NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Domain Es Absolut dan Tangan Penghancur Surga

​Udara di bibir kawah seketika membeku. Kata-kata Lin Tian bagaikan percikan api yang dijatuhkan ke dalam tong mesiu.

​Di belakang Su Xue, empat murid perempuan Istana Es Ekstrem yang mengenakan jubah putih kebiruan menghunus pedang mereka serentak. Niat membunuh yang sedingin es menyebar, menutupi kawah berbatu merah itu dengan lapisan embun beku.

​"Lancang!" bentak salah satu murid perempuan yang berada di Pembentukan Pondasi Tahap 3. "Kau hanyalah katak dalam tempurung dari Awan Azure! Beraninya kau menghina Gadis Suci kami! Aku akan memotong lidahmu dan menjadikannya pakan anjing salju!"

​Tanpa menunggu perintah Su Xue, murid perempuan itu melesat maju. Pedangnya memancarkan cahaya biru terang, menciptakan ilusi badai salju kecil yang mengunci pergerakan Lin Tian.

​Teknik Pedang Hujan Es!

​Lin Tian berdiri diam. Tangannya bahkan tidak bergerak ke arah belatinya. Ia hanya menatap pedang yang menukik ke arah wajahnya dengan pandangan bosan.

​Tepat saat ujung pedang itu berjarak satu jengkal dari matanya, Lin Tian mengangkat tangan kirinya.

​KLAK!

​Suara benturan yang tidak masuk akal terdengar. Murid Istana Es Ekstrem itu membelalakkan matanya dengan horor. Pedang tingkat spiritual kelas bumi yang tajamnya bisa membelah baja... ditangkap dengan dua jari telanjang oleh Lin Tian!

​Di bawah kulit jari Lin Tian, kilau emas keperakan dari Sumsum Logam Kaisar berdesir pelan.

​"Pedang yang rapuh," gumam Lin Tian.

​Ia sedikit mengerahkan tenaga pada kedua jarinya.

​TRANGGG!

​Pedang es itu hancur berkeping-keping layaknya kaca murahan. Sebelum murid perempuan itu sempat menjerit, Lin Tian mengubah posisi jarinya menjadi cakar dan menebas lurus ke arah tenggorokannya. Cakar logam kaisar itu merobek leher sang murid tanpa perlawanan, menyemprotkan darah panas yang langsung membeku di udara.

​Mayat murid Tahap 3 itu ambruk ke tanah. Hanya butuh satu detik, tanpa menggunakan fluktuasi Qi sama sekali!

​"Adik Seperguruan!" tiga murid lainnya menjerit histeris. Mereka hendak menerjang maju, namun sebuah tangan seputih salju terangkat, menghentikan mereka.

​Itu adalah Su Xue. Wajah cantiknya kini sedingin gletser abadi.

​"Fisik pemurnian tubuh tingkat surga," suara Su Xue bergema, nadanya akhirnya menunjukkan sedikit keseriusan. "Pantas saja kau bisa menghancurkan boneka perunggu di dalam istana kuno itu. Kau menggunakan warisan istana ini untuk menempa tulangmu."

​Su Xue melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah di bawahnya membeku sejauh puluhan meter. Fluktuasi kultivasi Pembentukan Pondasi Tahap 6 Puncak meledak tanpa ditahan.

​"Tapi fisik yang kuat tanpa energi spiritual yang sepadan hanyalah karung daging yang bisa dihancurkan dari dalam. Hari ini, aku akan menunjukkan padamu perbedaan mutlak antara Tahap 1 dan Tahap 6!"

​Su Xue menyatukan kedua telapak tangannya. Matanya memancarkan cahaya biru menyilaukan.

​Domain Es Absolut: Teratai Musim Dingin Pemusnah Jiwa!

​Seketika, suhu udara anjlok hingga batas ekstrem. Hujan salju yang turun berubah menjadi paku-paku es raksasa yang melayang di udara. Di bawah kaki Lin Tian, sebuah formasi teratai es raksasa mekar, sulur-sulurnya yang sedingin tulang mencoba melilit kaki Lin Tian untuk membekukan peredaran darah dan lautan Qi-nya secara langsung.

