NovelToon NovelToon
Suamiku Juragan Kerupuk

Suamiku Juragan Kerupuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Romansa pedesaan / Komedi
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Arisa dikhianati calon suaminya sendiri di hari pernikahan. Namun karena tak mau malu, Arisa memutuskan menikahi pemuda desa bernama Ogi, yang diketahui juga sebagai murid favorit ayahnya Arisa dulu.

Ogi yang sepenuhnya punya usaha kerupuk di desa, membawa Arisa untuk ikut tinggal dengannya ke desa. Saat itulah kehidupan Arisa berubah drastis.

"Suara apa itu, Kang? Aku nggak bisa tidur," bisik Arisa sambil menghimpitkan badannya ke dekat Ogi.

"Itu cuman suara burung hantu atuh, Neng..." sahut Ogi berusaha tenang.

"Kompor gasnya mana, Kang?"

"Di sini masaknya masih pakai kayu atuh, Neng..."

"Ini kenapa sinyalnya nggak ada, Kang? Aku butuh wifi!"

"Di sini wifi belum ada atuh, Neng. Kalau mau sinyal pun harus naik ke tebing dulu."

Banyak pengalaman baru yang harus dilalui Arisa. Bagaimana kisah romantis dan kekocakkan mereka tinggal di desa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33 - Impas

Usai insiden kentut kelepasan yang dilakukan Arisa, gadis itu jadi menjaga jarak. Dia jadi lebih pendiam dari biasanya. Itu terjadi selama beberapa hari.

Ogi menatap Arisa dari kejauhan. Gadis tersebut tampak sedang menimba air sendiri di sumur.

"Kenapa, Gi? Aku lihat kau dan Neng Arisa jarang bicara sekarang. Kalian nggak lagi berantem kan?" tanya Eyang Imas yang baru datang dari ladang.

"Nggak apa-apa atuh, Eyang. Kami bicara kok pas lagi di kamar," jawab Ogi berkilah. Dia yakin, Arisa pasti merasa malu dengan insiden kentut terakhir kali. Bahkan selama beberapa hari gadis itu rajin menyediakan se ember air di setiap pagi, takut kalau-kalau air akan mati mendadak seperti tempo hari.

"Oh..." Eyang Imas mengangguk sembari duduk ke kursi. Dia menatap Ogi dan berkata, "Pertengkaran dalam rumah tangga itu merupakan hal biasa. Tapi pasangan suami istri yang menghadapi itu harus bisa berpikir dewasa dan bijaksana. Jangan egois atuh..."

"Iya, Eyang... Kok malah nasehatin. Kan sudah kubilang kalau kami nggak bertengkar," kata Ogi.

"Eyang tahu. Lagi pengen nasehati saja," sahut Eyang Imas sembari beranjak.

Ogi kembali menatap Arisa dari jendela. Dia jadi mendadak bersalah karena sudah mentertawakan Arisa. "Kayaknya kemarin aku agak berlebihan kali ya. Aku bahkan sampai sebut kentutnya harum. Bikin Neng Arisa tambah malu," gumamnya.

Ogi lantas mencoba memikirkan cara untuk membuat Arisa merasa tak malu lagi dengan apa yang terjadi. Sampai akhirnya Ogi terpikirkan sesuatu hal.

"Nanti aja deh pas malam," ucap Ogi sambil tersenyum. Dia segera beranjak mengurus kerupuk-kerupuknya. Kebetulan hari itu kerupuk akan di antar oleh Abdi ke kota seperti biasa.

Saat Abdi hendak berangkat, Eyang Imas menyela dan mengatakan ingin ikut pergi ke kota. Katanya dia hendak mengurus sesuatu.

"Kok mendadak sekali, Eyang?" tanya Arisa yang merasa heran. Dia juga merasa tidak nyaman jika berduaan dengan Ogi di rumah. Mengingat mereka tak pernah ditinggal berduaan di rumah saat malam.

"Ada atuh yang harus Eyang urus. Nanti besok pagi Eyang pulang," kata Eyang Imas.

"Ya sudah kalau begitu hati-hati ya, Eyang. Kang Abdi juga," ujar Arisa.

"Makasih, Neng. Dinikmati saja momennya sama Ogi. Percayalah! Berduaan lebih seru," sahut Abdi.

"Ih! Kang Abdi apa-apaan atuh. Jangan bicara aneh-aneh," balas Ogi. Dia tak mau rasa malu Arisa tambah parah.

Eyang Imas dan Abdi segera beranjak meninggalkan rumah. Arisa lantas bergegas masuk ke rumah lebih dulu tanpa mengatakan apapun pada Ogi. Raut wajahnya tampak masam.

Ogi segera menyusul masuk ke rumah. Kala itu waktu sudah sore. Semua pekerja pembuat kerupuk sudah pulang. Asih juga telah menyelesaikan pekerjaannya di rumah Ogi. Jadi Arisa dan Ogi benar-benar hanya berduaan di rumah.

Arisa segera masuk ke kamar. Sedangkan Ogi memutuskan pergi ke dapur. Dia memeriksa singkong yang sedang dirinya bakar.

