NovelToon NovelToon
LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

LUKA YANG MENGANTARKAN KU PULANG

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:506
Nilai: 5
Nama Author: NATstory

Tika, seorang wanita yang tumbuh ditengah keluarga yg tidak harmonis,sejak kecil,ia terbiasa hidup dlm kekurangan,menyaksikan Ibunya berjuang sendirian, sementara sang ayah lebih sibuk mengejar gengsi dari pada memperhatikan keluarga nya.
Demi bertahan Hidup&membantu sang Ibu,Tika bekerja sebagai penyanyi Cafe sambil menyelesaikan Pendidikan nya.
ditengah kerasnya kehidupan,hadir Dika,seorang Pria Mapan yg memberikan Perhatian&kehangatan yg selama ini ia tidak pernah rasakan,namun cinta mereka terhalang oleh kenyataan yg Rumit karena perbedaan Dunia serta status Dika yg telah memiliki keluarga.
saat hubungan mereka mulai retak,karena kesalahan pahaman dan luka yang tak kunjung sembuh,Andre,cinta pertama yg pernah meninggalkan nya kembali Hadir,dengan kesabaran dan ketulusan, andre berusaha perbaiki kesalahan masa lalu dan membuktikan bahwa cinta nya masih sama.
Antara luka,keluarga, penghianatan, harapan dan pilihan yang sulit, tika harus menentukan jalan hidupnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NATstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PUNCAK BAHAGIA DIAKHIR CERITA

Malam itu Agra mengundang Rendy makan malam di rumah,Rumah mereka dipenuhi aroma masakan hangat,suasana terasa nyaman,Khas rumah yang penuh cinta.

"Jadi rupanya adik sepupu ku yang kamu incar ren? 😃tawa Arga di meja makan.

"Mas Arga please! ujar kiara malu.

"Kamu tahu nggak dulu Rendy itu seperti apa?"

Rendy langsung menatap tajam.

"Jangan mulai."

Agra mengabaikannya.

"Dia itu manusia paling susah jatuh cinta yang pernah aku kenal."

kiara tertawa.

"Dulu ada cewek cantik banget mendekati dia,eh Ditolak."

Semua tertawa.

Rendy memijat pelipis.

"Aku menyesal datang ke sini."

😃"Bahkan dulu aku yakin Rendy bakal menikah umur lima puluh."

Semua langsung pecah tertawa.

Rendy menatap Kiara pasrah.

"Jadi ceritanya,aku mau minta bantuan."

Agra langsung menoleh.

"hm Apa?"tanya agra.

"Aku mau melamar Kiara."

Beberapa detik Agra kembali tertawa lebar.

"serius ni gra, jangan ketawa terus😒!"

"dengerin dulu dong sayang, " ujar alea.

"Jadi aku nggak tahu cara minta izin ke orang tuanya."

Agra langsung tertawa.

"Ya tinggal datang."😃

"Kalau ditolak?"sahut Rendy.

Agra sampai terbahak.

"Gila,Aku aja baru pertama kali lihat kamu gugup."

Rendy mendengus,agra lalu menepuk bahunya.

"Dengar ya,Orang tua Kiara itu nggak butuh pidato, ya uda ngomong aja kalau niat serius cinta sama Kiara😃!

Jawabannya sederhana,Malam itu sebelum pulang, Kiara dan Rendy berdiri di dekat mobil.

Suasana jalan sudah sepi,Lampu rumah Agra masih menyala hangat di belakang mereka.

Kiara tersenyum.

"Hari ini seru."senyum Kiara.

"Iya."jawab Rendy datar.

"Kamu kenapa diam terus?"

Rendy memandang wanita di depannya.

"Aku cuma lagi mikir."

"Mikir apa?"tanya Kiara,

"Mikir Besok atau lusa ia akan menemui kedua orang tua Kamu,Meminta izin,Meminta restu.

Karena sekarang aku gak perlu takut.

Malam itu,usia kandungan Alea memasuki sembilan bulan,ia sedang duduk di ruang keluarga sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa, ditemani oleh Mbok sumi.

"berat banget ya mbok bawa bayi," kata Alea pegal.

"beginilah non rasanya,🙂sebentar lagi lahir, mbok sudah gak sabar lihatnya ☺.

Perutnya sudah sangat besar,Wajahnya terlihat sedikit lelah, tetapi kebahagiaan tak pernah hilang dari matanya,tiba tiba Agra muncul duduk di samping istrinya sambil mengusap lembut perut sang calon bayi.

