NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Sistem / Fantasi
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NERAKA DUNIA

"Nyawa Saya adalah taruhan bagi setiap kata Anda," jawab nya tanpa ragu.

"Bawa Diana dan Viola keluar dari penjara bawah tanah istana, jangan lewatkan penjagaan ksatria Duke Victor ataupun prajurit istana, aku ingin mereka dibawa ke gudang tua di pinggiran hutan belakang mansion, tapi jangan bawa mereka masuk ke area kediaman Belmont melalui gerbang utama," perintah Rania, matanya berkilat kejam.

"Membobol penjara istana bukan hal sulit bagi Nona, api kaisar Aron pasti akan menyadarinya," ucap pria itu, pelan.

Rania tersenyum miring, teringat wajah menyebalkan pria itu.

"Biarkan saja, jika kaisar itu bertanya, katakan kalau kau adalah orang ku, dia tidak akan berani menghalangi mu," jawab Rania, tersenyum miring.

"Baik, Nona. Bagaimana dengan kondisi mereka saat dibawa? Saya tidak menjamin, tidak memberikan pelajaran kepada mereka," tanya pria itu lagi.

"Lakukan apapun yang kamu mau, tapi pastikan mereka tetap hidup, aku tidak peduli jika mereka sedikit sekarat sekalipun. Oh satu lagi, tutup mulut mereka, aku tidak ingin mendengar suara melengking mereka sebelum aku sendiri yang mengizinkannya," ucap Rania sambil berdiri, ia mengambil sebuah belati milik nya yang dia sembunyikan di balik bantalnya.

"Laksanakan," jawab pria itu, membungkuk hormat, sebelum akhirnya melompat keluar dari jendela kamar Rania.

Pria itu pergi untuk menjalankan perintah Rania, meninggalkan Rania sendirian dengan rencana gelap di kepalanya.

Dua jam kemudian, di sebuah gudang tua yang tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan.

Suasana di sana sangat pengap dan hanya diterangi oleh dua buah obor yang menempel di dinding kayu, bau amis debu dan karat memenuhi ruangan.

Bruk

Bruk

Dua sosok wanita dilemparkan dengan kasar ke lantai tanah yang dingin, tangan dan kaki mereka terikat rantai, mulut mereka disumbat kain hitam.

Tubuh Diana dan Viola bergetar ketakutan, wajah mereka berdua yang biasa nya penuh kesombongan kini hancur berantakan.

"Tolong lepaskan aku...hiks...hiks..."

Jika dulu mereka yang menyiksa Rania, dengan tanpa belas kasihan, walapun Rania memohon, kini giliran mereka untuk merasakan apa yang dirasakan oleh Rania dulu.

Viola tampak sangat menyedihkan dengan bekas cekikan bayangan Aron yang masih membiru di lehernya, ditambah bentol-bentol hitam di wajahnya yang semakin parah.

Ceklek...

Pintu gudang terbuka perlahan, Rania melangkah masuk dengan tudung kepala yang menutupi sebagian wajahnya, di tangannya, dia memegang kotak perak berisi bukti-bukti kejahatan mereka.

Tak

Tak

Tak

Rania berjalan mendekat, setiap ketukan sepatunya di lantai kayu terdengar seperti lonceng kematian bagi Diana.

"Selamat malam, Nyonya Diana. Nona Viola. Tidur kalian nyenyak di penjara tadi?" tanya Rania dengan nada suara yang sangat manis, namun sanggup membuat bulu kuduk berdiri.

Rania berlutut di depan Diana, menarik penutup mulut wanita itu dengan kasar.

"RANIA! KAU GILA! KAU BERANI MENCULIK KAMI DARI PENJARA ISTANA?! DUKE AKAN MEMBUNUHMU!"

Teriak Diana histeris, napasnya memburu karena ketakutan.

"CEPAT LEPASKAN KAMI! DENGAN BEGITU KAMI TIDAK AKAN MEMBERITAHU KAISAR DAN DUKE TENTANG KEJAHATAN MU!"

Teriak Diana lagi, dan seperti nya Diana juga belum sadar dengan perbuatan jahatnya

Plak

Satu tamparan keras mendarat di pipi Diana hingga kepalanya terhentak ke samping.

"Jangan sebut nama ayahku dengan mulut kotormu itu," desis Rania, dingin.

Rania mencengkeram rahang Diana dengan kuat, memaksanya menatap mata Rania yang kini tampak sangat tajam.

"Aku tahu semuanya, Diana, tentang racun bubuk bunga mawar hitam, tentang Tabib Aris, dan tentang bagaimana kalian meracuni ibuku perlahan-lahan," ucap Rania dengan suara yang sangat tenang namun penuh penekanan.

Deg

Wajah Diana seketika pucat pasi, lebih pucat dari mayat.

"I-itu... itu fitnah! Kamu tidak punya bukti!" teriak Diana, dengan sisa-sisa keberanian nya.

Rania tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat merdu sekaligus mengerikan, lalu dia membuka kotak perak itu dan mengeluarkan botol racun yang ditemukan Lina.

"Ini apa? Jus buah?" ucap Rania menunjukkan botol racun dan surat pengakuan tabib,

Viola yang melihat itu mencoba memberontak, dia sadar kalau kejahatan ibunya sudah di ketahui oleh Rania, besar kemungkinan dirinya untuk selamat.

