NovelToon NovelToon
Meretas Batas : Titik Cinta!

Meretas Batas : Titik Cinta!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas Dendam / Berbaikan / Cerai / Mengubah Takdir / Keluarga
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Avalee

“Menikahlah denganku, Jia.”

“Berhentilah memikirkan masa lalu!! Kita tidak hidup di sana!!”

“Jadi kamu menolakku?”

“Apa yang kamu harapkan?? Aku sudah menikah!!!!”

Liel terdiam, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan. Sorot matanya yang tajam itu kembali lagi. “Aku tahu kamu sudah bercerai. Pernikahan macam apa yang sehari setelah menikah sudah tidak tinggal satu atap?”

Sebelas tahun lebih, mereka memutuskan untuk menyerah dan melupakan satu sama lain. Namun, secara ajaib, mereka dipertemukan lagi melalui peristiwa tidak terduga.

Akan kah mereka merajut kembali tali cinta yang sudah kusut tak berbentuk, meski harus melawan Ravindra dan anaknya Kay, wanita yang penuh kekuasaan dan obsesi kepada Liel, atau justru memilih untuk menyerah akibat rasa trauma yang tidak pernah sirna.

Notes : Kalau bingung sama alurnya, bisa baca dari Season 1 dulu ya, Judulnya Beauty in the Struggle
Happy Reading ☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Avalee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nata VS Liel

Liel tampak sempurna dengan setelan jas krimnya. Setelah merapikan dasi, dia tampak siap untuk masuk ke “meeting room” untuk memperkenalkan diri serta mempresentasikan visi dan misinya saat menjabat sebagai Direktur Utama di PT. TrickyRav Group.

Presentasinya berjalan baik, sesuai rencananya. Terlihat raut wajah yang sinis dari pak tua, si Ravindra Malik Sanjaya, membuat Liel ingin segera meninjunya.

“Selamat Liel, putra dari Mason Lisius Lakeswara. Akhirnya kamu mampu mengantikan posisi ayahmu, saya berharap kinerjamu lebih baik dibandingkan ayahmu itu. Sering-seringlah datang ke rumah, Kay ingin bertemu denganmu.” Ravindra menepuk pelan pundak Liel.

Beruntung logika Liel berjalan baik, sehingga tidak tersulut emosi. Dia lantas menundukkkan kepalanya, tersenyum dingin dan segera keluar ruangan usai pengangkatan jabatannya.

“Haaa … apa si tua bangka s1al4n itu sedang mengejek ayahku?” batin Liel seraya meremas kedua tangannya.

Sambil meredam emosinya, Liel pun berjalan kembali menuju ruangannya. Namun, sebelum sampai ke ruangannya, di tengah perjalanan, dia berpapasan dengan seorang wanita berambut panjang dengan tinggi badan sekitar 174 cm.

Wanita tersebut luar biasa terkejut. Dia melihat Liel seperti sesosok hantu. Seketika wajahnya terlihat sangat geram saat Liel menghampirinya. Wanita tersebut segera berbalik dan ingin pergi dari hadapannya.

“Nata?? Benarkah itu kamu??”

Nata terdiam sejenak kemudian segera berbalik, menghadap ke arah Liel. “Maaf, sepertinya aku harus pergi.”

“Hei tunggu, apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku hanya mewakilkan managerku untuk mengantar pengajuan proposal ke perusahaan ini. Namun sekretaris dari CEO nya sedang tidak ada, jadi aku akan pergi.”

“Berikan padaku, aku berhak melihat isi berkas tersebut.”

Nata terdiam dan bingung. Dia cukup terkejut dengan kemunculan Liel, ditambah lagi dengan perilakunya yang seperti bos. “Jangan gil4 … aku tidak akan memberikan berkas ini ke sembarangan orang. Lagipula mengapa kamu ada di sini?? Apa kamu karyawan baru di sini?”

“Kamu mencariku bukan? CEO disini adalah aku.”

“Apaa?? Buahahaha … Ayolah Liel, Jangan bercanda!! Pengecut sepertimu menjadi seorang CEO? Tidak mungkin!!”

