NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Detak Jantung Sang Prajurit

​Mata Jacob menatap tajam ke arah dua prajurit Nightmare yang berjaga di depan pintu kamarnya. Mereka berdiri sangat tegak, namun tatapan mata mereka tetap kosong, seolah nyawa mereka telah dicuri dan digantikan oleh perintah absolut yang ia tanamkan dalam saraf mereka.

​{Mimpi itu terasa sangat nyata. George benar, aku telah mencuri kemanusiaan mereka demi ambisiku sendiri.}

​Kaki Jacob melangkah mendekati salah satu prajurit itu dan menyentuh pundaknya yang dilapisi zirah baja dingin. Prajurit itu tidak bereaksi sedikit pun, napasnya sangat pelan dan teratur, persis seperti mesin yang sedang dalam mode siaga tanpa emosi sama sekali.

​[Analisa Panca Indra: Denyut jantung subjek stabil pada frekuensi minimal. Aktivitas otak bagian emosi tidak terdeteksi. Subjek berada dalam mode kepatuhan absolut.]

​"Siapa namamu, Prajurit?" tanya Jacob dengan suara yang sangat rendah.

​Hening menyelimuti koridor istana pualam tersebut selama beberapa detik. Prajurit itu hanya menatap lurus ke depan tanpa mengedipkan mata, seolah pertanyaan Jacob hanyalah deru angin yang tidak perlu direspons oleh sebuah benda mati.

​"Jawab aku! Ini adalah perintah rajamu!" bentak Jacob dengan nada yang lebih keras.

​"Unit nol tujuh, Baginda. Fokus utama: Keamanan pintu sayap barat," jawab prajurit itu dengan suara yang sangat datar dan tanpa emosi sedikit pun.

​Raja Helios itu menarik tangannya dengan perasaan sangat muak pada dirinya sendiri. Nama mereka telah hilang, sejarah hidup mereka telah dihapus oleh metode latihan keras dan ramuan pemulihan yang selama ini ia banggakan.

​||||||||||||||

​Derap langkah Jacob membawanya menuju taman pusat istana Evlenian. Diana sedang berdiri menyirami sekumpulan bunga bercahaya dengan cairan berwarna perak yang berkilau di bawah sinar matahari.

​"Kau terlihat sangat kacau pagi ini, Raja Jacob. Apakah tempat tidur sutra kami tidak cukup nyaman untuk seorang penakluk sepertimu?" tanya Diana tanpa menoleh, seolah ia sudah tahu kehadiran Jacob dari getaran tanah yang ia injak.

​"Tempat tidurnya sangat nyaman, namun pikiranku sedang tidak tenang. Aku ingin kau melakukan sesuatu untuk pasukanku sekarang juga," jawab Jacob sambil berdiri di belakang sang putri dengan aura yang menuntut.

​Putri Diana meletakkan kendi peraknya dan berbalik, menatap wajah Jacob yang tampak kuyu dengan lingkaran hitam di bawah matanya yang biasanya tajam.

​"Pasukan Nightmare milikmu? Bukankah mereka sudah menjadi senjata paling sempurna di benua ini? Apa lagi yang kau inginkan dari mereka?" selidik Diana dengan alis yang bertaut penuh tanya.

​"Aku ingin mereka kembali menjadi manusia, Diana. Aku ingin mereka bisa tertawa, merasa takut, dan mengingat nama mereka sendiri tanpa harus kehilangan kekuatan fisiknya sama sekali," pinta Jacob dengan nada bicara yang sangat serius dan penuh penyesalan.

​Wanita di depannya itu tersenyum tipis, sebuah senyuman yang mengandung sedikit rasa kasihan sekaligus kemenangan intelektual atas arogansi Jacob yang sebelumnya begitu memuja kekuatan.

​"Kau baru saja menyadari bahwa kau telah menciptakan sekumpulan boneka kayu yang menyedihkan, bukan? Kau menggunakan metode yang terlalu ekstrem untuk menempa mereka," ucap Diana sambil berjalan mendekati Jacob dengan tenang.

​"Katakan padaku bagaimana cara mengembalikannya tanpa merusak tubuh mereka. Kau bilang Evlenian memiliki rahasia kesuburan dan pengetahuan tentang inti kehidupan," desak Jacob sambil menggenggam lengan Diana dengan erat.