"Wah... Pasti enak ini," komentar Ogi. Dia melihat beberapa singkongnya sudah matang.

Satu per satu Ogi masukkan singkong bakar ke dalam wadah. Selanjutnya dia makan satu per satu.

"Semoga singkong ini bisa bikin kentutku lebih nyaring dari kentutnya Neng Arisa," ucap Ogi. Dia berniat ingin kentut di hadapan Arisa agar gadis itu merasa tak malu lagi.

Usai puas memakan singkong, Ogi merasa perutnya kenyang. Perlahan rasa mulas itu datang. Ogi lantas buru-buru masuk ke kamar. Dia pura-pura mengambil pakaian di lemari.

Arisa terlihat duduk di tepi ranjang sambil membaca buku. Dia berusaha bersikap tenang. Namun tiba-tiba...

Prootttt...

Ogi tiba-tiba meluapkan ledakan kentut.

"Eh! Maaf atuh, Neng... Kelepasan aku..." ujar Ogi berlagak seolah malu.

"Bwahahaha!" Arisa memecahkan tawa. Dia juga menutupi hidungnya. Jaga-jaga kalau kentut suaminya bau. "Gila! Kentut Kang Ogi nyaring banget. Kayak ledakan bom! Hahaha..."

"Sekarang kita impas ya, Neng... Jangan malu lagi atuh sama Akang," tutur Ogi.

Arisa perlahan berhenti tertawa. Dia berucap, "Jadi Kang Ogi sengaja kentut di hadapanku karena mengira aku malu karena kejadian kemarin?"

"Iya. Maaf ya, Neng... Aku berlebihan kan kemarin? Bikin Neng Arisa malu banget," tanggap Ogi.

"Hahaha! Enggak atuh, Kang. Aku selama beberapa hari ini lagi datang bulan. Makanya aku agak pendiam dari biasanya. Bukan malu karena perkara kentut kemarin. Perutku sakit," jelas Arisa. Dia memandang kagum Ogi yang tampak menggaruk kepala yang tak gatal. "Tapi aku setuju. Kita impas sekarang. Ngomong-ngomong, kelakuan kita udah kayak pasutri beneran aja ya. Soalnya kan kalau menikah, kentut di hadapan pasangan itu adalah hal biasa katanya."

"Bener juga ya, Neng..." Ogi tersenyum malu. Masih menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Oh iya, harusnya Neng Arisa bilang kalau lagi nyeri haid atuh. Akang tahu soalnya bikin jamu tradisional pereda nyeri haid. Namanya jamu kunyit asem atuh," lanjutnya.

Pupil mata Arisa membesar. "Benarkah, Kang?" tanggapnya tertarik.

"Aku buatkan sekarang saja langsung ya, Neng..." ujar Ogi. Dia bergegas pergi ke dapur untuk menyalakan tungku.

1
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
kasihan Ogi😭😭
Fitri Yaningsih
jadi makin kacau.....berawal dari amukan dan berakhir dipenjara kelak ayo lah selamatkan ogi dulu baru selesaikan masalah toh bukti sudah dikantongi
Tiara Bella
Heru edan adek sndiri dibacokin....dah selamat mendekam km dipenjara Heru
W I 2 K
Heru gelap mata....karena berawal dr Mega..yglama di gubug
Tiara Bella
waduh bahaya ini Ogi sm Dadang gimana nasibnya kalian
vania larasati
lanjut
Rommy Wasini Khumaidi
waduh bahaya
Fitri Yaningsih
hayo apa yang bakal terjadi.....
ogi dan heru baku hantam apa
ogi dan dadang berhasil sembunyi
kita digantung bacanya 😁😁😁
juwita
klo pegat itu putus. klo patah itu potong.
Desau: mohon di maklumi kak, aku bukan org sunda soalnya 🤧🙏
total 1 replies
juwita
padahal lamun di Sunda Abdi teh saya. emg kang Abdi namanya Abdi?
juwita
kk ipar aq jualan kerupuk di jakarta alhamdulillah sukses. apa lg ini si ogi anu boga pabrik na langsung
Sri rahayu
wah kecebong ogi udah mau loncing
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
Alhamdulillah Arisa hamil....Ogi pasti seneng deh...
Fitri Yaningsih
wih dapet hadiah tak terkira nanti pas ogi denger kabar kalo arisa hamil,masalah cepat berlalu dan kebahagiaan sejati akan hadir sebentar lagi yang kuat sejatinya orang hidup ada aja masalahnya baik ringan atau berat tergantung kita menyikapinya
wah selamat kang ogi debay otw .....🥰🥰🥰🥰
Ninik Sumarni: Alhamdulillah bahagia banget
total 1 replies
Rommy Wasini Khumaidi
selamat Arisa & Ogi,dapat anugrah ditengah musibah,itu justru yang akan menguatkan kalian
Tiara Bella
mantap Ogi....
Rommy Wasini Khumaidi
lanjutkan Ogi
W I 2 K
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!