NovelToon NovelToon
Hantu Air

Hantu Air

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Roh Supernatural / Mata Batin / Iblis
Popularitas:88.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"

Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.

Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.

Apa yang membawa mereka kedalam air?

mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Lantai yang basah

"Kak sungai itu memang ada penunggu yang tidak jelas dan dia sengaja mencari orang berkekuatan lemah untuk kemudian di hisab arwah nya." Arya langsung bercerita kepada Purnama ketika tiba di rumah.

"Sudah bertemu secara langsung dengan iblis itu?" Purnama menatap Arya serius.

"Dia sengaja tidak mau menemui aku secara langsung karena dia pasti tahu aku memiliki kekuatan besar." jelas Arya.

"Agak angkuh gitu ya kesan nya dirimu." Purnama menahan tawa.

"Eh memang ya, saat aku masuk ke dalam air dia tidak mau menunjukkan diri tapi saat Digo yang masuk dia langsung membelit dan ingin membawa pemuda itu masuk semakin dalam." Arya berkata untuk menjelaskan.

"Jadi sebenarnya dia ini mau apa?" gumam Nana.

"Untuk dugaan ku dia memang sudah kuat sejak dulu dan kemungkinan saat ini dia membutuhkan kekuatan lagi sehingga menghisap arwah manusia." jelas Arya serius.

"Pantas saja sudah enam orang yang hanyut, pasti karena di bunuh dia." angguk Nana paham.

"Berarti benar dong apa yang di katakan oleh Nolan, Nolan bilang dia juga merasakan tentang kekuatan iblis itu tapi dia tidak menampakkan diri." ujar Purnama masih berpikir keras.

"Pasti dia sudah memperhitungkan kekuatan lawan sehingga tidak berani menampakkan diri ketika ada orang yang memiliki kekuatan besar masuk ke dalam air." ucap Arya.

Ini akan menjadi pekerjaan baru bagi Purnama karena dia pasti harus turun tangan untuk membasmi iblis itu agar sang iblis tidak semakin merajalela membunuh semua orang, bila di biarkan begitu saja maka nanti yang ada dia akan merasa berkuasa dan tidak ada yang peduli dengan kejahatan yang sudah dia lakukan.

Padahal di desa ini ada beberapa orang yang memiliki kemampuan gaib juga sehingga mereka pasti mampu untuk menumpas iblis seperti hantu air itu, namun memang hanya Purnama yang diandalkan secara menyeluruh karena selama ini dia menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan dari mereka yang sudah dia tolong.

Yang Purnama inginkan hanya rasa terima kasih yang cukup dan tidak mengatakan dia di belakang sehingga tidak mengundang emosi yang siap meledak kapan saja, karena Purnama sejak dulu hingga saat ini dia tidak pernah bisa mengelola emosi dengan baik sehingga bila mendengar selenting kabar buruk sedikit saja maka darah akan langsung naik ke atas kepala.

Mengurus para iblis itu membutuhkan tenaga yang besar dan kadang juga dia harus bertaruh nyawa apa lagi nanti bila sampai ada member yang gagal, jadi memang bukan pekerjaan biasa sehingga dia tidak terima bila di remehkan begitu saja oleh orang yang tidak tahu terima kasih di desa ini.

"Mama aku mau ke rumah Digo dulu kalau begitu." Kiara langsung pergi ke rumah sang kekasih karena dia ingin melihat keadaan Digo.

"Astaga bocah ini begitu cemas ketika mendengar sang kekasih sedang terluka." Arya berdecak tidak percaya.

"Jangan cemburu begitu dong, Ayah." Kiara mencium tangan Arya.

"Pulang jangan terlalu malam karena tidak baik di lihat oleh orang banyak." pesan Arya.

"Siap bos." Kiara tersenyum dan segera pergi.

"Heh untung pacar mu itu ku tolong, kalau tidak pasti kau akan menangis berguling karena Digo akan mati." cetus Arya.

"Dasar kau ini." Maharani memukul kepala sang adik dengan sangat keras.

Arya tertawa kecil namun dia kembali fokus dengan pembicaraan ini dengan Purnama karena mereka memang harus segera merencanakan bagaimana nanti untuk mengurus hantu air tersebut, soal penyelamatan Reza maka mereka tidak mungkin karena sudah terlambat sehingga nanti hanya perlu menemukan di mana mayat bocah itu berada dan kemungkinan besar ada di Tanjung sembilan.

"Aku akan berjaga di Tanjung sembilan itu saja agar mayat Reza tidak sampai hilang." Andini langsung maju.

"Kau harus hati hati, sebab kekuatan hantu air sangat besar." Arya langsung memberi pesan.