​Bagi kultivator normal, terjebak di dalam domain Tahap 6 Puncak berarti kematian seketika.

​[Ding! Mendeteksi invasi Hukum Es Ekstrem.]

[Peringatan: Suhu saat ini dapat membekukan Qi gas atau cair kelas rendah.]

​Lin Tian tersenyum menyeringai di tengah badai es yang mengamuk.

​"Membekukan Qi-ku? Silakan coba," tantang Lin Tian.

​Di dalam dantian-nya, Inti Bintang Tanpa Cacat yang berwarna hitam pekat berputar satu putaran penuh. Seketika, setetes Qi Cair Murni yang kepadatannya seratus kali lipat dari Qi biasa dipompa ke seluruh meridiannya, diiringi oleh ledakan elemen api dari Akar Spiritual Kayu-Api Inti Bumi.

​BOOOOOM!

​Pilar api keemasan meletus dari tubuh Lin Tian, menghancurkan sulur-sulur teratai es yang mencoba melilitnya menjadi uap air. Hawa panas dari api suci Lin Tian dan hawa dingin dari domain Su Xue bertabrakan, menciptakan kabut tebal yang mendidih di seluruh kawah.

​"Mustahil!" Su Xue kehilangan ketenangannya. "Qi milik Pembentukan Pondasi Tahap 1 tidak mungkin bisa menahan Domain Es-ku!"

​"Pemahamanmu tentang kultivasi terlalu sempit," suara Lin Tian menggema dari dalam kabut tebal.

​WUSH!

​Kabut itu terbelah secara brutal. Lin Tian melesat maju menggunakan Langkah Badai Astral, mengabaikan ratusan paku es yang menghujaninya. Saat paku-paku itu mengenai kulitnya, zirah emas keperakan dari Tubuh Logam Kaisar mementalkannya layaknya kerikil yang menabrak benteng baja.

​Ia muncul tepat di hadapan Su Xue. Tangan kanannya ditarik ke belakang, mengumpulkan kekuatan gravitasi Inti Bintang dan Niat Pedang Kehancuran ke dalam satu kepalan.

​Naluri bertahan hidup Su Xue menjerit. Ia dengan panik memanggil perisai es tingkat bumi yang merupakan harta pelindung sektenya, membentuk dinding es setebal tiga meter di depannya.

​"Hancur," perintah Lin Tian datar.

​DUAARRRR!

​Tangan Penghancur Surga Lin Tian menghantam dinding es tersebut. Niat Pedang Kehancuran yang menyertai pukulan itu menyusup ke dalam struktur molekul es, mematahkannya dari dalam. Dinding es setebal tiga meter itu meledak berkeping-keping menjadi debu berlian di udara.

​Pukulan Lin Tian terus melaju tanpa kehilangan momentum, menghantam keras dada Su Xue.

​KRAK!

​"ARGH!" Su Xue memuntahkan darah yang menyilaukan mata, tubuhnya terlempar seperti layang-layang putus, melayang puluhan meter sebelum menghantam tebing kawah hingga tebing itu runtuh menimbunnya.

​Tiga murid Istana Es Ekstrem berdiri terpaku, kaki mereka bergetar hebat hingga tidak bisa digerakkan. Gadis Suci mereka, kebanggaan Istana Es Ekstrem yang tak terkalahkan... dikalahkan dalam satu pertukaran serangan murni!

​Lin Tian menghela napas panjang, meredakan api di tubuhnya. Ia berjalan santai menghampiri reruntuhan batu di tebing kawah. Dengan satu lambaian tangannya, angin menyapu bebatuan itu, menampakkan Su Xue yang terbatuk darah, wajah cantiknya kini pucat pasi dan penuh keputusasaan.

​Lin Tian berjongkok di hadapannya, jari-jari logamnya mencengkeram leher ramping Su Xue.

