NovelToon NovelToon
Rahasia Sang Pengantin : Gadis Berniqab Dan Cassian Noir

Rahasia Sang Pengantin : Gadis Berniqab Dan Cassian Noir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: nurproject

Penerbangan dua belas jam menuju Kanada seharusnya menjadi awal hidup baru yang tenang bagi Aisya. Gadis sederhana yang hanya ingin mengejar mimpinya itu tidak pernah menyangka bahwa kursi economy class yang ia tempati akan membawanya masuk ke dalam pusaran hidup Cassian Noir.

​Cassian, pria dengan aura mengintimidasi dan tatapan setajam silet, duduk di sana bukan untuk berlibur. Ia sedang melarikan diri dari pengkhianatan di organisasinya. Pertemuan singkat di atas Samudra Atlantik itu bermula dari sebuah ketidaksengajaan—sebuah bantuan kecil dari Aisya yang justru membuat Cassian melihat sesuatu yang berbeda di balik niqab gadis itu: Ketulusan tanpa rasa takut.

​Namun, sebuah insiden di tengah penerbangan memaksa mereka untuk mendarat dalam situasi yang tidak terduga. Cassian yang terluka dan terpojok mengklaim Aisya sebagai "pengantinnya" demi menyelamatkan nyawa gadis itu dari musuh yang sudah menunggu di bandara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurproject, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Badai di Luar Rencana

​Akhir pekan berlalu dengan cepat, dan pergelangan kaki Aisya sudah jauh lebih baik berkat salep herbal yang diberikan Bibi Salma. Namun, ketenangan di apartemen Paman Hamdan terusik pada Senin sore.

​Sejak siang, salju turun sangat lebat hingga pemerintah kota Toronto mengeluarkan peringatan badai salju (blizzard). Angin kencang menderu-deru di luar jendela, memotong jarak pandang menjadi hanya beberapa meter.

​"Astagfirullah, bagaimana ini?" Bibi Salma berjalan bolak-balik di ruang tamu dengan wajah cemas.

​"Ada apa, Bi?" tanya Aisya yang baru saja merapikan mukenanya setelah salat Asar.

​"Pamanmu, Aisya. Dia terjebak di daerah Scarborough karena kereta bawah tanah jalur timur mendadak dihentikan operasionalnya akibat pembekuan rel. Padahal, persediaan obat asma pamanmu habis, dan dia mulai sesak napas di sana," ujar Bibi Salma dengan suara gemetar. "Bibi mau menyusul menggunakan bus, tapi semua jalur bus di area kita juga ditutup sementara."

​Aisya tertegun. Sifat cerobohnya biasanya muncul saat panik, namun melihat bibinya yang hampir menangis, Aisya mencoba tenang. "Bibi di rumah saja. Biar Aisya yang mencari apotek terdekat yang masih buka untuk membeli obat cadangan Paman. Siapa tahu apotek di ujung jalan besar masih beroperasi."

​"Tapi di luar badai, Aisya! Sangat berbahaya untukmu berjalan sendirian," larang Bibi Salma.

​"Aisya pakai baju tebal, Bi. Insya Allah tidak apa-apa. Jaraknya dekat," ucap Aisya meyakinkan.

​Dengan mengenakan jaket winter tebal, sarung tangan, dan niqab hitamnya, Aisya nekat menerobos angin dingin yang menusuk hingga -12°C. Jalanan benar-benar sepi, tertutup salju setebal betis.

​Namun, sialnya, apotek di ujung jalan ternyata sudah tutup karena badai. Aisya mulai panik. Ia mencoba berjalan lebih jauh ke arah area komersial Downtown yang berjarak beberapa blok. Pandangannya mulai kabur karena serpihan es yang menghantam wajahnya. Karena terburu-buru dan tidak memperhatikan jalan, kaki Aisya tersandung gundukan es keras yang tertutup salju segar.

​Bruk!

​Aisya tersungkur ke dalam tumpukan salju yang tebal. Tasnya terlempar, dan ponselnya terjatuh, layarnya mendadak mati karena suhu dingin yang ekstrem (battery drain).