"Jangan lupakan anakmu ini, Diana," Rania beralih menatap Viola, mengambil belati militernya, memutar-mutar benda tajam itu di depan wajah Viola.

"Dulu... Rania yang asli selalu menangis dan memohon belas kasihan kalian, kan? Dia mati karena penyiksaan yang kalian lakukan, jadi sekarang, biarkan aku membalasnya dengan cara yang sama, atau bahkan lebih," ucap Rania, dingin.

Rania menempelkan mata pisau yang dingin itu ke pipi Viola yang penuh bentol.

"TIDAK! JANGAN! RANIA, TOLONG! DIA ADALAH KAKAK MU!" jerit Diana sambil mencoba merangkak mendekat.

"Kakak Aku hanya punya satu kakak, namanya Dante. Gadis ini? Dia hanyalah parasit yang lahir dari wanita iblis seperti mu," ucap Rania tanpa belas kasihan.

Srettt

"Aaaaakkkkkhhhh!"

Rania menyayat sedikit kulit pipi Viola, tidak dalam, namun cukup untuk membuat darah segar mengalir keluar.

SRETTTT

JLEP

"AAAAAKKKKKHHHHH!" Viola berteriak tertahan karena mulutnya masih tersumbat, saat Rania menusuk pipi nya.

"Itu untuk setiap tetes air mata Rania yang asli," ucap Rania dingin.

Mungkin karena terlalu takut dan kesakitan, mereka tidak terlalu mendengar kan ucapan Rania, tentang Rania asli, yang artinya Rania yang sedang berdiri di depan mereka itu, Rania dengan jiwa dari orang lain.

"Tangan ini yang sering kamu gunakan untuk menyiksa Rania dan juga para pelayan, kan?" ucap Rania, dingin.

Tak

Tak

Tak

Tak

Tak

"AAAAAKKKKKKHHH!"

"Ku mohon berhenti..." ucap Viola, menjerit kesakitan.

"RANIA APA YANG KAMU LAKUKAN PADA ANAK KU!"

Bentak Diana, mm berontak dengan kaki terikat.

Rania hanya tersenyum miring, dan berbalik ke arah Diana, menatap wanita itu dengan pandangan jijik.

"Hanya memberikan sedikit kenang-kenangan," jawab Rania, santai.

"Dan untukmu, Diana, aku tidak akan membunuhmu sekarang, karena itu terlalu mudah. Aku akan membuatmu meminum racun yang sama dengan yang kau berikan pada ibuku, aku ingin kamu merasakan bagaimana organ tubuhmu hancur perlahan selama berbulan-bulan, sementara kamu melihat putrimu ini membusuk di depan matamu," ucap Rania, menatap tajam dua perempuan iblis yang sudah tergeletak di atas lantai itu.

"K-kamu benar-benar iblis, Rania Belmont!" rintih Diana dengan air mata yang mulai mengalir deras.

"Aku anggap itu pujian," jawab Rania, tersenyum miring.

"Dan ini ada sedikit hadiah untuk mu," lanjut Rania, mengangkat tangan nya.

PLAK

PLAK

BHUK

BRAKKKKK

"AAAAKKKKKKHHHH!"

Uhuk

Uhuk

Sebelum benar-benar pergi meninggalkan gudang itu, Rania menampar kedua pipi Diana, lalu menendang nya, sampai terpental menabrak tembok.

Rania berdiri, merapikan jubahnya yang tidak kotor sedikit pun.

1
Anandita Syifa Malika
semangat kakk!!!!
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ gak habis thinking kak aku sama Aron nii...
sehat selalu buat autor paling the best lah pokoknya 👏👏👏👏
miss blue 💙💙💙
kemana perginya monstee itu 😭😭😭🤣🤣🤣
Tiara Bella
Aron Aron yg lagi jatuh cinta bentar lg bucin akut...
miss blue 💙💙💙
lama lama nih sistem aku bungkus aja, biar nanti suruh gosip sama ruben onsu, kayaknya cocok 🤣🤣🤣
T1 T1n
untung aku belum tidur/Chuckle//Determined/
°RhaiKen™
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ ampun dah raja bucin mu sungguh mengesankan /Curse//Curse//Curse/
Tiara Bella
Aron keenakan tiap ada sesuatu pasti dicium sm Rania....
T1 T1n
kapan up lagi😭😭
°RhaiKen™
aaaa....so sweet deh.. bucin sudah pda waktunya nieee..🤣🤣
renjani
sistem sableng kayaknya dibuat sama leluhur Aron nih biar dia cepet nikah🤭🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍
Milah Milah
Waah Kaisar Aron sudah menandai kepemilikannya, dan memanggilnya my Queen. Jadi meleleh thor... 🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣 rania malu malu meong🤭🤭
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Astiana 💕
baru kali ini sistem menyuruh tuan nya ke jurang kemesuman🤣🤣
beybi T.Halim
sistem nya romantis sekali😁 dikit2 peluk dikit2 cium wahhhh ,terbaik lah💝
kaylla salsabella
lanjut
Milah Milah
Sistem buatan othor emang keren abiz👍
Inah Ilham
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!