NovelToon NovelToon
The Royal Family

The Royal Family

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:231
Nilai: 5
Nama Author: Viana18

Di tengah kota mewah Seoul berdiri sebuah komplek elite bernama Royal Family Residence tempat tinggal empat keluarga sultan paling berpengaruh di Asia. Rumah mereka berdampingan, bisnis mereka mendunia, dan anak-anak mereka terkenal di sekolah elit Aexdrem High School serta Universitas Aexdrem.
Walaupun terlihat sempurna dari luar, isi rumah mereka justru penuh keributan, lawakan receh, drama keluarga, dan perang mulut tiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viana18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Beberapa hari berlalu begitu cepat. Rumah-rumah besar milik keluarga mereka kini dipenuhi kesibukan persiapan keberangkatan. Di kediaman Jung, Mommy Taeyeong sibuk sekali memerintahkan pelayan untuk menyiapkan pakaian, perlengkapan, dan oleh-oleh yang akan dibawa. Mark terlihat sangat tenang namun matanya tak pernah berhenti berpikir, ia menyiapkan segala sesuatu dengan sangat rapi dan sempurna, berniat tampil sebaik mungkin di depan Nana nanti. Sementara Jeno, ia sibuk menelepon Nana setiap jam, bertanya apa saja yang harus dibawa Nana, apa yang Nana sukai, dan berjanji akan membawakan segala kebutuhan kekasihnya itu agar Nana tidak perlu repot sama sekali.

Di kediaman Nakomoto, Nana dan Renjun terlihat sangat ceria saat membantu Bunda Winnie menyiapkan barang-barang. Mereka membayangkan betapa indahnya momen kebersamaan mereka nanti. Ayah Yuta pun ikut tersenyum bahagia melihat kebahagiaan anak-anak perempuannya. Ia merasa lega karena telah memilihkan pasangan yang berani berjuang demi anak-anaknya itu.

Begitu juga di kediaman Xu, Mama Xu sudah memastikan segala sesuatu di vila dan kapal pesiar sudah dalam kondisi terbaik. Ia memerintahkan staf di sana untuk membersihkan semuanya hingga berkilau, menyiapkan makanan-makanan lezat, dan menghias tempat itu seindah mungkin demi menyambut kedatangan sahabat dan anak-anak mereka. Gualin pun ikut membantu, ia memastikan bahwa vila itu akan menjadi tempat ternyaman bagi Renjun.

Dan di kediaman Seo, Haechan adalah orang yang paling sibuk dan paling teliti. Ia menghabiskan waktu berjam-jam memilih baju-baju terbaiknya, merawat diri, dan menyiapkan segala hal yang mungkin disukai oleh Mark. Ia bertekad tampil seindah dan seanggun mungkin, berharap setidaknya sekali saja mata Mark akan tertuju padanya.

Hingga akhirnya, hari keberangkatan pun tiba. Pagi itu langit sangat cerah dan bersih, angin berhembus lembut membawa hawa segar. Di gerbang kediaman Jung, empat keluarga besar itu berkumpul lengkap dengan kendaraan-kendaraan mewah mereka. Mobil-mobil besar dan nyaman sudah siap membawa mereka menuju kawasan pantai eksklusif milik keluarga Xu.

Sebelum berangkat, keempat ibu itu saling berpelukan penuh sukacita, sementara para ayah saling bersalaman dengan hangat.

"Seneng banget rasanya akhirnya kita bisa jalan-jalan bareng kayak gini ya. Makasih banyak lagi ya Ma Xu udah sediain tempat seindah itu," ucap Mommy Taeyeong tulus.

Mama Xu tertawa renyah sambil menggeleng. "Udah apa sih. Santai aja ya semua, anggap aja rumah sendiri. Semoga kita semua bahagia dan sehat selalu di sana nanti."

Para anak muda pun bersiap masuk ke dalam mobil. Seperti biasa, Jeno langsung menarik tangan Nana masuk ke mobilnya, tidak mau berpisah sedetik pun. Gualin dengan sopan membukakan pintu mobil untuk Renjun, begitu pun Henderi yang mempersilakan Dejun masuk duluan.

Mark berjalan menuju mobil mewahnya dengan langkah tegap dan dingin. Belum sempat ia memegang gagang pintu, Haechan sudah berdiri di sana dengan senyum paling manis dan wajah penuh harap.

"Kak Mark... boleh nggak aku ikut naik mobil kamu? Kan searah, terus aku juga pengen ngobrol dikit sama kamu di jalan... boleh ya?" pinta Haechan pelan, matanya menatap memohon.

