Bella menikah dengan lelaki pujaan hatinya dengan perjodohan yang dirancang oleh nya dengan bantuan keluarganya, tapi kehidupan yang dia inginkan dan nantikan setelah menikah tidak pernah dia dapatkan.
suaminya bahkan tidak pernah melihatnya sebagai seorang istri, baginya pernikahan Dnegan Bella adalah neraka
Tapi siapa sangka setelah 49 hari yang diminta oleh Bella pada suaminya menumbuhkan rasa cinta yang besar dan rasa penyesalan pada suaminya itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Niko langsung menandatangani perjanjian itu tanpa banyak berkata lagi kemudian meninggalkan Bella yang menatapnya nanar dan tatapan terluka.
"Aku pasti kuat, setidaknya jika kami berpisah nanti aku punya kenangan manis dengannya". Ucapnya menahan tangis.
Rasa cintanya membutuhkan rasanya selama ini, dia seakan terlalu bodoh dalam mencintai, tapi apa dia salah untuk berjuang terakhir kalinya sebelum akhirnya benar-benar menyerah dengan semuanya.
Dia hanya bisa duduk merenung seorang diri karena tak ada tempatnya berbagi kecuali dengan sahabatnya itu.
Sedangkan Niko yang sudah tahu tugasnya pun langsung memasuki kamar istrinya, dia memang menaruh sebagian barangnya disana tapi tak pernah tidur disana dan ini pertama kalinya selama mereka dia masuk kedalam.
"Kamar yang sangat bersih, rapi dan wangi". pikirnya begitu masuk kedalam.
Dia mencari lemari tempatnya dulu menyimpan pakaian dan juga keperluan nya karena dia yang meletakkan itulah sebabnya dia mengetahuinya dengan jelas, seperti nya istrinya begitu memperhatikan pakaiannya sampai pakaian yang sudah setahun lebih tak pernah dia sentuh sangat rapi dan wangi.
Dia mengambilnya dan memasuki kamar mandi dan segera tidur setelahnya, dia tidak peduli pada istrinya, toh mereka sudah menandatangani perjanjian itu.
Setelah merenung cukup lama Bella melangkahkan kakinya dengan gontai. Dia menuju kamarnya dengan langkah gontai, dia menahan nafasnya karena ternyata suaminya tidur dikamar yang selama ini dia tempati sendirian.
"Jadi dia mencoba bersikap sebagai suami mulai pagi ini?". Cicitnya dalam hati melihat suaminya tidur dengan pulas
Hatinya tersenyum miris sambil memegang dadanya yang berdenyut nyeri, selama setahun lebih pernikahan dia tidak pernah melihat wajah tidur suaminya tapi perempuan lain bahkan sudah berkali-kali tidur dengan suaminya dan berbagi keringat.
Hubungan badan yang begitu dia nantikan seakan menguap begitu saja digantian dengan rasa mual dan jijik jika suaminya menyentuhnya setelah menyentuh orang lain apalagi pengakuan itu keluar dari mulut suaminya sendiri
"Apa keputusan yang kulakukan ini benar?, aku sungguh kebingungan sekarang setelah mendengar perbuatannya".
Dia tidak akan mungkin mau mendapatkan bekas walau suaminya itu akhirnya mencintainya, perkataan suaminya telah berbagi kebutuhan biologis dengan orang lain membuatnya enggan dan jijik".
Dia tidak sadar jika perlahan cintanya yang sangat besar kepada suaminya itu telah terkikis oleh pengakuan suaminya sendiri.
Dia ingin tidur tetapi dia berjalan menuju sofa kamar yang cukup besar dan bisa dia tempati untuk tidur, entah mengapa dia tak ingin berbagi ranjang dengan suaminya.
Matanya perlahan terpejam dan akhirnya kembali tertidur karena dia bertekad akan kembali ke perusahaan mewakili keluarganya, akan dia tunjukkan pada suaminya dia bukan anak manja hanya karena keluarganya kaya raya dan menjadi kesayangan selama ini
Keesokan harinya, dia terbangun dan masih mendapati suaminya tertidur pulas dan menunjukkan waktu sudah pagi hari, dia tahu jika suaminya akan cuti hari ini, jadi dia akan mengajak suaminya berjalan-jalan selayaknya pasangan nantinya.
Hari ini kehidupan rumah tangga sebenarnya mereka mulai, Bella bangun kemudian memakai pakaian rumah yang cukup indah dipandang sambil menyiapkan sarapan atau lebih tepatnya makanan menjelang siang.
Handphonenya berdering setelah menata makanan yang dia buat.
"Iya Na, ada apa??, tumben kamu menelpon pagi begini??". Tanyanya dengan heran.
Tidak biasanya sahabatnya itu menelepon nya sepagi ini apalagi dia tahu jika suaminya berada dirumah.
"Kapan kamu akan mulai bekerja seperti yang kamu katakan Bel?". Tanyanya sekedar basa basi.