​Diana melepaskan cengkeraman tangan Jacob dengan lembut dan membimbingnya menuju sebuah meja batu di taman yang sangat jernih.

​"Metode latihan dan ramuan yang kau berikan pada mereka pasti memaksa saraf mereka untuk terus berada dalam mode tempur, menekan bagian otak yang memproses emosi demi kecepatan reaksi yang mengerikan," jelas Diana.

​[Analisa Selesai: Informasi sinkron dengan data kerusakan saraf pada subjek Nightmare. Peluang pemulihan melalui stimulasi cairan alkali khusus: delapan puluh persen.]

​{Berarti dia benar-benar tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan ini. Aku tidak bisa membiarkan pasukanku tetap menjadi monster tanpa jiwa selamanya.}

​"Gunakan pengetahuan alkimiamu itu. Berikan mereka ramuan atau apa pun yang bisa menghidupkan kembali saraf emosi mereka yang telah mati," perintah Jacob dengan wibawa yang tegas.

​"Aku memiliki ramuan ajaib bernama Embrio Kehidupan, sebuah esensi air murni yang hanya ada di mata air suci Evlenian. Meminum setetes saja akan memperbaiki sirkuit emosi mereka secara instan," ucap Diana sambil mengeluarkan belasan botol kristal kecil dari kotak kayu di bawah meja.

​"Namun, ini akan mengurangi efisiensi tempur mereka sekitar sepuluh persen karena rasa takut dan keraguan akan muncul kembali dalam diri mereka," peringat Diana dengan tatapan serius.

​"Sepuluh persen adalah harga yang sangat murah untuk mendapatkan kembali jiwa prajuritku yang telah hilang. Berikan semua botol itu kepadaku sekarang juga!" tegas Jacob tanpa ragu sedikit pun dalam suaranya.

​Gairah untuk menebus dosa itu bergejolak dalam diri Jacob, sebuah desakan untuk mengembalikan kemanusiaan pada bawahannya sendiri tanpa harus menjelaskan rahasia di balik kekuatannya.

​||||||||||||||

​Satu jam kemudian, seluruh lima ratus prajurit Nightmare dikumpulkan di lapangan terbuka istana Evlenian yang megah. Mereka berdiri dalam formasi kotak yang sempurna, tidak bergerak sedikit pun meski matahari mulai menyengat zirah hitam mereka yang tebal.

​Jacob berdiri di depan mereka sambil memegang salah satu botol kristal tersebut, bersiap memberikan perintah yang akan mengubah segalanya.

​"Buka helm kalian dan minum satu tetes dari cairan yang akan dibagikan oleh Natali ini," perintah Jacob memecah kesunyian yang mencekam.

​Natali segera berjalan menyusuri barisan, membagikan tetesan cairan Embrio Kehidupan ke mulut para prajurit dengan gerakan yang sangat cepat dan presisi.

​Jacob memperhatikan pemandangan itu dengan napas yang tertahan, matanya tidak berkedip sedikit pun menantikan perubahan pada tatapan kosong pasukannya.

​[Analisa Panca Indra: Partikel Embrio Kehidupan menyatu dengan aliran darah subjek. Terdeteksi peningkatan mendadak pada aktivitas korteks serebral. Sirkuit emosi sedang diaktifkan kembali secara paksa.]

​Mendadak, salah satu prajurit di barisan paling depan menjatuhkan tombaknya ke tanah dengan suara dentingan yang keras. Suara logam itu terdengar sangat nyaring di tengah kesunyian lapangan.

​Prajurit itu memegangi kepalanya dan jatuh berlutut, napasnya mendadak menjadi sangat tidak beraturan dan memburu.

​"Ahhh... kepalaku terasa pecah... siapa... siapa aku sebenarnya?" rintih prajurit itu dengan suara yang serak dan penuh kebingungan yang mendalam.

​Satu per satu prajurit lainnya mulai menunjukkan reaksi serupa di seluruh lapangan.

​Ada yang menangis tanpa sebab, ada yang gemetar ketakutan melihat darah kering di zirah mereka sendiri, dan ada yang saling berpandangan dengan wajah penuh kesadaran yang baru saja pulih sepenuhnya.

