NovelToon NovelToon
Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Terbelenggu Cinta Sahabat Suamiku

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Selingkuh / Tamat
Popularitas:290.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red_Purple

‎Dua tahun pernikahan yang Nara jalani bersama dengan Arga mulai terasa hambar ketika Arga memilih untuk sibuk dengan pekerjaan. Hingga suatu malam dia menyaksikan suaminya itu tengah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri.

‎Saat dunianya terasa gelap, sosok Aditya Narendra yang merupakan sahabat baik Arga muncul sebagai pelindungnya. Rendra selalu ada di sisi Nara, memberikan dukungan dan perhatian yang telah lama tidak dia dapatkan dari suaminya.

‎Sentuhan lembut dan kata-kata hangat Rendra menjadi obat yang menyembuhkan luka dalam hatinya, sekaligus membawanya pada permainan penuh gairah pria itu. Namun, Nara tak menyadari bahwa di balik kebaikan Rendra tersembunyi sebuah rahasia besar.

‎"Jawab pertanyaanku, Nara. Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?" ~ Aditya Narendra.

‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19

"Turun sekarang, aku tunggu di basement."

‎Hanya itu kalimat yang terdengar dari seberang sana, dingin dan singkat, sebelum sambungan terputus.

‎Rendra menyunggingkan senyum miring yang sulit diartikan. Dia meletakkan ponselnya kembali di atas meja, lalu dengan santai mengenakan celana panjang dan kemeja yang tidak dikancingkan sepenuhnya, memperlihatkan dada bidangnya.

‎Sebelum keluar, dia menoleh sebentar menatap Nara yang masih terlelap damai di atas ranjang dengan wajah polos. Tatapan matanya berubah lembut sesaat, namun kembali berubah dingin dan tajam saat dia berbalik dan melangkah keluar kamar.

🍁 🍁

‎Di basement yang luas dan minim cahaya, sebuah mobil sport hitam terparkir rapi. Di samping mobil itu, berdiri sosok wanita cantik dengan balutan gaun malam yang seksi namun wajahnya terlihat tegang. Alya, sedang menunggu dengan gelisah.

‎‎Pintu lift terbuka. Langkah kaki Rendra terdengar jelas, dia berjalan santai namun penuh wibawa, tangan kanannya terselip di saku celana, sementara tangan kirinya membawa sebuah amplop cokelat.

‎‎"Kamu datang lebih cepat dari perkiraanku, Ren," ucap Alya, suaranya terdengar sedikit gugup saat melihat pria itu mendekat.

‎‎Rendra tidak langsung menjawab. Dia berhenti beberapa langkah di depan wanita itu, menatap Alya dari atas ke bawah dengan tatapan menilai yang dingin.

‎‎"Pekerjaanmu selesai, Alya. Dan kamu melakukannya dengan sangat baik," ucap Rendra datar, suaranya terdengar rendah namun mengintimidasi.

‎‎Alya menarik napas, mencoba tersenyum meski hatinya was-was. "Tentu saja. Seperti perjanjian kita. Aku berhasil mendekati Arga. Aku berhasil membuatnya tergila-gila padaku dan melupakan istrinya. Rencanamu berjalan sempurna Tuan Aditya Narendra."

‎‎Ya. Selama ini bukan kebetulan Alya bisa bekerja disana. Dialah yang dikirim khusus oleh Rendra untuk menjadi duri dalam pernikahan Arga dan Nara. Rendra merencanakan semua ini sejak lama. Dia tahu Arga akan mudah tergoda, jadi dia mengirimkan Alya sebagai pancingan, untuk memutus ikatan cinta antara Nara dan suaminya dari dalam.

‎‎Rendra menyodorkan amplop itu ke Alya. "Ini imbalannya. Dua milyar. Sesuai janjiku."

‎Tangan Alya dengan cepat menerima dan menggenggam amplop itu. Matanya langsung berbinar cerah melihat jumlah yang tertulis di cek yang baru saja dia keluarkan dari dalam amplop.

‎‎"Terima kasih! Terima kasih banyak!" ucapnya antusias, wajahnya berseri-seri. "Uang ini sangat berguna untuk masa depanku."

‎‎Rendra hanya tersenyum tipis, namun senyum itu tidak sampai ke matanya.

‎‎"Nikmati uang itu. Tapi ingat pesanku," Rendra mendekatkan wajahnya, berbisik pelan namun penuh ancaman. "Mulai detik ini, kamu hilang dari pandangan. Jangan pernah muncul lagi di depan Arga, dan yang paling penting, jangan pernah memberitahu siapapun soal perjanjian kita ini, termasuk pada Nara. Mengerti?"

