NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Labirin Hijau dan Sisa Ketegangan yang Mencair

Langkah kaki Kirei berbunyi ketukan halus yang berirama konstan saat menyusuri lantai marmer selasar belakang rumah batu keluarga Mahendra. Tuan Adrian sudah kembali ke ruang baca pribadinya, meninggalkan keheningan yang panjang di lorong megah itu. Sisa ketegangan dari ruang kaca tadi masih terasa berputar di kepala Kirei, membuat pelipisnya sedikit berdenyut. Namun, punggungnya tidak lagi sekaku saat pertama kali datang menantang sang kakek tadi subuh.

Vaxerion berjalan di sebelahnya, menyamakan ritme langkahnya yang lebar dengan sangat santai. Kemeja hitamnya yang tadi sempat berantakan karena terburu-buru melesat dari pabrik kini sudah dirapikan kembali ke dalam celana bahan, memperlihatkan bahu tegapnya yang kokoh dari samping. Pria itu menoleh, mengunci pandangannya pada wajah Kirei dengan kilat binar mata yang memancarkan kekaguman.

"Kamu benar-benar luar biasa di dalam tadi, Kirei," suara berat Vaxerion memecah kesunyian selasar, terdengar begitu rendah dan dalam. Senyuman tipisnya yang menawan kembali muncul, melunakkan ketegasan rahang kokohnya yang biasanya kaku di depan dewan direksi. "Membuat kakekku tidak berkutik memakai grafik saham Eropa... aku bahkan tidak pernah membayangkan ada orang yang berani menjatuhkan harga diri orang tua itu langsung di rumahnya sendiri."

Kirei menghentikan langkahnya tepat di ambang pintu kaca besar menuju taman labirin belakang yang luas. Dia menatap hamparan rumput hijau dan barisan tanaman pangkas yang tertata rapi di hadapan mereka, lalu mengalihkan matanya yang jernih ke arah Vaxerion. Gengsi lamanya sebagai pemimpin wanita yang tangguh menolak untuk terlihat sombong atau besar kepala.

"Aku tidak sedang mencari masalah dengan kakekmu, Vaxerion," sahut Kirei dengan nada suara yang tenang, tegas, dan berwibawa. "Aku hanya meletakkan fakta bisnis di atas meja marmernya. Aku tidak mau dia memandang Zhaklyn Mobile sebagai perusahaan kecil pinggiran yang bisa dia beli dengan selembar cek kemurahan hati. Aku punya kelas, dan sistem operasiku punya harga diri yang mahal."

Vaxerion terkekeh rendah, sebuah tawa bariton yang terdengar sangat seksi, hangat, dan menenangkan di telinga Kirei. Pria itu melangkah maju satu langkah besar, memotong jarak hingga tubuh tegapnya begitu dekat, memayungi tubuh ramping Kirei dari terik matahari siang. Dia tidak melakukan gerakan monoton seperti memegangi tangan Kirei secara berulang. Vaxerion justru mengulurkan tangan kirinya yang besar, dengan jemari yang sangat lembut menyelipkan seuntai rambut panjang Kirei yang tertiup angin sore ke belakang telinga. Sentuhan kulit yang hangat itu seketika mengirimkan getaran nyaman yang membuat dada Kirei berdesir halus.

"Aku tahu," bisik Vaxerion, wajah tampannya mencondongkan jarak sedikit lebih dekat hingga aromanya yang wangi kayu cendana merasuki kesadaran Kirei. "Keras kepalamu ini yang membuatku tidak bisa berpaling semenit pun sejak lima tahun lalu. Sekarang, mari kita lupakan sejenak masalah bursa efek dan dokumen medis ibumu itu. Ikut aku jalan-jalan di taman bawah, kamu butuh menghirup udara bersih biar kepalamu tidak panas."

Kirei tidak menolak. Mereka berjalan beriringan menuruni undakan tangga batu menuju labirin hijau yang sunyi. Berjalan di samping Vaxerion tanpa ada tuntutan formalitas kantor membuat Kirei merasa beban berat di pundaknya perlahan-lahan mencair seutuhnya. Di bawah bayangan pohon-pohon cemara tua, Kirei akhirnya bisa merasakan ketenangan yang nyata, menyadari bahwa dia kini memiliki tempat bersandar yang sepadan.

Namun, ketenangan harian di taman Mahendra itu sama sekali tidak selaras dengan apa yang terjadi di tempat lain. Di dalam mobil sedan mewah yang sedang melaju kencang membelah aspal jalanan meninggalkan kawasan Menteng, Bianca melempar ponsel pintarnya ke atas kursi kulit dengan amarah yang meluap-luap. Wajah cantiknya yang berkelas kini memerah padam menahan malu yang teramat sangat, merusak seluruh keanggunan gaya old money Paris miliknya.

"Gimana bisa tim hukum Vaxerion membekukan seluruh aset konsorsiumku di Paris dalam waktu dua jam?!" teriak Bianca pada asisten pribadinya yang duduk di kursi depan dengan kepala tertunduk takut. "Mirna bilang Kirei cuma anak gubuk pinggiran rel, tapi kenapa sekarang posisi keuangan keluargaku yang justru tersungkur hancur di lantai bursa internasional?!"

Siasat kotor yang disusun Bianca bersama Mirna di kafe kemarin malam kini berbalik menjadi bumerang yang menghancurkan martabat bisnis mereka sendiri tanpa sisa. Pembalasan telak yang dijatuhkan oleh Vaxerion dan Kirei di rumah batu tadi pagi telah memutus seluruh pasokan uang luar negeri milik Bianca tanpa menyisakan sedikit pun celah negosiasi.

Bianca mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya yang berpewarna merah pekat memutih, matanya menatap lurus ke arah jendela kaca mobil dengan kilat kebencian yang mendalam. "Aku tidak akan membiarkan Kirei Zhaklyn menang semudah ini di Jakarta. Hubungi sisa-sisa direktur operasional baru yang kita suap di kantor bapaknya. Kita gerakkan rencana sabotase tahap terakhir untuk menghancurkan kode Zhaklyn OS sebelum acara Gala Dinner dimulai minggu depan. Kalau aku hancur, anak gubuk itu harus ikut membusuk bersamaku!"

1
Wawan
Satu iklan buat Kirey 👍✍️
Wawan
suit suit 😍
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!