam.

Dohee melemparkan dengan teknik lempar pisau yang tak biasa, lalu pisau itu menancap di bagian betis kaki. Laki-laki itu lumpuh kesakitan tak bisa jalan, dengan tambahan Dohee langsung mengikatnya dengan tali jemuran yang diberikan oleh Ibu Raon. Dohee dengan pandai mengikat tersangka di gerbang rumahnya, Dohee menghampiri Ibu Raon yang tangannya terluka itu.

“Ibu Kim, apa anda tidak apa-apa?” tanya Dohee panik,

“Nyonya Kang, apakah anda tidak apa-apa?” tanya Ibu Kapten Sion wajahnya yang pucat melihat kejadian itu tadi,

“Tidak apa-apa, jangan khawatir” jawab Dohee lembut sambil tersenyum,

Mobil dari arah belakang Dohee langsung berhenti mendadak, Youngha dan Raon langsung keluar dari mobil dengan tergesa-gesa.

“Sayang!”, “Ibu!” teriak mereka berdua sambil berlarian, Youngha berhenti melihat tongkatnya dia sempat berhenti untuk mengambil lalu menghampiri Dohee.

“Sayang.... Astaga, kamu tak apa-apa? Ada yang pusing? Mual tidak? Bagaimana perutmu? Tidak ada darah kan? Hah ini darah siapa?!” tanya Youngha panik sambil mengecek seluruh tubuh Dohee,

Di sela seperti itu semua ibu-ibu melihat saling berbisik,

“Sayang, aku baik-baik saja... Ini darah orang itu” jawab Dohee lembut tangan kanannya memegang pipi kanan Youngha,

“Hah, Nyonya Kang... Syukurlah” jawab Raon juga melemas,

Youngha mengeluarkan sapu tangan lalu mengusap darah yang ada di tangan Dohee, sambil menundukkan kepala sambil menangis ternyata,

“Letkol Kang?” tanya Raon sambil mengintip wajah Youngha,

Dohee menatap wajah Raon sebentar lalu mengintip Youngha,

“Sayang?” tanya Dohee, saat itu juga Dohee memegang pipinya lagi dan ternyata sudah dibasahi air mata,

Dohee memeluk Youngha, memegang kepalanya lalu menaruh di dada. Tangan kirinya mengelus punggung Youngha dan tangan kanannya mengelus kepala Youngha, kedua tangan Youngha melingkar di pinggang Dohee. Tongkatnya masih dibawa ada di tangan kanannya, tak lama Jungha dan tim dengan sigap mencari pelakunya.

Dohee langsung menunjuk pelaku yang sudah lemas di gerbang, “Nyonya Kang, apa Letkol Kang sudah pernah begini?” tanya Raon, Dohee langsung tersenyum sambil menganggukkan kepala.

“Sudah, sudah ya... Tak apa-apa” ujar Dohee lalu mengecup kepala Youngha,

Tak lama Youngha keluar dari pelukan Dohee, kedua matanya memerah, wajahnya di basahi dengan air mata. Ibu Raon memberikan sapu tangan kepada Dohee, lalu dia mengusap wajah dan hidung Youngha dengan lembut.

“Letkol Kang, anda baik-baik saja?” tanya Ibu Raon,

Dia hanya menganggukkan kepala, Dohee mengelus dada Youngha dengan lembut. Youngha menoleh ke arah pelaku itu, Youngha memberikan tatapan mematikan. Tapi tiba-tiba mendadak Dohee mencengkram tangan Youngha erat, kepalanya berkunang-kunang lalu jatuh pingsan. Dengan sigap Youngha langsung kembali ke arah Dohee dan menangkapnya,

“Nyonya Kang!” panggil seorang wanita muda yang umurnya dibawah Dohee dua tahun,

“Dokter Jeon, tepat sekali anda datang... Nyonya Kang butuh bantuan mu!” ujar Ibu Sion panik.

Youngha menyuruh Jungha membereskan, dia juga menyuruh adiknya untuk mencari siapa dalangnya ini semua jika itu ada kaitannya dengan obat yang diberikan kepada Youngha ataupun berkaitan dengan orang tua mereka, Youngha memberi tahu Jungha untuk mengurus tuntas kasus ini. Jungha melaksanakan tugas kakaknya, kemudian dia berangkat ke markas dengan cepat mencari tahu. Youngha menggendong Dohee ke kamar, di belakangnya tiba-tiba ada Hain dan wanita muda itu yang membuntuti Youngha dari belakang. Setelah memeriksa semua wanita muda itu menunjukkan wajahnya sangat lega,

“Bagaimana dengan istri saya?” tanya Youngha agak panik,

“Letkol Kang, jangan khawatir Kak Dohee baik-baik saja... Dia hanya terkejut saja” jawab wanita muda itu, yang bernama Jeon Jieun.

