NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4. Bersetubuh.

Kini Anggiba di kurung di sebuah kamar yang berukuran begitu besar dan kasur king size.

semuanya terlihat mahal dan berwarna emas campur cream pokoknya mirip istana lah, tapi yang membedakan isinya orang-orang yang berpakaian modern bukan yang berpakaian kain putih dan menjadikan perhiasan sebagai baju.

"Kira-kira siapa ya suamiku," gumam Anggiba yang duduk di tepi ranjang.

Kepalanya menoleh ke arah pintu saat di buka oleh pelayan, mata Anggiba membelalak sempurna kala yang di lihat seorang pria berpakaian kusut dengan noda darah di bajunya.

Tatapan Pria itu mampu membuat tubuh Anggiba gemetar hebat, pupil matanya mengecil dan bergetar, refleks Ia mundur saat Pria itu semakin mendekat.

Tapi, pria itu tak langsung ke arahnya, Namun suara berat pria itu membuat Anggiba menahan nafas.

"Apa yang kamu lihat, cepat buka baju saya, bukankah kamu sekarang menjadi istri saya."

"Ta–Ta–tapi... aku..."

"Cepat!" teriak pria itu.

Tubuh Anggiba terperanjat kaget, dan buru-buru berjalan ke arah pria itu, kakinya terasa lemas kala sudah sampai di depan suaminya.

mata tajam pria itu seperti ingin menguliti Anggiba, Pria itu menunduk memandang tubuh kecil Anggiba yang hanya sampai dadanya.

Tangan kecil Anggiba yang bergetar berusaha melepaskan kancing kemeja.

Setelah selesai Anggiba mundur dua langkah seraya menunduk."lepaskan celana saya."

Kepala Anggiba terangkat, wajah terkejutnya tak bisa Ia sembunyikan, Anggiba menggeleng pelan sebagai penolakan.

"Ma—maaf, pak, eh, tu–Tuan, a-aku,"ucapnya gagap

Dagu Anggiba di cubit dan mengarahkan wajah Anggiba ke arahnya."Hazard, panggil saya tuan Hazard."

"Tuan Hazard,aku tidak bisa,maaf,"cicit Anggiba berusaha tak menatap mata tajam Hazard.

" tidak ada, kata tidak, sekarang lakukan,"tekan Hazard melepaskan dagu Anggiba cukup kasar.

Anggiba menelan ludah, Katanya terarah pada bagian bawah yang menonjol, jantung Anggiba berdebar kencang setiap tangan Anggiba akan menyentuh celana pria yang berstatus suaminya.

"Tu-tuan, a-aku..."

"Lakukan cepat, dan mandikan saya!"

"mandi? "

"Lambat sekali kamu!" geram Hazard membuka paksa celana dan dengan cepat Anggiba memutar tubuhnya yang merinding.

Setelah Hazard tak lagi di pandangan, Ia kembali terperanjat saat suara Hazard menggelar.

"Anggiba!"

"aku harus gimana," gumam Anggiba berjalan ke arah kamar mandi ragu-ragu.

Harum wewangian dari bak mandi yang begitu besar menyeruak penciuman Anggiba, lilin-lilin di tata rapi, bunga mawar di meja itu berserakan disana.

"aku seperti di dunia dongeng," gumam Anggiba pelan.

"memang, dan kamu akan menjadi budak nafsu saya malam ini," Anggiba lantas menoleh ke arah pria yang berendam seraya merentangkan tangan di pegangan bak mandi.

"Ma-maksud Tuan Hazard apa?" tanya Anggiba mulai mendekat dan berdiri di samping pria itu.

"jangan pura-pura tidak tahu, Bibikmu pasti sudah memberitahumu bukan, saya membayar mahar kamu seharga 150 juta, dan sekarang kamu harus melayani saya," tekan Hazard menarik lengan Anggiba cukup keras menimbulkan air keluar dari bak mandi.

Tubuh Anggiha basah kuyup, katanya memejam merasakan air dingin yang berubah menjadi panas saat kulit keduanya beradu.

"tapi aku memang tidak tahu Tuan," cicit Anggiba berusaha menjauh, namun pinggangnya di tarik semakin mendekat.

tubuh Anggiba bergetar hebat,"sekarang layani saya Nona Anggiba,"bisiknya seraya mencium leher Anggiba.

Anggiba merasa geli, Ia mendorong dada Hazard, "maaf Tuan, aku tidak tahu, jadi aku tidak akan melakukannya," mendengar penolakan Anggiba membuat Hazard mengeraskan rasanya tatapan mematika ia berikan pada Anggiba yang menunduk dalam, tangan Anggiba terkepal.

"saya tidak peduli, kamu tahu atau tidak, yang penting, saya sudah membayar kamu, maka dari itu, kamu, harus, melayani saya," desis Hazard menjumbu Anggiba dengan kasar.

