NovelToon NovelToon
Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Menjemput Takdir Yang Sempat Terpisah

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEJAK MALAM SEPULUH BULAN LALU

Detak monitor jantung di ruang operasi itu berbunyi konstan, memecah keheningan malam yang mencekam. Alana Clarissa mencengkeram sisi ranjang operasi dengan jemari yang memutih. Keringat dingin mengucur deras di dahinya, bercampur dengan air mata yang sudah mengering sejak beberapa jam lalu.

​"Tarik napas dalam-dalam, Ibu Alana. Ikuti instruksi saya, ya. Satu, dua, tiga... dorong!" seru dokter kandungan yang memimpin persalinan darurat malam itu.

​Alana mengerang, mengerahkan seluruh sisa tenaga yang dimilikinya. Rasa sakitnya luar biasa, seolah tubuhnya sedang dipaksa melampaui batas kemanusiaan. Namun, di dalam ruang operasi yang dingin ini, ia benar-benar sendirian. Tidak ada suami yang menggenggam tangannya. Tidak ada keluarga yang menunggu cemas di luar pintu.

​Pikiran Alana mendadak melayang mundur ke sebuah malam, tepat sepuluh bulan yang lalu.

​Malam itu, di bawah pendar lampu neon sebuah club malam yang bising, Alana sedang berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia baru saja dikhianati oleh orang-orang terdekatnya. Di tengah keputusasaan, ia menenggak minuman demi minuman hingga pandangannya mengabur. Di sanalah ia bertemu dengan laki-laki itu.

​Alana bahkan tidak mengingat jelas bagaimana mereka bisa terjebak dalam percakapan yang mendalam di sudut lounge yang remang-remang, hingga akhirnya berakhir di kamar hotel. Yang ia ingat hanyalah sepasang mata tajam yang menatapnya dengan intensitas yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, dan pelukan hangat yang sempat membuatnya lupa akan kejamnya dunia.

​"Sedikit lagi, Bu! Kepala bayinya sudah terlihat. Jangan menyerah!" Suara perawat membuyarkan lamunan Alana.

​Rasa sakit yang teramat sangat kembali menghantamnya. Alana sempat ragu saat pertama kali mengetahui kehamilan ini. Ia takut, bingung, dan marah pada keadaan. Bagaimana mungkin ia membesarkan anak dari laki-laki yang baru dikenalnya satu malam di sebuah club?

​Namun, seiring berjalannya waktu, setiap tendangan kecil di dalam perutnya menumbuhkan rasa cinta yang tak terbendung. Anak ini tidak bersalah. Anak ini adalah sumber kekuatan barunya.

​"Aku bisa... demi kamu, Nak..." bisik Alana dengan sisa-sisa napasnya.

​Dengan satu hentakan napas panjang dan dorongan terakhir yang menguras seluruh energinya, rasa sesak di perut Alana mendadak sirna. Detik berikutnya, sebuah suara yang paling dinanti memecah ketegangan di ruang operasi.

​Oeeek... Oeeek... Oeeek...

​Tangis bayi laki-laki yang nyaring menggema. Air mata Alana luruh seketika, kali ini bukan karena rasa sakit, melainkan kelegaan dan kebahagiaan yang membuncah. Perawat segera membersihkan bayi itu dan meletakkannya di atas dada Alana untuk inisiasi menyusu dini.

​Saat kulit hangat bayinya menyentuh dadanya, Alana memeluknya dengan sangat erat namun lembut. Ia memandangi wajah mungil yang masih merah itu. Degup jantung Alana mendadak berhenti sesaat ketika memperhatikan fitur wajah sang bayi.

​Garis rahang itu, bentuk hidungnya, dan siluet matanya... sangat mirip dengan laki-laki sepuluh bulan lalu di club.

​"Selamat, Ibu Alana. Bayinya laki-laki, sehat, dan tampan sekali," ucap sang dokter tersenyum hangat.

​Alana mencium kening putranya dengan air mata yang terus mengalir. "Hai, sayang... Ini Ibu. Mulai hari ini, cuma ada kita berdua. Ibu berjanji akan menjagamu dengan seluruh hidup Ibu."

​Alana tahu, membesarkan anak seorang diri tanpa tahu di mana keberadaan ayahnya tidak akan mudah. Namun, melihat sepasang mata mungil yang perlahan terbuka itu, Alana tahu ia punya alasan untuk menjadi wanita paling kuat di dunia. Perjuangan di ruang operasi ini baru saja usai, tetapi petualangan baru dalam hidupnya sebagai seorang ibu tunggal baru saja dimulai.

1
Lubna Aulia
Ceritanya bagus. Menarik alurnya
Lubna Aulia
Alur ceritanya bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!