​"Kau..." Su Xue menatapnya dengan campuran rasa takut dan benci. "Jika kau membunuhku... Tetua Istana Es Ekstrem akan melacak jiwamu... Kau tidak akan bisa kabur..."

​"Sistem," panggil Lin Tian dalam hatinya. "Apakah ada tanda pelacakan jiwa padanya?"

​[Ding! Menganalisis target...]

[Terdapat 'Segel Kutukan Inti Emas' di lautan kesadarannya. Jika Target tewas, kutukan itu akan menempel pada Inang dan memancarkan koordinat lokasi secara permanen.]

​Lin Tian mendecakkan lidahnya pelan. "Merepotkan."

​Namun, di dunia Lin Tian, tidak membunuh bukan berarti membiarkan mangsa pergi dengan utuh.

​"Sistem, aku tidak butuh nyawanya. Ekstrak Cincin Penyimpanannya, seluruh senjata spiritual yang menempel di tubuhnya, dan... tarik sepertiga dari Akar Spiritual Es Murni-nya untuk menyeimbangkan atribut apiku," perintah Lin Tian kejam.

​[Memulai Ekstraksi Presisi...]

​Lin Tian mengalirkan cahaya keemasan dari telapak tangannya ke leher Su Xue. Wanita arogan itu menjerit histeris saat merasakan fondasi spiritualnya dicabut paksa. Kultivasinya anjlok dari Tahap 6 Puncak menjadi Tahap 4 awal, dan meridian esnya rusak parah. Di saat yang sama, cincin giok di jarinya dan jepit rambut spiritual pelindungnya terlepas, melayang masuk ke dalam genggaman Lin Tian.

​"Ini adalah harga untuk penawaran 'pelayan beku' milikmu," Lin Tian berbisik di telinga Su Xue, sebelum melempar wanita yang kini setengah lumpuh itu ke tanah.

​Su Xue pingsan seketika, air mata penghinaan mengalir dari sudut matanya.

​Lin Tian berdiri. Baru saja ia hendak memeriksa isi Cincin Penyimpanan Su Xue, sebuah gempa bumi yang dahsyat mengguncang seluruh dimensi Reruntuhan Kaisar Kuno.

​GEMURUH!

​Langit jingga di atas mereka tiba-tiba terbelah. Awan-awan debu tersapu habis oleh gelombang energi kuno yang luar biasa agung. Dari pusat dimensi yang berjarak sekitar sepuluh mil dari lokasi Lin Tian, sebuah pilar cahaya emas membelah bumi dan menusuk langit.

​Di dalam pilar cahaya itu, bayangan sebuah Pagoda Hitam berlantai sembilan yang sangat raksasa perlahan-lahan bangkit dari bawah tanah.

​Aura yang dipancarkan Pagoda Hitam itu begitu mendominasi hingga membuat udara di reruntuhan menjadi berat. Semua binatang buas spiritual melolong ketakutan dan bersujud.

​[Ding!]

[Peringatan Tertinggi!]

[Mendeteksi kemunculan Makam Inti: Pagoda Sembilan Lapis Kaisar Kuno.]

[Analisis Energi: Terdapat 'Api Spiritual Bumi Kelas Surga' dan 'Warisan Darah Kaisar' di lantai puncak.]

​Mata Lin Tian bersinar dengan ambisi yang membara.

​Pagoda Kuno telah muncul. Ini berarti setiap jenius elit, monster, dan penyintas dari keempat sekte besar akan berkerumun menuju pusat dimensi untuk memperebutkan warisan tertinggi. Puncak pertumpahan darah baru saja dimulai.

​"Biarkan mereka berkumpul," Lin Tian menyeringai dingin, jubah putihnya berkibar ditiup angin badai. "Makin banyak semut, makin besar panennya."

​Dengan Langkah Badai Astral, Lin Tian melesat ke udara, meninggalkan kawah perunggu dan menuju pilar cahaya emas di pusat dunia.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!