NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:744
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batas Kesabaran

Malam itu hujan turun rintik-rintik di luar.

Sulis baru saja selesai membereskan dapur setelah menyiapkan pesanan makanan untuk esok pagi. Tubuhnya terasa lelah. Sejak pagi ia sibuk mengurus anak-anak, memasak, mengantar pesanan, lalu kembali mengurus rumah.

Belum lagi suasana hatinya yang sedang tidak menentu.

Seharian ia merasa mudah tersinggung,mudah marah,dan pikirannya kembali dipenuhi kecurigaan terhadap Irwan.

Sudah beberapa bulan terakhir suaminya berubah,sering pulang larut,sering keluar kota,dan semakin banyak menyimpan rahasia.

Saat Sulis sedang duduk di ruang tamu, Irwan masuk ke kamar mandi untuk mandi,ponselnya tertinggal di atas meja,beberapa menit kemudian terdengar bunyi notifikasi.

Sulis awalnya tidak peduli.

Namun bunyi itu kembali terdengar.

Lalu sekali lagi.

Entah kenapa, dadanya mendadak berdebar,perlahan ia melirik layar ponsel yang menyala,sebuah nama muncul di layar.

Lastr..... dan tepat di bawahnya terdapat pesan baru,di akhir kalimat terlihat emotikon hati.

Sulis membeku,tangannya langsung terasa dingin,darahnya seperti mendidih dalam sekejap,semua kecurigaan yang selama ini berusaha ia tahan kembali muncul sekaligus.

Ia membuka percakapan itu,tidak banyak yang sempat ia baca,beberapa kalimat saja sudah cukup membuat hatinya hancur,kalimat-kalimat yang tidak pantas dikirimkan kepada pria yang sudah beristri.

Air mata langsung menggenang di pelupuk matanya,bukan karena terkejut,tapi karena merasa dikhianati untuk kesekian kalinya.

Tak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka,Irwan keluar sambil mengeringkan rambutnya,langkahnya langsung terhenti ketika melihat Sulis berdiri di ruang tamu sambil memegang ponselnya.

Wajah Sulis langsung pucat,matanya mulai merah.

"Apa ini?" suara Sulis bergetar.

Irwan langsung tahu apa yang terjadi,Ia berusaha mengambil ponsel itu.

Namun Sulis menjauh.

"Apa ini, Irwan?"

"Nggak usah dibesar-besarkan."

Jawaban itu justru membuat Sulis semakin marah.

"Dibesar-besarkan?"

Air mata mulai jatuh di pipinya.

"Berapa kali aku harus dibohongi?"

Irwan menghela napas kasar.

"Sulis, cukup."

"Cukup dari mana?"

Suara Sulis semakin meninggi.

"Aku udah sabar selama ini!"

Pertengkaran yang selama berbulan-bulan tertahan akhirnya meledak.

Semua luka lama kembali dibuka,tentang Lastri,kebohongan Irwan, usaha yang mulai menurun dan anak-anak yang jarang di perhatikan ayahnya,Sulis mengungkapkan semuanya,ia memilih tau mau menahan diri lagi.

"Kalau bukan karena anak-anak, mungkin aku udah pergi dari dulu!"

Kalimat itu membuat wajah Irwan berubah,harga dirinya terasa tersentuh.

Apalagi ketika Sulis mulai menyinggung kegagalan usaha yang sedang ia alami.

"Usaha berantakan, keluarga berantakan, tapi kamu masih sibuk sama perempuan itu!"

"Cukup!"

Bentakan Irwan menggema di dalam rumah.

Namun Sulis tidak berhenti,bertahun-tahun menahan sakit membuat seluruh emosinya keluar malam itu,dan di tengah kemarahan yang semakin memuncak, Irwan kehilangan kendali,Ia mendorong meja kecil di dekatnya hingga bergeser keras,Sulis mundur selangkah,tapi pertengkaran sudah terlanjur berubah menjadi sebuah mimpi buruk.

Suara keributan membuat Dito dan Rara terbangun dari tidur mereka,kedua anak itu keluar kamar dengan wajah ketakutan.

"Mama..."

Suara Rara terdengar lirih,namun suasana di ruang tamu sudah terlanjur kacau,Irwan yang dipenuhi amarah tidak lagi mampu berpikir jernih,sementara Sulis yang selama ini memendam luka terus meluapkan kekecewaannya,pertengkaran itu berakhir dengan Sulis terjatuh dan mengalami benturan saat keributan berlangsung.

Tangisan anak-anak langsung memenuhi rumah,dito memeluk adiknya yang gemetar ketakutan.

"Mama..."

"Mama..."

Sulis menahan sakit sambil berusaha bangkit,yang lebih menyakitkan bukan benturan yang ia rasakan,melainkan kenyataan bahwa anak-anak mereka harus menyaksikan semua itu.