‎‎Alya mengangguk cepat, sedikit tegang melihat tatapan mematikan pria itu.

‎‎"Te-tenang saja. Aku akan langsung pergi keluar negeri hari ini juga. Aku akan pastikan rahasia ini aman, dan tidak akan ada seorang pun yang tahu."

‎‎"Bagus." Rendra mundur kembali, menegakkan tubuhnya tegap. "Pergilah. Sebelum matahari terbit, aku tidak mau melihatmu ada di kota ini."

‎‎"Baiklah."

‎‎Tanpa menunggu perintah lagi, Alya langsung masuk ke dalam mobilnya dengan wajah bahagia. Dia tidak tahu bahwa dia hanyalah pion kecil dalam permainan catur besar yang dimainkan oleh Rendra.

‎‎Mobil Alya melaju kencang keluar dari basement, meninggalkan Rendra yang berdiri sendirian di tengah kegelapan. ‎‎Pria itu menatap pintu lift yang tertutup, lalu tersenyum penuh kemenangan.

‎‎"Arga... kamu benar-benar bodoh," gumamnya pelan. "Kamu sendiri yang menyerahkan istrimu padaku dengan kedua tanganmu sendiri. Dan sekarang... Nara sudah sepenuhnya menjadi milikku."

‎‎Rendra berbalik dan berjalan menuju lift. Pintu lift tertutup kembali dan membawa sosok tegap itu naik ke lantai atas. Rendra melangkah masuk ke dalam kamar dengan langkah pelan, berusaha tidak membuat suara berisik agar tidak membangunkan tidur nyenyak wanita yang sedang menunggunya disana.

‎Lampu kamar masih menyala redup, menciptakan suasana hangat dan intim. Di atas kasur besar itu, Nara terlihat begitu damai. Rambut hitamnya tersebar di atas bantal, wajah polosnya tampak berseri meski dalam tidur, dan selimut tebal menutupi tubuhnya dengan rapi hingga ke dada.

‎Rendra berjalan mendekat ke sisi ranjang. Dia menatap wajah itu lama, tatapan matanya penuh cinta, kepuasan, dan juga rasa memiliki yang begitu dalam.

‎‎Hanya beberapa menit yang lalu, dia baru saja menyelesaikan urusan kotornya di bawah sana. Membayar orang yang telah dia suruh untuk merusak rumah tangga Nara dan Arga. Rencana yang sudah dia susun dengan sangat rapi dan dingin. Dan sekarang, hasil dari rencana itu ada tepat di hadapannya.

‎‎Nara benar-benar miliknya.

‎‎Dengan gerakan hati-hati Rendra menggeser selimut dan berbaring di samping wanita itu. Dia segera menarik tubuh mungil itu ke dalam pelukannya, memeluknya erat dari belakang. Wajahnya membenamkan diri di ceruk leher Nara, menghirup dalam-dalam aroma tubuh wanita itu yang begitu menenangkan dan memabukkan.

‎‎"Mmm..." Nara menggeliat kecil dalam tidurnya, seolah merasakan kehadiran orang yang dicintainya. Tangannya menggenggam tangan Rendra yang melingkar di perutnya.

‎‎"Ren..." gumamnya lirih setengah sadar.

‎‎Rendra tersenyum tipis, bibirnya mengecup pelan bahu mulus yang terbuka.

‎‎"Aku di sini, Sayang." jawab Rendra lembut, "Tidurlah lagi. Aku akan selalu ada di sini menjagamu."

‎‎Nara membuka matanya perlahan, dengan gerakan malas dia membalikkan tubuhnya hingga kini wajah mereka saling berhadapan. Wajah polos itu menatap manik mata gelap Rendra, lalu tangannya terulur membelai pipi kokoh pria itu dengan lembut.

‎‎"Kamu tadi pergi kemana?" tanyanya lirih, suaranya terdengar serak dan manja.

‎‎Rendra tersenyum tipis, dia menangkap tangan yang membelai pipinya lalu mengecup telapak tangan itu dengan mesra.

‎‎"Hanya menyelesaikan sedikit urusan, Sayang. Tidak penting," jawabnya santai, berusaha mengalihkan topik agar tidak merusak suasana indah ini dengan hal-hal kotor.

‎‎Dia mendekatkan wajahnya, menempelkan kening mereka berdua. ‎‎"Kenapa? Kamu takut aku pergi?" tanyanya pelan.

‎‎Nara mengangguk jujur, matanya menatap dalam ke dalam mata pria itu, mencari ketenangan.

‎‎"Ya, aku takut. Aku takut kamu pergi, Ren." bisik Nara jujur.

‎‎Rendra tersenyum puas mendengar itu. tangannya bergerak turun, mengusap punggung tangan Nara dengan posesif.