​"Aduh..." Aisya berusaha bangkit, namun badannya menggigil hebat. Angin kencang membuatnya kesulitan untuk sekadar berdiri. Di tengah jalanan yang sepi dan mulai menggelap, Aisya merasa benar-benar terisolasi dan ketakutan.

​Tiba-tiba, dari arah ujung jalan yang buram oleh badai, sepasang lampu depan mobil yang sangat terang membelah kegelapan. Suara mesin yang halus namun bertenaga mendekat, dan sebuah sedan Rolls-Royce Ghost hitam berhenti tepat di dekat tempat Aisya terjatuh.

​Pintu depan terbuka, dan Pak Lukas, kepala keamanan Cassian, turun dengan tergesa-gesa memegang payung besar. "Nona Aisya?! Astaga, apa yang Anda lakukan di sini?"

​Sebelum Aisya sempat menjawab dengan bibir yang bergetar, pintu belakang mobil terbuka. Cassian Noir turun. Pria itu tidak memakai mantel, hanya kemeja rajut hitam tebal, seolah-olah ia keluar dari mobil secara spontan karena terkejut.

​Mata biru abu-abunya yang biasanya tenang kini memancarkan kilatan kepanikan yang jarang terjadi. Ia langsung berjalan cepat menerobos salju, lalu membungkuk di depan Aisya.

​"Kau gila, Aisya?! Apa yang kau lakukan di tengah badai seperti ini?!" suara berat Cassian meninggi, tertutup deru angin, namun nadanya sarat akan kekhawatiran.

​"T-Tuan Noir..." suara Aisya bergetar hebat karena hipotermia, mata hitam pekatnya menatap Cassian dengan sayu. "Paman saya... obat asmanya..."

​Cassian melihat kondisi Aisya yang sudah sangat kedinginan. Tanpa banyak bicara, ia menoleh ke arah Pak Lukas. "Lukas, ambil tasnya! Bantu dia berdiri dengan sopan."

​Pak Lukas dengan sigap memapah siku Aisya dengan dilapisi kain tebal agar tetap menjaga batasan, sementara Cassian berjalan di depan untuk membukakan pintu belakang Rolls-Royce yang luas.

​Setelah Aisya berhasil duduk di pojok kiri kursi belakang, Cassian masuk dan duduk di pojok kanan, dipisahkan oleh konsol tengah kayu mahoni yang tinggi. Di kursi depan, Pak Lukas segera menyalakan pemanas mobil ke tingkat maksimal, sementara Kevin yang duduk di kursi penumpang depan langsung menyerahkan selimut wol tebal milik perusahaan kepada Pak Lukas untuk diberikan ke belakang.

​"Arthur tidak ikut karena berjaga di kantor, tapi kami punya kotak medis darurat di sini," ujar Kevin dari kursi depan untuk memastikan suasana tetap profesional dan tidak berkhalwat.

​"Minum ini," Cassian menyodorkan sebotol air hangat yang selalu tersedia di dalam mobilnya. Ia menatap Aisya yang sedang membungkus tubuhnya dengan selimut. "Sekarang, katakan padaku dengan jelas, obat apa yang dibutuhkan pamanmu?"

​Aisya menerima botol air hangat itu dengan tangan yang masih gemetar hebat. Setelah meneguknya sedikit, ia berusaha mengatur napasnya yang memburu. "Paman... Paman Hamdan butuh inhaler Salbutamol dosis tinggi, Tuan Noir. Stok di rumah habis, dan Paman sekarang terjebak di Scarborough karena jalur kereta membeku. Beliau sudah mulai sesak napas di sana."

​Mendengar kata 'Scarborough' di tengah badai salju seperti ini, Kevin yang duduk di kursi depan langsung memeriksa tabletnya dengan rapi. "Tuan Noir, badai di jalur timur menuju Scarborough jauh lebih parah. Jalan tol Don Valley Parkway kabarnya baru saja ditutup sebagian karena kecelakaan beruntun akibat jalanan yang licin."