Untuk beberapa detik suasana menjadi sunyi,hanya terdengar isak tangis anak-anak.

Irwan berdiri membeku,napasnya memburu,amarah yang tadi menguasainya perlahan mulai berubah menjadi keterkejutan.

Ia melihat Sulis,melihat anak-anak yang menangis,melihat rumah yang berantakan akibat pertengkaran mereka.

Malam itu untuk pertama kalinya ia menyadari, bahwa perlahan ia sudah mulai menghancurkan rumah tangganya,namun penyesalan yang datang terlambat tidak mampu menghapus luka yang sudah terlanjur tercipta.

Sementara Sulis memeluk kedua anaknya erat-erat,air mata terus mengalir di wajahnya,di dalam hatinya, sebuah keyakinan mulai tumbuh,bahwa rumah tangga yang selama ini ia perjuangkan mungkin sedang bergerak menuju titik yang tidak lagi bisa diselamatkan.

Tangisan Rara masih terdengar lirih di pelukan Sulis,anak perempuan itu memeluk ibunya erat seolah takut wanita yang selama ini menjadi tempat berlindungnya akan menghilang.

Sementara Dito berdiri di samping mereka dengan wajah pucat,anak laki-laki itu berusaha terlihat tegar, tetapi matanya sudah dipenuhi air mata,rumah yang beberapa tahun lalu selalu dipenuhi tawa kini terasa asing.

Irwan masih berdiri di tempatnya,dadanya naik turun,sisa amarah masih bercampur dengan rasa terkejut atas apa yang baru saja terjadi,Ia memandang Sulis yang sedang memeluk kedua anak mereka,untuk sesaat muncul rasa bersalah,namun perasaan itu segera tertutup oleh ego yang masih terlalu besar untuk mengakui kesalahan.

"Aku nggak sengaja..." ucapnya pelan.

Sulis mengangkat wajahnya.

Tatapannya penuh luka.

"Anak-anak lihat semuanya, Mas."

Kalimat itu terdengar lebih menyakitkan daripada teriakan apa pun.

Irwan tidak mampu menjawab,karena itu adalah kenyataan,Dito dan Rara menyaksikan langsung pertengkaran orang tua mereka,menyaksikan rumah yang selama ini mereka anggap aman berubah menjadi tempat yang menakutkan.

"Mama..." suara Rara bergetar.

"Aku takut."

Sulis langsung memeluk putrinya lebih erat.

"Nggak apa-apa, Sayang."

Meski mengucapkan kalimat itu, Sulis sendiri tidak yakin,untuk pertama kali dalam hidupnya, ia juga merasa takut pada suaminya sendiri.

Malam itu Sulis membawa kedua anaknya masuk ke kamar.

Ia mengunci pintu dari dalam,bukan karena ingin menghukum Irwan,melainkan karena ia membutuhkan ruang untuk menenangkan anak-anak.

Di dalam kamar, Dito duduk diam di tepi ranjang,biasanya anak itu banyak bertanya,tapi malam itu ia hanya menunduk,seolah sedang memikirkan sesuatu yang terlalu berat untuk usianya.

"Mama..."

Sulis menoleh.

"Papa nggak sayang kita lagi ya?"

Pertanyaan itu membuat dadanya terasa sesak,air mata yang sejak tadi ia tahan kembali jatuh,anak-anak ternyata merasakan semuanya,mungkin jauh lebih lama daripada yang ia kira.

Sulis mengusap rambut putranya perlahan.

"Papa tetap sayang kalian."

"Lalu kenapa Papa marah terus?"

Sulis tidak mampu menjawab.

Di luar kamar, Irwan duduk sendirian di ruang tamu yang berantakan.

Ponselnya bergetar beberapa kali,nama Lastri muncul di layar,kali ini ia tidak langsung membalas,pikirannya sedang kacau,Ia menatap foto keluarga yang tergantung di dinding,foto yang diambil beberapa tahun lalu ketika mereka masih terlihat bahagia,setelah sekian lama, muncul pertanyaan yang selama ini selalu ia hindari.

Kapan semuanya mulai hancur?

Apakah sejak Lastri hadir?

Apakah sejak ia mulai berbohong?

Ataukah jauh sebelum itu?

Namun sebelum ia sempat menemukan jawabannya, ponselnya kembali bergetar.

Pesan dari Lastri masuk.

"Mas baik-baik saja?"

Irwan membaca pesan itu cukup lama.

Lalu mematikan layar ponselnya tanpa membalas.

Malam semakin larut,di dalam kamar, Sulis akhirnya berhasil menidurkan kedua anaknya yang kelelahan menangis,namun dirinya sendiri tidak bisa tidur,Ia duduk di sisi ranjang sambil memandangi wajah Dito dan Rara,hatinya dipenuhi berbagai pertanyaan tentang masa depan.

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!