NovelToon NovelToon
Sentuhan Semalam

Sentuhan Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

Hidup seorang wanita hancur dalam satu malam setelah memergoki tunangannya berselingkuh dengan orang terdekatnya. Dalam kondisi patah hati dan mabuk berat, dia tidak sengaja menghabiskan malam yang penuh gairah dengan seorang pria asing di dalam kamar hotel mewah. Pria itu ternyata adalah seorang CEO muda terkaya yang terkenal sangat dingin, kejam, dan berkuasa di dunia bisnis.

Keesokan paginya, wanita itu kabur karena panik dan memilih menghilang tanpa jejak. Enam tahun kemudian, dia terpaksa kembali ke ibu kota demi menghidupi anak kembar hasil dari malam itu. Tanpa diduga, anak kembarnya malah tidak sengaja bertemu dengan sang CEO karena wajah mereka yang sangat mirip.

Sang CEO yang selama ini terobsesi mencari wanita misterius dari masa lalunya langsung bergerak cepat. Begitu tahu kebenarannya, dia langsung menjerat wanita itu masuk ke dalam hidupnya kembali melalui pernikahan paksa demi hak asuh anak. Dari sinilah hubungan mereka yang penuh gengsi, rahasia, dan ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelabuhan Terakhir

Perjalanan pulang di dalam Rolls-Royce malam itu terasa berbeda. Keheningan yang menyelimuti kabin mewah mobil bukan lagi keheningan yang mencekam seperti hari-hari pertama Eli menginjakkan kaki di kediaman Arisatya. Ada rasa hangat yang tak kasat mata, mengalir perlahan di antara embusan napas mereka.

Xavier masih setia menggenggam tangan Eli, ibu jarinya bergerak perlahan mengusap punggung tangan wanita itu secara konstan. Tatapannya lurus menatap jalanan ibu kota yang mulai lengang, namun fokus pikirannya sepenuhnya tertuju pada wanita di sampingnya.

Kejadian di koridor hotel tadi membuat Xavier menyadari satu hal: melindungi Eli dan anak-anak bukan lagi sekadar urusan menjaga reputasi atau ego seorang Arisatya. Ini telah menjelma menjadi kebutuhan mutlak bagi hidupnya.

Begitu mobil memasuki gerbang mansion dan berhenti sempurna di lobi utama, Xavier turun terlebih dahulu lalu menuntun Eli masuk. Keadaan rumah sudah sangat sepi karena waktu telah melintasi tengah malam. Sebelum melangkah menuju kamar utama di lantai dua, Eli memilih untuk berbelok ke arah kamar anak-anak terlebih dahulu.

Xavier mengikuti langkah kaki Eli tanpa suara. Di dalam kamar yang temaram, Kenji dan Kiana tampak tertidur pulas. Kiana memeluk boneka beruang besarnya dengan posisi melintang, sementara Kenji tidur dengan posisi telentang yang rapi, sangat kontras dengan sang adik.

Eli mendekati ranjang mereka, membenarkan selimut Kiana yang agak tersingkap, lalu mengecup kening kedua buah hatinya bergantian dengan penuh kasih sayang. Xavier berdiri di ambang pintu, bersandar pada kusen kayu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

Menyaksikan pemandangan itu, seulas senyuman tulus yang sangat jarang terlihat di wajah sang CEO berdarah dingin akhirnya terbit. Mereka adalah darah dagingnya, bagian dari dirinya yang selama enam tahun ini hilang, dan kini semuanya telah kembali ke tempat yang seharusnya.

Setelah memastikan anak-anak terlelap dengan nyaman, Eli melangkah keluar dan menutup pintu dengan sangat pelan. Saat dia berbalik, Xavier sudah berdiri tepat di hadapannya, mengunci pergerakan Eli di koridor lantai atas yang remang-remang.

"Mereka tumbuh dengan sangat baik berkatmu, Eli," bisik Xavier, suaranya yang berat bergaung lembut di koridor yang sunyi. Pria itu mengulurkan tangan, merapikan anak rambut Eli yang sedikit berantakan. "Menjadi ibu tunggal selama enam tahun dalam pelarian pasti sangat berat untukmu. Maaf karena aku terlambat menemukan kalian."

Mendengar permintaan maaf yang tulus dan tidak terduga dari seorang Xavier Arisatya, hati Eli bergetar hebat. Air mata yang sejak tadi ditahannya akibat ketegangan pesta dan kejadian dengan pelayan hotel tadi, akhirnya runtuh juga. Dia tidak pernah menyangka pria sediktator Xavier bisa mengucapkan kata-kata selembut itu.

"Ini... ini bukan salahmu, Xavier," sahut Eli dengan suara parau bercampur isak tangis kecil. "Kita semua adalah korban dari kejahatan orang lain malam itu."

Xavier tidak tahan melihat air mata wanitanya. Dengan satu gerakan protektif, dia menarik tubuh mungil Eli ke dalam pelukan hangatnya, mendekapnya erat seolah ingin menghalau semua kepedihan masa lalu yang pernah dirasakan Eli. Eli menyembunyikan wajahnya di dada bidang Xavier, membiarkan jubah tuksedo mahal pria itu basah oleh air matanya. Tangannya mencengkeram kuat punggung Xavier, menumpahkan seluruh sisa beban yang selama ini dia pikul sendirian.

"Semuanya sudah selesai, Eli," bisik Xavier lembut, mengecup puncak kepala istrinya berulang kali. "Adrian, Valencia, ataupun siapa saja yang mencoba mengusik ketenanganmu di masa depan, mereka harus melompatiku terlebih dahulu. Mulai malam ini, bersandarlah padaku. Biarkan aku yang menjadi dinding kokoh untukmu dan anak-anak."

Eli mengangguk pelan di dalam dekapan Xavier. Rasa aman yang menjalar di sekujur tubuhnya membuat dia sadar bahwa sangkar emas ini bukan lagi sebuah penjara yang menakutkan. Di balik dinding-dinding tinggi mansion ini, dengan aturan-aturan ketat yang dibuat oleh suaminya, dia justru menemukan kebebasan yang sesungguhnya—kebebasan dari rasa takut, kebebasan dari kejaran masa lalu, dan kebebasan untuk mencintai kembali.

Xavier perlahan melonggarkan pelukannya, lalu menangkup wajah cantik Eli dengan kedua tangan besarnya. Dia menghapus sisa air mata di pipi Eli menggunakan ibu jarinya, lalu menatap lekat-lekat mata istrinya dengan binar gairah posesif yang kembali menyala.

"Waktu malam kita belum selesai, Nyonya Arisatya," ujar Xavier dengan senyuman tipis yang sangat memikat. Tanpa menunggu jawaban dari Eli, Xavier langsung mengangkat tubuh mungil istrinya ke dalam gendongannya, membawa Eli melangkah tegas menuju kamar tidur utama mereka yang pintunya langsung ditutup rapat dari dalam—mengunci dunia luar dan membiarkan malam panjang itu menjadi milik mereka berdua sepenuhnya sebagai awal dari lembaran baru kehidupan yang utuh.

1
Bu Dewi
seru kak 👍👍👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!