"Intinya saja na, aku tahu kamu mau mengatakan sesuatu yang penting". Ucapnya dengan penting sambil memotong ucapan sahabatnya itu.
Terdengar helaan nafas berat diseberang telpon membuatnya mengkerutkan keningnya.
"Ada apa na??". Ucapnya mengulang pertanyaannya tadi.
"Begini Bel, suamimu mengambil dana perusahaan yang cukup besar kemaren dan dilihat dari semua transaksinya itu menunjukkan jika dia memberikannya pada selingkuhannya itu". Ucapnya dengan nada tidak enak.
Bella mengeratkan pegangannya pada kursi yang dia pegang saat ini, suaminya sudah gila mengambil dana yang sangat besar padahal itu dana bersama.
"Blokir ATM bersama milik pasangan itu Na, aku tidak akan membiarkan suamiku melakukan hal gila seperti itu lagi, dan tolong sekarang kamu kirimkan semua rincian transaksi selama sebulan ini terutama untuk perempuan itu". Jawabnya dengan tegas.
Nana yang berada diseberang sana pun kembali menghela nafasnya, dia yakin ini akan jadi masalah nanti.
"Baiklah, aku butuh tandatangan mu untuk melakukannya, aku akan kerumahmu nanti untuk lebih jelasnya".
"Kamu datang saja sekarang, aku tunggu, Akau akan keluar hari ini, kamu bisa??". Tanyanya memastikan.
"Iya, aku akan kesana sekarang kebetulan aku dari bagian keuangan untuk mengkonfirmasi karena tadi mereka menanyakan hal itu kepadaku".
"Baiklah aku tunggu, jangan lupa bawah rincian itu karena aku akan menanyakan langsung padanya".
"Oke, kamu tunggu".
Bella tidak menjawab perkataan sahabatnya itu, suaminya bertindak seenaknya selama ini hanya karena dia tidak pernah menangani bagiannya padahal dia pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu setelah suaminya tapi suaminya malah menggunakan deviden dan dana bersama yang memang dikhususkan untuk mereka berdua di perusahaan tanpa memberitahukan dirinya sama sekali.
Niko yang sudah rapi pun kini mendekat kearahnya, dia bisa melihat makanan yang sudah disiapkan istrinya untuk sarapan mereka.
"Kamu yang masak semua ini?". Tanyanya dengan basa basi tanpa peduli raut wajah istrinya yang menahan amarah
"Yah, aku selalu menyiapkan sarapan walau kamu tak pernah menyentuhnya sama sekali". Jawabnya dengan dingin.
Niko mengangkat bahunya acuh, dia memang selalu bersikap seperti ini kepada istrinya.
Tanpa berkata dia duduk ditempat duduknya dan mengambil piring dan makan tanpa menunggu istrinya, perutnya memang sedang lapar.
Bella tidak mengatakan apapun kemudian sarapan bersama suaminya ,dan tentu saja terjadi keheningan diantara mereka.
Niko yang baru pertama merasakan masakan istrinya pun dibuat takjub karena rasanya sangat enak bahkan lebih enak dari masakan kekasihnya walau dia tidak mengatakan apapun hanya memasang wajah datar seperti biasa.
Setelah melihat suaminya akan bangkit setelah makan, Bella akhirnya mengeluarkan suaranya.
"Kita perlu bicara, Nana sudah datang". Ucapnya dengan penuh penekanan.
Niko langsung menatap istrinya pelan, wajahnya langsung berubah gugup karena dia yakin ini ada kaitannya dengan pengeluarannya selama bulan ini dan Nana adalah wakil istrinya di perusahaan.
Setelah membereskan semua bekas makan mereka, Bella berjalan lebih dulu meninggalkan suaminya yang mematung melihat tingkahnya.
"Sial, mati aku". Umpat Niko dalam hati.
Dia lupa jika ATM bersama itu tidak bisa dia gunakan seenaknya tapi karena dana yang ada disana sangat besar membuatnya lupa diri.
Dia mengikuti istrinya dan duduk berhadapan dengan keduanya.
"Aku memblokir ATM bersama mulai hari ini". Jawab Bella dengan dingin
😆😆😆😆
kalau Niko melakukan nya saat masih bujangan masih bisa dimaafkan,mungkin saat itu masih labil.laaaah ini malah udah nikah tapi indehoi ma cewe lain.bukan ma istri sendiri... haddeuh, gimana mau maafin
ya kesalahan nya sangat fatal... dari awal tidak ada sedikit pun hati Niko terbuka untuk Bella...
setelah semua kejahatan Merry terungkap baru ingat Bella...
kemana aja selama ini??? 😆
Bella kayak ban serap,Merry pergi masih ada Bella...
gila aja ya kamu 😆😆😆
klo gak bakalan sibuk kelonan ma Merry
yang kemaren di bela habis habisan...
sekarang di hina di caci maki habis habisan juga...
kesiaaaaaan...
kemaren video cctv,kalau sekarang di depan biji mata ya Niko