‎‎"Jawab pertanyaanku, Nara..." suara Rendra berubah menjadi lebih berat, lebih dalam, dan penuh dominasi. Tatapannya menelusuri setiap inci wajah wanita itu dengan tatapan lapar dan bangga. "Lebih puas denganku, atau dengan suamimu yang selalu meninggalkanmu sendirian?"

‎‎Nara tersentak sedikit, pipinya langsung memerah menahan malu. Dia menunduk sejenak, tapi Rendra mengangkat dagunya agar tetap menatap matanya.

‎‎"Jawab aku, Sayang..." desaknya lembut namun memaksa. "Siapa yang bisa membuatmu mendesah? Siapa yang bisa membuatmu merasa menjadi wanita seutuhnya?"

‎‎Nara menelan salivanya, dadanya terasa sesak oleh perasaan yang campur aduk antara cinta, malu, dan hasrat yang masih tersisa.

‎‎"A... aku..." Nara terbata-bata, jantungnya berdegup kencang. "Aku..."

‎Rendra tidak menunggu lebih lama lagi. Dia tidak butuh kata-kata untuk membuktikan apa yang sudah dia rasakan sendiri. Dengan gerakan cepat dan penuh gairah, Rendra membungkam bibir mungil itu dalam sebuah ciuman yang dalam, panas, dan mendominasi. Dia tidak memberi kesempatan bagi Nara untuk berpikir atau ragu lagi.

‎"Nghh..." Nara mendesis halus di balik ciuman itu, matanya terpejam erat, kedua tangannya mencengkeram bahu pria itu dengan kuat.

‎‎Rendra memandu ciuman itu. Tangannya bergerak liar, mengusap punggung, lalu turun ke pinggang dan menarik tubuh Nara sedekat mungkin, menyatukan setiap inci kulit mereka tanpa sisa jarak.

‎‎"Arga tidak pernah tahu bagaimana cara memperlakukan seorang ratu sepertimu. Hanya aku... hanya aku yang tahu caranya." bisik Rendra parau di sela ciuman mereka, napasnya panas dan memburu.

‎‎Nara menggeliat nikmat di bawah sentuhan pria itu. Seluruh pertahanan dirinya runtuh seketika. Dia mengangguk lemah, matanya yang basah menatap manik mata gelap itu dengan penuh kerinduan dan kepuasan.

‎‎Rendra menyeringai, tatapannya berubah menjadi gelap dan lapar. Dia kembali menyambar bibir itu, kali ini dengan ganas, membawa mereka berdua kembali terhanyut dalam lautan kenikmatan yang tak bertepi, melupakan dunia luar dan segala masalah yang ada diluar sana.

-

-

-

Bersambung...

1
Ibelmizzel
ketahuan rumah tangga anakny tidak baik2 aja😂
Ibelmizzel
kisah cinta yg rumit ren😂
Renova Simanjuntak
apa,,mereka g sempat punya anak??
baru habis ceritanya🙏
Ibelmizzel
terlambat kau arga
Ririn Nursisminingsih
nara cerai dulu. jg gampangan diajak rindra..
Ririn Nursisminingsih
seharusnya nara tangkapbasah mereka biar kapok🤭🤭
Ddy Siti Aj
👍👍🫶
ayu cantik
bagus
Dhia Syarafana
antara nyaman dan cinta sungguh ku delema,harus memilah hati tuk siapa
Dhia Syarafana
heh bikin panas dingin ini mah
Lestari Ami'ne Zia
ni namanya bantu sahabat tp buat diri sendiri 🥰
Lestari Ami'ne Zia
kenapa ya Rendra ini JD pebinor tp q syuka🤭😅
Lestari Ami'ne Zia
blom selesai Nara ngomong lngsung satsat blas dong q g Tertarikkkk🤣🤣🤣
Lestari Ami'ne Zia
cowok murahan🤭🤭
gempi
l
Asri Anna
jangan bikin nara sedih dong thor ,singkirin aja alya sama zoya beres kan🙏🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Rumit
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wohooo ternyata Oohh ternyata Rendra biang keroknya, tapi Arga juga salah sih karna ga kuat Iman dan Imun justru yang kasihan adalah Nara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Malah sama² selingkuh Nara, ga ada bedanya kamu dengan Arga.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudah tau di selingkuhi di depan mata berbagi p3luh masih saja takut buat ngadepin Arga, biasanya orang kalau sudah kayak gitu maen trabas saja urus cerai tanpa nunggu lama² , kalaupun takut Papahmu drop bisa rahasiakan dulu Nara... pantas saja di kibulin terus selama berbulan² sama Arga.🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!