NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancur Bersama

Disinilah Sean dan Natasha berada di sebuah gereja dengan ornamen estetik di dalamnya. Bella masih tak menyangka atas keputusan sahabat dan adik iparnya ini.

Saat pendeta akan menikahkan Sean dan Natasha, tiba tiba saja Bella menghentikannya. "Stop!!"

"Kenapa, Bell?" Tanya Natasha.

Sontak semua yang hadir disana juga mempertanyakan maksud Bella. "Nat, apa kamu serius dengan Sean? Kamu yakin? Hati kamu sudah mantap memilih dia?" Lirih Bella.

Natasha menatap lekat bola mata Sean, mungkin ini adalah takdir hidupnya untuk melupakan Dylan. Ia akan menerima segala konsekuensinya menikah dengan Sean.

"Apa kamu ragu denganku, sayang?" Tanya Sean pada Natasha.

"Tidak! Ayo kita menikah." Ucap Natasha tanpa ragu.

"Baiklah, Natasha kalau itu sudah menjadi keputusan mu. Aku akan selalu mendoakan kebahagiaan kamu." Lirih Bella dengan memeluk sahabatnya ini.

Bella duduk kembali bersama suami dan orang tuanya. Pernikahan itu di lanjutkan kembali.

Dengan penuh haru Sean dan Natasha saling mengucapkan janji suci pernikahan. Air mata keduanya sudah menggenang di pelupuk mata. Kini keduanya sudah resmi menjadi suami istri.

Sean mencium lembut Natasha dengan penuh cinta. "Cantik."

"Kamu juga tampan."

Pernikahan mereka hanya di hadiri oleh orang orang terdekat saja. Selesai dengan acara itu, mereka makan bersama di sebuah restorant yang sudah di pesan orang tua Bella.

"Akhirnya kamu menikah, mommy senang sekali." Ucap Lorraine.

"Terima kasih mom."

-

-

-

BRAK

Betapa murkanya Dylan mendengar kabar Natasha menikah dengan Sean dari anak buahnya. "Brengsek! Dasar wanita murahan! Tapi baguslah aku tidak harus bertanggung jawab kalau kamu hamil, Natasha!"

Dylan menyambar kunci mobilnya dan menuju tempat di mana Natasha dan Bella berada. Ia melajukan mobilnya cukup kencang dengan dada yang bergemuruh.

Sesampainya di restorant, ia menyelonong masuk begitu saja menemui Bella dan yang lainnya. "Dylan, kamu_" Ucap Bella.

Jelas saja semua yang ada di sana terkejut. Terlebih Natasha yang ketakutan melihatnya. Tangan Sean menggenggam erat jemari Natasha yang kini jadi istrinya.

"Fabio, urus dia!" Tutur Dariush.

"Diam kau disitu Fabio! Bel, aku ini sahabat mu bukan? Tega sekali kalian tidak mengundangku di acara penting ini. Dan kamu Natasha, setelah bercinta dengan ku, kamu menikah dengan bule ini." Seringai Dylan.

"Ap-apa? Bercinta? Maksud kamu?" Tanya Bella.

"Come on Bell. Kamu sudah menikah, kamu bukan bocah. Kamu mengerti kan yang aku maksud? Yahh... Wanita itu yang menyerahkan segalanya untuk ku." Jawab Bella dengan menatap rendah Natasha.

Sean berdiri dan menghajar Dylan dengan sekali pukulan. Hingga Dylan tersungkur ke lantai. Dariush berdiri dan menarik Sean.

"Jangan terpancing dia tidak sebanding dengan kita. Jangan kotori tangan mu, Sean!" Ucap Dariush datar.

"Dia sudah menghina istriku." Geram Sean yang masih di liputi emosi.

Jay dan Fabio ikut menahan tubuh Sean. Sedangkan Natasha menangis di pelukan Lorraine. "Dylan, kau sudah keterlaluan pada Natasha. Dia anak ku juga, menyakitinya sama saja kau menyakiti ku!" Ucap Dave dengan murka.

"STOP!! CUKUP! Dylan, kita bicara berdua ayo!" Bella menarik tangan Dylan keluar dari sana. Ia meminta suaminya untuk menunggu.

