NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:144k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan

Azura tidak tahu kejahatan apa yang sedang direncanakan ayah tirinya itu terhadap Xavier. Namun yang pasti, saat sang ayah  dengan dengan licik menggunakan pesta ulang tahunnya sebagai alasan untuk membawa Xavier ke kerajaan Utara, itu justru menjadi jalan untuknya membawa putranya kabur dari tempat itu.

Dia yakin, Xavier juga bukan laki-laki bodoh yang akan datang ke kerajaan lain tanpa persiapan. Dia pangeran sekaligus panglima perang yang terkenal di empat kerajaan. Tidak mungkin segampang itu seorang raja baru dan serakah seperti ayah tirinya menghabisi Xavier.

Tok tok tok.

"Putri," seorang dayang setianya mengetuk pintu.

"Masuklah."

Azura sedang menyiapkan beberapa pakaiannya dan pakaian Xavier untuk di bawah selama perjalanan. Sebenarnya itu adalah tugas pelayan karena status mereka. Tapi Azura berinisiatif. Karena dia memang sudah terbiasa mengurus dirinya sendiri dan putranya saat hidup di kerajaan Utara.

Dayang yang masuk melangkah ke dekat Azura, lalu berbisik pelan seolah takut ada yang akan mendengar pembicaraan mereka.

"Raja ingin Putri membawa Peta itu ke Kerajaan."

Azura tersenyum miring. Padahal itu jelas adalah kebohongan. Dia memang menulis surat ke laki-laki serakah itu kalau dirinya telah berhasil mencuri peta kerajaan Barat yang ada pada Xavier. Namun semua itu bohong untuk membuat pria tersebut percaya dan tidak mengancamnya lagi. Peta itu memang ada, tapi palsu.

Dia yang menggambarnya dengan imajinasinya sendiri. Menggambar sebagian Kota masuk Kerajaan ini dengan pengetahuannya. Tapi jalan-jalan rahasia itu sebenarnya adalah jalan-jalan mematikan. Mereka bisa mati kapan saja kalau lewat Peta yang dia tulis. Ayah tirinya itu memang licik, tapi dengan keserakahannya, dia pasti akan percaya kalau Peta itu asli.

"Sampaikan pesan balasan, aku pasti membawanya." balasnya.

"Baik, putri." sang dayang pun keluar.

Azura kembali mengisi barang-barang Xavier di peti pakaian khusus milik pria itu. Lalu barang-barangnya di peti miliknya. Ia menatap kedua peti pakaian itu cukup lama, sebelum memanggil pengawal yang berjaga di luar memasukkan ke dalam kereta.

Sekitar dua puluh menit kemudian, mereka berangkat. Hanya belasan prajurit yang di bawa oleh Xavier. Tapi Azura yakin, pengawal lain mengikuti diam-diam lewat jalur lain. Pasti Xavier juga curiga padanya. Dia kan selalu licik di mata pria itu sekarang.

Kereta berhiaskan ukiran emas itu bergerak pelan meninggalkan gerbang perbatasan, diikuti iring-iringan kecil prajurit berkuda yang berbaris tegap di kiri dan kanan. Di dalam kereta yang cukup luas namun terasa sempit karena ketegangan itu, Xavier duduk bersandar santai di bangku beralaskan beludru hitam, sementara Azura duduk di seberangnya, menunduk diam menatap jemarinya yang terlipat di pangkuan. Udara di antara keduanya terasa berat, dipenuhi sisa rasa peristiwa di kamar mandi tadi dan tumpukan rahasia yang tersembunyi rapat di hati masing-masing.

Xavier sesekali melirik wanita itu dengan tatapan tajam yang sulit diartikan. Matanya menangkap setiap gerak-gerik kecil Azura, berusaha mencari celah,  mencium aroma kebohongan yang selama ini selalu ia yakini ada di sana.

"Kenapa menatapku seperti itu pangeran, aku tahu aku cantik."

Xavier mendengus keras.

"Kau terlalu percaya diri."

"Memang aku cantik, wajar percaya diri."