Anggiba terus menolak, kakinya ia gerakan sebagai perlawanan semua tenaga Ia kerahkan, tapi Nihinl, kini hanya tersisa air mata.

tangannya mencengkram kuat pinggir bak mandi.

sedangkan Hazard terus melakukan aktivitas yang selama ini Ia tahan, Ia tuntaskan pada Gadis pilihan Pak Sam.

Suara teriakan Anggiba sampai terdengar di luar kamar, wajah penjaga sampai merah mendengarnya.

********

Mata Anggiba mengerjap pelan, Ia kembali menutup mata kala cahaya mulai memasuki penglihatan Anggiba.

badanya terasa remuk dan tak sanggup bergerak lagi, Ia meringis kala bagian inti tubuh Anggiba terasa sakit.

di sisiNya ada pelayan yang mengupas buah mangga, "Nyonya sudah bangun, silahkan di minum susu nya," ucap Pelayan yang bernama Hana di bagian Name tag baju.

Saat akan bergerak duduk, bagian itu sangat sakit membuat Anggiba tak sanggup membendung tangisnya.

pelayan bernama Hana dengan sigap membantu Ia duduk."Nyonya tidak apa-apa?"tanya Hana.

Anggiba menggeleng pelan, tak sanggup menjawab kala sakit hati dan fisik yang Ia rasakan.

Bagaimana bisa keluarga satu-satunya menjual dirinya pada sosok yang begitu kejam, bahkan tak berhenti kala Ia merasakan sakit. Sekalipun Ia berteriak tak ada rasa kasihan di mata pria yang berstatus suaminya.

"Nyonya Darkizan, saya tahu ini sakit,tapi saya mohon jangan menangis, nanti Tuan—"

Langkah kaki pria yang ingin Ia sebut mendekat, pelayan Hana segera menunduk seraya menjauh dari pinggir kasur.

"Kenapa dia menangis?" tanya Hazard datar, Ia pura-pura tak tahu, atau memang sengaja menanyakan hal yang Ia tahu penyebab tangis gadis yang baru saja Ia ambil ke perawanannya.

"saya tidak tahu Tuan, Nyonya tiba-tiba menangis," ucap Hana menunduk sambil meremas tangannya.

"Tunggu diluar."

Hana langsung pergi tapi sempat-sempatnya menengok ke arah Anggiba, dan berlalu pergi.

Hazar duduk di samping Anggiba yang langsung menjauh. "saya akan bermain lebih hati-hati, ini sudah sore, saatnya kamu berganti pakaian untuk menyambut orang tua saya."

Anggiba yang masih segugukan menatap Hazard dengan mata sembab, "A–ku, Ng–nggak bisa jalan," ucap Anggiba terbata.

"saya tidak peduli, sekarang pergi ganti pakaianmu, atau–" Hazard mendekatkan wajahnya pada Anggiba yang refleks mundur. "Saya yang gantikan baju kamu," bisik Hazar membangunkan rambut-rambut kecil di tubuh Anggiba.

"Biar aku saja awwsshh, " Anggiba meringis saat kakinya baru saja menyentuh lantai.

Hazard mendengus dan berjalan ke arahnya dan menggendong Anggiba menuju tempat baju ganti, dimana disana sudah di sediakan berbagai macam pakaian.

Anggiba ingin protes tapi Ia tak berani, Ia berharap Hazard tak lagi mengulangi apa yang mereka lakukan di kamar mandi.

Setelah mendudukan Anggiba di sofa kecil yang empuk Ia memilih pakaian yang Ia suka dan melemparnya ke arah Anggiba.

"pakai itu, dan berjalan lah yang benar, waktumu hanya 20 menit," Setelah berkata demikian Hazard berdiri sambil melipat tangan.

"Tuan kenapa belum pergi?" tanya Anggiba.

"saya mau lihat kamu ganti pakaian,"

Anggiba meremas baju pemberian pria yang berstatus suaminya sejak pagi tadi.

Kasih 🩵 buat Anggiba dong🥹

Apa yang kalian lihat dari sosok seorang Anggiba?

like kalau kalian juga merasakan apa yang Anggiba rasakan.

1
merry
ternyata hazard pura-pura kejam demi lindungi angi dr kluarga yg serakah ituu,,,
merry
ternyata anggi dri kcil ud hdp sengsara dan dsrh jdi bau dan jlk,, jgn lm lm flasback ya,,, 🤭🤭🙏🙏
liyana;IG. Studio liyana: nggak kok cuman bentar🤭
total 1 replies
merry
ternyata mrk dh knl dr kcil tah 🤔🤔🤔
liyana;IG. Studio liyana: yuk di baca lagi kak yang teliti,mama Helena pernah cerita loh, kecurigaannya😄
total 1 replies
merry
anggi ditolong org lain atau sembunyi ya,, moga ku lg 5 thnm dann anggi sudh kuat tanggung untuk ngelawan Hazard dan kluarga y
merry
jahat ya kluarga suami gi gi,,,
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!