Mark langsung mengerutkan keningnya kasar, wajahnya langsung berubah masam. "Nggak mau. Ikut mobil lain aja, sama orang lain aja sana. Aku mau sendiri, aku butuh ketenangan. Kamu kalau ada di situ pasti ribut terus, ganggu banget."

Hati Haechan kembali hancur, tapi sebelum ia sempat menjawab, Mommy Taeyeong yang lewat di sana langsung menyela dengan nada tegas dan tidak bisa dibantah.

"Mark! Apa-apaan itu omongan?! Sini bukain pintunya buat Haechan! Kamu itu ya, mulutnya nggak ada sopan-sopanannya sama sekali! Haechan mau ikut ya udah bolehin aja! Kamu mau sendiri-sendiri terus kapan dapet jodohnya? Cepat sana! Kalau kamu nolak juga, nggak usah bawa mobil ini sama sekali! Kamu tau kan ancaman mommy nggak main-main" ancam Mommy Taeyeong dengan nada rendah tapi penuh peringatan.

Mark mendengus kesal, rahangnya mengeras menahan amarah yang meluap. Ia menatap tajam ke arah Haechan yang hanya bisa menunduk malu namun tetap berusaha tersenyum penuh terima kasih pada ibunya Mark. Dengan kasar Mark membukakan pintu penumpang depan, lalu masuk ke dalam sambil membanting pintu mobilnya cukup keras.

"Masuk sana! Cepet! Jangan bikin aku nyesel udah bolehin kamu naik!" seru Mark ketus.

Haechan tersenyum bahagia, rasa sakit hatinya sedikit terobati karena setidaknya ia bisa berjalan beriringan dengan Mark menuju tempat liburan mereka. Ia masuk ke dalam mobil mewah itu dengan hati berbunga-bunga, berharap perjalanan panjang ini bisa menjadi awal yang baik bagi perasaannya.

Konvoi kendaraan mewah bergerak beriringan membelah jalanan aspal yang mulus, meninggalkan hiruk-pikuk kota besar menuju ke arah selatan, di mana hamparan samudra luas dan biru sedang menanti kedatangan mereka. Di setiap mobil, suasana terasa berbeda-beda, menggambarkan perasaan para penghuninya masing-masing.

Di mobil paling depan, tempat keluarga Nakomoto, Xu, dan Lee bergantian duduk, suara tawa dan obrolan hangat terdengar begitu akrab. Ayah Yuta dan Papa Xu asyik berdiskusi tentang bisnis dan hobi mereka, sementara para ibu—Mommy Taeyeong, Mae Ten, Bunda Winnie, dan Mama Xu—tak henti-hentinya bercerita sambil sesekali bersorak kagum melihat pemandangan alam yang mulai berubah menjadi semakin asri dan hijau sepanjang perjalanan.

Namun, suasana yang paling mencolok terlihat jelas di dalam mobil mewah milik Mark yang berjalan agak di belakang barisan utama. Di dalam mobil berwarna hitam pekat yang senyap, dingin, dan beraroma parfum mahal itu, hanya terdengar suara musik klasik yang mengalun pelan. Mark menyetir dengan wajah kaku, matanya menatap lurus ke depan tanpa berkedip sedikit pun, tangannya mencengkeram setir begitu erat seolah sedang menahan amarah yang meluap-luap. Di sebelahnya, Haechan duduk dengan sangat sopan dan tenang, tangannya diletakkan rapi di atas pangkuan, berusaha sebaik mungkin untuk tidak melakukan atau mengatakan apa pun yang bisa membuat Mark makin marah.

Sesekali Haechan melirik ke arah profil samping wajah Mark yang begitu tampan namun begitu dingin itu. Hatinya kembali dipenuhi rasa haru dan rasa sakit yang bercampur aduk. Ia begitu bahagia bisa berada sedekat ini dengan cowok yang dicintainya, bisa menghirup udara yang sama, bisa merasakan getaran mobil yang sama, tapi di sisi lain, kesunyian dan sikap cuek Mark seolah menjadi tembok tebal yang memisahkan mereka berdua.

Beranikan diri, Haechan perlahan berbicara dengan suara sangat pelan dan lembut, takut-takut mengganggu ketenangan itu.

"Kak Mark... nggak capek nyetir terus? Mau gantian nggak? Aku bisa lho nyetir, atau mau aku ambilin minum di tas belakang? Ada air dingin, pasti seger banget," tawar Haechan dengan penuh perhatian, matanya berbinar berharap mendapat sedikit respon.

Namun, jawaban yang diterimanya tetaplah sama: dingin, tajam, dan menusuk hati. Mark sama sekali tidak menoleh, mulutnya bergerak sedikit saja tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!