NovelToon NovelToon
Hasrat Majikan

Hasrat Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Percintaan Konglomerat / Selingkuh / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MomSaa

Demi tagihan rumah sakit ibunya yang membengkak, Almira terpaksa menjual kebebasannya kepada Alexander Eduardo. Bagi Alex, Almira hanyalah alat pelampiasan—bayang-bayang untuk mengalihkan rasa sakitnya atas perlakuan Elara, wanita yang dicintainya namun menolak berkomitmen.

Namun, permainan kekuasaan ini berubah menjadi obsesi gelap. Saat Almira mulai mengandung benih sang tuan, Elara kembali untuk merebut posisinya. Alex harus memilih: tetap mengejar cinta masa lalunya yang semu, atau menyelamatkan wanita yang tanpa sadar telah menjadi detak jantungnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MomSaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia

Udara dingin desa terasa menusuk sampai ke tulang saat kaki Almira menginjak lantai semen rumah lamanya yang sudah retak-retak. Bau debu dan kayu lapuk langsung menyengat hidung. Setelah kejadian emosional di dalam helikopter tadi, Almira merasa tubuhnya sangat lemas, tapi hatinya merasa lebih berani karena ada Alex di sampingnya.

Alex terus menggandeng tangan Almira dengan sangat erat. Pria itu menggunakan senter besar untuk menerangi ruangan yang gelap gulita. Rumah itu kosong, hanya ada beberapa kursi kayu tua yang tertutup kain putih berdebu.

"Dulu aku sering duduk di sini, nunggu Ayah pulang dari ladang," bisik Almira dengan suara serak. Air matanya hampir jatuh lagi kalau saja Alex tidak langsung merangkul pundaknya.

"Kita di sini untuk mencari kebenaran, Al. Jangan takut," kata Alex pelan. Suaranya terdengar sangat menenangkan, tidak ada lagi nada sombong atau kasar seperti dulu.

Rendy, asisten setia Alex, berjaga di depan pintu rumah sambil sesekali melihat ke arah jalan setapak yang gelap. "Tuan, kita harus cepat. Saya rasa orang-orang suruhan Nadia tidak akan tinggal diam," lapor Rendy.

Almira berjalan menuju dapur yang lantainya masih beralaskan semen kasar. Di pojok ruangan, dekat tempat penyimpanan kayu bakar, ada sebuah lemari kecil yang sudah hampir hancur dimakan rayap. Almira ingat pesan ayahnya sebelum meninggal dunia. Ayahnya pernah bilang kalau ada sesuatu yang disembunyikan di bawah lantai, tepat di bawah kaki lemari itu.

"Alex, tolong bantu aku geser lemari ini," pinta Almira.

Alex segera meletakkan senternya dan mendorong lemari itu dengan kuat. Meskipun kakinya belum sembuh total, tenaga Alex sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya. Setelah lemari bergeser, terlihat sebuah ubin yang semennya tampak lebih baru dibanding yang lain.

Alex menggunakan pisau kecil untuk mencongkel semen itu. Tak lama kemudian, ia menemukan sebuah kotak besi kecil yang sudah berkarat. Dengan sekali sentakan, kotak itu berhasil diangkat.

"Ini dia..." gumam Alex.

Mereka berdua duduk di lantai dapur yang kotor, tidak peduli lagi dengan baju mahal yang mereka pakai. Alex membuka paksa kunci kotak itu. Di dalamnya, ada beberapa lembar kertas yang sudah menguning, sebuah foto lama, dan sebuah cincin perak dengan lambang keluarga Eduardo.

Tangan Almira gemetar saat membaca surat yang ada di dalam kotak itu. Surat itu ditulis langsung oleh Richard Eduardo, ayah Alex, untuk Yusuf, ayah Almira.

"Yusuf, sahabatku yang paling setia. Terima kasih karena sudah menyelamatkan nyawaku di masa perang dulu. Aku tahu kau memilih hidup sederhana di desa karena tidak ingin terlibat dalam perebutan harta keluargaku. Tapi aku tetap memberikan hakmu. Surat ini adalah bukti bahwa 15 persen saham perusahaan atas namamu adalah milikmu selamanya. Jika suatu saat anak cucuku dalam kesulitan, tunjukkan surat ini. Kau bukan pelayan, Yusuf. Kau adalah saudaraku."

Almira menangis sesenggukan setelah membaca surat itu. "Jadi selama ini... Ayah bukan cuma buruh biasa? Ayah punya hak besar di perusahaan kamu, Alex?"

Alex terpaku. Ia mengambil surat itu dan membacanya berkali-kali. Rahangnya mengeras. Ia sadar, selama ini Nadia Mahendra dan dewan direksi sudah membohongi semua orang. Mereka menyebut Almira sebagai "anak pelayan" yang tidak punya hak apa-apa, padahal kenyataannya, keluarga Almira punya saham sah yang bisa menyelamatkan posisi Alex.