Liel tersenyum tipis. “Kuharap kamu tidak menyesali perbuatanmu.” ucap Liel dengan suaranya yang berat.

Tidak berapa lama, Jenar, sang sekretaris Liel muncul di hadapan mereka. Dia segera meminta maaf dan menjelaskan kepada Liel bahwa dia sedang berada di lantai dasar untuk mengambil Americano Coffee kesukaan Liel.

Kemudian sekretaris tersebut segera menyuruh Liel untuk masuk ke ruangannya, sementara dia melihat ke arah Nata, berusaha mengambil proposal yang diajukan oleh Kepala Manajer Nata kepadanya.

Sekretaris tersebut menjelaskan jika proposal yang diajukan baik dan menguntungkan perusahaan, maka akan ditindaklanjuti oleh Bapak Eliel Bentela Lakeswara, selaku CEO perusahaan.

“GLEK!”

Seketika Nata menelan air liurnya. Wajahnya terlihat pucat pasi.  Dia tahu, bahwa dirinya telah melakukan kesalahan terbesar sepanjang hidupnya.

Saat ini yang dia lakukan hanya pasrah. Bahkan di benaknya adalah dia pantas mengundurkan diri dari perusahaannya, sebab jika proyek yang mereka ajukan gagal, manajernya pasti akan marah sepanjang sisa hidupnya, karena perilaku bodoh yang dilakukannya terhadap Liel.

Nata seketika membeku. Dia masih tidak percaya, dengan teman masa kecilnya, yang dimatanya hanyalah seorang pria baj1ng4n, sekarang berubah menjadi pria dewasa yang gagah berani, seolah-olah dunia dalam genggamannya. (Baca Beauty in the Struggle, Bab 14 dan 22, untuk mengetahui hubungan Nata dan Liel sejak kecil, serta kejahatan Kay yang lainnya.)

“Jenar, kembalilah ke tempatmu. Biarkan orang ini menjadi urusanku.”

Jenar segera pergi ke tempatnya. Liel tersenyum, seolah-olah dia menang atas apa yang terjadi. Wajah cemas Nata yang sejak tadi tidak mampu disembunyikannya terlihat lucu, seakan-akan itu adalah lelucon bagi Liel. Dia pun segera menyuruh Nata untuk masuk ke ruangannya tanpa basa basi.

...****************...

Nata tengah duduk di hadapan Liel.  Matanya kian melebar, menahan rasa panik dan gugup, di tambah dengan sorot mata Liel yang tajam saat membaca pengajuan proposalnya, membuatnya ingin segera beranjak dari ruangan tersebut. Bahkan pengharum ruangan dengan aroma “air fresh” bercampur “woody” yang lembut pun tidak mampu menenangkannya.

“Ma–maafkan aku … karena sudah meremehkanmu. Aku tidak tahu bahwa dirimu adalah Direktur Utama di perusahaan ini. Sekarang, aku bahkan siap untuk mengundurkan diri dari perusaahanku apabila kamu menolak proposal yang diajukan oleh kepala manajerku kepadamu,” ucap Nata memecah keheningan.

“Aku bahkan belum menilai isi dari proposal kalian, mengapa kamu ketakutan seperti itu? Sekarang, jelaskan padaku apa tujuan dari proposal ini.” balas Liel dengan nada datar.

Nata menyerahkan sampel produk dan menampilkan platform sosial media dari produknya. “Aa–ah … ka–kami dari Nings Food Company. Kamu pasti tahu bahwa kami dari perusahaan besar dan punya beberapa brand ternama. Saat ini, kami telah meluncurkan “healthy cookies” yang rendah kalori penunda lapar. Karena produk ini masih baru, kami membutuhkan perusahaan kalian agar produk yang baru kami luncurkan bisa segera terjual.”

“Bagaimana jika produk ini masuk dalam kategori 'slow moving', sepi peminat dan tidak menguntungkan bagi perusahaan kami?” cercah Liel tanpa celah sedikitpun.

“Ya … di… dia akan menjadi produk pelengkap saja!! Meski begitu, saya yakin produk kami tetap ada pembelinya. Kecuali jika produk ini sudah masuk dalam tahap “deleting”, barulah kita pikirkan solusi yang lainnya lagi!”

