NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:55.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUKUNGAN SUAMI

Nyonya Kimberly tersenyum puas, dia tahu, perpaduan antara ksatria manusia Serigala Hitam yang disiplin, para pengelana serigala murni yang liar, dan otak jenius Jasmine akan menjadi mimpi buruk yang paling mengerikan bagi siapa pun yang menyiksa Lucas.

"Istirahatlah, Jasmine, besok, persiapan besar dimulai, kita tidak hanya melatih fisik, tapi kita mulai membangun benteng kematian di bawah tanah ini," ucap Nyonya Kimberly.

"Selamat malam ibu, terimakasih untuk latihan malam ini," ucap Jasmine, sebelum pergi.

Jasmine berjalan meninggalkan aula, langkahnya yang tadinya lemah kini kembali tegak.

Di kepalanya, dia sudah mulai membagi tugas, yaitu Ethan melatih koordinasi ksatria, Nyonya Kimberly melatih anak-anak dan klan serigala, sementara dia sendiri, dia akan menjadi otak di balik kehancuran benteng sihir hitam tersebut.

Setelah Jasmine meninggalkan aula latihan dengan langkah yang berat namun penuh tekad, keheningan kembali menyelimuti ruangan besar itu.

Cahaya obor di dinding bergoyang, memantulkan bayangan Nyonya Kimberly yang masih berdiri di tengah lingkaran darah yang mulai mengering.

Drap

Drap

Drap

Setelah kepergian Jasmine, tiba-tiba, suara langkah kaki yang teratur dan tenang terdengar dari kegelapan pintu masuk.

Ternyata yang datang adalah Tuan Steven, dia tidak mendekat dengan terburu-buru, melainkan berdiri di batas cahaya, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, perpaduan antara cinta yang dalam dan kekhawatiran yang besar.

"Kau memanggil mereka, Kimberly?" tanya Tuan Steven, suaranya rendah namun menggema di aula yang sepi.

"Aku tidak punya pilihan, Steven, musuh yang kita hadapi bukan lagi manusia dengan pedang, tapi iblis yang menggunakan nyawa sebagai bahan bakar sihir mereka. Sepuluh ksatria Serigala Hitam tidak akan cukup," jawab Nyonya Kimberly tanpa menoleh, dia hanya menatap sisa darah di telapak tangannya.

Tuan Steven melangkah maju, kini dia berdiri tepat di belakang istrinya. Dia melepaskan jubah luar yang dia kenakan dan menyampirkan nya ke bahu Kimberly yang tampak sedikit menggigil setelah melakukan ritual tadi.

"Aku tahu," ucap Steven pelan.

"Tapi kau tahu konsekuensinya kan? Memanggil sisa klan serigala utara berarti menarik perhatian seluruh pihak yang dulu memburu mereka, kamu mempertaruhkan kedamaian yang kita bangun selama tiga puluh tahun ini," lanjut Tuan Steven, terlihat jelas ke khawatiran di wajah baya nya.

Nyonya Kimberly berbalik, menatap suaminya dengan mata emasnya yang perlahan meredup kembali menjadi warna cokelat manusia.

"Kedamaian itu sudah hancur saat mereka menyentuh putraku, Steven," ucap Kimberly dengan nada bergetar.

"Aku rela diburu lagi, aku rela kehilangan gelarku, asalkan Lucas kembali, dan kau lihat Jasmine tadi? Dia siap membakar dunia demi putra kita. Bagaimana mungkin aku, ibunya, hanya diam saja?" lanjut Nyonya Kimberly, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Steven menghela napas panjang, dia menarik istrinya ke dalam pelukan hangatnya.

Nyonya Kimberly menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, merasakan detak jantung manusia yang selalu menjadi penenang bagi jiwanya yang liar.

"Kita akan hadapi ini sama-sama, seperti yang kamu katakan, kalau kita harus berperang lagi dengan mereka, akan aku lakukan, asal Lucas bisa kembali dan berteman dengan istri dan anak-anaknya," ucap Tuan Steven, mencium pucuk kepala Nyonya Kimberly.

"Jasmine adalah wanita yang luar biasa, dia mengingatkanku padamu saat pertama kali kita bertemu di tengah badai salju dulu," bisik Steven sambil mengusap rambut Kimberly.

"Keras kepala, berani, dan sedikit gila," lanjut Tuan Steven, sedikit terkekeh, mengingat pertemuan mereka dulu.

"Dia jauh lebih berbahaya dariku, Steven, aku menggunakan kuku dan taring, tapi dia menggunakan akal yang bisa meledakkan gunung. Kamu lihat daftar bahan yang dia minta? Itu bukan bahan obat, itu bahan untuk menghancurkan benteng," ucap Kimberly tertawa kecil di pelukan Steven.