​"Baginda... apa yang terjadi dengan kami selama ini? Mengapa tangan saya begitu gemetar saat memegang senjata ini?" tanya seorang prajurit yang mengenali sosok Jacob yang berdiri di depannya.

​||||||||||||||

​Veldora berlari masuk ke lapangan dengan wajah yang sangat panik dan bingung, melihat pasukannya yang tadinya gagah kini terlihat sangat kacau dan rapuh.

​"Apa yang telah kau lakukan pada mereka, Baginda?! Mereka kehilangan fokus tempur mereka yang berharga! Kita tidak bisa berperang dalam kondisi mental yang hancur seperti ini!" protes Veldora sambil mencoba membangunkan prajurit yang jatuh tersungkur.

​"Tenanglah, Veldora. Mereka bukan kehilangan kekuatan yang telah mereka asah, mereka hanya sedang menemukan kembali jati diri mereka sebagai ksatria Helios yang sejati," jawab Jacob sambil berjalan masuk ke tengah kerumunan prajuritnya dengan langkah yang mantap.

​Natali berdiri di samping Jacob, menatap para prajurit itu dengan tatapan yang jauh lebih lembut dan penuh empati.

​"Mereka sekarang bisa merasa takut kembali, Veldora. Dan hanya orang yang memiliki rasa takutlah yang bisa disebut benar-benar berani di tengah medan perang yang sesungguhnya," ucap Natali menimpali ucapan sang jenderal.

​Raja muda itu berhenti di depan prajurit pertama yang menjatuhkan tombaknya tadi. Ia membantu pria itu berdiri dan menepuk pundaknya dengan sangat akrab, persis seperti yang sering dilakukan George di masa lalu untuk menyemangati pasukannya.

​"Namamu adalah Erik, bukan? Kau adalah putra seorang pembuat roti yang jujur di desa bagian barat Helios," ucap Jacob sambil menatap langsung ke mata prajurit itu yang kini mulai bersinar kembali dengan cahaya kehidupan.

​Prajurit itu tertegun sejenak, kemudian air mata mulai mengalir deras di pipinya yang kotor oleh debu dan keringat.

​"Benar, Baginda... saya ingat semuanya sekarang. Saya adalah Erik. Terima kasih telah memanggil nama saya kembali ke dunia ini."

​||||||||||||||

​Melihat perubahan emosional yang begitu nyata itu, Veldora akhirnya terdiam seribu bahasa.

​Jenderal besar itu melihat pasukannya tidak lagi menatapnya dengan mata kosong yang mengerikan, melainkan dengan rasa hormat dan kesetiaan yang tulus sebagai sesama manusia yang memiliki perasaan.

​Suasana lapangan yang tadinya sunyi berubah menjadi penuh dengan suara isak tangis dan teriakan penuh lega dari para ksatria yang baru saja kembali mendapatkan jiwanya.

​"Mulai hari ini, kalian adalah prajurit Helios yang sesungguhnya, bukan lagi mimpi buruk tanpa jiwa yang menakutkan!" teriak Jacob yang disambut dengan sorak-sorai yang bergemuruh dan penuh emosi dari pasukannya.

​Diana berdiri di pinggir lapangan sambil tersenyum tenang melihat adegan yang mengharukan tersebut.

​"Kau baru saja menyelamatkan mereka dari kegelapan yang kau buat sendiri, Jacob. Pastikan kau siap memikul beban nyawa mereka sebagai seorang raja sejati," bisik Diana saat Jacob berjalan mendekatinya dengan langkah ringan.

​"Aku lebih baik menangisi kematian seorang kawan yang berharga daripada harus memimpin ribuan mesin pembunuh yang bahkan tidak tahu arti dari sebuah kehidupan," jawab Jacob dengan nada suara yang penuh ketenangan dan tekad yang baru.

​[Strategi Selesai: Formasi Nightmare telah diperbarui dengan modul kesadaran mandiri. Efektivitas koordinasi tim meningkat melalui ikatan emosional yang kuat.]

​Raja muda itu menatap sisa botol kristal di tangannya dengan pandangan yang sangat tajam, menyadari bahwa ia harus segera mengirimkan penawar ini untuk ribuan prajuritnya yang masih menunggu di ibu kota Helios.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!