Tanpa tersenyum, Liel berdiri menghadap kaca jendela kantornya, dengan sikap arogannya, yang masih membelakangi Nata. “Kepercayaan dirimu cukup tinggi. Aku akan menganalisanya lebih dalam lagi, jika cocok, maka Jenar akan menghubungi kepala manajer dan dirimu untuk diadakannya 'internal meeting', sekarang pergi lah.

“Baiklah, terima kasih atas waktunya dan kesempatan yang bapak berikan. Sekarang, aku akan bicara secara informal padamu. Apa yang kamu lakukan di sini? Setahuku… kamu sudah lama menetap di luar negeri. Kamu tidak bertujuan untuk menggangu temanku lagi bukan?” sahut Nata dengan gelisah.

“Haaaa … kamu pikir duniaku hanya untuk mengurusi percintaan saja? Ada banyak karyawan yang harus aku urus piring nasinya.”

“Baguslah, aku hanya ingin melihat reaksimu jika membahasnya. Kamu tidak tahu bagaimana Jia menghadapi masa sulitnya!! Ternyata, memang dari dulu kamu hanya mempermainkannya. Aku pergi dulu, maaf sudah membuat kegaduhan.”

“Mempermainkan? Jangan bicara sembarangan jika kamu tidak mengetahui yang sebenarnya.”

“Kalau begitu ceritakan yang sebenarnya padaku, sehingga aku dan Jia tidak berpikir buruk tentangmu!!!”

“Aku sudah berada di fase malas berdebat dengan siapapun, jika menurut kalian akulah penjahatnya, maka pergilah, dan selamatkan diri kalian.” sahut Liel tenang.

Bibir Nata terkatup kencang. Dokumen yang sebelumnya berada di tangannya, kini dia taruh kembali di meja. Ada banyak pertanyaan yang muncul di benaknya, yang membuat jiwa detektifnya kembali secara perlahan.

“Tidak sebelum kamu menceritakan kebenarannya padaku!!!” balas Nata dengan wajah serius.

1
TokoFebri
agak ngakak ya dengan kata Universitas Sinus wkwwk
TokoFebri
Kay jahat banget.
TokoFebri
Liel, apa kamu yakin mampu menahan rasa rindumu kepada jia?
TokoFebri
liel mikir aja cakep wwkw
TokoFebri
pengen punya pen kayak gitu. mahal kali ya..
TokoFebri
Kalau bicara masalalu memang berat. apalagi kalau yang buruk buruk. tapi jia.. move on ke masa depan. semoga bisa melewati semua masalahmu jia untuk kedepannya.
drpiupou
nah yah kan, bikin cpek aja berdebat wkwkw
drpiupou
wkwkw lgsung auto masuk
drpiupou
waduh wanita malam. gadis malam atau gimana nih mksdnya/Awkward/.

uhh pesta ambil minum pasti ini
Miu Nuha.
Aku menikmati karyamu author Avalee yang keren banget kalo bikin alur cerita. love-hate dan chemistry Jia dan Liel juga bagus, naik turun kek rolercoster, seru! 😆

semangat berkarya!!
Avalee: Akkkh makasih byk kak 😍
total 1 replies
Miu Nuha.
jian, berani sekali jia /Joyful/
Miu Nuha.
masih muter2 kek komedi putar yg gk mau berhenti, sabar ya /Shy//Shy/
Miu Nuha.
kok ya bisa /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
ada aja kamu bikin scene begini Thor /Proud//Proud/
Miu Nuha.
aduh, gara2 kemeja jadi seseius ini /Gosh//Gosh/
,, untunglah papany super duper lovely papa~
Miu Nuha.
ahahah lucu sekali /Facepalm//Facepalm/
Miu Nuha.
dandan bang dandannnn!!
Miu Nuha.
tingkahmu Jia Jia 😙😙
Miu Nuha.
Yay, akhirnya ciuman juga
Miu Nuha.
ya ampun ya ampun belum nikah aja udh kek pertengkaran suami istri /Facepalm//Facepalm/ ,, kalian ini~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!