"Aku sudah memerintahkan jaringan logistik militer lamaku untuk bergerak," ucap Steven dengan nada serius.

"Belerang, mesiu, dan perak murni akan tiba dalam jumlah besar secara bertahap, aku akan memastikan tidak ada satu pun mata-mata musuh lama kita yang mencium bau ini, jika Jasmine ingin membangun neraka di ruang bawah tanah kita, maka aku akan menjadi orang yang menyediakan apinya," ucap Tuan Steven, melapaskan pelukan, menatap istrinya lembut.

"Lalu bagaimana dengan Reifan, dia pasti akan marah besar kalau kita tidak memberitahu akan hal ini, kamu tahu sendiri dia sangat menyangi Jasmine," ucap Nyonya Kimberly.

"Kamu tenang saja Sayang, aku sudah mengirim surat untuk Raja yang kesepian itu, mungkin dalam beberapa hari dia akan datang ke sini," jawab Tuan Steven terkekeh, mengingat besan nya sekaligus sahabat nya itu.

"Reifan tidak akan membiarkan Jasmine bergerak sendiri, setidak nya dia bisa mengamankan pergerakan kita dari para bangsawan dan para menteri kerjaan," lanjut Tuan Steven.

Kimberly mendongak, menatap wajah suaminya yang sudah mulai dihiasi kerutan usia namun tetap memancarkan wibawa seorang jenderal besar.

"Terima kasih, Steven, terima kasih karena tidak pernah takut pada darah serigala di tubuhku," bisik Nyonya Kimberly.

"Aku tidak pernah mencintai serigala, Kimberly, tapi aku mencintai wanita yang menyelamatkan nyawaku di hutan itu," jawab Steven mengecup kening istrinya dengan lembut.

Cup

"Sekarang, tidurlah, besok adalah hari yang panjang, kita harus memastikan Jasmine tidak roboh karena kelelahan, dan kita harus bersiap menyambut tamu-tamu liarmu yang akan segera datang," lanjut Tuan Steven, merangkul pinggang Nyonya Kimberly.

Di bawah cahaya bulan yang mulai tertutup awan mendung, kedua pilar keluarga Alistair itu berjalan keluar dari aula latihan, saling menggenggam tangan, sebuah janji bisu bahwa mereka akan melindungi menantu dan cucu-cucu mereka, apa pun taruhannya.

Langkah kaki mereka bergema di lorong batu yang dingin menuju kediaman utama.

Meski percakapan tadi memberikan sedikit kelegaan emosional, ketegangan tak terlihat masih menggantung tebal di udara.

Tepat sebelum mereka mencapai pintu kamar, Steven berhenti mendadak, dia menoleh ke arah jendela besar yang menghadap ke arah hutan pinus yang mengelilingi kastel mereka.

Di kejauhan, di antara pepohonan yang gelap, tampak kilatan cahaya hijau redup yang muncul lalu menghilang dalam sekejap.

"Mereka sudah mulai bergerak," bisik Steven, matanya menyipit tajam.

"Indra manusiaku mungkin tumpul, tapi firasat seorang prajurit tidak pernah bohong. Perbatasan utara telah ditembus," lanjut Tuan Steven.

Kimberly melepaskan rangkulan tangan suaminya dan melangkah menuju jendela, dia memejamkan matanya, membiarkan naluri predatornya merayap keluar.

Hidungnya mengendus udara malam, menangkap aroma pinus, salju yang membeku, dan sesuatu yang lebih tajam, bau logam dan bulu basah.

"Mereka bergerak sangat cepat, ternyata rasa lapar akan balas dendam membuat mereka berlari lebih kencang dari yang kukira," gumam Nyonya Kimberly, tersenyum miring.

"Aku akan membuka gerbang samping, kita tidak bisa membiarkan mereka masuk lewat pintu depan, para pelayan manusia akan ketakutan, dan desas-desus akan menyebar ke ibukota dalam hitungan jam," ucap Tuan Steven, kembali ke mode komandannya.

Tuan Steven tidak lagi sekadar suami yang protektif, melainkan pengatur siasat yang dingin.

1
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
renjani
ga bisa berhenti baca..lanjut thor👍💪
Chika Aulia
semoga kalian bisa bersatu/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
renjani
tegang..seru..luar biasa..👍👍 seakan ikut hanyut dalam cerita..👍👍 tks thor👍
Leni Ani
lanjut💪💪💪💪💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!