"Hai mbok, kayaknya saya pengen susu jahe gula merah deh,tolong bikinin ya mbok." ujar agra.

"siap Den, mbok bikinin dlu ya🙂.

"Bayi kita gimana hari ini?"

Alea tersenyum.

"Sejak pagi aktif banget."

waktu berlalu,Sekitar pukul dua dini hari, Alea terbangun,Awalnya ia mengira hanya merasakan nyeri biasa.Namun beberapa menit kemudian rasa itu datang lagi,Lebih kuat,Alea langsung memegang perutnya,Napasnya mulai tidak teratur.

"Agra..."

Suaminya masih tertidur.

"Agra..."

Agra langsung bangun.

"Ada apa?"

Wajahnya yang mengantuk mendadak berubah panik saat melihat ekspresi Alea.

"Kayaknya..Aku kontraksi."

Dunia Agra seolah berhenti

"SEKARANG?"

Agra langsung meloncat dari tempat tidur.

Dalam waktu lima menit rumah berubah menjadi kacau.

Ia mengambil tas yang salah,Mencari kunci mobil yang ternyata ada di tangannya sendiri,Memakai sepatu berbeda warna,Perjalanan menuju rumah sakit terasa sangat panjang.

Agra menggenggam tangan Alea sepanjang jalan.

Sesekali ia menoleh.

"Kamu gimana?Aku masih kuat."malam itu ia benar-benar takut,Sesampainya di rumah sakit, proses pemeriksaan segera dilakukan.

Dokter tersenyum.

"Sudah waktunya."

Alea dibawa ke ruang persalinan,ia menemani.

Menggenggam tangan istrinya,Memberikan semangat,Melihat perjuangan luar biasa yang dilakukan Alea demi menghadirkan anak mereka ke dunia.

Beberapa jam berikutnya menjadi jam-jam terpanjang dalam hidup Agra,Ia melihat Alea menahan sakit,Mendengar napasnya yang berat.

Beberapa saat kemudian..tangisan bayi akhirnya terdengar,Kencang,Jelas,Untuk sesaat seluruh ruangan terasa hening,air mata langsung mengalir di pipi Agra,Bayi mereka lahir,Dokter tersenyum.

"Selamat,bayinya laki-laki."

kata dokter.

Beberapa menit kemudian bayi itu diletakkan di pelukan Alea,Agra duduk di sampingnya.

Mereka menatap bayi itu bersama-sama.

Untuk pertama kalinya.

"Halo, Nak."

bisik Agra.

Kabar kelahiran bayi mereka langsung menyebar ke seluruh keluarga,Daddy menjadi orang pertama yang datang.

"Mana cucu Daddy,😃ganteng sekali cucu daddy"

Mama yang datang di belakangnya juga tak mampu menahan air mata.

Hari itu kamar rumah sakit penuh kebahagiaan.

Semua datang membawa doa,Membawa hadiah,Membawa cinta,Rendy dan Kiara juga hadir,rumah Agra dan Alea kini dipenuhi suara tangisan, tawa, dan kebahagiaan baru.

Setiap hari Daddy datang,Kadang hanya untuk menggendong cucunya,Kadang hanya untuk melihatnya tidur,Mama bahkan sudah memiliki ratusan foto cucunya di ponsel.

_________________________________________________

Di tengah kebahagiaan tersebut, kabar baik lainnya datang,Rendy akhirnya memberanikan diri menemui orang tua Kiara.

Malam itu ia datang dengan gugup,

"Kamu kayak mau sidang."tawa Kiara.

"Aku lebih takut dari sidang."

jawab Rendy jujur.

semua berjalan baik,Orang tua Kiara menyambutnya hangat,Mereka melihat kesungguhan dalam diri Rendy,Melihat bagaimana pria itu mencintai putri mereka,Dan malam itu restu akhirnya diberikan.

Sebulan kemudian acara pertunangan dilaksanakan,Suasana hangat dan penuh kebahagiaan,Kiara tampil cantik dengan gaun berwarna pastel.

Sementara Rendy tampak begitu bahagia hingga Agra tak henti-hentinya menggoda.

"Nggak nyangka ya."

"Apa?"

"Bujang lapuk akhirnya tunangan."

Rendy mendengus.

hari itu adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya,Saat cincin itu terpasang di jari Kiara, ia tahu bahwa perjalanan mereka menuju masa depan telah dimulai.