“Eh, anda siapa?” tanya Youngha tiba-tiba,

“Ah, Letkol Kang.. saya Jeon Jieun, dokter kandungan sekaligus calon istri Yoon Hain” jawab Jieun,

“Yoon Hain?” tanya Youngha yang tatapannya mengarah ke Hain,

“Nanti aku cerita kak” jawab Hain tegas,

“Nanti ya, huh?” tanya Youngha semakin menekan,

“Sejak kapan kau punya calon istri?” tanya Youngha lagi sangat menegangkan,

“Yah, nanti saja kalau ada waktu aku ceritakan” jelas Hain,

“Apa kalian yakin akan menikah? Nona Jieun dia di markas tidak pernah menceritakan mu sama sekali. Dia hanya menceritakan tentang pacarnya” ujar Youngha sambil melihat ke arah Jieun,

“Kak Hain? Apa benar begitu?” tanya Jieun sambil menatap ke arah Hain,

“Hmm... Nanti, pulihkan dulu Dohee” jawab Hain dingin,

Tak lama, Dohee terbangun dari pingsannya. Jieun langsung memegang lengan Dohee,

“Kak Dohee, apakah kamu baik-baik saja?” tanya Jieun lembut,

“Oh Jieun, kamu disini” jawab Dohee lalu bangun menyandar di tempat tidur,

“Sayang, bagaimana rasanya?” tanya Youngha sambil memegang kaki kiri Dohee,

“Aku baik-baik saja, terima kasih semuanya” jawab Dohee lembut,

“Kak Dohee, aku meresepkan beberapa vitamin untukmu kak... Maaf aku tidak membawa perlengkapan tadi aku dengar kakak sedang diserang orang tak dikenal, jadi aku buru-buru” ujar Jieun,

“Jieun, aku tidak apa-apa... Terima kasih ya sudah memeriksaku” jawab Dohee lembut dengan wajah pucat,

“Kak Dohee, aku sarankan terus minum vitamin yang aku resep kan ini ya kak... Aku takut jika kakak tidak baik, calon bayi kakak ini akan sangat aktif di kedepan nanti.. jangan lupa sering-sering makan yang bergizi ya kak, minum susu yang sudah aku resep kan juga anjuran minumnya sesuai yang aku tulis di kertas itu ya kak” ujar Jieun,

“Jieun, terima kasih ya... Aku tidak bisa membalas semua kebaikanmu, kapan hari ada waktu luang kamu bisa main ke biro psikolog ku. Disana ada kafe enak, nanti aku yang traktir” jawab Dohee sambil menggenggam tangannya,

“Iya kak, terima kasih... Maaf aku hanya bisa membantu ini saja” ujar Jieun,

“Tidak, ini sudah lebih dari cukup... Terima kasih” jawab Dohee,

Youngha yang menatap istrinya sedari tadi, kedua matanya berbinar-binar saat melihat istrinya berbicara dengan orang-orang.

“Kalau begitu, kami pamit dulu ya kak... Nanti kalau ingin jalan-jalan jangan lupa di temani Letkol Kang” ujar Jieun lalu melambaikan tangan berpamitan. Youngha mengantarkannya sampai depan gerbang sambil mengucapkan banyak terima kasih kepada Jieun, lalu dia kembali masuk kedalam rumah.

“Sayang, bagaimana keadaan mu?” tanya Youngha sekali lagi sambil menggenggam tangannya,

“Aku baik-baik saja sayang, tidak usah khawatir” jawab Dohee lembut sambil mengelus lengan kanan Youngha,

“Sayang, tentang biro psikologi itu apa?” tanya Youngha,

“Sayang, maaf aku terlambat memberi tahu mu... Selama ini aku bekerja di biro, disana juga luas tempat kerjanya tanpa tekanan dan juga sudah ada rumah sakit jiwanya” jawab Dohee,

“Milik siapa sayang?” tanya Youngha,

“Milik kita sayang, dua aset ibu dan Jungha sudah masuk kesana... Asetku sudah bangun menjadi rumah sakit untuk umum” jawab Dohee,

“Sayang, selama ini... Terima kasih kamu selalu membuatku semakin terkejut dan kamu adalah hal yang istimewa bagiku, aku tak salah menikah denganmu” ujar Youngha lalu mencium bibir Dohee,

“Kak Dohee! Kak Youngha!” panggil Jungha,

“Dan dia, adalah salah satu klien ku juga” ujar Dohee saat matanya tertuju ke arah suara itu,

“Jungha?” tanya Youngha terkejut,

“Kakak, ternyata disini kalian...” ujar Jungha mengintip dari pintu, “Kakak! Aku sudah mengurus semuanya sesuai arahan mu!” lanjutnya bahagia,

“Bagaimana?” tanya Youngha,

“Dia ternyata anak kepala divisi sebelah, aku sudah melaporkan kepada Laksamana Shin akhirnya dia dibersihkan dari markas, di pecat... Dia bekerja sama dengan Kang Yangon, Ayah kita. Akhirnya aku meminta tanda tangan untuk pengalihan aset dan dia diasingkan dari sini, termasuk Jang Dongeun Ayah mertua” jawab Jungha bak melapor kejadian,

“Adikku pintar sekali” puji Youngha,

“Apa aku dapat pelukan?” tanya Jungha,

“Tentu saja!” jawab Youngha lalu memeluk Jungha, mereka sedikit merayakan.

Dohee tertawa melihat mereka bersatu kembali dan berpelukan bak saudara yang akur.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!