Kali ini Xavier menatap Azura lama. Ingin sekali ia mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat wanita itu terdiam seribu bahasa. Tapi suaranya tertahan di tenggorokan. Ia ingat sudah banyak sekali kalimat-kalimat menyakitkan yang keluar dari mulutnya untuk menghina wanita ini. Lalu ia mengingat nasehat Basten.

kadang apa yang kita lihat dan rasakan belum  tentu benar. Hati-hati dengan tindakanmu. Jangan sampai kau menyesal suatu hari nanti.

Xavier merasa kesal dengan dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia terpengaruh dengan kalimat itu. Sementara itu Azura dalam hati malu sekali. Ia tidak menyangka akan bersikap sepercaya diri itu di depan Xavier.

Kereta mereka tiba-tiba oleng. Rodanya tidak sengaja menginjak batu besar. Kereta itu berjalan semakin oleng, terguncang hebat. Badan kereta itu terangkat sedikit ke udara sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah dengan bunyi berisik, lalu tergelincir turun ke jalan tanah yang lebih rendah dan berlekuk kasar. Debu beterbangan masuk lewat celah jendela yang terbawa angin, sementara suara derit kayu yang bergesekan terdengar menakutkan seolah kereta itu akan hancur berkeping-keping kapan saja.

Di luar, suara kusir Yann terdengar panik berteriak sambil berusaha sekuat tenaga mengendalikan pasangan kuda yang juga mulai meringkik ketakutan dan berlari tak beraturan. Kendali di tangannya ditarik sekuat tenaga, namun laju kereta yang sudah meluncur turun tak bisa lagi ditahan begitu saja.

"Tahan! Tahan kudanya!" teriak Yann dengan suara trembling, napasnya tersengal berusaha mengimbangi tarikan kuda yang mulai liar.

Di dalam, Azura yang duduk di bangku seberang terhuyung hebat ke kanan dan ke kiri seirama guncangan keras itu. Wajahnya memucat seketika. Keseimbangannya hilang, tubuhnya terlempar tak berdaya ke segala arah setiap kali roda kereta melewati jalan yang bergelombang dan berlubang. Jantungnya berpacu cepat oleh rasa takut, tangannya mencengkeram pinggiran bangku erat-erat hingga buku jarinya memutih, namun itu sama sekali tak cukup menahannya.

Berbeda dengan wanita itu, Xavier tetap duduk tegak dan tenang seolah tak ada apa pun yang sedang terjadi. Matanya yang tajam mengamati setiap pergerakan dengan waspada, tubuhnya bergerak luwes menyesuaikan goyangan tanpa sedikit pun kehilangan keseimbangan. Saat guncangan yang paling keras terjadi dan tubuh mungil Azura terlempar nyaris menabrak dinding kayu, Xavier dengan sigap mengulurkan tangannya.

Dengan cengkeraman kuat di lengan dan pinggang wanita itu, ia menarik kasar namun tepat sasaran hingga tubuh Azura terdorong jatuh ke arahnya, menimpa tubuh kekarnya sendiri. Dalam sekejap, posisi mereka berubah drastis. Azura kini duduk di pangkuan Xavier, dada mereka saling menempel rapat, napas mereka bertautan, dan wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter saja.

"Apa yang terjadi?!" seru Xavier keras-keras, suaranya terdengar berwibawa dan penuh tekanan, menembus hiruk-pikuk suara roda, kuda, dan derit kayu yang menakutkan itu.

Wajahnya berubah tegas, tak ada sedikit pun rasa panik terlihat di sana, berbeda jauh dengan Azura yang masih menahan napas kaget dan jantung yang berdebar kencang bukan hanya karena bahaya, tapi juga karena posisi yang sangat intim ini.

Ia berusaha bangkit dan menjauh, namun tangan Xavier di pinggangnya justru semakin erat menahan wanita itu tetap di tempatnya.

"Diam, dan pegang leherku kalau kau tidak ingin terlempar keluar," perintah Xavier singkat dan dingin, matanya menatap tajam pintu kayu yang memisahkan mereka dari kusir. Ia sama sekali tak terganggu oleh tubuh lembut yang bersandar penuh padanya, atau aroma manis rambut wanita itu yang menyapa indra penciumannya. Fokusnya kini hanya pada bahaya di luar sana.

1
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
Lembang Azam
coba pelayan putri Azura bilang yg sebenarnya sama pangeran, dg jaminan keselamatan thorrr😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!