Namun Dariush tak akan pernah mendengarkan permintaan istrinya yang menurutnya konyol. Ia dan Fabio mengikuti Arabella diam diam. Dariush takut jika Dylan akan berbuat kasar pada istrinya.

Bella membawa Dylan rooftop restorant itu. Disinilah mereka berada. Ia menghempaskan tangan Dylan dengan kasar.

"Kenapa, Bell? Kamu kangen aku?" Tanya Dylan.

"Dylan, stop! Kenapa kamu jadi seperti ini? Kamu bukan Dylan yang aku kenal. Aku bahkan enggak kenal sama kamu." Lirih Bella dengan wajah sendunya.

Mata Dylan memandang lurus ke depan tanpa menatap Bella. "Kamu yang buat aku begini, Arabella! Seandainya kamu tidak menikahi pria itu mungkin hubungan kita baik baik saja! Aku hancur, Bell. Semuanya hancur! Persahabatan kita juga rusak! Dan sekarang kamu lebih memilih pria yang sudah mengancam kamu!" Ucapnya, dengan bibir bergetar.

Bella mendekati Dylan dan menatap lekat wajah sahabatnya. "Takdir, Dylan! Meskipun dulu aku jadi tawanan Dariush, tapi dia enggak pernah sakitin aku. Justru dia sangat mencintai ku. Bahkan, aku yang selalu menyakitinya." Lirih Bella.

"Lalu apa benar yang di katakan Natasha?" Tanya Bella.

"Hmm, benar_" Dylan menceritakan dari awal tentang percintaannya bersama Natasha.

Wanita hamil ini sungguh terperangah atas cerita Dylan. Ia memegang bahu Dylan dan menatap matanya.

"Apapun yang terjadi dengan Natasha ke depannya, itu adalah anak mu Dylan. Mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab atas anak itu. Kalau memang Natasha hamil." Ucap Bella dengan tatapan nanarnya.

"Hmm, aku akan bertanggung jawab. Demi kamu!" Jawab Dylan yang balik menatap Bella.

Tanpa mereka sadari kini Dariush dan Fabio tengah menguping pembicaraan mereka di balik tembok. Bahkan Fabio sengaja membuka aplikasi translate untuk menerjemahkan pembicaraan Bella dan Dylan.

"Terserah! Tapi tolong jangan temui Natasha untuk sementara waktu, biarkan dia menjalani hidupnya bersama Sean." Lanjut Bella.

"Oke. Apa aku masih boleh memeluk mu, Bell?" Tanya Dylan.

"NO."

Bella dan Dylan menoleh ke arah sumber suara. Yah! Siapa lagi kalau bukan Dariush si mafia tampan dan posesif. Mendekati istrinya dan merangkulnya lalu mengecup bibirnya.

Jika sudah begini Bella tidak bisa berkutik sama sekali. "Dia masih sahabatku." Ucap Dylan dengan sinis.

"Arabella, ISTRIKU..."

Keadaan mulai kembali tegang, kedua tangan Bella menahan Dylan dan Dariush. "Stop! Udah donk mau sampai kapan kalian kayak gini? Babe, please!" Lirih Bella dengan wajah lelahnya menghadapi dua pria ini.

Fabio mengulum senyumnya melihat boss-nya yang amat sangat posesif pada istrinya. "Calm down boss." Ucapnya.

"Shut up, Fabio! Pria ini harus di beri pelajaran!" Sahut Dariush.

"Babe, please! Kamu enggak sayang sama anak kita?" Tutur Bella dengan eyes puppy-nya. Hanya dengan cara ini Dariush akan luluh padanya.

Benar saja Dariush menurunkan emosinya dan mengalah. Ia membawa Bella pergi dari sana tanpa berpamitan pada Dylan.

"Ini baru permulaan, Bella! Aku akan segera mendapatkan mu tunggu saja! Kita hancur bersama!" Gumam Dylan batinnya.

Setelah Bella dan dua pria tadi pergi, Dylan menghubungi lagi seseorang yang akan membantu rencananya.

"Revaldi."

DEG

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!