"Aku sama Hendra juga, dia akan menunggu di daratan." jawab Andini.

"Loh tidak sama selingkuhan mu itu to?" goda Purnama.

"Dasar ketua bermulut ember!" kesal Andini segera berlalu.

"Siapa selingkuhan dia?" Arya jadi penasaran karena dia memang belum tahu.

"Ada lah, ayo kita fokus saja mengurus hantu air ini." Purnama lebih baik membicarakan soal hantu air dari pada selingkuhan yang dia ejek kepada Andini tadi.

Purnama bangkit karena dia pasti akan segera datang ke Tanjung sembilan untuk mencari tahu tentang Tanjung itu karena dia sudah penasaran dengan iblis yang ada di sana, Nolan yang sedang makan malam jadi meninggalkan makanan karena dia juga ingin ikut bersama dengan purnama dan Arya agar tidak ketinggalan info besar.

...****************...

"Kenapa kok kau menggigil begini?" Ridwan menemani sang adik yang ada di dalam kamar.

"Aku tidak sanggup kalau di ajak sama mereka lagi mencari mayat." ujar Amir dengan wajah pucat karena dia masih ingat dengan penampakan.

"Sebenarnya aku juga takut sehingga tadi di pertengahan jalan memutuskan untuk pulang saja karena tidak sanggup untuk mencari Reza." Ridwan memang mundur ketika sedang mencari mayat Reza tadi.

Ini Ridwan masih belum tahu bahwa Amir telah melihat sesuatu yang sangat mengerikan di air ketika bersama dengan Arya dan juga Joko dan Digo, rasa ingin bercerita namun lidah ini keluh sehingga Amir memutuskan untuk diam saja agar rasa takut itu tidak semakin besar.

"Badan mu panas ini, maka nya cepat cari istri lagi biar ada yang mengurus." celetuk Ridwan.

"Lah kamu saja duda loh, Bang." jawab Amira pula.

"Senasib ternyata kita." Ridwan tertawa kecil karena dia juga seorang duda.

"Huuhh dingin sekali, Ya Allah lindungi lah aku dari segala macam marabahaya." Amir berdoa di dalam selimut.

"Demam saja doa mu sudah seperti itu." ujar Ridwan yang sama sekali tidak mengetahui tentang kejadian apa yang sudah Amir lihat.

"Bang, aku mau minum teh hangat lah." pinta Amir.

Ridwan menarik nafas panjang namun dia segera bangkit karena kasihan juga melihat Amir yang sangat pucat usai mencari mayat di sungai tadi, walau dia adalah seorang Abang tapi tetap saja mau disuruh oleh Adik untuk membuat teh hangat karena siapa lagi yang akan mengurus Amir bila bukan dia.

"Kok basah gini sih, apa rumah ini bocor sehingga banyak air." heran Ridwan ketika sudah ada di dapur.

Sebab lantai dapur sudah basah oleh air yang tidak tahu datangnya dari mana, kalau di bilang bocor tapi siang ini tidak ada hujan dan hanya tadi malam hujan dan saat mereka pagi ada di sini tidak ada air ini malah mendadak saja ada air yang datang entah asal nya dari mana.

Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Zuhril Witanto
hantunya datang kerumah amir
Raffaza Direzky87
para member ber maksud baik pur, semua ingin menolong kamu, buang rasa kesal di hatimu dan maaf kan semua member yg terlibat
Zuhril Witanto
nongol hantunya
Zuhril Witanto
takut ya Amir dan joko tiba2 di tarik
Raffaza Direzky87
member mba pur yg ini memang laki bini begitu lemah lembut (andini & hendra )
Zuhril Witanto
semoga selamat
Zuhril Witanto
purnama gantinya arya
K & T K & T
MET siang jg Bess...
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌
Apotik Asihfarma
😂😂😂 sabar mbak pur
Endang Sulis
sabar mbk Pur para member melakukan itu juga karena sayang kepadamu walaupun caranya agak ekstrim
Nengsih Irawati
Para member emang berniat baik cuma caranya saja yg agak ngilu y Pur,,,,g apa2 yg penting sekarang km selamat dari rambut hantu sialan itu y😊
Zuhril Witanto
kaget aku
Cindy
lanjut kak
Zuhril Witanto
korbannya sudah 6
FiaNasa
harusnya diinterogasi dulu lah si hantu ini Arini,,
Zuhril Witanto
jangan mau rugi kau nolan
Zuhril Witanto
Ana...?
Zuhril Witanto
pasti ada sesuatu di tanjung sembilan
FLA
haaa itu demi kau tetap hidup tau Pur, para member mu itu sayang sama kamu
MiilaaManurung
pinter2 ya member nya 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!