Setelah acara selesai, mereka berkumpul bersama di rumah Agra,Bayi kecil itu tertidur di pelukan Alea,Daddy tersenyum melihat semua orang berkumpul,Rumah terasa hidup,Penuh cinta,Penuh keluarga,Penuh kebahagiaan.

ketika semua tamu pulang dan rumah kembali tenang, Agra berdiri di dekat jendela sambil menggendong putranya,Alea bersandar di bahunya,Mereka memandangi langit malam yang cerah.

"Kita bahagia ya."

bisik Alea,Agra tersenyum.

Malam itu mereka menyadari satu hal,Bahwa hidup memang tidak selalu mudah.

Namun ketika dijalani bersama orang-orang yang dicintai, setiap perjuangan akan berubah menjadi kenangan indah yang layak dikenang seumur hidup.

Malam mobil Agra memasuki halaman kantor,sebenarnya ia berencana pulang lebih awal.

Arka yang kini berusia beberapa bulan sedang belajar mengoceh,setiap pulang kerja,suara kecil putranya selalu menjadi obat lelah terbaik.

Saat keluar dari lift menuju lobi, langkah Agra mendadak terhenti,Seorang wanita berdiri beberapa meter di depannya,Anggun,Cantik.

Dengan rambut panjang yang dulu sangat ia kenal.

"Erica..."

Wanita itu tersenyum tipis.

"Sudah lama ya."senyum Erica lebar.

melihat Erica lagi ia tetap terasa aneh,Karena bagaimanapun juga, wanita itu pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya,Pernah menjadi seseorang yang hampir dinikahinya.

"Aku nggak nyangka ketemu kamu."

kata Agra.

"Aku juga."

jawab Erica pelan.

Mereka duduk di sebuah coffee lounge hotel yang berada tidak jauh dari kantor,Bukan karena ada sesuatu yang istimewa,hanya tempat yang tenang untuk berbicara.

Awalnya percakapan terasa canggung,perlahan mereka mulai membahas masa lalu,Tentang keluarga,Tentang bisnis,Tentang hidup yang berjalan ke arah berbeda.

"Aku dengar kamu menikah."

kata Erica.

Agra tersenyum.

"Iya."jawab agra.

"Bahagia?"

Pertanyaan itu membuat Agra langsung teringat Alea.

Malam itu mereka berbicara cukup lama,Lebih lama dari yang Agra sadari.

Saat pulang ke rumah, waktu sudah menunjukkan hampir pukul sepuluh malam,Biasanya ia sudah berada di rumah sejak dua jam sebelumnya.

Alea yang sedang menggendong Kalea menoleh ketika pintu terbuka.

"Kok telat?"

tanyanya.

Agra melepas jasnya.

"Tadi ketemu teman lama."

"Siapa?"tanya Alea.

Agra ragu sepersekian detik.

"Erica."Alea sedikit terkejut.

Namun berusaha tetap tenang.

"Oh."

Dan Agra tidak menyadari bahwa sejak malam itu, sebuah kekhawatiran kecil mulai tumbuh di hati istrinya.

Hari berikutnya Erica kembali beberapa kali menghubungi Agra,Awalnya sekadar bertanya kabar,Lalu mengajak bertemu untuk membicarakan proyek bisnis yang sedang ia jalankan.

Agra tidak pernah berniat menyembunyikan apa pun,Namun tanpa sadar, frekuensi pertemuan mereka mulai bertambah,Tidak sering,Tapi cukup membuatnya beberapa kali pulang lebih malam,setiap kali itu terjadi, Alea selalu menunggu.

Dengan senyum yang semakin lama semakin dipaksakan,Suatu malam,Erica tampak berbeda.

Mereka duduk di sebuah kafe hotel setelah membahas urusan pekerjaan,suasana tenang.

Musik lembut mengalun.

Erica mulai membicarakan masa lalu mereka.

"Aku pernah berpikir kita akan menikah."

katanya pelan.

Agra terdiam,Wanita itu menatap meja.

"Dan saat aku sadar kehilanganmu, semuanya sudah terlambat."

Agra tidak menjawab.

Karena memang tidak ada yang perlu dijawab.

Masa lalu sudah berlalu,Selama beberapa tahun terakhir, Erica ternyata tinggal di luar negeri,Berusaha membangun bisnis sendiri,Berusaha melupakan semua yang pernah terjadi.

Namun kenyataannya tidak semudah itu.

"Aku belum menikah."

ucap Erica.

Agra menatapnya.

"Kenapa?"

Erica tersenyum tipis.