​Aisya yang mendengar itu langsung panik. Mata hitam pekatnya berkaca-kaca. "Astagfirullah... lalu bagaimana dengan Paman? Beliau sendirian di sana."

​"Tenang, Aisya. Panik tidak akan menyelesaikan masalah pamanmu," sela Cassian dengan nada suara yang rendah namun sarat akan ketegasan yang menenangkan. Pria itu kemudian menoleh ke arah depan. "Kevin, hubungi jaringan klinik darurat milik Noir Medical yang paling dekat dengan stasiun Scarborough. Perintahkan tim medis di sana untuk menjemput Hamdan menggunakan kendaraan taktis salju dan berikan perawatan pertama."

​"Baik, Tuan. Saya laksanakan sekarang," Kevin dengan sigap langsung melakukan panggilan darurat lewat telepon satelit mobil.

​Aisya merasakan beban di dadanya sedikit terangkat. "Terima kasih, Tuan Noir... Terima kasih."

​"Jangan berterima kasih dulu. Masalah pamanmu mungkin aman di tangan tim medis, tapi masalahmu sendiri belum selesai," ujar Cassian, mata biru abu-abunya menatap tajam ke arah tas ransel Aisya yang basah kuyup karena salju.

​Tiba-tiba, dari arah luar, angin kencang berhembus menghantam bodi kokoh Rolls-Royce Ghost itu hingga bergoyang sedikit. Suara gemuruh angin badai terdengar mengerikan, dan jarak pandang di depan mobil benar-benar menjadi nol. Putih total.

​Brakk!

​Sebuah dahan pohon besar di pinggir jalan patah karena beban salju yang berat dan jatuh tepat beberapa meter di depan kap mobil mereka, menutup jalur jalan sepenuhnya. Pak Lukas langsung menginjak rem dengan halus, menghentikan mobil mewah itu seketika.

​"Tuan Noir, jalan di depan tertutup total oleh batang pohon dan tumpukan es. Kita tidak bisa memaksakan lewat, sangat berbahaya jika mobil tergelincir," lapor Pak Lukas dengan tenang namun waspada dari kursi kemudi.

​"Apakah kita bisa putar balik, Lukas?" tanya Cassian.

​Pak Lukas melirik kaca spion. "Jalur di belakang kita juga mulai tertimbun salju longsoran dari atap gedung komersial, Tuan. Kita terjebak di tengah jalan ini untuk sementara waktu, sampai tim pembersih kota datang."

​Suasana di dalam kabin Rolls-Royce yang kedap suara itu mendadak menjadi sangat menegangkan. Mereka terjebak di tengah badai salju besar, di dalam mobil yang tidak bisa bergerak ke mana-mana, sementara suhu di luar terus merosot tajam.

​Aisya meremas selimut wolnya dengan gugup. Sifat cerobohnya yang nekat keluar rumah tadi kini justru membawa bahaya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk orang lain yang berada di mobil ini. "Maaf... ini semua karena saya. Jika saya tidak nekat keluar—"

​"Sudah kubilang, diam dan hemat energimu, Aisya," potong Cassian dingin. Meskipun nadanya acuh tak acuh, Cassian sebenarnya sedang berpikir keras. Konsol tengah kayu mahoni yang tinggi tetap memisahkan mereka dengan jarak yang aman, namun ketegangan di antara mereka berdua di kursi belakang terasa sangat nyata.

​Cassian melirik Kevin. "Kevin, berapa lama sistem penghangat cadangan mobil ini bisa bertahan jika mesin dimatikan sebagian untuk menghemat bahan bakar?"

​"Sekitar empat jam, Tuan Noir. Setelah itu, suhu di dalam kabin akan mulai mengikuti suhu di luar," jawab Kevin dengan wajah serius.

​Aisya menunduk dalam, bibirnya berkomat-kamit memanjatkan doa keselamatan di balik niqabnya. Di tengah kepungan badai es Toronto yang mencekam, ia hanya bisa berharap bahwa bantuan akan datang sebelum kehangatan di dalam mobil nomor satu ini benar-benar habis.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!