"Ini gila, Al," kata Alex sambil menatap istrinya dengan bangga. "Dengan surat ini, tidak ada satu orang pun yang bisa mengusirmu dari keluarga Eduardo. Kamu bukan cuma istriku, kamu adalah pemilik sah dari sebagian perusahaan itu. Kita bisa menghancurkan Nadia besok pagi."

Melihat Almira yang masih menangis karena tidak percaya, Alex menarik istrinya ke dalam pelukan. Ia mencium kening Almira dengan sangat lama. Rasa bangga dan sayang menyatu di hati Alex. Ia merasa sangat bodoh karena dulu pernah meremehkan wanita ini.

"Maafin aku ya, Al. Aku baru tahu kalau Ayah kamu sehebat itu," bisik Alex.

Almira menyandarkan kepalanya di dada Alex. "Aku nggak butuh hartanya, Alex. Aku cuma pengen orang-orang berhenti menghina Ayahku. Aku pengen mereka tahu kalau Ayahku orang baik."

Alex memegang pipi Almira dan menatap matanya dalam-dalam. "Aku janji, Al. Besok, aku akan buat mereka semua minta maaf di depan makam Ayah kamu. Aku nggak akan biarkan satu orang pun menghina kamu lagi."

Keinginan untuk melindungi Almira membuat Alex merasa lebih kuat. Ia memeluk Almira sangat erat, seolah-olah tidak ingin ada satu pun badai yang bisa menyentuh istrinya lagi. Di rumah tua yang gelap dan sunyi itu, mereka berdua merasa lebih dekat dari sebelumnya. Bukan karena harta, tapi karena mereka tahu bahwa takdir sudah mempersatukan keluarga mereka sejak lama.

Tiba-tiba, suara kaca pecah terdengar dari ruang tamu. "Tuan! Ada tamu tak diundang!" teriak Rendy dari luar.

Alex langsung berdiri dan menarik Almira ke belakang tubuhnya. Dua orang pria berbadan besar dengan penutup muka masuk ke dapur membawa balok kayu. Mereka pasti orang suruhan Nadia yang ditugaskan untuk mengambil kotak besi itu.

"Serahkan kotaknya!" bentak salah satu pria itu.

Alex tidak gentar. Meskipun ia belum bisa berlari cepat, ia tetap seorang pria yang terlatih bela diri. "Coba saja kalau berani menyentuh milikku," jawab Alex dengan nada dingin yang menakutkan.

Salah satu pria itu mencoba memukul Alex, tapi Alex berhasil menghindar dan membalas dengan pukulan keras di wajah pria itu sampai tersungkur. Pria lainnya mencoba menyerang Almira, tapi dengan sigap Alex menarik tangan pria itu dan membantingnya ke lantai.

"Ayo kita pergi dari sini! Rendy, siapkan helikopter!" teriak Alex sambil menggendong kotak besi itu di satu tangan dan menggandeng Almira di tangan lainnya.

Mereka berlari keluar rumah menuju landasan helikopter di tengah hujan yang mulai turun. Lumpur desa membuat langkah mereka berat, tapi Alex terus menjaga Almira agar tidak jatuh. Saat mereka naik ke helikopter, beberapa mobil hitam tampak mengejar mereka dari kejauhan, tapi sudah terlambat.

Helikopter itu terbang tinggi, meninggalkan desa Almira yang penuh kenangan. Di dalam kabin, Almira masih terengah-engah. Ia memeluk kotak besi itu erat-erat di dadanya.

Alex duduk di depan Almira, napasnya memburu. Ia mengambil tangan Almira dan menciumnya. "Jangan takut lagi, Sayang. Perang ini sudah hampir selesai. Kita sudah punya senjatanya."

Almira melihat ke arah jendela, melihat lampu-lampu Jakarta yang mulai terlihat lagi di kejauhan. Ia merasa seperti baru saja bangun dari mimpi buruk. Dengan surat di dalam kotak itu, ia tidak lagi merasa kecil. Ia siap berdiri di samping Alex sebagai pendamping yang setara.

"Besok pagi, kita akan buat kejutan untuk Nadia," kata Alex dengan senyum kemenangan. "Dia pikir dia bisa menginjak-injak kita, tapi dia nggak tahu kalau dia baru saja menggali lubangnya sendiri."

Malam itu, di dalam helikopter yang membelah langit, Almira akhirnya bisa bernapas lega. Air matanya sudah kering, digantikan oleh tekad untuk melindungi keluarganya. Di sampingnya, Alex menatapnya dengan penuh cinta, siap menjadi tameng yang paling kuat untuk istri dan anaknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!