"Karena belum bisa menemukan orang yang membuatku merasa seperti dulu."

Kalimat itu membuat suasana menjadi hening.

Agra mulai merasa tidak nyaman,Kemudian hal yang tidak ia duga terjadi,Erica berdiri,Lalu memeluknya,Hanya sebentar.

ini cukup membuat Agra membeku.

"Terima kasih karena pernah menjadi bagian hidupku."

bisik Erica.

Agra perlahan melepaskan pelukan itu.

"Erica..."

"Aku tahu."

potong Erica.

"Aku tahu kamu sudah punya keluarga."

tanpa di sadari ada seseorang melihat kejadian itu,Seseorang yang tidak sengaja datang ke kafe yang sama bersama temannya.

Alea.

Dunia Alea seolah runtuh saat melihatnya.

Dari kejauhan ia melihat Erica,Melihat Agra,Melihat mereka berbicara,Dan yang paling menyakitkan...Melihat pelukan itu.

Meski singkat,Tetap saja menyakitkan.itu pemandangan yang tidak pernah ingin ia lihat.

Alea langsung pergi,Tanpa mendekat,Tanpa bertanya,Tanpa membuat keributan.

Ia hanya pergi,Karena jika bertahan lebih lama, ia takut akan menangis di sana.

Sampai drumah,Ia masuk ke kamar.

Memeluk arka yang sedang tertidur,Agra pulang.

Begitu masuk rumah, ia langsung merasakan sesuatu yang berbeda.

"Alea?"

Tidak ada jawaban,Ia naik ke kamar.

Dan menemukan istrinya sedang duduk di tepi ranjang,Mata sembab,Wajah penuh bekas tangisan.

"Ada apa?"

Alea tidak menjawab,Sampai akhirnya berkata pelan.

"Aku lihat kalian."

Tubuh Agra langsung membeku.

"Alea..."

"Aku lihat semuanya."ujar Alea.

"Aku bisa jelaskan."elak agra,Namun Alea menggeleng.

"Kenapa harus sering ketemu?Pekerjaan?

"Benarkah cuma pekerjaan?"

Pertanyaan itu membuat Agra terdiam.

Bukan karena ada yang disembunyikan,Tetapi karena ia sadar,Ia memang terlalu lengah,Terlalu menganggap semua baik-baik saja,Tanpa memikirkan perasaan istrinya.

Agra Menggenggam kedua tangannya.

"Aku salah,dengar aku."

bisiknya,Agra mengangkat wajah istrinya.

Menatap matanya yang basah,Kemudian berkata dengan suara tegas.

"Kalau aku masih mencintai Erica, aku tidak akan pulang ke rumah ini setiap malam,Kalau aku masih menginginkan masa lalu,aku tidak akan membangun keluarga bersamamu!"

Agra melanjutkan.

"Erica adalah masa lalu,Kamu adalah rumahku,Kamu istriku.!!kamu ibu dari anakku."

"Aku cemburu lihat dia peluk kamu,! tatap alea.

"Itu normal."balas agra mencium kening alea,saat itu juga ia berjanji, tidak akan pernah membiarkan siapa pun merusak kebahagiaan yang telah mereka perjuangkan bersama. ❤️

Waktu berjalan begitu cepat,Apa yang dahulu hanya berupa mimpi, kini telah menjadi kenyataan.

Rumah besar yang dulu terasa sunyi kini dipenuhi suara tawa anak-anak.

Tangisan bayi,Panggilan "Mama,Panggilan "Ayah."

Dan kebahagiaan yang tumbuh setiap harinya.

Lima tahun telah berlalu.

Alea berdiri di teras rumah sambil tersenyum melihat Arka Pradana, berlari mengejar adik perempuannya yang lahir dua tahun setelahnya.

Sementara itu Daddy dan Mama menikmati masa tua mereka dengan penuh kebahagiaan.

Setiap akhir pekan anak-anak dan cucu-cucu berkumpul,Suara tawa memenuhi ruang makan,Daddy yang dulu dikenal tegas sebagai pengusaha besar kini berubah menjadi kakek yang rela merangkak di lantai demi bermain dengan cucunya.

Suatu malam keluarga besar berkumpul untuk merayakan ulang tahun Daddy,Agra memandang wanita yang telah menemaninya melewati segala musim kehidupan,Kesuksesan terbesar dalam hidupnya adalah melihat keluarganya bahagia,Melihat anak-anaknya tumbuh baik,melihat cinta terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

TAMAT__

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!